
Tepat jam tiga pagi, Melati terbangun dan merebahkan kepalanya di atas dada bidangnya Moses. Jari jemarinya mengusap mesra dada bidang itu dan istrinya Moses lalu berucap merdu "Selamat pagi, sayang. hari ini sangat indah maukah kau..........?"
Tangan Moses langsung Moses tempatkan di area favoritnya dan berkata "mau dong" Moses tersenyum penuh arti dan mulai mencium bibir Melati dengan penuh damba.
Melati langsung mendorong pelan tubuhnya Moses "bukan ini maksudku"
Moses menyeringai "kamu sudah terlanjur membangunkan singa, Rumiku sayang' Moses langsung membenamkan wajahnya Melati dan mendaratkan beberapa tanda cinta lalu dengan bibirnya dia terus bekerja mendaratkan berjuta ciuman di setiap lekuk tubuh istrinya, untuk memulai berolah raga cinta dengan istri imutnya.
Selang beberapa menit mereka pun saling berpelukkan dengan tubuh yang masih polos dan saling tersenyum di dalam cinta dan kepuasan. Moses lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh dia dan tubuhnya Melati yang masih polos.
"Terima kasih Rumi" Moses mengusap punggungnya Melati yang masih polos dan mencium puncak kepalanya Melati.
" Hmm, padahal aku tadi tidak meminta itu" Melati mulai protes.
Moses langsung tertawa terbahak bahak "oke sekarang katakan apa mau kamu?"
"Hari ini kan anak anak pulang cepat karena guru guru mereka ada rapat persiapan ujian. Setelah aku menjemput mereka, aku bawa mereka ke kantor kamu, boleh?"
"Boleh dong. Aku tuh salut sama kamu, anak anak sudah gede kenapa masih aja kamu antar jemput sekolahnya" kata Moses.
"Aku tuh sama kayak mamanya Gideon dan Danendra. Mbak Lila dan mbak Melly juga masih antar jemput Danendra dan Gideon sampai sekarang, heee. Itulah pesonanya emak emak jadi ojek online bagi anak anaknya, hahahaha" kata Melati.
"Iya the power of emak emak itu memang nggak ada tandingnya, hahahaha" Kata Moses.
"Kamu itu hebat Rumi" Moses mencium tangan istrinya.
"Iya itu karena, aku ingin terus mendampingi mereka, mengetahui kegiatan mereka, menjadi tempat curhat mereka. Asal kamu tahu ya, begitu mereka masuk ke dalam mobil mereka langsung curhat ke aku apa aja yang mereka alami di sekolah selama satu hari. Aku menyukai curhatan mereka, sayang. Aku senang bisa jadi nanny, mama dan sahabat bagi mereka, sayang" kata Melati.
"Aku jadi iri nih sama kamu, mereka nggak pernah bercerita apa apa ke aku" kata Moses.
"Makanya mumpung anak anak hari ini pulang cepat, aku akan bawa mereka ke kantor kamu, kita bisa makan siang di kantor kamu, kita bisa ngobrol banyak nanti dan kamu bisa dengarkan curhatan mereka, heeee. Setelah itu kita pergi ke pantai yuk?!" pinta Melati.
"Baiklah aku setuju. Emm, Rumi, sayang?" Moses menjumput rambutnya Melati dan menciuminya.
"Hmm, ada apa?" tanya Melati.
"Aku masih punya hutang sama kamu, sejak kita menikah kita belum pernah pergi berduaan aja. Kalau ada waktu longgar aku pengen ajak kamu berlibur berdua aja" kata Moses.
"Kayaknya belum bisa kalau kita ingin pergi berduaan aja sebelum anak anak kita menikah, sayang" kata Melati.
"Anak anak udah gede ditinggal sebentar kan nggak apa apa, dua atau tiga hari kita melipir berduaan ke hotel atau ke mana gitu yang dekat dekat aja" pinta Moses.
"Baiklah, aku nurut aja sama kamu" kata Melati sambil mengusap mesra dada bidang suami tercintanya.
Moses tersenyum dan mencium keningnya Melati.
"Aku kagum sama kamu pagi sampai malam jadi Nanny untuk anak anak, terus jadi chef juga, memasak untuk anak anak, jadi guru privat juga untuk anak anak, jadi ojek antar jemput anak anak, dan malamnya jadi wanitaku, heeeee. Kamu lakukan itu semua tanpa mengeluh, padahal itu pastinya menyita waktu, pikiran dan tenaga kamu. Kamu itu hebat Rumi" Kata Moses sembari mengelus punggungnya Melati dan mengecup mesra Melati
"Karena aku melakukannya dengan penuh cinta, selamanya aku ini nanny mereka, bahkan nanti sampai punya cucu, aku akan jadi nanny untuk cucu cucuku" kata Melati sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"My cute nanny. Kamu juga nanny buatku selama lamanya" Moses langsung membopong tubuh Melati dan melangkah ke kamar mandi untuk mandi bareng dan sekali lagi Moses melancarkan aksinya menyatukan raga dan cinta mereka di dalam bath-up.
Setelah rapi mereka pun tersenyum dan bergandengan tangan masuk ke dalam lift untuk turun dan sarapan bareng anak anak.
Moses dan Melati kaget saling bersitatap dan tersenyum penuh arti ketika melihat Raja telah duduk sarapan bareng dengan Elmo, Celyn, dan Chery.
"Selamat pagi anak anak yang manis manis" kata Melati.
Raja langsung bangkit memutar badan dan mencium punggung tangannya Melati dan Moses secara bergantian "maaf Raja ke sini pagi pagi begini, apa boleh Raja mengantarkan Chery, Celyn dan Elmo ke sekolah?"
Moses melangkah duduk dan Melati menjawab pertanyaannya Raja "boleh dong"
Melati kemudian duduk di samping suaminya dan mempersilakan Raja untuk duduk kembali.
"Kamu bawa mobil?" tanya Moses.
"Iya om, mobil tua heeee tapi masih bagus dan prima kondisinya. Raja mendapatkan mobil ini sepuluh tahun yang lalu, hadiah dari memenangkan lomba mathematic se-Asia" kata Raja.
"Om bangga sama kamu" kata Moses.
"Elmo juga menang lomba science kemarin kak, tapi baru tingkat kota, heeee" kata Elmo.
"Selamat ya, lanjutkan terus belajarnya yang semangat biar nanti bisa lanjut sampai tingkat Asia" kata Raja.
"Amin" kata semuanya secara bersamaan.
Mereka akhirnya menyelesaikan sarapan mereka dan Moses langsung ke kantor. Melati mengantarkan anak anak sampai semua masuk ke dalam mobilnya Raja. Raja pun meluncurkan mobil kebanggaannya menuju ke sekolahannya Chery, Elmo, dan Celyn.
"Sudah dong" jawab Raja sambil mengemudikan mobilnya.
"Terus apa jawabnya?" Celyn bertanya dengan penuh semangat.
"Salam balik katanya" jawab Raja.
"Aaahh, benarkah?" Celyn memekik senang.
"Salam apa sih?" tanya Elmo dan Chery secara bersamaan.
"Rahasia, weeekkk" kata Celyn.
Raja tersenyum melihat kejenakaannya Celyn.
"Kak, kita kan nanti pulang cepat, gimana kalau kita nonton? aku akan ajak juga kak Gideon dan kak Danendra nanti" kata Celyn ke Raja.
"Kalian pulang cepat ya? Chery juga?" tanya Raja.
"Iya kak, guru guru ada rapat persiapan ujian" jawab Chery.
"Gimana kak, kita nonton ya, ramai ramai" Kata Celyn.
__ADS_1
"Aku setuju!" sahut Elmo.
"Kakak nggak bisa kalau siang, kakak kan kerja. Gimana kalau jam 5 nanti. Pulang dari kantor kakak langsung jemput kalian deh" kata Raja.
"Boleh, setuju!" kata Celyn.
"Dek, kita kan belum bilang sama mama. Kok bilang setuju setuju aja, sih" Chery menoleh ke Celyn.
"Kak Raja pinjam ponselnya" kata Celyn.
Raja mengambil ponselnya dan menyodorkannya ke Celyn.
Celyn langsung memencet nomor ponsel mamanya dan langsung mengeluarkan keceriwisannya "Ma, nanti jam lima kita mau nonton bareng kak Raja, kak Danendra dan kak Gideon juga. Boleh kan, ma? kak Elmo dan kak Chery sudah setuju" kata Celyn.
Melati menghela napas panjang rencananya tadi batal deh, akhirnya Melati tersenyum dan berkata "iya, boleh"
"Terima kasih ma. Celyn sayang mama, mmuuaahhh" Celyn lalu memutuskan sambungan telponnya dan mengembalikan ponselnya ke Raja "makasih kak"
"Boleh?" tanya Chery.
"Boleh dong, kalau perginya sama kak Raja pasti boleh, heeee"
Mereka akhirnya sampai di sekolahan. Celyn dan Elmo langsung melompat turun sembari berteriak "terima kasih kak Raja!".
Chery yang duduk di jok belakang menepuk pundaknya Raja dan berkata "terima kasih, kak"
Raja memegang tangannya Chery dan berkata "belajar yang rajin kalau ada cowok yang gangguin kamu bilang sama kakak"
Chery menarik tangannya dari genggaman tangannya Raja sambil tersenyum dan melangkah turun dari mobilnya Raja.
Raja menunggu sampai Chery benar benar sudah tidak terlihat dari pandangannya barulah dia melajukan kembali mobilnya menuju ke kantornya Moses Elruno.
Melati menelepon Moses "sayang, acaranya batal, anak anak pengen nonton nanti sama Raja, Danendra dan Gideon" kekecewaan terdengar di nada bicaranya Melati.
"Ya udah, kamu nanti siang tetap ke kantorku, kita makan siang berdua lalu kita ke pantai berduaan aja, setuju?" kata Moses.
"Tapi, anak anak?"
"Ada Ijah dan Gini. Mereka juga sudah gede. Sehabis jemput mereka, kamu antar mereka pulang terus kamu ke sini. Kamu butuh refreshing, sayang. Sekali kali lepas sejenak dari anak anak nggak apa apa, kan?" kata Moses.
"Baiklah" jawab Melati.
Waktu bergulir dengan sangat cepat dan tepat pukul empat sore Raja masuk ke kantornya Moses dan hanya mendapati om Ray.
"Lho, om Moses mana, om?" tanya Raja sambil menyodorkan berkas berkas yang sudah dia selesaikan.
"Om Moses pergi sama tante Melati" jawab Ray.
"Oooo, emm, saya sudah selesai apa saya boleh pulang sekarang, om?" tanya Raja.
__ADS_1
"Boleh" jawab Ray.
"Terima kasih, om" Raja pun pergi meninggalkan Ray dan melangkah penuh semangat dan kebahagiaan yang membuncah karena, dia akan nonton film sama Chery.