My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku mencintaimu kakek


__ADS_3

"Sebelum Alfa mengatakan yang ia dengar kemarin malam, ijinkan om bercerita terlebih dahulu, Mo"


"Pa, kalau papa belum fit nggak usah dipaksakan pa!" Alfa mengelus pelan punggung papa tersayangnya.


"Nggak apa apa Fa, papa kuat kok" papanya Alfa tersenyum penuh cinta menatap Alfa lalu menepuk pelan pipi kanannya Alfa.


"Mo, asistennya om, yang selama ini dipercaya sama tante kamu, akhirnya buka mulut tentang semua hal yang pernah dilakukan oleh tante kamu. Asistennya om terusik juga hati nuraninya dan dia merasa sudah tidak sanggup lagi untuk menyembunyikan semuanya"


Moses hanya bisa menatap omnya di dalam keheningan.


James Elruno menghela napas panjang berusaha untuk melepaskan siksa batin yang beberapa hari ini menderanya "tante kamu memfitnah mama kamu, mengatakan sama om kalau mama kamu yang membuat kakek kamu mengalami serangan jantung sampai akhirnya kakek kamu meninggal dunia. Karena, mama kamu menginginkan semua harta milik kakek kamu, itu yang dikatakan sama mamanya Alfa waktu itu,dan dengan begitu bodohnya, om langsung mempercayainya"


"Om mempercayai semua perkataannya istri om karena, memang terbukti, sesuai dengan apa yang terlihat di mata om, mama kamu menerima 80 persen saham dari perusahaan Elruno, mendapatkan rumah bak istana yang kini kamu tempati, pesawat pribadi, dan pulau kecil pribadi" Papanya Alfa berhenti sebentar dari cerita panjangnya untuk menghela napas lagi.


"Dan om hanya mendapatkan rumah yang ditempati oleh kakek kamu, saham dua puluh persen saja saham dari perusahaannya Elruno dan perusahaan baru milik kakek kamu yang belum berkembang" sangat sedikit bila dibandingkan dengan semua yang diterima oleh mama kamu. Padahal om ini anak laki laki, seharusnya om yang menerima lebih banyak harta warisannya kakek kamu.


"Ternyata kakek kamu sudah memperhitungkan semuanya, kakek kamu menyerahkan rumah yang selama ini beliau tempati untuk om karena, kakek kamu inginkan om, suatu saat nanti bisa melihat kebenarannya, siapa istri om yang sebenarnya, kakek kamu ternyata menyimpan rekaman kaset tape recorder selama ini, berisi percakapan mamanya Alfa dengan Dipo Helambang, dan om baru bisa menemukannya beberapa hari yang lalu, terplester cantik di belakang lukisan yang selalu tergantung di ruang kerja kakek kamu"


"Dan.....huffft....dan....yang......membuat kakek kamu terkena serangan jantung" James terisak kembali di saat dia akan meneruskan ceritanya "Huffftt......yang membuat kakek kamu terkena serangan jantung adalah istrinya om, Brenda brengsek itu!" James mulai tidak bisa mengontrol emosinya.


James kembali memeluk Moses dan Alfa lalu menangis sejadi jadinya.


"Istri om juga yang menyabotase pesawat pribadi milik mama kamu sehingga papa dan mama kamu meninggal dalam ledakan pesawat itu, maafkan om, Mo" James Elruno semakin hebat tangisannya.


Moses meradang karena emosi. Dia kembali teringat akan mama dan papanya yang berhati baik dan sangat lembut. Dia juga teringat akan sosok kakeknya. Dia begitu menyayangi kakeknya, kakek yang selalu menyayanginya, selalu mengajak dia berkebun dan berjalan jalan di halaman rumahnya kakek yang sangat luas di pagi hari dan sore hari sepulang dari bekerja. Moses kecil selalu menunggu kepulangan kakeknya di teras depan karena, kakeknya selalu membawakan oleh oleh untuknya. Setiap kali Moses kecil menerima oleh oleh tersebut, dia selalu mengatakan "kakek aku mencintaimu" dan kakeknya akan langsung menggendong Moses sembari menggemakan tawa renyahnya.


Kakeknya pula yang mengijinkan Moses untuk mempunyai kolam ikan dan menaruh begitu banyak ikan di dalamnya, di saat mamanya Moses tidak mengijinkan Moses untuk memiliki sebuah kolam ikan karena hanya akan menyebabkan banyak nyamuk di sekitar rumah nantinya. Kakek membujuk mamanya Moses untuk mengijinkannya dan membuat sendiri kolam ikan tersebut demi Moses.


Mamanya Moses sering protes sama kakeknya Moses karena, beliau terlalu memanjakan cucunya dan kakeknya Moses hanya akan menanggapi ocehan dari mamanya Moses dengan gelak tawa khasnya


Konglomerat muda nan tampan itu kembali terengah engah karena emosi yang tertahan menyesak di dalam sanubarinya. Orang orang yang begitu dia sayangi dan dia cintai telah direnggut semua oleh Brenda.

__ADS_1


James Elruno melepaskan pelukannya. "Om tahu kamu sangat menyayangi kakek kamu dan om juga cemburu dulu karena, kakek kamu lebih menyayangi kamu daripada Alfa, tapi sekarang om bisa memahaminya. Kenapa kakek kamu tidak dekat dengan Alfa, itu karena ternyata, mamanya Alfa sendiri yang tidak mengijinkan siapapun untuk dekat dengan Alfa. Om kira kakek kamu pilih kasih waktu itu karena, itu juga yang dikatakan oleh istrinya om, jadi semakin bertumbuhlah kebenciannya om untuk kamu dan mama kamu"


"Om juga setuju saat istri om menolak untuk mengasuh dan membesarkan kamu, karena Brenda mengatakan kalau kamu itu gila akibat dari shock saat mendengar kabar meninggalnya kedua orang tua kamu, om takut disalahkan kalau kamu kenapa kenapa karena kegilaan kamu, makanya om tidak mau mengasuh dan mendekati kamu. Maafkan om yang begitu bodoh dan selalu mempercayai ucapannya Brenda"


Moses nampak sangat sedih dan memerah wajahnya karena emosi yang mulai tak tertahankan menyembul liar menguasai batinnya.


"Fa, maafkan papa kalau papa harus mengatakan semuanya, kamu harus kuatkan hatimu saat mendengarkan apa yang akan papa katakan sekarang!"


"Iya, pa. Alfa sudah siap mendengarnya" suara Alfa terdengar parau menahan rasa sedih dan kecewa.


Alfa merasa menyesal tidak sempat mengenal dekat sosok kakeknya yang terkenal begitu hebat, dermawan, dan lembut.


"Mama kamu selingkuh dengan Dipo Herlambang dan melahirkan adik kamu. Adik kamu bukanlah anaknya papa"


Alfa langsung berdiri dan meninju tembok kamar tersebut "dasar menjijikan! aku tidak menyangka mama tega berbuat serendah itu! brengsek!" Alfa kemudian bergetar karena buliran lembut yang mulai mengucur deras dari kelopak matanya yang indah dan penuh kejujuran itu.


Moses bangkit dan merangkul Alfa. Alfa memutar badannya dan membalas pelukannya Moses dengan erat.


"Fa, kamu suruh adik kamu untuk pulang! jangan katakan apapun soal ini ke adik kamu! dia sudah menganggap papa sebagai papanya, biarlah seperti itu sampai selama lamanya!"


"Tapi pa? ini tidak adil buat papa. Dipo harus tahu kebenarannya kalau dia punya seorang putri dengan mama"


"Iya, Dipo berhak tahu tapi adik kamu jangan sampai tahu! Papa tidak tega kalau sampai adik kamu shock dan stress nanti. Karena sebentar lagi adik kamu akan kehilangan mama dan papa kandungnya. Dipo dan Brenda harus membusuk di penjara untuk membayar semuanya. Setelah Brenda dan Dipo masuk penjara, papa akan tetap mengasuh dan membesarkan adik kamu seperti anak kandungnya papa sendiri"


"Tapi pa!?"


"Kasihanilah adik kamu, selama ini dia tidak pernah berkumpul dengan kita, bahkan sebentar lagi dia akan melihat mamanya dipenjara, kalau sampai dia tahu dia bukan anak kandungnya papa, dia akan tambah shock dan stress, Fa"


Alfa memeluk papanya "papa begitu baik dan penyayang ternyata, ya. Alfa berterima kasih sama papa, kalau Alfa sudah sukses jadi dokter nanti, Alfa akan ambil alih peran papa dalam mengasuh adiknya Alfa"


"Aku belum pernah bertemu dengan adik kamu, Fa. Umur berapa dia sekarang?" tanya Moses.

__ADS_1


"Dia berumur empat belas tahun sekarang ini, dia gadis yang pendiam, berbeda denganku. Tapi good looking, mirip sama abangnya, hahahaha, entahlah kalau sekarang ini, semoga dia tidak berubah dan menjadi mirip seperti Awan. Awan kan abangnya juga" Alfa mulai menggantungkan kembali awan mendung di wajah tampannya.


"Kalau nanti adik kamu udah pulang, bawa dia untuk menemuiku! aku ingin mengenalnya, aku juga bersedia membantu papa kamu untuk mengawasi, menjaga dan membiayai pendidikannya sampai dia jadi orang yang sukses" kata Moses dengan sorot mata yang penuh dengan kesungguhan hati.


"Aaah, you make me cry anymore brother" Alfa mengusap kedua matanya.


"Terima kasih pa, Mo, sudah mau menerima adik aku, padahal kalian tidak memiliki ikatan darah sama adik aku" Alfa kembali memeluk papa dan abang sepupunya dengan penuh rasa terima kasih.


"Mo, aku mau menyampaikan sesuatu hal yang penting sama kamu" Alfa melepaskan pelukannya.


"Katakanlah!"


"Kemarin malam aku mendengarkan percakapan mama dengan seseorang di ponselnya mama, aku yakin kalau itu Dipo Herlambang. Mereka berencana untuk membunuh Melati dan kamu. Melati kecil memergoki wajahnya Dipo dua puluh tahun yang lalu, tapi sepertinya Melati tidak mengingat wajahnya Dipo. Itu yang aku dengarkan semalam"


Moses langsung menegang. Dia tidak ingin Melati dicelakai.


Melati memiliki hati yang sangat suci dan tidak pernah mendendam kepada siapapun itulah mungkin yang menyebabkan Melati lupa sama wajahnya Dipo Herlambang dan tidak langsung mengenalinya saat dulu bertandang ke rumahnya Dipo Herlambang dan bertatap muka langsung dengan Dipo Herlambang. Batin Moses.


"Kamu harus berhati hati Mo. Aku juga akan terus mengawasi mamaku secara diam diam. Kalau bisa sekarang ini kamu langsung membawa semua bukti yang kamu punya ke kantor polisi, untuk menangkap Dipo dan mamaku! tapi tolong, Mo........hufffttt.....jangan tangkap mama di depanku! aku tidak tega, heeee, sejahat apapun dia, dia tetaplah mama aku" kata Alfa sembari melengkungkan badannya karena merasa sedih.


Moses terharu menatap Alfa "iya, di saat aku akan menangkap mama kamu, aku akan kasih kabar sama kamu jadi kamu bisa menyingkir dulu dari rumah"


"Terima kasih Mo" sahut Alfa.


"Tangkap Brenda dan semua antek anteknya secepatnya Mo! sebelum dia bertindak lebih jauh lagi dan menambah daftar dosanya. Om akan menginap di rumah sakit dulu, sebelum istri om tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Om tidak mau menemuinya dulu dan menjadi bodoh lagi ketika melihat ratap tangisnya nanti" ucap James Elruno sembari menyerahkan sebuah kaset kuno yang hanya bisa diputar di dalam sebuah tape recorder.


"Oke, Moses pamit om. Moses akan ke kantor polisi sekarang ini, untuk melaporkan Brenda dan Dipo" Moses bangkit berdiri dan memeluk erat omnya.


Di saat Moses hendak memeluk Alfa dia mengerem langkahnya "aaah, okelah untuk kali ini aku akan memeluk kamu lagi"


"Hahahaha" Alfa tertawa riang dan menyambut pelukannya Moses dengan sangat erat dan penuh kasih.

__ADS_1


__ADS_2