My Cute Nanny

My Cute Nanny
Melati Terkepung


__ADS_3

The Elruno melesat menghadang lawan pilihan mereka masing-masing begitupun dengan Bintang, Bram, dan anak buahnya Bram. Mereka bergerak maju menyebar mencari lawan yang mereka pikir seimbang dengan kemampuan mereka masing-masing.


Debu segera berputar, menguning ke atas ketika pertarungan sengit sudah dimulai. Pihak lawan semuanya membawa senjata tajam. Sedangkan pihak protagonis kita hanya mengandalkan kemampuan tangan kosong, tendangan, dan ilmu bela diri yang mereka kuasai.


Tanpa senjata tajam, senjata futuristik, maupun kekuatan super, Melati berhasil menjatuhkan empat orang lawannya. Ilmu bela diri yang ia dapatkan dari Moses Elruno, suami tercintanya, sejak ia masih menjadi cute nanny-nya Chery, sungguh berguna untuk menjaga diri hingga di umur dia yang sudah menginjak kepala empat.


Melati masih lentur, lincah, dan lihai melancarkan jurus-jurus bela diri yang dia kuasai ke lawannya karena, setiap hari kalau enggak pagi atau sore hari dia masih berlatih ilmu bela diri bersama dengan Moses Elruno.


Setiap kali Melati merasa malas untuk berlatih, Moses segera memanggul tubuhnya Melati sambil berjalan dia menepuk pelan pantatnya Melati, "Jangan malas berlatih! Sehari saja kau tidak berlatih maka akan kaku semua tubuhmu dan semua ilmu yang kau dapatkan selama ini, menjadi sia-sia" Dan Melati hanya bisa menghela napas panjang tanpa memiliki daya lain selain menuruti perintah utama dari suaminya itu selain olah raga mereka berdua di atas ranjang.


Celyn memeragakan gerakan baru yang diajarkan oleh Bintang dan berhasil memukul telak lawannya hingga terkapar di atas tanah tak berdaya. Celyn menoleh ke Bintang dengan terus bergerak melawan musuhnya ia menjerit, "Kak! ilmu dari Kakak top banget"


Bintang dengan terus bergerak melancarkan tendangan mautnya ke lawan, menoleh ke Celyn dan tersenyum lebar.


Gideon menarik Celyn menghindar ketika Celyn lengah dan sebuah golok hampir saja menebas leher cantiknya. Gideon menarik Celyn sambil melepas tendangan maut ke orang yang hendak mencelakai Celyn. Orang tersebut langsung terkapar tak berdaya di atas tanah setelah mendapatkan tendangan mautnya Gideon.


Gideon dan Celyn lalu berdiri dengan saling memunggungi. Punggung Celyn dan Gideon menempel lekat ketika mereka mendapati ada enam orang laki-laki yang membawa beragam senjata tajam mengepung mereka. Gideon mendengus kesal ke Celyn, "Jangan lengah! kau masih saja ceroboh dan......."


"Bukan waktunya untuk cerewet! Ciaaatttt!" Celyn menghentakkan punggungnya dari punggungnya Gideon dan segera melancarkan tinju-tinjunya ke orang yang mengepung dia dan Gideon.


Gideon ikut melesat dan melawan orang-orang di hadapannya sambil menoleh sekilas ke kekasih cantiknya, ia menggeleng-nggelengkan kepalanya melihat sikap konyol, ceroboh, dan keras kepalanya, Celyn yang selaku saja membuatnya merasa khawatir dan pusing.


Si kembar yang juga telah memperoleh pelajaran bela diri dari mama dan papanya bersiap di depan pintu kamarnya Elmo dengan kuda-kuda yang kuat lalu berkata dengan kompak, "Jangan takut Aunty, kami akan menjaga Aunty!"


Kedua tangannya Lili mengusap kepalanya Bryna dan Barnes, "Tante nggak takut. Tante yang akan melindungi kalian"


Lili tidak pernah mendapatkan ilmu bela diri dan di saat genting seperti itu dia menyesali dirinya sendiri kenapa dulu ia tidak pernah meminta Elmo ataupun papanya untuk mengajari dia beberapa ilmu bela diri untuk menjaga orang-orang yang ia sayangi.


Moses Elruno segera mengajak Elmo dan Bagas menuju ke rumahnya Elmo ketika gerombolannya Goh yang menyerang markas besarnya telah dibekuk oleh pihak kepolisian. Ray pergi bersama pihak kepolisian menuju ke kantor polisi untuk membantu penyidikkan. Sedangkan Maha, Alfa, Evan, dan Alexa segera mengikuti arah perginya mobil yang dikemudikan oleh Elmo Elruno.


"Semoga kita belum terlambat"


Moses mengepalkan kedua tinjunya dan seketika itu pula rahangnya mengeras ketika Bram meneleponnya, Pram dan anak buahnya belum datang sedangkan anak buahnya Goh semakin banyak yang berdatangan dan mereka semakin kewalahan.


"Di mana istriku?" tanya Moses dengan segera.


"Nyonya membantu kami dan......."


Klik! Moses mematikan ponselnya dan membuang asal ponsel itu lalu dengan amarah yang tertahan, suara bass-nya keluar, "Tekan pedal gasnya lebih dalam. Bodo amat dengan rambu lalu lintas, ngebutlah! Mama kamu dalam bahaya. Adik, istrimu, dan keponakan2mu juga!"


Elmo langsung mencengkeram kemudinya dengan sangat erat karena amarah berbalut rasa kekhawatiran yang begitu besar dan tanpa sadar ia pun menekan pedal gas mobil yang dia kemudikan sedalam-dalamnya.


Pas mobil itu melesat menerobos lampu merah dan menyebabkan kekacauan di jalan yang mereka lewati, sebuah mobil patroli polisi lalu lintas setempat mengikuti mobil yang dikendarai Elmo Elruno.

__ADS_1


"Kita dikejar polisi? bukankah kita seharusnya berhenti?" tanya Bagas dengan wajah bingung sekaligus panik.


"Lajukan terus! Kalau perlu tambah lagi kecepatannya! Jangan hiraukan mereka! aku akan berurusan dengan mereka setelah aku memastikan my cute nanny, anak, menantu, dan cucu-cucukku baik-baik saja" perintah Moses masih dengan suara bass-nya.


Bagas hanya bisa memejamkan kedua matanya dan menghela napas pasrah. Dan dia merasa kagum sekaligus takut pada seorang Moses Elruno di saat itu juga.


Evan menghubungi mobil polisi lewat panggilan radio khusus kepolisan, "Jangan kejar mobil itu! mereka pihak kita dan sedang menangani kasus Internasional!"


Mobil patroli polisi lalu lintas itu segera meminggirkan mobil mereka dan menghentikan laju mereka.


Elmo melihat rear-mirror vision-nya dan bernapas lega, "mereka sudah nggak mengejar kita lagi"


Bagas segera membuka kedua kelopak matanya dan bernapas lega, "Fiuuhhhh, syukurlah!"


Moses masih mengeraskan rahangnya, merapatkan bibir, belum mengurai kepalan tangannya dan diam membisu. Singa Elruno itu bersiap melahap siapa saja yang berani menyentuh dan melukai istri, anak, menantu, dan cucu-cucunya dengan tanpa ampun.


Lili segera berlari membuka kopernya dan mengeluarkan pistol dari dalam sana. Pistol itu pemberian dari papanya. Maha Adijaya memberikan sebuah pistol ke putrinya agar putrinya itu bisa menjaga diri dengan baik karena, Maha tahu Lili tidak menguasai ilmu bela diri bahkan yang tingkat dasar sekalipun.


Lili masih mengingat dengan betul ajarannya Bintang cara membuka pengaman pistol itu dan cara memegang pistol itu dengan benar. Lili berdiri di depannya si kembar dengan pistol di tangannya yang ia genggam erat dengan kedua tangannya dan ia arahkan ke pintu kamarnya Elmo Elruno.


"Kenapa aku dan Lili tidak bisa hidup normal layaknya pasangan lain dan nggak bisa hidup tenang selama ini, Pa?" tanya Elmo sambil terus mengemudikan mobil dalam kecepatan tinggi.


"Karena yang kau pilih bukan wanita biasa jadi terimalah konsekuensinya" sahut Moses dengan nada datar tanpa ekspresi.


"Amin! Makasih untuk doa dan support kamu selama ini Brother" Elmo berucap sambil melirik sekilas ke Bagas disertai dengan senyum tulus yang ia lukis di wajah tampannya untuk Bagas, sahabat terbaiknya.


"Sama-sama" Sahut Bagas.


Mobil yang ditumpangi Alfa, Evan, dan Alexa dihadang dua buah mobil Van. Alfa segera melesat turun dari mobil dengan kesal ketika Evan belum betul-betul mematikan mesin mobil yang ia kemudikan.


Alexa ikutan melesat turun dan menyusul Alfa, "Om tampan, kenapa terburu-buru keluar sih, saya kan jadi kewalahan menjaga dan melindungi Om"


Alfa berucap tanpa menoleh ke Alexa, "Aku tidak butuh dilindungi. Kalau hanya melawan sepuluh orang macam mereka, aku sanggup melakukannya sendiri"


"Wow! Anda ternyata lebih keren, tampan, dan lebih matang daripada Elmo Elruno. Saya terpesona pada Anda nih Om" Sahut Alexa dan di saat Alexa hendak menyentuh pundaknya Alfa, Alfa berlari ke depan dengan tinju dan tendangannya di langsung bisa melumpuhkan lima orang gerombolan tersebut dan......Dor....dor.....dor.....dor.....dor. Kelima sisanya dilumpuhkan Alexa dengan tembakan.


Alfa menoleh kesal dan berjalan mendekati Alexa, "Kau gila ya?!"


Alexa meringis, "Kalau saya tidak gila, saya akan memilih profesi sebagai model alih-alih seorang tentara"


Alfa menggeleng-nggelengkan kepalanya dan segera masuk kembali ke dalam mobil untuk segera menyusul kakak sepupu tercintanya.


"Tolong lajukan mobilnya lebih cepat lagi! Aku nggak ingin keluargaku kenapa-kenapa"

__ADS_1


"Siap Pak dokter" Sahut Evan.


"Hah?! Pak dokter? Anda seorang dokter?" Alexa memajukan tubuhnya ke jok depan dan menoleh ke Alfa.


Alfa menggeser wajahnya ke kanan dan menganggukkan kepalanya.


"Wow! keren! Sudah tampan, pinter bela diri, dokter pula. Anda siapanya Elmo Elruno?"


"Omnya" sahut Alfa singkat.


Evan menyetir sambil mendorong tubuhnya Alexa, "jangan melongokkan kepala kamu ke jok depan. Ganggu tahu nggak?!"


"Cih!" Alexa mendesis kesal lalu bertanya lagi, "Nama Anda siapa pak dokter? kita belum sempat berkenalan kan tadi dan apakah Anda sudah menikah?"


Alfa menghela napas panjang lalu berkata, "Namaku Alfa, sudah menikah, sudah punya satu anak perempuan yang sangat cantik, dan aku sangat mencintai istri dan anakku"


"Kenapa semua cowok tampan, keren, dan cerdas di dunia ini, selalu saja sudah memiliki pasangan, sial!" ucap Alexa sambil menyandarkan punggungnya ke jok mobil dengan kesal.


Evan terkekeh geli dan berucap, "Masih ada aku kan?"


"Cih! Kamu tuh cadangan terakhir bagiku"


sahut Alexa.


Alfa terkekeh geli dan berkata, "Kamu bertemu makhluk seperti dia, di mana sih Van?"


Evan terkekeh geli, "Dia turun dari atas langit Om, dari planet tak bertuan kayaknya"


Alfa tertawa ringan dan Alexa langsung mendengus kesal sambil memukul keras bahunya Evan.


"Woi! aku lagi nyetir nih" Evan berucap kesal ke Alexa dan Alexa kembali memukul bahunya Evan dengan santainya.


Walaupun jurus yang Melati kuasai begitu efektif dan berdampak besar, mampu menjatuhkan puluhan lawan namun, bergerak terus melancarkan jurus, tinju, dan tendangan, membuat Melati kelelahan, perutnya mulai merasa mulas, dan kepalanya mulai terasa sedikit pening. Di saat Melati menggeleng-nggelengkan kepalanya untuk melepas pening yang tiba-tiba menyergapnya, perutnya terkena tendangan dan Melati terlempar cukup jauh dan terhempas di atas tanah.


Celyn melihat mamanya terjatuh namun, jarak dia yang lumayan jauh dari mamanya membuatnya kewalahan untuk menolong mamanya. Apalagi saat itu ada sepuluh orang yang masih mengepungnya. "Ma!" Celyn hanya mampu menjerit memanggil mamanya.


Melati hendak bangkit tapi pening dan nyeri di perutnya membuat ia kesulitan untuk berdiri dan tiga orang lawannya melangkah mendekati Melati dengan seringai bengis di wajah mereka.


"Dia cantik. Sangat cantik, kita lumpuhkan dan kita culik saja untuk hiburan kita" ucap salah satu dari gerombolan yang mengepung Melati.


Melati kembali berusaha untuk bangkit dan ketika ia berhasil bangkit, pipinya kena tinju dan ia terhuyung ke belakang. Darah mengucur di sudut bibirnya Melati.


Melati berada di ujung tanduk...........

__ADS_1


__ADS_2