My Cute Nanny

My Cute Nanny
Gas pol rem blong


__ADS_3

Sore hari, Raja, Gideon, Alfa sekeluarga dan Ray sekeluarga giliran berkunjung ke kediamannya Moses.


Alfa membawakan daging sapi, ikan, beberapa sayuran, juga bumbu barbeque. Mereka akan mengadakan acara bakar bakaran di teras belakang rumahnya Moses yang sangat dekat dengan pantai.


Sambil menunggu kedatangannya Alfa dan semuanya, Moses dan Melati berjalan jalan di pantai.


Moses melingkarkan tangannya di pinggangnya Melati dan terus berjalan dengan pelan di pinggir pantai. "Kamu ingat dulu di sini, siapa yang ngambek ya?" tanya Moses.


Melati merangkulkan kedua lengannya di pinggang suaminya dan langsung membenamkan diri di dada bidangnya Moses karena, malu mengingat tingkah konyolnya dulu ketika cemburu buta.


Moses langsung terbahak bahak dan mencium puncak kepalanya Melati "kamu masih sama seperti waktu itu Rumi, kamu masih sangat imut dan menggemaskan kalau cemburu, hahahaha"


Melati kemudian mendongakkan wajahnya dan Moses langsung menyambar bibirnya Melati. Mereka kemudian berciuman lembut, dalam, walaupun tanpa permainan lidah tapi saling menghisap, Moses menghisap bagian atas bibirnya Melati dan Melati menghisap bibir bawahnya Moses. Begitu menggairahkan dan menggetarkan relung jiwa pasangan suami istri itu.


Melati kemudian menarik bibirnya dan berucap "sayang nanti kalau anak anak lihat gimana? kok kamu main sambar aja, ihhh, kayak anak abege"


"Hahahaha, kalau berduaan sama kamu, aku memang selalu berasa abege karena istriku ini awet muda dan imut" Moses mengelus hidungnya Melati dengan jari telunjuknya.


"Dasar genit" kata Melati sambil tersipu malu.


"Sekarang kamu yang kayak abege, kalau tersipu malu kayak gitu, hahahaha" kaya Moses.


"Iiiihhh siapa yang tersipu malu" Melati mencubit pinggangnya Moses


Moses kembali tergelak senang kemudian menempelkan bulu matanya di atas pipinya Melati, menggerak nggerakkan bulu matanya di pipi cantiknya Melati. Melati sangat menyukai hal itu, lalu tangannya mengelus mesra pipinya Moses.


Moses kemudian berucap "Apa kamu mau ke pondok yang dulu, Rumi? sewaktu kita pertama kali bercinta di atas pasir? tapi sepertinya pondok itu sudah nggak ada" kata Moses lalu mengajak melati duduk di atas pasir dan menatap pantai. Melati terkekeh geli mendengar ucapan suaminya itu lalu berucap "pondok itu malu sama percintaan panas kita kala itu, maka sekarang ini menghilang, hahahaha"


Moses tertawa terpingkal pingkal, lalu merangkul Melati. Melati menyandarkan kepalanya di atas bahunya Moses dan berucap "terima kasih ya sayang, telah mencintai aku dengan begitu indah, bahkan makin ke sini makin indah"


"Terima kasih juga sudah mau mencintai seorang Moses Elruno dengan segala kekurangannya" kata Moses.


"Sebentar lagi anak anak akan semakin besar lalu menikah dan meninggalkan kita, itu saat di mana aku berhenti jadi nanny untuk mereka, untuk anak anak kita. Terus kalau aku sudah nggak jadi nanny untuk mereka, aku ngapain ya?" tanya Melati.


"Jadi nanny untuk aku dong, setelah mereka menikah nanti, kamu hanya untuk aku sepenuhnya" Moses lalu mencium keningnya Melati. Melati tertawa riang dan mengelus kembali pipinya Moses.


Suara Alfa mengagetkan Moses dan Melati, Moses kemudian bangun dan mengulurkan tangannya untuk membantu Melati berdiri.


Mereka kemudian melangkah diiringi Alfa "waaah, kalian bikin iri saja. Aku jadi pengen ngajak Rini duduk di depan pantai kayak kalian" kata Alfa.


"Iya sana lah ajak istri kamu, biar aku sama Melati yang siapin bakar bakarannya" kata Moses.


"Rini terlanjur sibuk tuh sama Delia" kata Alfa.


Melati langsung berlari kecil mendekati Rini dan Delia, mereka berpelukkan dan memasak dengan canda tawa, menyiapkan bakar bakaran untuk semuanya.


Moses dan Ray mengupas jagungnya. Lalu menyelupkannya ke dalam bumbu yang sudah disiapkan oleh Melati.


"Ray, kamu nggak nambah anak lagi? kok ngikuti aku sama Rini sih, hanya satu aja. Anak kamu udah sepuluh tahun kan sekarang ini? buruan nambah, gih!" kata Alfa sambil membakar daging, jagung dan ikan di atas alat pemanggang. Alfa memegang kuas, mengolesi jagung, daging, dan ikan dengan mentega.


"Hak menjawab aku serahkan ke Delia" jawab Ray dengan santainya dan dengan ekspresi datar khasnya Ray.


Semua langsung tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Kita masih repot kak, kak Ray sering keluar kota bahkan kadang keluar negeri, ninggalin Delia, kalau aku hamil lagi, bisa repot, mungkin dua tahun lagi deh nambahnya" sahut Delia.


"Nah kalau gitu kamu protes ke Moses. Bilang jangan sering sering menugaskan Ray keluar kota dan keluar negri!" Alfa melirik Moses dengan senyum menggodanya.


Moses melempar kulit jagung yang dia pegang, ke Alfa "kalau bukan Ray, lalu siapa yang mesti keluar kota, kamu mau menggantikan Ray?" Moses mendengus kesal.


"Hahahaha, iya kamu kasih cuti spesial buat Ray, biar bisa gas pol rem blong nambah momongan" kata Alfa.


"Ya nggak bisa juga kak, lalu Cinta sama siapa kalau kita gas pol rem blong?" kata Delia sambil terkekeh geli.


"Titipin sini lah, kalian ke sini bikinnya, gampang kan?" sahut Rini.


"Aku juga mau dititipin Cinta" kata Melati.


"Kalau istriku bilang gitu, maka aku akan kasih cuti spesial untuk kamu Ray" kata Moses.


"Tuh banyak sponsor yang mendukung gas pol rem blongnya kalian" kata Alfa


Semua langsung menggemakan tawa renyah mereka.


Gideon dan Celyn setelah pulang dari jalan jalan sore mereka. Gideon dan Celyn langsung bergabung bersama di teras belakang sambil membawa marshmallow.


Elmo, Raja, dan Chery juga bergabung pulang dari membeli buah semangka dan melon.


Elmo, Raja dan Gideon mengupas buah semangka dan melon-nya, sedangkan Chery dan Celyn mulai menata hasil bakarannya Alfa di atas meja makan yang mereka pasang menghadap ke pantai.


Celyn membuka marshmallow yang dia bawa dan dia tata di atas meja.


Celyn kemudian tersenyum dan berlari kecil ke Alfa sambil membawakan beberapa marshmallow.


"Memang enak kalau dibakar?" tanya Melati.


"Enak, entar kamu coba. Rini sangat menyukainya" kata Alfa.


"Iya, enak kok Mel, kamu akan ketagihan entar" sahut Rini.


Tiba tiba ada suara seorang cowok berucap "maaf saya terlambat"


Semua menoleh ke arah suara dan nampaklah Awan, tengah berdiri bersama dengan istri dan anaknya yang masih balita.


"Aaahh, kamu sudah datang, ayok duduk Wan" kata Moses.


Awan duduk di atas tikar bersama Ray dan Moses "saya bawakan kue cokelat almond dan strawberry bikinan istri saya" kata Awan. Semua mengucapkan terima kasih dan Celyn langsung menata kue kue pemberiannya Awan di atas meja lalu Chery memotong motong kue tersebut.


Istrinya Awan langsung bergabung dengan Melati, Rini, dan Delia.


Istrinya Awan yang asli Jerman telah fasih berbahasa Indonesia dan orangnya pun murah senyum dan menyenangkan untuk diajak ngobrol.


Mereka akhirnya duduk lesehan dan menikmati hasil bakar bakaran mereka yang tersaji di atas meja panjang yang ada di depan mereka.


Melati melihat putranya Awan tertidur di atas pangkuan mamanya, lalu Melati berkata "mari ikut saya ke kamar, biar ditidurkan di kamar saja putra kalian, kasihan tidur di sini banyak angin" kata Melati


Istrinya Awan bangun dan tersenyum lalu mengikuti langkahnya Melati sambil menggendong buah hatinya.

__ADS_1


Melati mempersilakan istrinya Awan untuk menidurkan putranya di atas ranjang "anda jaga aja putra and, saya akan ambilkan beberapa makanan dan minuman ke sini"


Istrinya Awan tersenyum dan berkata "terima kasih"


Memang sangat cantik, imut, lembut, dan baik hati. Pantas saja kalau Awan masih menyimpan rasa untuk kamu. Batin Elma, istrinya Awan.


Elma dan Awan memang menikah, tapi Elma harus bisa menahan diri dari kecemburuan ketika terkadang dia mendengar suaminya mengigau nama Melati.


Itulah kelemahannya Awan, jika sudah mencintai seseorang, sangatlah dalam perasaannya itu dan dia akan sulit menghapus semua kenangan dan rasa itu


Elma memilih untuk diam dan tidak protes. Dia mencintai Awan dan yakin kalau suatu saat nanti cinta tulusnya akan bisa membuat Awan mencintainya sepenuhnya tanpa ada bayang bayang Melati lagi di hatinya Awan


Elma seorang gadis yang sederhana, cantik, berambut pirang dan ikal, baik hati. Kesederhanaan dan kelembutannya yang mirip dengan Melati, membuat Awan kemudian menikahinya.


Melati balik lagi ke kamar dan membawakan beberapa makanan dan minuman untuk Elma lalu duduk di sampingnya Elma sambil menatap putranya Awan.


"Tampan dan menggemaskan, siapa namanya?" tanya Melati.


"Abe Herlambang" jawab Elma sambil tersenyum.


"Boleh saya cium, heee, soalnya saya gemas melihat pipi gembul, rambut pirang ikal, dan wajah tampannya" kata Melati sambil mengulas senyum di wajah cantiknya.


Elma tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Melati langsung mendaratkan ciumannya di pipi gembul putranya Awan.


"Kapan sampai sini?" tanya Melati ke Elma.


"Satu Minggu yang lalu, kami sengaja datang lebih awal untuk mempersiapkan semuanya di sini" kata Elma.


"Terima kasih untuk kedatangannya" kata Melati.


"Sama sama nyonya, saya yang berterima kasih untuk anda dan suami anda, berkat kalian, Awan bisa menjadi seperti sekarang ini" Kata Elma.


"Jangan panggil nyonya, panggil nama aja nggak apa apa, kita seumuran kan?" tanya Melati.


"Kalau begitu saya akan panggil kak aja ya, saya masih tiga puluh tujuh tahun. Anda memang imut jadi kita nampak seumuran" kata Elma sambil tersenyum.


"Aaahh, hahaha, maafkan saya kalau salah, saya pikir kita seumuran" kata Melati.


"Iya kak, nggak apa apa, kok" kata Elma.


Kemudian Melati berkata "maaf saya tinggal dulu sebentar ya, kalau mau makan silakan itu sudah saya ambilkan, anggap saja rumah sendiri"


Elma tersenyum dan berkata "terima kasih"


Moses berkata ke Raja "om Awan ini lulusan teknik elektro, dan di Jepang, om berencana akan mengembangkan bisnis elektroniknya om yang ada di Jerman, makanya Om mengundang om Awan ke sini, dan juga om butuh kecerdasan kamu untuk berkolaborasi dengan om Awan. Mungkin ke depannya nanti, om akan tempatkan kamu di sini kalau kamu nggak jadi berangkat ke Singapore" kata Moses.


Awan tersenyum ke Raja dan bertanya "dia ini siapanya tuan?"


"Dia putra sahabatnya Melati dan calon menantuku" kata Moses.


"Ooooo, calonnya non Chery ya?" kata Awan dan kembali mengulas senyum di wajah tampannya.


Raja dan Chery menganggukkan kepala mereka dan langsung tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2