My Cute Nanny

My Cute Nanny
Miracle


__ADS_3

Awan merasa kecewa sama Melati. Selama ini dia selalu mengalah sama Melati, dalam segala hal. Tetapi kenapa, pada saat dia meminta satu hal saja sama Melati supaya Melati mau menjadi ibu rumah tangga, setelah mereka menikah nanti, Melati masih saja sama. Tidak mau mengalah.


"Kenapa aku merasa kesal dan capek dengan sikap Melati kali ini" gumam cowok ganteng tersebut di dalam kamarnya.


Awan kemudian mendengar kalau papanya membuka pintu kamar dan keluar. Awan melihat jam tangannya. Jam setengah sebelas malam.


"Kesampingkan dulu masalah Melati. Sekarang saatnya aku menyelidiki papa" Kata Awan kepada dirinya sendiri sembari melangkah keluar dari kamarnya untuk membuntuti papanya.


Selang setengah jam, Awan berhasil membuntuti mobil papanya tanpa ketahuan.


Dipo Herlambang parkir di depan sebuah klub malam elit. Tetapi cowok ganteng paruh baya itu, tidak segera turun dari mobilnya.


"Papa menunggu siapa ya?" gumam Awan.


Tidak begitu lama, seorang gadis yang seumuran dengan Awan melangkah keluar dari dalam klub dan langsung masuk ke dalam mobil papanya Awan.


Lalu mobil papanya Awan meluncur meninggalkan klub malam tersebut.


Awan langsung mengikutinya.



"Cleo? mau kemana, papa pergi berduaan dengan Cleo, malam malam begini?" Awan terheran heran.


Gadis cantik berpakaian seksi, modis, memakai jaket biru dan masuk ke dalam mobilnya Dipo Herlambang adalah Cleo.


Papanya Awan memberhentikan mobilnya di depan sebuah hotel kemudian turun bersama Cleo. Mereka berdua memasuki hotel tersebut.


Awan keluar dari mobilnya. Dia memarkir mobilnya agak jauh dari mobil papanya, supaya aman dan tidak ketahuan kalau dia saat ini sedang mengikuti papanya.


Dipo Herlambang dan Cleo memasuki private room dari restoran yang ada di dalam hotel bintang lima tersebut.


"Aahh sial! aku tidak bisa menguping pembicaraannya mereka kalau begini" Awan bergumam kesal.


Ada urusan apa ya, papa ketemuan dengan Cleo? Kalau cuma masalah perjodohanku dengan Cleo, nggak akan sampai sembunyi sembunyi seperti ini. Pasti ada hal yang penting banget, nih. Semua kata dan tanya tersebut berputar putar di dalam benaknya Awan.


Awan akhirnya memutuskan untuk kembali ke.rumah. Karena percuma juga menunggu kalau tidak bisa menguping papanya dan Cleo.


"Apa mau kamu, mengajak om untuk ketemuan?" tanya Dipo mulai terlihat kesal menatap Cleo.


"Aku ingin segera menikah dengan Awan, om. Kalau om tidak ingin aku membeberkan perselingkuhannya om, di media sosial" Kat Cleo dengan santainya.


"Om, sungguh sial! bakal punya menantu licik dan jahat seperti kamu, bahkan kamu suka kelayapan di klub malam, Cih!" kata Dipo Herlambang mulai kesal.


"Hahahaha, salah sendiri om kurang berhati hati sehingga, menguntungkan bagi saya. Saya mengetahui semua rahasianya om, saya punya bukti buktinya dan saya bisa meminta apa saja sama om berdasarkan itu semua, benar kan?" kata Cleo dengan santainya.


"Sejauh apa kamu mengetahuinya?" tanya Dipo Herlambang dengan hati hati.


"Saya tahu kalau om masuk ke dalam sebuah kamar hotel bersama dengan seorang wanita yang seumuran dengan om, lalu beberapa jam kemudian kalian keluar dari kamar tersebut. Saya merekamnya om. Lalu kalian makan malam di dalam restoran dari hotel tersebut. Saya mendengar dan merekamnya pula, hahahaha, smart kan saya, saya mendengar soal pembunuhan di masa lalu, merebut proyek dan anak cewek yang belum berhasil om musnahkan sampai sekarang. Siapa cewek itu, om?" tanya Cleo sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


Dipo Herlambang mulai menggertakkan giginya. Dia menyesali keteledorannya sehingga, Cleo melihat dan mendengar semuanya.


"Ngomong ngomong selingkuhannya om cantik juga. Sepertinya sangat kaya kalau dilihat dari penampilannya" kata Cleo kemudian.


"Kamu harus simpan rahasia ini! om janji akan menikahkan kamu dan Awan dengan segera. Tetapi setelah kalian menikah, kamu harus serahkan ke om, semua bukti bukti yang kamu punya!" kata Dipo Herlambang dengan sangat tegas.


"Oke, tapi kalau ditambah penyerahan bukti bukti, Cleo minta tambah bonus dong" Cleo berbicara dengan sangat menjengkelkan.


"Apalagi mau kamu?" tanya Dipo seolah olah dia pengen mencekik Cleo saat itu juga.


"Saya pengen mobil baru dan rumah pribadi atas nama saya" jawab Cleo santai sambil menenggak gelas kecil yang berisi minuman keras.


"Kamu memang gila dan menjijikkan. Kalau bukan karena masalah rahasiaku sudah diketahui sama kamu maka, tidak akan Sudi aku punya menantu seperti kamu" kata Dipo Herlambang dengan kesal.


Sementara itu, Awan yang hendak beranjak pergi meninggalkan hotel tersebut, tiba tiba penglihatannya menangkap sesosok wanita yang sangat dia kenali.


"Miracle?" gumamnya seolah tidak percaya.


Miracle adalah mantan pacarnya Awan. Mereka berpacaran sejak SMP dan harus berpisah secara paksa di saat mereka masih duduk di bangku kelas tiga SMA karena, Miracle harus ikut mama dan papanya ke Jerman.


Cewek yang mirip sekali dengan Miraclenya Awan itu, tengah berdiri di dekat balkon di lantai tiga di dalam restoran tersebut. Awan tidak jadi pergi meninggalkan restoran tersebut. Awan kembali masuk untuk menuju ke balkon tersebut dan mendekati cewek yang berbaju seksi dan berkulit sawo matang itu.


"Miracle?" Awan menyebutkan nama tersebut ketika dirinya sudah berdiri di samping cewek tersebut.



"Hai, kamu memang Miracle, kamu semakin cantik, emm apa kabar? kapan balik dari Jerman? sama siapa ke sini?" Awan mulai memberondong cewek manis yang mirip sekali dengan Melati cuma, kulitnya Miracle lebih gelap.


"Kamu juga makin ganteng, Wan" sahut cewek tersebut sambil terus menyunggingkan senyum manisnya tanpa menjawab pertanyaan yang tadi meluncur dari mulutnya Awan.


"Kamu baik baik saja kan?" tanya Awan dengan tiba tiba.


Pada saat malam perpisahan mereka. Awan dan Miracle pergi dari rumah. Awan mengajak Miracle keluar kota dan menginap di sebuah Losmen. Mereka tidak ingin dipisahkan. Mereka masih saling mencintai. Bahkan saking nekatnya, mereka pun sampai melanggar batas kesucian dan berhubungan badan layaknya suami istri. Pikiran mereka masih sangat sederhana kala itu. Kalau Miracle hamil maka mereka tidak akan pernah dipisahkan.


Tetapi ketika Awan terbangun di pagi harinya, Miracle sudah tidak berada di dalam pelukannya. Tanpa sepengetahuannya Awan, Miracle keluar dari kamar Losmennya untuk membeli makanan waktu itu, Awan masih tertidur lelap karena kelelahan. Tetapi anak buah dari papanya Miracle, berhasil menemukan Miracle, kemudian Miracle dibawa pergi oleh anak buah dari papanya.


Miracle dibawa pergi dengan paksa dan tanpa sepengetahuannya Awan.


Awan cukup frustasi kala itu, antara perasaan rindu, cinta yang masih sangat mendalam, dan juga perasaan bersalah karena dia sudah membuka segelnya Miracle. Seiring berjalannya waktu, Awan akhirnya bertemu dengan Melati yang wajahnya mirip dengan Miracle cuma, Melati kulitnya putih sedangkan Miracle berkulit eksotis.


Kehadirannya Melati bisa mengobati kerinduannya Awan akan Miracle.


"Aku, baik baik saja" jawabannya Miracle langsung membuyarkan lamunannya Awan.


"Setelah kita berhubungan badan malam itu, kamu tidak............."


"Hamil?" Miracle mengisi kata katanya Awan yang menggantung.


"Iya, kamu tidak hamil, kan?" tanya Awan.

__ADS_1


"Kamu gila ya, Wan. Setelah cukup lama kita tidak bertemu, kamu malah langsung menanyakan hal itu sama aku tanpa basa basi dulu?" kata Miracle sembari menautkan alis cantiknya.


"Maaf, aku terus merasa bersalah selama ini. Aku takut kalau kamu hamil dan aku tidak bisa bertanggung jawab karena, kamu jauh. Kamu juga tidak pernah menghubungi aku" kata Awan mulai protes.


"Kamu tahu bagaimana watak dari mama dan papa aku, mereka menjaga dan mengawasi aku selama dua puluh empat jam. Itulah kenapa, aku tidak pernah bisa menghubungi kamu" kata Miracle.


"Kamu stay di sini atau cuma singgah?" tanya Awan.


"Aku mengikuti program pertukaran pelajar selama satu tahun di sini, dan aku baru sampai kemarin" jawab Miracle.


"Kamu menginap di hotel mewah ini selama setahun ke depan?" tanya Awan.


"Tentu saja tidak, aku di sini cuma sampai besok malam. Setelah mama dan papa aku balik ke Jerman, aku akan masuk asrama" kata Miracle.


"Boleh aku minta alamat asrama kamu?" tanya Awan.


"Untuk apa?" tanya Miracle sambil memasang senyum simpulnya.


"Aaaa, emm, aku cuma ingin mengobrol lebih jauh sama kamu" jawab Awan.


"Kalau soal kehamilan, kamu tidak perlu takut untuk bertanggung jawab. Aku tidak pernah hamil" ucap Miracle tegas.


Awan masih terus menatap Miracle. Wanita itu adalah yang pertama dalam segala hal bagi Awan. Cinta pertamanya, ciuman pertamanya, dan juga malam pertama dia melepas keperjakaannya, untuk Miracle.


Itulah kenapa selama berpacaran dengan Melati dia tidak berani nekat mencium bibirnya Melati di saat Melati belum mengijinkannya. Awan trauma kalau sampai kejadian malam pertamanya dengan Miracle terulang kembali dengan Melati.


"Kamu sudah punya pacar?" tanya Awan.


Miracle tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya.


"Bagus" tanpa sadar Awan berkata lirih.


"Dan kamu?" tanya Miracle.


"Ijinkan aku mendapatkan alamat asrama kamu maka, aku akan kasih tahu semuanya tentang aku" jawab Awan.


"Oke, masukan nomer ponsel kamu ke ponsel aku!" kata Miracle sambil menyerahkan ponselnya ke Awan.


Awan lalu memasukkan nomer ponselnya ke dalam ponselnya Miracle kemudian menyerahkannya kembali kepada Miracle.


"Oke aku akan kirim alamatnya nanti, aku permisi dulu mau masuk ke kamar karena, sudah malam" Kata Miracle.


Awan menganggukkan kepalanya dan tersenyum melepas kepergiannya Miracle.


Awan tanpa sadar terus tersenyum dalam perjalanan pulang. Entah kenapa dia merasa sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Miracle.


Sementara itu, Chery sudah stabil panasnya. Moses memasang guling di sisi kirinya Chery. Dia pun berdiri untuk menyelimuti Melati yang sudah tertidur di sisi kanannya Chery. Melati yang sedari tadi duduk dan tidak berani untuk merebahkan diri apalagi tertidur, akhirnya terlelap juga karena kecapekan.


Setelah menyelimuti Melati. Moses duduk di atas kursi yang berada di dekatnya Chery. Dia menyandarkan kepalanya di atas kursi tersebut, meluruskan kakinya lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2