My Cute Nanny

My Cute Nanny
The Elruno Kembali Beraksi


__ADS_3

"Lili mana?" tanya Melati setelah ia duduk bersama dengan suami dan putranya di meja makan.


Elmo mengelus tengkuknya dan meringis.


"Oh! hahahaha, dasar pengantin baru" Melati langsung melepas tawa merdunya ke udara.


Moses menepuk pundaknya Elmo, "Berapa ronde kali ini?"


"Dua aja Pa. Lili masih capek perjalanan dari Jepang ke sini jadi ya, aku cuma kasih dua ronde"


"Lumayan" Moses mengacungkan ibu jarinya ke Elmo.


"Kalian ini ya, dasar mesum! buruan sarapan nanti Elmo telat ke kantor" Melati terkekeh geli.


"Mo, Papa akan ikut kamu ke kantor. Ada yang perlu papa bicarakan sama kamu dan ada beberapa urusan yang harus kita selesaikan. hari ini"


"Siap Pa"


Setelah menyelesaikan sarapan dan mencium punggung tangan mamanya Elmo berkata, "Ma, tolong jaga istrinya Elmo ya?"


"Tak usah diminta, Mama akan terus menjaga istri kamu. Lili kan juga putri Mama"


Elmo hendak mencium pipi mamanya tapi Moses mendahului Elmo, ia mengecup kening, kedua pipi, dan bibirnya Melati lalu mengusap rambutnya Melati, "Aku pergi dulu. Aku udah tempatkan Bram dan anak buahnya untuk menjaga rumah ini"


"Hmm. Ati-ati di jalan"


Moses segera menarik lengannya Elmo untuk pergi meninggalkan Melati dan Elmo hanya bisa menghela napas dan gigit jari karena, ia tidak bisa mencium pipi mamanya.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di sebuah tempat rahasia. Elmo membeliakkan kedua bola matanya saat ia melihat Bagas. "Kau sudah selamat?" Elmo segera memeluk Bagas.


"Aku diselamatkan oleh orang yang diutus Papa kamu"


"Pa, makasih" Elmo segera beralih ke Moses dan memeluk erat Papa tampannya itu.


Moses yang sedari kecil sejak kedua orang tuanya meninggal tidak begitu menyukai pelukan kecuali pelukannya Melati, segera.melepaskan diri dari pelukannya Elmo, "Ya, ya, ya. Jangan lama-lama meluk Papa! Papa bisa sesak napas nanti"


Elmo melepas tawa riangnya melihat mimik jenaka Papanya. Lalu mereka duduk melingkar saling berhadapan di depan sebuah meja bundar yang terbuat dari batu pualam.


"Mertua kamu saat ini di dalam penjara. Dia menyerahkan diri beserta bukti-bukti kejahatannya Goh" Moses membuka suara wibawanya. "Papa mertua kamu itu bodoh. Dia pikir jalan satu-satunya untuk membebaskan Bagas juga menyatukan kamu dan Lili, dia harus mengorbankan dirinya. Padahal dalam semalam saja Papa menemukan banyak sekali cara"


"Hah?! Apa Lili tahu soal ini?"


"Tidak. Istri kamu belum tahu dan sebelum istri kamu mengetahuinya, Papa berencana untuk membebaskan Maha dengan jaminan karena, bagaimana pun juga, Maha besannya Papa, kita keluarga"

__ADS_1


"Papa dan Papa Maha sudah tidak bermusuhan lagi?" selidik Elmo.


"Aku nggak tega melihat tampang memelasnya jadi aku sudah menerima dia sebagai kerabat. Aku juga nggak suka mendendam, Mama kamu yang mengajari Papa kalau memiliki dendam itu tidak baik"


"Lalu kenapa Bagas bisa bebas padahal Goh sangat ketat menjaga Bagas. Bahkan pihak kepolisian tidak bisa menembus sistem pertahanan di kediamannya Goh"


"Aku tidak ditahan di rumahnya Goh melainkan di sebuah gua di pinggir kota. Salah satu anak buahnya Goh adalah mata-matanya Papa kamu" sahut Bagas.


"Aku sudah sejak lama menaruh mata-mata di rumah Maha dan Goh" sahut Moses.


"Tapi, yang menjemputku kemarin Om yang sangat tampan dan elegan. Dia tidak tampak sebagai seorang pesuruh dan sayangnya kami belum sempat berkenalan. Dia......."


"****! Kau memuji Alfa di depanku? Aku yang menyelamatkanmu dan kau malah memuji Alfa?"


"Ah! Maafkan saya Om! Tapi, saya memang selalu berkata apa adanya dan Om yang kemarin menjemput saya, memang sangat tampan dan elegan penampilannya"


"Berarti yang menjemputmu Om Alfa. Dia Om aku, adik sepupunya Papaku"


"Pantas saja sangat tampan tidak jauh beda dengan Papa kamu. Sekarang aku tahu kenapa kamu memiliki wajah yang sempurna bak dewa Yunani karena, gen di keluarga kamu memang sangat sempurna semuanya" sahut Bagas.


Moses tersenyum lebar mendengar kata pujian meluncur dari mulutnya Bagas.


"Setelah membebaskan Papa Maha, apa rencana Papa selanjutnya?"


"Hah?! secepat itu dan..........begitu saja?" Elmo membuka lebar-lebar mulutnya di depan Moses.


"Hmm. Begitu saja. Cerdas kan Papa kamu ini. Dan Papa Mertua kamu itu bodoh"


Bagas terkekeh geli dan Elmo segera menepuk punggungnya Bagas, "Jangan ketawa kau! bagaimana pun juga Pak Maha itu Papa mertuaku"


"Maaf! habisnya Papa kamu itu lucu"


"What? kau bilang Alfa tampan dan aku lucu?"


"Maaf Om! Maksud saya Anda itu memiliki paket sempurna, udah tampan, elegan, cerdas, dan memiliki selera humor yang tinggi. Kalau saya wanita, maka saya udah klepek-klepek sama Om"


"What? wanita? cih! aku nggak akan tergoda sama kamu kalau pun kamu wanita.dan klepek-klepek sama aku, cih! karena......." Moses segera menepuk dada bidangnya, "tubuh dan hatiku hanya untuk Melati Arumi Putri seorang, My Cute Nanny, My Wife, and My Everything"


Bagas menoleh ke Elmo dengan kening berkerut dan Elmo segera melepas tawa geli-nya ke udara, "Papaku selamanya hanya mencintai Melati Arumi Putri, itu nama Mamaku dan nggak akan pernah melirik wanita lain seseksi dan secantik apapun wanita itu, Papaku nggak akan pernah meliriknya. Dan jangan pernah memuji Mamaku di depan Papaku, bisa habis kau nanti!"


"Oh! Pasti Mama kamu cantik sekali. Aku jadi ingin berjumpa dengan Mama kamu" Bisik Bagas.


Elmo tersenyum lebar, "Hmm, Mamaku memang sangat cantik dan sempurna. Nanti aku ajak kamu ke rumahku. Mama ada di rumahku sekarang"

__ADS_1


"Apa yang kalian bisikkan?" tanya Moses.


"Ah! Hanya obrolan kecil" Sahut Bagas dan Elmo secara bersamaan.


"Ray, sebentar lagi sampai dan harusnya dia membawa Maha" Moses melirik jam tangannya.


"Lalu Om Alfa ke mana?"


"Alfa menemui teman kamu di kepolisian, emm, siapa namanya Evan ya Evan dan satu lagi yang cewek, sial! kalau nama cewek kenapa aku selalu lupa, emm, Letjend........."


"Alexa" Sahut Elmo.


"Hmm" sahut Moses sambil tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya.


Bagas kembali berbisik ke telinganya Elmo, "Papa kamu benar-benar tidak hanya tidak mau melirik wanita lain tapi nama wanita lain pun dia tak mau mengingatnya?"


Elmo terkekeh geli, "Itulah Papaku. Dia hanya dapat mengingat nama perempuan di keluarga kami"


"Salut aku sama Papa kamu dan aku ngefans sama Papa kamu detik ini juga" Bisik Bagas


Elmo kembali terkekeh geli.


Moses membuka ponselnya untuk melakukan panggilan Video Call dengan Melati, "sayang, kau sedang apa? aku merindukanmu" lalu ia berdiri dan meninggalkan Bagas juga Elmo begitu saja.


Bagas menoleh ke Elmo, dengan wajah keheranan, "segitunya?"


Elmo tersenyum lebar dan menepuk pundaknya Bagas, "Iya segitunya. terkadang aku cemburu sama Papa karena, Papa selalu saja lebih mementingkan Mama daripada aku tapi, lama kelamaan aku mengerti, Papa mencintai anak-anaknya dengan cara yang lain daripada yang lain"


"Aku jadi pengen cepet menikah nih, sayangnya kok aku belum punya pacar, hiks, hiks, hiks"


"Hahahaha, buruan cari!"


"Emangnya gampang cari pacar?"


Elmo kembali terkekeh geli.


Mereka masih berada di ruang rahasia yang berada di bawah markasnya The Elruno untuk menunggu kedatangannya Alfa, Ray, dan Maha.


Tiba-tiba alarm tanda bahaya berbunyi dan mereka bertiga segera naik lift untuk menuju ke teras depan. Ketika lift terbuka, mereka bertiga dikejutkan dengan kedatangannya anak buahnya Goh yang sudah menunggu di gerbang depan.


"Mereka semua bersenjata api. Cepat menuju ke gudang penyimpanan senjata dan ambil posisi terbaik!" teriak Moses sambil berlari menuju ke gudang penyimpanan senjata miliknya.


Anak buahnya Moses masih bisa menahan serangan dari anak buahnya Goh di gerbang depan. Sementara itu, Moses, Bagas, Elmo, beserta kelima puluh anak buahnya Moses yang lainnya, bersiap menyambut anak buahnya Goh dari arah dalam.

__ADS_1


Alfa, Ray, Evan, dan Alexa, Maha segera meluncur ke markasnya Moses ketika mendapatkan kabar kalau markas itu diserang oleh Goh.


__ADS_2