My Cute Nanny

My Cute Nanny
Sayonara


__ADS_3

Moses keluar dari toilet pria berpapasan dengan Chiasa. Chiasa langsung menarik tangannya Moses dan masuk ke dalam sebuah ruangan kosong, menutup pintu itu dan menguncinya.


Moses mematung di depannya Chiasa dan itu membuat Chiasa salah paham dan merasa menang di atas langit. Chiasa yakin kalau Moses masih sangat mencintai dan mendambakannya.


Chiasa menyeringai senang, laki laki mana yang bisa lepas dari pesona seorang Chiasa. Kata Chiasa di dalam hatinya, hati yang tengah membuncah ceria.


Chiasa meletakkan kedua tangannya di atas dada bidangnya Moses dan mulai meraba pelan, dia mendongakkan wajahnya untuk memandang wajah tampan pujaan hatinya itu. Wajah tampan dari seorang Moses Elruno yang sangat dia rindukan. "Aku kangen kamu, Mo" suara merdu dan seksi miliknya Chiasa merasuki pendengaran dan jiwanya Moses dengan sangat sempurna.


Beberapa detik, angannya Moses melayang ke masa lalu, ketika seorang Chiasa masih menjadi miliknya, kekasih hatinya, pemilik jiwa dan raganya.


Chiasa tersenyum lebar melihat reaksinya Moses Elruno. "Apakah kamu pernah merindukanku, Mo?"


Moses hanya diam, menunduk dan memandang wajah cantiknya Chiasa dalam kebekuan.


"Mo, kamu semakin dewasa, matang, dan keren. Aku mencintaimu, baik kamu yang ada di masa lampau maupun kamu yang ada di masa kini. Tetapi kamu di masa kini lebih menarik dan menggoda, aku semakin suka" Chiasa mulai membuka satu kancing kemejanya Moses.


Moses membiarkannya tanpa ekspresi apapun dan tubuhnya masih mematung.


Tangan cantik, harum dan lembutnya Chiasa mulai menelusup masuk ke dalam kemejanya Moses. Meraba setiap otot yang menonjol dari dada bidang miliknya Moses.


Moses berusaha meredam semua yang dia rasakan dan belum mengeluarkan reaksi apapun. Chiasa seolah meraba sebuah patung.


"Katakan apa alasan kamu meninggalkan aku tanpa pamit dan menikah dengan laki laki tua macam dia" Moses akhirnya mengeluarkan suara.


"Aku memang sudah ditebus olehnya. Tanpa sepengetahuanku. Makanya dia mencariku ketika aku tidak ada lagi di Okiya. Setelah tahu kalau aku ada di rumahmu dan tahu kalau aku adalah kekasihmu, dia menjadi gelap mata lalu menculik aku dan langsung menikahiku"


"Cih! apa benar seperti itu?" tanya Moses.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak tapi yang jelas, aku tidak pernah mencintai dia, aku tidak pernah mencintai siapapun kecuali, kamu" Chiasa membuka satu kancing kemejanya Moses dan mengulas senyum memandang wajah tampannya Moses.


Moses mengeraskan bibir dan mulai mengepalkan tinjunya untuk menahan semua serangan yang dilancarkan oleh Chiasa.


Suami tampannya Melati itu memang sengaja membiarkan semua godaannya Chiasa hanya untuk mencobai dirinya sendiri, hanya untuk mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya dia rasakan atas Chiasa saat ini. Apakah obsesi, gairah sesaat, atau sisa cinta yang masih terpendam.


Chiasa kembali meraba dada bidangnya Moses Elruno yang berotot dan mulai berjinjit, dia mengecup bibirnya Moses.


Moses membiarkan semuanya itu dan membuat Chiasa semakin nekat "dia menarik tangannya yang sedari tadi ada di balik kemejanya Moses dan merangkulkan kedua tangannya di lehernya Moses. Cewek itu mulai mencium Moses dalam dinamika yang bertahap, lambat, agak cepat, semakin cepat dan semakin dalam.


Moses mencoba membalas dan meresapi ciuman itu. Tetapi yang ada di dalam benak dan pikirannya hanyalah Melati. Dia merindukan Melati. Dia mencintai Melati. Sangat mencintai Melati. Melati Arumi Putri seolah sudah tertanam dalam di seluruh relung hatinya. Kemudian Moses menggenggam menarik kedua tangannya Chiasa yang tengah tergelung rapi di lehernya.


Chiasa melepaskan ciumannya dan memandang Moses lalu menyeringai senang "kita bisa lakukan dengan singkat di sini, sekarang juga jika kau mau, aku siap"


Moses menyeringai jijik ke arah Chiasa dan menghempaskan kedua tangan Chiasa ke udara yang kosong seperti sanubarinya


Moses yang telah benar-benar kosong untuk seorang Chiasa.

__ADS_1


Moses kemudian mendorong tubuhnya Chiasa, lalu mengambil saputangan dari saku celananya dan mengusap bibirnya dengan saputangan tersebut dan melemparkan saputangan tersebut di depannya Chiasa.


Chiasa memandang semua tingkah lakunya Moses dan merasa heran "kamu........."


"Bagiku kamu adalah saputangan itu, sudah tidak berarti apa apa. Aku pikir ketika aku mendengarkan alasan kepergianmu, dan menerima semua godaanmu barusan, aku akan terpengaruh tetapi ternyata tidak. Lupakan aku dan sayonara Keiko, sayonara Chiasa!" Moses kemudian berbalik badan membuka pintu dan melangkah keluar meninggalkan Chiasa.


Moses berjalan sembari mengancingkan kembali dua kancing bajunya yang telah terbuka akibat dari ulahnya Chiasa. Lima menit serangan dan godaannya Chiasa berhasil dia lalui dengan sangat manis berkat Melati. Karena cintanya Melati yang membuat dia kembali berhasil lepas dari segala hal buruk di dalam hidupnya. Moses tersenyum senang ketika membayangkan wajah ayu istri tercintanya. Dia mempercepat langkahnya dan ingin segera sampai di mejanya dan menjumpai Melati.


Cowok tampan papanya Chery dan Elmo melangkah masuk ke dalam restoran dan duduk di samping istrinya. Papanya Chery mendapati kalau putri kecilnya telah tertidur lelas (pulas sekali) di dalam dekapan mamanya. Entah kenapa, Moses merasa ingin sekali mencium bibir istrinya dan dia pun melakukannya.


Semua yang hadir hanya bisa memandang dan merasa canggung. Terlebih Chiko, dia merasa sangat kesal dan cemburu melihat kemesraan yang terus ditunjukkan oleh Moses.


Melati menepuk pundaknya Moses dan Moses pun melepaskan ciumannya dan berucap mesra "aku mencintaimu dan hanya mencintaimu"


Melati hanya bisa merona dan kembali menundukkan wajahnya. Suaminya memang suka sekali mencium dia secara dadakan dan itu seringkali membuat Melati merasa malu sekaligus senang.


Moses mengatakan itu bertepatan dengan kedatangannya Chiasa yang nampak cemberut karena kecewa dan sekarang melihat dan mendengar Moses mengatakan cinta untuk istrinya semakin membuat hatinya merasa kesal. Cewek seksi nan cantik asli Jepang itu menghempaskan tubuhnya di atas kursi dengan sangat kasar.


Suaminya yang duduk di sampingnya langsung merasa heran dan bertanya "Nani ga mondaidesu ka?" (ada apa).


Chiasa menoleh ke suaminya dan berucap sembari mengulas senyum "aku cuma lelah"


Moses kemudian mengalihkan pandangannya dari istri tercintanya dan berkata "hahahaha, maafkan saya karena saya terlalu mencintai istri saya ini jadi saya melupakan keberadaan kalian, dan tidak bisa menahan diri untuk menciumnya, hahahaha. Kita lanjutkan perbincangan kita keburu malam kasihan anak dan istri saya terlalu lama menunggu nanti" Moses mengusap lembut kepalanya Melati.


Chiasa terus menatap kesal ke arah Melati dan Moses.


"Saya adalah partner bisnisnya Itachi jadi saya tidak bisa membuat keputusan secara sepihak" ucap Moses.


"Benar, saya keberatan kalau hanya mendapatkan tiga puluh persen karena, semua yang kita keluarkan nominalnya sama jadi sudah sepantasnya kalau pembagian laba fifty fifty" kata Itachi.


"Hahahaha, nominal yang sama? apa maksud anda? saya lebih banyak mengeluarkan modal, gedung yang dipakai untuk produksi adalah gedung saya, anda lupakan itu?" Kaage mulai tersenyum licik.


"Tapi, kita merenovasinya dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit, saya rasa sama dengan harga jual dari gedung tua milik anda itu, untuk tanahnya apa anda lupa kalau tanah itu masih miliknya mister Hirohito dan kita masih mengupayakan untuk membeli tanah itu secara patungan? kabar baiknya adalah saya sudah berhasil bernegosiasi dengan tuan Hirohito dan beliau sudah bersedia menjual tanah itu dengan harga yang lumayan murah" kata Moses Elruno.


Shit! cerdas juga bocah ini. Batin Kaage.


"Anda jangan mencoba bersikap egois dan mencari keuntungan untuk diri anda sendiri. Ini adalah kerja sama jadi harus diperhatikan untuk kebaikan kedua belah pihak" ucap Itachi.


Itachi mulai merasa kesal dengan Kaage dan bertambah kesal ketika menatap Chiasa alias Keiko. Mantan kekasihnya yang sangat dia benci.


Kaage menhela napas.panjang dan berucap sembari menyodorkan map ke hadapannya Moses dan Itachi "ini rincian biaya dan modal yang saya keluarkan"


Ray kemudian menyodorkan map ke hadapannya Kaage "Ini biaya dan modal yang telah dikeluarkan dari pihak kami" kata Ray.


Moses dan Kaage kemudian membuka map mereka masing masing dan mulai membacanya.

__ADS_1


Bagaimana bisa nominalnya seperti ini, hanya beda di point belakangnya dan biaya yang dikeluarkan Moses lebih besar nominalnya. Kalau aku tidak menyetujui fifty fifty maka kesannya aku ini licik. Batin Kaage kesal.


Moses tersenyum menoleh ke arah Itachi dan menyerahkan map-nya ke Itachi. Itachi meraih map tersebut dan menyunggingkan senyum lega ketika membacanya.


"Baiklah!" Kaage menutup map yang sudah selesai dia baca kemudian melanjutkan ucapannya "saya setuju fifty fifty"


"Pa.........." Chiko mulai protes.


Kaage tidak menghiraukan ucapan kesal dari putra tunggalnya. Suaminya Chiasa alias Keiko itu kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya "selamat bergabung dengan C&K, tuan Moses Elruno.


Mereka kemudian saling berjabat tangan dan menandatangani kontrak kerja sama mereka. Kontrak kerja sama yang bernilai ratusan dolar untuk sehari itu, dengan sangat sukses berhasil diraih oleh Moses Elruno dan Itachi.


Kaage dan rombongannya pun meninggalkan restoran tersebut.


Itachi kemudian berdiri membungkukkan badan dan berucap "selamat tuan, anda memang hebat"


Moses berdiri dan membungkukkan badan "kamu juga hebat, kita partner jadi kita sama sama hebat, hahahaha"


Itachi kemudian menegakkan kembali badannya, tersenyum lebar dan kemudian pamit pulang.


"Del, Ray, tolong bawa pulang Chery, ya! aku masih ada urusan dengan Melati"


Delia kemudian merengkuh Chery ke dalam pelukannya "baik tuan"


Ray dan Delia kemudian melangkah pergi meninggalkan tuan dan nyonya mereka.


Moses dan Melati kini berada di dalam salah satu mobil mewahnya Moses.


"Sayang, kita mau kemana?" tanya Melati.


Moses tersenyum penuh arti, dia mencium keningnya Melati "kamu ingin menikmati salju?"


"Bukannya kita akan bakar bakaran malam ini?"


"Kita bisa lakukan besok, kita pulang lusa, aku sudah telpon mama tadi. Kata mama, Elmo baik baik saja dan tidak rewel jadi kita bisa pulang lusa. Aku ingin menikmati indahnya Jepang lebih lama denganmu"


Melati sedari tadi mencium parfum wanita dari tubuhnya Moses ketika Moses balik dari toilet dan menciumnya tadi, akhirnya dia pun bertanya "sayang, kenapa di badan kamu ada wanginya Keiko?"


Shit! aku lupa kalau Indra penciumannya istriku ini sangatlah tajam. Batin Moses.


"Oke, aku cerita tapi kamu jangan marah dan percaya sama aku seratus persen ya, kalau aku seratus persen akan selalu jujur sama kamu, aku nggak akan bohong dan tidak akan menutupi apapun"


Melati menganggukkan kepalanya.


Moses mencium kembali keningnya Melati dan mulai bercerita.............

__ADS_1


__ADS_2