My Cute Nanny

My Cute Nanny
Cerita tentang Chiasa


__ADS_3

Jam raksasa sobat terbaiknya Moses yang selalu setia jika berkaitan dengan waktu, berdenting sebanyak sebelas kali. Elmo dan Chery sudah terjerat ke dalam alam mimpi nan indah mereka. Sedangkan papa dan mama mereka, tengah berpelukkan dan bercengkerama untuk melepas penat.


"Sayang, mama sudah ijinkan kita pergi ke Jepang besok dan sudah bersedia dititipin anak anak" kata Melati "aku juga sudah menyiapkan ASI ku di lemari pendingin dan lebih dari cukup untuk Elmo" Melati memainkan jari telunjuknya di atas dada bidang suaminya.


Melati diberkahi dengan ASI yang melimpah, bahkan gadis cantik istri kesayangannya Moses Elruno itu mendonorkan ASI-nya ke bank ASI. Itulah yang membuat Moses Elruno merasa semakin bersyukur memiliki istri berhati malaikat seperti Melati.


"Hmm" Moses mencium keningnya Melati dan mengusap usap punggungnya Melati. "sayang, aku punya cerita untuk kamu, tapi jangan marah marah dulu ya, sebelum aku selesaikan ceritaku!?"


Melati mendongakkan kepalanya untuk menatap Moses "iya, ceritalah! aku akan setia mendengarkan" Melati mencium pipinya Moses.


"Aku pernah tinggal di Jepang selama setahun. Aku belajar tentang bisnis makanan instant di sana" Moses mulai membuka ceritanya.


"Kapan itu, waktu kamu umur berapa?" tanya Melati.


"Aku masih sangat muda saat itu, tapi karena kecerdasanku aku bisa lulus kuliah bisnis di Amerika, di usiaku yang masih dua puluh satu tahun dan nilaiku cumlaude. Aku kemudian ke Jepang untuk mulai mengembangkan sayap bisnisnya Elruno. Aku kadang risih dengan pandangan dan ucapan orang orang di sekitarku, mereka mengatakan aku anak super.........."


"Super apa?" tanya Melati kembali mendongakkan kepalanya untuk memandang wajah tampan suaminya.


"Super gila, hahahahaha"


Melati ikutan terkekeh geli dan menepuk pelan dada suaminya.


"Super pintar harusnya, super jenius, atau si jenius cilik, kok malah super gila, sih?" Melati tersenyum lebar dan mengelus elus dada suaminya. "Terus waktu pergi ke Jepang, kamu umur berapa waktu itu?"


"Dua puluh dua tahun. Aku pergi ke Jepang dengan Ray dan om Erlangga. Om Erlangga mempelajari teknik akupunktur dan obat obatan herbal di Jepang. Om Erlangga itu sangat haus akan ilmu kedokteran, semua yang berbau medis akan dia kejar dan dia pelajari" Moses mencium pucuk kepalanya Melati.


"Pada suatu malam, kenalannya om Erlangga menjamu aku, Ray, dan om Erlangga di sebuah hotel, dan di hotel itu kami disuguhi pertunjukkan tari dan musik oleh para geisha" kata Moses.


"Aku tahu apa itu Geisha. Geisha itu artinya seniman penghibur tapi kemudian mengandung konotasi prostitusi" kata Melati.


"Iya, kamu benar. Awalnya memang Geisha itu bentuk seni, yaitu tari, musik, dan menyanyi. Tapi karena semuanya cewek maka arahnya ke wanita penghibur dan berkonotasi negatif"


"Terus?" Melati makin tertarik dengan ceritanya Moses.


"Ada seorang Geisha, dia pemain musik yang sangat pandai bermain piano dan bernyanyi. Suara dia dan permainan pianonya mengingatkan aku sama almarhum mamaku. Aku mencari tahu nama cewek itu, dan mendapati kalau nama panggungnya Chiasa yang memiliki arti seribu pagi" kata Moses.


"Aaah, bagus banget arti nama itu?" ucap Melati.


"Kamu jangan cemburu dan marah ya, waktu itu aku jatuh hati padanya, pada Chiasa. Dia sangat mendekati profil mama, namanya berawalan C walau itu hanya nama panggung, dan permainan pianonya sangat mirip dengan gayanya mama. Setelah bermain piano dan bernyanyi dia kemudian menari, sangat luwes gerakannya, aku langsung tersihir akan pesonanya Chiasa waktu itu" kata Moses.

__ADS_1


"Sabar, Mel! anggap saja kali ini yang cerita bukan suami kamu, tapi pasien kamu" kata Melati mencoba menenangkan dirinya sendiri yang mulai merasakan percikkan cemburu di hatinya.


"Itu dulu Rumi, sayangku, cintaku" Moses mencium keningnya Melati "aku waktu itu belum ingat akan kamu, akan cinta pertamaku, ya, cinta pertamaku itu kamu, aku sudah mencintai senyumanmu sejak aku masih berumur sepuluh tahun" Moses mencari bibirnya Melati lalu menciumnya dengan sangat lembut dan penuh cinta.


Melati melepaskan diri dari ciumannya Moses saat suaminya mulai memperdalam ciumannya "lanjutkan dulu cerita kamu!"


"Hahaha, iya. Tapi janji jangan cemburu dan ngambek lho ya"


"Aku akan coba" jawab Melati.


"Nggak jadi lanjut kalau gitu, kita tidur aja!" Moses kemudian mendekap erat tubuh istrinya.


Melati menggeliat dan meronta "sayang, lanjutkan! oke, janji aku nggak akan cemburu dan nggak akan ngambek"


Moses melonggarkan dekapannya dan tersenyum lebar "oke aku lanjutkan. Aku cerita soal Chiasa ke kamu tuh untuk mencegah hal hal yang tidak kuinginkan, kalau tiba tiba nanti di Jepang kita bertemu dengan Chiasa maka kamu akan salah paham kalau belum pernah dengar ceritanya"


"Iyaaaaa, sekarang lanjutkan cerita kamu!" Melati menepuk dada bidang suaminya.


"Setelah pertunjukan itu, aku tidak pernah bertemu lagi dengan Chiasa. Aku sangat merindukannya, heeeee, itu dulu lho, sekarang nggak lho" Moses menundukkan wajahnya untuk melihat ekspresinya Melati.


"Hmm, lanjutkan!" ucap Melati.


"Umurnya Chiasa berapa waktu itu?" Melati mencoba meredam rasa cemburunya karena dia menjadi semakin tertarik dan penasaran dengan ceritanya Moses.


"Umurnya lebih tua dari aku, umur dia waktu itu dua puluh lima tahun. Nama Chiasa yang sebenarnya adalah Keiko. Dia dididik di rumah untuk para Geisha yang namanya Okiya. Okiya adalah nama rumah Geisha. Para pelatih Geisha membawa atau mengajak gadis gadis yang kebanyakan berasal dari keluarga miskin. Selama masa pelatihan, Geisha bekerja sebagai pembantu di Okiya, kemudian naik tingkat menjadi Geisha pemula yaitu Maiko, kemudian menjadi seorang Geisha sepenuhnya. Itulah yang dialami oleh Chiasa atau Keiko"


"Kasihan ya Chiasa" ucap Melati lirih.


"Iya, itulah kenapa waktu itu aku menjadi semakin mengaguminya, ingin melindunginya dan semakin..........." Moses ragu untuk melanjutkan kata katanya.


"Mencintainya?" Melati yang melanjutkan ketidaklengkapan dari ucapan suaminya.


"Itu dulu sayang, duluuuuuuu banget" Moses mendekap erat istrinya.


"Iya, sekarang lanjutkan cerita kamu!"


"Aku melarang dia untuk tampil lagi. Aku menyuruh dia keluar dari Okiya. Dia nurut dan mau meninggalkan dunia Geisha secara bertahap karena, dia sudah terlanjur terikat kontrak. Aku benar benar tidak tahan setiap melihat dia tampil dan dia mendapatkan tatapan tidak senonoh dari para tamu, maka aku nekat menebusnya seharga setengah miliar waktu itu. Karena aku ingin memiliki Chiasa sepenuhnya untuk aku sendiri. Setelah dia benar benar meninggalkan dunia Geisha, aku memanggil dia dengan nama kecilnya yaitu Keiko, karena Chiasa adalah nama panggungnya. Kami akhirnya tinggal serumah tanpa menikah, karena setiap kali aku ajak nikah, Keiko nggak mau" kata Moses.


"Hah?!" Melati mulai bangun dan melepaskan diri dari pelukannya Moses. Cewek cantik itu kemudian duduk dan bersedekap menatap suaminya.

__ADS_1


"Sayang, itu dulu. Duluuuu banget waktu aku masih Moses Elruno si playboy tengik, bocah brengsek yang belum bertobat. Sayang, jangan marah dong, tadi kan janji nggak akan marah dan ngambek" Moses ikutan bangun dan duduk bersila di depannya Melati.


Melati mengeraskan bibirnya dan tetap bersedekap.


"Sayang" Moses merebahkan kepalanya di atas pangkuannya Melati dan menatap wajah cantik istrinya.


"Tatap aku! dan jawab dengan jujur! apakah masih ada sedikit rasa untuk Chiasa eh Keiko?"


"Nggak ada" Moses menatap tajam kedua manik indah milik istrinya.


"Benar?" tanya Melati.


"Sumpah" Moses mengangkat dua jari di depannya Melati.


"Oke, aku percaya. Sekarang lanjutkan cerita kamu" ucap Melati.


"Nggak usah ya, kita bikin cerita sendiri aja yuk" Moses mengedipkan mata ke Melati.


"Lanjutkan dulu! aku penasaran nih, kamu sama Chiasa eh Keiko putusnya kenapa?"


"Huufftt oke. Satu bulan sebelum kepulanganku ke Indonesia, Keiko aku tunggu sampai malam hari, tidak pulang ke rumah. Aku dan Ray begadang semalaman untuk mencarinya, tapi tidak ketemu. Hingga satu Minggu berlalu Keiko tidak pulang ke rumah dan tidak diketahui keberadaannya" kata Moses.


"Lalu? kalian tidak lapor polisi?" tanya Melati.


"Sudah, tapi polisi pun belum berhasil menemukan Keiko" Moses meredupkan sorot matanya.


"Terus, kamu pulang ke Indonesia begitu saja tanpa tahu kabarnya Keiko?"


"Nggak, satu Minggu kemudian aku dapat kabar kalau dia sudah menikah dengan seorang pengusaha sukses, seorang duda berumur lima puluh tahun dan beranak satu. Anaknya duda itu seumuran denganku, dia yang menemuiku dan mengatakan kalau dia dititipi pesan sama Keiko mama tirinya, agar aku melupakan Keiko dan jangan mengganggu kehidupannya Keiko lagi karena, Keiko sudah menjadi istri papanya" kata Moses.


Melati menatap suaminya "terus?"


"Aku stress saat itu. Karena Keiko adalah wanita pertama yang mengajari aku tentang ciuman, tentang cinta, dan wanita pertama yang mendapatkan keperjakaanku, tapi Keiko sudah tidak suci lagi saat aku dan dia pertama kali bercinta, dia serahkan kesuciannya untuk kekasih pertamanya" kata Moses.


"Beruntungnya Keiko" Melati berucap mengandung nada cemburu.


"Sayang, jangan berkata seperti itu. Dia hanya wanita di masa laluku yang sudah tidak berarti lagi bagiku. Kamulah satu satunya wanita di dalam hati, jiwa dan pikiranku sekarang ini dan untuk selama lamanya. Aku hanya mencintai kamu kini dan selamanya sampai maut memisahkan kita. Bahkan aku berdoa sama Tuhan, jika nanti kita sudah menua dan saatnya dipanggil menghadap, aku meminta sama Tuhan, kita menghadap bersama sama sambil bergandengan tangan. Karena aku nggak mau meninggalkanmu duluan dan nggak mau kamu tinggalkan duluan"


"Aaammiinnnn" Melati terisak menangis.

__ADS_1


Moses bangun dari pangkuannya Melati dan memeluk erat istri tercintanya.


__ADS_2