My Cute Nanny

My Cute Nanny
Papa, aku akan jaga istriku dengan baik


__ADS_3

Mereka pun akhirnya meninggalkan rumahnya Melati. Chery telah jatuh ke alam mimpi diiringi alunan rintik hujan.


Melati menaruh Chery pelan pelan ke dalam travel cot.


Moses langsung menarik Melati untuk duduk di pangkuannya dan langsung mencium bibirnya Melati dengan penuh damba.


"Hmmppttt, sayang" Melati menarik diri dan hendak berdiri dari pangkuannya Moses tapi ditahan oleh Moses.


"Mau ke mana?" Moses mencium telapak tangannya Melati.


"Ada kak Ray sama pak Joko, malu" kata Melati lirih.


Moses langsung meraih remote dan Klik nampaklah penutup kabin yang merupakan pemisah kabin kemudi dan kabin penumpang, terangkat ke atas dengan pelan pelan dan Klek. Tertutup rapat sudah, kabin penumpang.


Ray hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat bosnya telah menutup kabin jok belakangnya.


Melati bengong "bisa ditutup ya?"


"Hmm, sekarang mereka tidak bisa mendengar dan melihat kita. Kita aman mau melakukan apa saja sekarang" Manik hitam mikiknya Moses tampak menghitam menahan gairah.


Moses mengaitkan kedua tangannya di rambutnya Melati dan langsung mencium Melati dengan lembut, penuh damba, kemudian ciuman itu secara pelan namun pasti naik level menuju ke level panas dan liar.


Moses terus mencium istri tercintanya sembari menekan tombol di tempat duduknya dan secara pelan pelan tempat duduknya membuat Moses terhenyak dan menjadi rebahan, Melati secara otomatis mengikuti gerakan tersebut. Kini istri Moses itu telah dihenyakkan tubuhnya di atas tubuh suaminya.


Melati kaget dan membuka matanya lalu menarik wajahnya dari wajahnya Moses "sayang, kamu mau apa?" Melati terlihat panik.


"Kita lanjutkan lesnya" Moses mengedipkan matanya.


"Tapi sayang, ini di dalam mobil. Bahaya tahu, kalau terlihat dari luar bagaimana?" Melati menyapu kabin mobil tersebut dengan pandangannya dan langsung bengong "kapan jendela mobilnya tertutup gorden?"


"Saat aku mencium kamu tadi" jawab Moses santai.


Melati masih nampak ragu ragu.


"Apalagi sekarang?"


"Tetap saja aku merasa malu kalau melakukannya di dalam mobil seperti ini sayang"Melati menunduk malu.


Membuat Moses semakin merasa gemas. Bos tampan itu pun langsung menarik tengkuknya Melati dan kembali mencium istri cantiknya dengan panas dan liar.


Shit! Moses mengumpat di dalam hatinya. Dia sudah mengenal begitu banyak wanita tetapi Melati sangatlah berbeda, istri cantiknya kini memberikan aroma kemurnian sensual yang luar biasa. Moses bisa merasakan kalau Melati memancarkan keingintahuan penuh gairah dan haus akan pengalaman baru, membuat Moses semakin menggila.


Tangannya Moses mulai memegang kancing kancing blusnya Melati, sorot matanya bisa melihat Bra yang dikenakan Melati "cocok untuk kamu, sayang. Kamu terlihat semakin seksi" bisik Moses dengan suara baritonnya yang terdengar serak serak basah.

__ADS_1


Melati membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya karena malu.


Dengan gerakan yang sangat halus, Moses merubah posisi mereka. Melati kini berada di bawah tubuh suami tampannya. Tangan Moses membelai lembut wajah cantik istrinya itu tetapi manik matanya tidak berhenti menatap benda berenda berwana hitam yang membalut dadanya Melati. Indah dan tampak sangat menggoda.


Melati memandang ke langit langit kabin dengan deru napas yang sudah tidak bisa dikendalikan "sayang, aku berdebar debar nih, jantungku seakan ingin melompat keluar dan pindah ke ujung kaki"


"Hahahaha" Moses mendongak menatap Melati "aku juga sayang, baru kali ini aku merasakan debaran jantung yang seperti ini. Rasakanlah!" Moses menarik tangannya Melati dan menempatkannya di atas dadanya.


Deg deg deg


Melati merona dan tersenyum penuh cinta menatap suami tampannya.


"Aku ingin mencicipimu, boleh?" tanya Moses.


"Se...sekarang? di...di sini?" Melati masih merasa ragu, takut kalau nanti tiba tiba ada yang melihat mereka.


"Hmm, jangan khawatir semua sudah tertutup rapat dan kita aman sekarang.


Melati kemudian tersenyum melingkarkan tangannya di tengkuk suaminya dan menganggukan kepalanya.


Moses langsung menempelkan wajahnya di leher Melati dan menjelajahinya cukup lama karena, Moses sangat menyukai wangi yang menguar dari tubuhnya Melati.


Tok tok tok


Moses mengangkat wajahnya dari lehernya Melati dan langsung memencet tombol yang berada di sebelah kanan tempat duduknya untuk mengaktifkan pengeras suara yang terhubung dengan kabin kemudi mobil tersebut dan menjawab dengan sangat kesal "iya ada apa?"


"Maaf tuan" suara Ray yang terdengar "kita sudah sampai di makam papanya Melati.


Shit! Moses mengumpat di dalam hatinya. Gairah yang begitu besar harus diredakan kembali kali ini.


"Oke tunggu sebentar" Moses langsung memencet tombol off pengeras suara tersebut.


Melati terkekeh geli sembari memakai kembali blusnya.


Moses mencium keningnya Melati dan merapikan rambut istrinya yang acak acakan akibat ulahnya tadi.


Moses melihat ke lehernya Melati ada kiss mark di sana. Moses mengusap pelan dan berkata "sayang, maaf aku meninggalkan tanda kepemilikkan di sini"


"Aaah, gimana dong kalau kak Ray dan pak Joko melihatnya, Melati malu"


Moses tersenyum geli "sudah cuek aja, mereka juga akan paham, kita kan pengantin baru, yuk turun!" Moses membuka pintu mobilnya dan duluan melangkah turun dari mobil mewahnya itu lalu mengulurkan tangannya untuk membantu istri cantiknya turun.


Melati menyambut ukuran tangan suaminya dan melangkah turun.

__ADS_1


"Ray, tolong jaga Chery ya!" kata Moses sembari melangkah masuk ke dalam makam dan memeluk bahu istri tercintanya.


Ray mengangguk dan secara tidak sengaja dia melihat tanda merah di lehernya Melati "hmm, tuan kenapa tidak bisa menunggu sampai di rumah dulu sih, hadeeehh, bikin jiwa jombloku merintih pedih nih, aku juga jadi pengen menikah tapi apa daya jodohku belum nampak hiks hiks hiks" gumam Ray lirih sembari menutup pintu mobilnya.


Moses dan Melati sampai di depan makam papanya Melati. Pengawalnya Moses mengiringi langkah pasangan muda tersebut sehingga para penunggu makam tidak bisa mendekat.


Area di sekitar makam papanya Melati telah steril dari keberadaan para penunggu makam.


Moses dan Melati tidak membawa bunga karena Melati alergi bunga. Melati biasa membawakan makanan kesukaan papanya kalau ke makam papanya. Tapi karena dadakan kali ini mereka tidak membawa apa apa.


"Pa, maaf Melati tidak membawakan bapao untuk papa karena kunjungannya dadakan. Lain kali pasti Melati bawakan"


"Pa, ini Moses Elruno. Papa masih ingat kan? anak kecil yang papa selamatkan dua puluh tahun yang lalu. Moses ucapkan banyak terima kasih ya, pa. Terima kasih papa sudah mendekatkan Melati ke sisinya Moses. Kita sudah menikah pa. Moses akan jaga istri Moses dengan baik, Moses akan mencintai Melati sepenuh jiwa dan raganya Moses" Moses kembali terisak sedih.


Melati pun memeluk suaminya dan ikutan terharu.


"Pa, Melati sangat bahagia saat ini, papa yang tenang ya di Surga sana. Melati sudah aman dan bahagia di dalam pelukan suaminya Melati. Kak Moses Elruno. Terima kasih papa sudah mempertemukan Melati dengan kak Moses Elruno. Sekarang kalau Melati merasa kangen sama papa, Melati bisa memeluk kak Moses sebagai gantinya" Melati berucap sambil mengusap air mata yang masih mengalir deras di pipi cantiknya.


Moses menatap istri cantiknya dan tersenyum bangga, dan memberikan senyum penuh cinta saat mendengarkan semua ucapan yang keluar dari mulut manisnya Melati.


"Moses berjanji tidak akan pernah membuat Melati kecewa dan sedih pa. Sekali lagi Moses ucapkan kata maaf dan terima kasih banyak. Moses sayang sama papa" kata Moses tulus.


Kemudian Moses menemui penjaga makam papanya Melati dan memberikan amplop cokelat yang berisi uang lalu berkata "jaga dan rawat makam papaku dengan baik!"


"Baik, tuan!" jawab penjaga makam tersebut sambil membungkukkan badannya di hadapan Moses


Pasangan muda itu pun kembali ke dalam mobil saat langit mulai menghitam dan nampak ingin segera menumpahkan tangisnya.


Joko meluncurkan mobil tersebut meninggalkan makam papanya Melati.


"Kita makan siang dulu, Ko!"


"Baik tuan, ke mana?"


Moses menoleh ke Melati "kamu pengen makan apa?"


"Emm, kita ke warung pecel ndeso mbok Iyem aja, dekat dari sini" kata Melati.


"Ray, kamu bawa uang cash?"


"Bawa, tuan" jawab Ray.


"Oke kita ke sana, Melati akan kasih tunjuk jalannya"

__ADS_1


"Siap" jawab Joko.


__ADS_2