My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku Menginginkanmu


__ADS_3

Lili telah berhasil menyelesaikan semua kewajibannya lebih awal dan diijinkan pulang oleh Kapala UGD jam tujuh tepat. Lili berlari keluar sambil berlari menuju ke tempat parkir mobil, di mana Elmo Elruno telah menunggunya dengan senyum paling tampannya.


Fang Yin melihat Lili keluar dan ditunggu oleh seorang laki-laki muda yang begitu tampan dengan setelan yang mahal dan mobil mewah.


"Cih! wanita murahan kau ternyata ya, dokter Jelita Adijaya. Jam sembilan malam pulang dengan laki-laki lain dan itu bukan dokter Ivan Goh tunangan kamu" ucap Fang Yin dari balik setir mobilnya. "Baiklah aku akan ikuti kalian dan aku akan mengambil gambar kebersamaan kalian lalu aku tunjukkan ke Ivan Goh" Fang Yin segera melajukan mobilnya ketika mobil mewah yang dikendarai Elmo telah mulai bergerak maju.


Elmo mengajak Lili ke sebuah taman yang mirip dengan taman di Indonesia, yang dulu sering mereka pakai untuk berkencan. Elmo mengajak Lili duduk kemudian bertanya, "kau ingat sesuatu?"


"Ingat! tentu saja aku ingat!" seru Lili sambil bertepuk tangan dengan senyum lebar mengarah ke Elmo.


Elmo melebarkan kedua matanya dan tersenyum penuh harap lalu berucap, "benarkah? apa? apa yang kau ingat?"


"Aku ingat......kalau di taman ini, aku sering menghabiskan waktu untuk belajar. Karena, taman ini sejuk, indah, dan tidak begitu ramai di malam hari begini"


Elmo kemudian mengerucutkan bibir karena, kecewa. Usahanya untuk menggiring memori-nya Lili ke masa lalu nan romantis milik dia dan Lili ternyata gagal.


Lili menoleh dan menautkan alis, "kenapa kamu tampak kecewa? memangnya kita berdua pernah ke sini? maaf, kalau aku nggak ingat sama sekali"


"Bukan di sini tapi di Indonesia. Di Indonesia ada taman yang mirip dengan taman ini dan kita sering berkencan di sana. Aku membawamu ke sini dengan harapan kamu akan mengingat tentang kita di taman ini" ucap Elmo diselingi desahan-desahan pendek untuk melepas rasa kecewanya.


"Kencan?" tanya Lili.


"Iya kencan. Aku sudah katakan berulangkali bukan, kalau kita ini lebih dari sekadar kenal, lebih dari sekadar dekat. Kamu adalah kekasihku yang aku cari selama lima tahun ini" ucap Elmo.


"Hah?!" Lili sontak menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua tangannya.


"Iya itu benar. Liontin capung itu buktinya" ucap Elmo Elruno sambil menunjuk liontin capung yang melongok dari balik blus-nya Lili. "Dan aku senang kamu masih terus memakainya"


Lili terus menatap Elmo dan mulai memegang liontin capungnya.


Elmo kemudian berdiri, "tinggal satu cara ini, jika gagal lagi maka, aku akan memiliki PR yang cukup banyak untuk mencari cara agar kamu ingat sama aku lagi, sama masa lalu kita, dan cinta kita"


Lili ikutan bangkit dan bertanya, "cara apa itu?"

__ADS_1


"Mengajakmu ke hotel. Kita..........."


Plaaaakkkk! Lili menampar Elmo dan menggeram kesal lalu berkata, "kau pikir aku wanita yang seperti apa? aku mau pulang" Lili bergegas melangkah hendak menjauh dari Elmo namun, Elmo dengan cepat mencekal pergelangan tangannya Lili.


Lili menoleh dan menggeram kesal, lalu berucap tegas, "lepaskan tanganku!"


Elmo tersenyum dam berkata, "dengarkan dulu penjelasanku. Di hotel nanti, kita nggak akan ngapa-ngapain. Aku ajak kamu ke hotel karena, terakhir kali kita berjumpa dan berpisah......di sebuah kamar hotel"


Lili sontak melotot, "aku dan kamu..........di kamar hotel? aku dan kamu tidak......"


"Nggak terjadi apa-apa diantara kita. Aku tidak menyentuhmu sama sekali. Kita hanya bicara kala itu lalu kamu marah dan mengusirku. Andai aku tidak pergi dan meninggalkanmu, aku tidak akan berpisah denganmu selama lima tahun" ucap Elmo dengan nada penuh penyesalan.


"Fiuuuhhh, syukurlah kalau kita nggak ngapa-ngapain. Tapi kenapa aku marah dan mengusirku pergi?" Lili masih menautkan kedua alisnya.


Elmo menarik tangannya Lili sambil berkata, "kau akan tahu, nanti. Keburu malam"


Selang satu jam, Elmo dan Lili masuk ke dalam kamar hotel. Lili tanpa sadar menyebutkan nomer kamar hotel yang dulu, lima tahun yang silam, pernah Elmo bukakan untuknya kamar hotel dengan nomer tersebut.


"Tapi nomer itu bukan kamar VVIP" ucap resepsionis yang bertugas kala itu.


"Lho, aku nurut sama kamu lah, aku kan nggak ingat apa-apa dan kita memesan kamar kan untuk membuatku ingat kejadian lima tahun silam?"


"Tapi barusan, kamu ingat nomer hotel yang aku buka untukmu, lima tahun yang lalu, aku senang ada titik terang di sini" sahut Elmo dengan muka ceria.


"Aku....tidak sadar mengucapkannya tadi" ucap Lili dengan mata sendu. Gadis manis itu terlihat lesu dan sedih karena, tidak ingat sama sekali semua hal yang ada di kehidupannya, lima tahun yang silam.


"Oke, kamar VVIP saja karena, kurasa suasana di dalam kamar yang terpenting yang aku harap, bisa membuatmu mengjngat semuanya dan bukan nomer kamarnya" sahut Elmo dan kemudian, memesan satu kamar VVIP lalu beberapa menit kemudian Elmo mengajak Lili untuk masuk ke dalam kamar tersebut dengan diantar oleh seorang Bell Boy. Elmo memberikan tips ke Bell Boy tersebut dan Bell Boy tersebut segera keluar dari kamarnya Elmo setelah mengucapkan kata terima kasih.


Fang Yin bergegas menemui resepsionis yang melayani Elmo lalu bertanya, "maaf, kolega saya tadi datang dengan siapa ya? apa anda tahu? apa mereka suami istri atau sepasang kekasih?"


"Bukan. Kalau dari obrolan mereka tadi yang saya dengar, mereka sepertinya hanya teman dan mereka memesan kamar hanya untuk mengingat kejadian lima tahun silam dan saya rasa mereka tidak akan ngapa-ngapain di dalam kamar itu karena, laki-laki tadi sangat sopan terhadap gadis tadi dan kharisma-nya terlihat bermartabat" kata resepsionis di hotel tersebut.


"Aaah, sial! kalau begitu, mereka tidak seperti yang aku duga. Tapi.......aku akan menjadikannya sama dengan yang ada di benakku" gumam Fang Yin setelah dia meninggalkan meja resepsionis itu

__ADS_1


Fang Yin tersenyum sinis sambil membayangkan hal buruk yang akan dia lakukan pada Jelita Adijaya. Kemudian Fang Yin membayar Bell Boy yang baru saja keluar dari dalam kamar VVIP-nya Elmo. Fang Yin menyuruh Bell Boy tersebut memberikan dua gelas minuman soda yang sudah di beri obat perangsang ke kamarnya Elmo.


"Sekalian saja aku buat kau rusak dan tidak sadarkan diri. Setelah ini kau dan laki-laki itu akan merasa panas, tersiksa, dan menyatu, hihihihi, dan setelah kalian tidak sadarkan diri, aku akan mengambil gambar kamu dengan laki-laki itu lalu mengirimkannya ke dokter Ivan Goh. Aku yakin dokter Ivan Goh akan memutuskan pertunangannya denganmu lalu menikahiku" gumam Fang Yin dengan senyum dinginnya.


Bell Boy tersebut mengetuk pintu kamarnya Elmo. Elmo membukanya dan mengerutkan alis, "ya ada yang ketinggalan?"


"Maaf, saya diutus oleh pihak manajemen hotel ini, untuk mengantarkan minuman ini, khusus untuk tamu VVIP" ucap Bell Boy tersebut. Elmo menerimanya dengan ucap terima kasih, memberikan tips lagi lalu menutup pintu kamarnya.


Elmo menaruh minuman itu di atas meja lalu duduk di sebelahnya Lili, "Bagaimana ada yang bisa kau ingat?"


Lili mengedarkan pandangannya lalu menggelengkan kepalanya sambil meraih minuman soda tersebut dan menenggaknya sampai habis.


Elmo mendesah lalu ikutan meminum minuman soda tersebut sampai tandas.


"Aku rasa, kita pulang saja. Ternyata kamu tidak mengingat apapun padahal aku sudah suruh Bagas mencari hotel yang memiliki interior yang sama dengan kamar hotel yang kita buka, lima tahun silam tapi, kamu tetap tidak ingat apapun"


Lili menghela napas panjang kemudian berucap, "apa wanginya juga sama? wangi kamar ini, aku merasa tidak asing bahkan aku merasa nyaman, bahagia, dan merasa.......damai" ucap Lili.


"Aku semprotkan wangi parfum yang biasa mama pakai. Mama Melati. Kamu ingat? wangi ini, sangat kamu sukai karena, setiap kali mama memeluk kamu, kamu selalu bilang kalau kamu merasa nyaman, bahagia, dan damai" sahut Elmo dengan penuh semangat.


"Ma...ma....Me....lati......?" gumam Lili sambil terus menautkan kedua alisnya.


"Iya, mama Melati.....terus berusahalah untuk mengingat......aku mohon, Lili" pinta Elmo.


Lili menoleh ke Elmo dan berucap, "maaf, aku nggak ingat. Kenapa aku tiba-tiba merasa sangat panas, AC-nya nyala kan?"


Elmo menautkan alis, "iya aku juga merasa panas sekali nih tapi, AC-nya nyala kok"


Lili dan Elmo kemudian bersitatap, "aku menginginkanmu" ucap mereka secara bersamaan dengan tanpa sadar karena, mereka dipengaruhi obat perangsang.


"Sebentar kau akan tamat.dokter Jelita Adijaya. Tidak sia-sia aku masih ada sisa perangsang setelah kemarin aku menaruhnya di minumannya dokter Ivan Goh" gumam Fang Yin.


"Apa maksudmu?" tanya Elmo dan Lili secara bersamaan.

__ADS_1


"Aku ingin menjadi milikmu sekarang juga. Aaahh, panas dan terasa nggak nyaman. Tolong aku Elmo, bebaskan aku dari rasa panas dan tidak nyaman ini" Lili mendesah sembari melepas satu per satu kancing blusnya.


Elmo mengumpat kesal kepada dirinya sendiri karena, saat itu dia benar-benar kehilangan kewarasannya dan yang ada di dalam pikirannya hanyalah ingin menyatu dengan Lili. Elmo menarik tengkuknya Lili dan mencium bibirnya Lili dengan gairah yang begitu besar, menekan, mendamba, dan menuntut.


__ADS_2