
Raja ( putranya Chef Charlie dan Grace) telah berumur lima belas tahun sekarang ini. Dia, Chery, Elmo, ,Celyn, Danendra Putra (putranya Rio Putra), Celestia (putrinya Alfa Elruno), Gideon Putra Simpsons (putra dari Greyson Adi Wijaya Simpsons) berada di satu kompleks sekolahan yang sama. Gedung sekolahan tempat mereka menimba ilmu sangatlah luas dimulai dari Playgroup sampai ke jenjang SMA. Sekolahan tempat mereka menimba ilmu adalah sekolah swasta favorit, khusus untuk kalangan atas.
Raja tumbuh menjadi seorang anak yang sangat tampan dan sangat populer di kalangan cewek. Selain tampan, Raja anak yang sangat cerdas. Raja menjuarai perlombaan matematika dan basket. Walaupun banyak cewek yang mendekatinya, dia tetap mencari Chery. Hanya Chery yang menempati hatinya sejak pertemuan pertamanya dengan Chery, saat Chery masih berumur dua tahun dan dia masih berumur sepuluh tahun.
Chery semakin membuat seorang Raja tergila gila ketika melihat Chery tumbuh dewasa, sangat cantik, baik hati dan sangat cerdas.
Raja
Ketika Moses dan Melati hendak masuk ke dalam mobil tiba tiba......
Brummmm brummmm
Raja datang dengan motor kesayangannya. Motor laki keluaran terbaru berwarna hitam mengkilap itu berhenti dengan sangat manis di depan pintu utama istananya Moses. Raja kemudian turun dan menghampiri Moses dan Melati.
"Om, tante, Chery ada kan?" tanya Raja sembari meraih punggung tangannya Moses lalu meraih dan mencium punggung tangannya Melati.
Moses menautkan alisnya "untuk apa cari Chery?"
"Raja mau mengembalikan buku, emm, kemarin Raja pinjam bukunya Chery?"
"Kalian kan beda gedung? Chery di gedung SD dan kamu di gedung SMA, kan? jarak gedung kalian juga lumayan jauh, kok bisa pinjam bukunya Chery? untuk apa kamu pinjam buku anak SD?" Moses masih terus menautkan alisnya dan memasang wajah kakunya.
"Sayang, sabar!" Melati mencoba menenangkan Moses.
"Ini buku puisi om" Raja menunjukkan bukunya ke Moses dan berkata lagi "saya ada tugas membuat puisi karena saya nggak begitu suka puisi dan nggak bisa bikin puisi, makanya saya butuh referensi dan saya menemui Chery di gedung sekolahnya. Saya tahu Chery sangat menyukai puisi pas ada acara gathering di sekolahan kami, Chery kan tampil membacakan puisi hasil karya dia waktu itu, kan" kata Raja tanpa ekspresi pula.
Tidak kenal takut nih bocah ya, padahal aku sudah pasang wajahku yang paling sangar. Batin Moses.
"Chery ada di dalam, masuklah Raja!" kata Melati.
"Baik, terima kasih tante" Raja kemudian menganggukkan kepalanya ke Moses tapi tanpa senyum dan melangkah masuk ke dalam rumah utamanya Moses.
"Kenapa dia terus mencari Chery, sih?" tanya Moses.
"Sayang, dia anak yang baik dan sopan kan, walaupun kurang ramah, itu mengingatkan aku ketika kita pertama kali bertemu, kamu mirip banget sama Raja. Gaya kamu, ekspresi kamu, dan cara bicara kamu tuh, mirip sama Raja" Melati tersenyum sembari memasang seat beltnya.
Moses mulai melajukan si Blacky dan berucap "mana ada aku mirip dia. Aku lebih tampan dan lebih keren dari dia"
"Iya iya, kamu lebih tampan, kamu memang paling tampan di dunia ini" kata Melati sembari mengusap pipinya Moses.
"Aku jadi pengen minta jatah nih, kalau kamu elus elus kayak gini" ucap Moses sambil melirik melati dan tersenyum penuh arti.
"Hmm, itu aja yang ada di pikiran kamu" Melati mengerucutkan bibirnya.
"Habisnya kan aku nggak punya hobi lain selain memadu kasih denganmu" kata Moses.
"Untungnya aku sudah steril, kalau nggak, aku tiba tiba hamil lagi kan repot"
"Hahahaha, kan ada aku suami siaga, nggak akan repot"
__ADS_1
"Dasar Moses Elruno" Melati terkekeh geli.
"Ma, pa, jatah itu apa sih?" suara Elmo yang khas tiba tiba menggema di dalam mobil yang tengah menyusuri jalan raya nan ramai.
Melati dan Moses terkaget dan secara spontan menoleh ke jok belakangnya si Blacky. Moses dan Melati lalu berucap secara bersamaan "Elmo?!"
Elmo meringis dan berucap "heeeee"
Melati dan Moses bersitatap lalu mengalihkan pandangan mereka ke arah depan lagi.
"Elmo Elruno, jangan kau ulangi lagi menyusup ke dalam mobil kayak gini, tanpa sepengetahuannya papa dan mama!" Moses mulai memberikan nasehat ke putranya yang super aktif dan jahil itu.
"Iya pa, maaf" kata Elmo sambil mengerucutkan bibir dan menundukkan kepalanya. "Eh, tadi pertanyaannya Elmo belum dijawab, jatah itu apa?"
Melati terkekeh geli dan Moses berucap "mirip kamu tuh putramu, kalau belum dapat jawabannya, terus aja ngejar, hmm"
"Pa, ma?" Elmo masih mengejar pertanyaan.
Melati semakin kencang tawanya dan menjawab pertanyaannya Elmo "jatah itu sama seperti bekal sayangku Elmo Elruno. Sama juga seperti uang saku, paham sayang?"
"Paham, tapi kenapa papa minta jatah ke mama, papa kan kerja bisa cari uang sendiri, kenapa masih minta jatah ke mama?" Elmo masih terus bertanya.
Moses menoleh ke Melati yang masih terus tertawa. "Sayang, jawab tuh pertanyaan putra kamu, kok malah tertawa"
"Lho! kamu kan yang minta jatah, kok aku yang disuruh jawab" Melati semakin kencang tawanya.
"Hufffttt, sabar Mo, sabar" Moses berucap lirih lalu membuka suaranya lagi untuk memuaskan rasa penasaran putranya "Elmo Elruno, papa kan kerja cari uang untuk mama dan anak anaknya papa, nah uang yang papa hasilkan, papa kasih semuanya ke mama, jadi ya, kalau pergi kan papa harus minta jatah, benar tidak? kamu sudah paham?"
"Ooooo gitu, Elmo paham dong, kan Elmo cerdas" kata Elmo dengan polosnya. "Emm, lalu apa itu memadu kasih?
"Ooooo, satu pertanyaan lagi......."
"Stop! tiketnya tuan muda Elmo Elruno untuk mengajukan pertanyaan telah habis, teeeettt" Moses berbicara dengan nada dan mimik wajah yang sangat lucu.
Elmo tertawa terbahak bahak mendengarkan nada bicara dan mimik wajah papanya yang lucu dan semua pertanyaan yang ada di benaknya langsung menguap.
Melati tertawa terbahak bahak tiada henti.
"Elmo Elruno, kamu sudah kerjakan PR kamu?" tanya Moses sembari memarkirkan mobilnya di depan tempat prakteknya Melati.
"Sudah dong, Elmo selalu kerjakan PR sepulang sekolah, jadi di sore hari, Elmo sudah merdeka dan bisa bermain sepuasnya, terus bangun pagi untuk belajar"
"Bagus" Moses turun dari mobil dan membukakan pintu jok belakang untuk Elmo. Elmo melompat turun dari mobil dan masuk ke dalam gendongan papanya ketika papanya telah menutup pintu mobilnya lalu Kik Kik, Moses mengunci si Blacky.
Melati langsung masuk ke dalam ruang prakteknya dan asistennya langsung mengikuti langkahnya Melati "Bu, ada tiga orang pasien untuk hari ini, yang telah menunggu" asistennya Melati itu menaruh berkas para pasiennya Melati di atas meja kerjanya Melati.
"Baik, terima kasih ya. Persilakan mereka masuk satu persatu" ucap Melati sembari tersenyum.
"Baik, bu" jawab sang asisten.
Moses dan Elmo berjalan menuju ke pinggir danau biru. Mereka. bermain ayunan yang ada di depan danau biru.
"Pa, Elmo besok kalau sudah besar mau mencari cewek yang kayak mama" ucap Elmo sembari mengayunkan ayunannya.
"Untuk apa dan kenapa?" tanya Moses tersenyum geli.
__ADS_1
"Untuk Elmo nikahi, kenapa? karena mama itu cantik, sabar, pintar masak, juga sangat pandai. Kalau Elmo ada pelajaran yang susah, mama yang mengajari Elmo dan Elmo besoknya di sekolahan langsung dapat nilai seratus. Bahkan pa, mama itu lebih cantik dan lebih pandai daripada gurunya Elmo"
"Hahahahaha" Moses langsung menggemakan tawanya.
"Pa, kok tertawa sih" Elmo mulai protes ketika ucapannya yang penuh keseriusan ditertawakan oleh papanya.
"Hahaha, maaf, habisnya kamu tuh menggemaskan sama kayak mama kamu" kata Moses.
"Benarkah, Elmo kayak mama?" Elmo langsung berbinar binar senang.
"Iya, kamu mirip mama kamu. Papa akan doakan kamu bisa bertemu wanita yang sama seperti mama kamu saat kamu telah dewasa nanti"
"Aaammiinnnn" Elmo memekik kegirangan.
Moses kembali menggemakan tawanya melihat tingkah polos putra tampannya itu.
"Pa, habis ini kita mau ke mana?" tanya Elmo.
"Nih, kamu telpon dulu tante Angel, bilang kalau kamu ada sama mama dan papa saat ini. Kasihan semuanya kalau sampai kebingungan cari kamu, jangan kamu ulangi lagi, ya?!" Moses memencet nomor ponselnya Angel dan menyerahkan ponselnya ke Elmo.
Elmo menganggukkan kepalanya lalu meraih ponsel papanya dan langsung memberikan kabar ke tante Angel-nya kalau dia tengah berada di tempat praktek mamanya. Setelah memutuskan sambungan teleponnya dia menyerahkan kembali ponselnya ke papanya.
Moses dan Melati tidak membiasakan anak anak mereka memegang ponsel tanpa pengawasannya mereka dan setiap jam sembilan malam, ponsel mereka harus diserahkan ke papa dan mama mereka. Elmo juga lebih menyukai bermain bola dan belajar taekwondo sama papanya daripada bermain game di ponselnya.
"Pa, kita ke mana setelah ini?" Elmo kembali meluncurkan pertanyannya yang tadi belum dijawab oleh papa tampannya.
"Kamu minta ke mana?" tanya Moses.
"Beli es krim ya, pa" kata Elmo.
"Baiklah, nanti kita bungkuskan es krimnya untuk kak Chery, dek Celyn dan tante Angel Kamu tahu kan rasa es krim favoritnya mereka?" tanya Moses.
"Tahu dong, tante Angel dan kak Chery suka rasa strawberry terus aku sama Celyn suka cokelat almond, sama seperti mama" jawab Elmo.
"Terus apa rasa kesukaannya papa? kok nggak kamu sebutkan?" Moses mulai protes.
"Papa kan suka semuanya" Elmo meringis ke papanya.
Moses langsung tertawa terbahak bahak.
Raja bercengkerama dengan Chery, Celyn dan Angel di ruang keluarga sembari menonton televisi.
"Kak Raja tuh kenapa sih suka banget main ke sini? hampir tiap hari lho" tanya Celyn dengan santainya.
Raja menggaruk nggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sebenarnya dan berucap "Kak Raja kan nggak punya teman di rumah, jadi kakak main ke sini. Di sini kan ramai jadi seru"
"Iiihh, anak cowok kok sukanya main sama anak cewek" Celyn menatap heran ke Raja.
Angel mengulum bibir menahan tawa.
"Bukannya gitu, kak Raja ke sini sekalian mau belajar puisi sama kakak kamu"
Celyn diam saja tidak menggubris ucapannya Raja. Dia asyik memelototi Tv sembari memakan camilannya.
Seorang pasien wanita cantik, berkulit putih bak porselen, berambut cepak dan berwarna merah kecoklatan memasuki ruang prakteknya Melati. Dia duduk di depan meja kerjanya Melati dan tersenyum dengan penuh arti.
__ADS_1