
"Mobil kamu ini cewek ya?" suara bass milik Alfa menghentikan niat Moses untuk kembali mendaratkan ciuman di rambutnya Melati.
"Hah?" sahut Moses.
"Kok kamu kasih nama Blacky?" Alfa melongok ke rear-vision mirror untuk melihat ekspresi wajahnya Moses.
"Suka suka Gue, ini mobil gue" jawab Moses kesal mendengarkan pertanyaannya Alfa yang tidak penting baginya.
Melati mengulum senyum menahan tawa melihat tingkah konyolnya Moses dan Alfa.
Moses berbisik lirih di telinganya Melati. "Kamu jangan tersenyum seperti itu kalau tidak ingin aku cium bibir kamu detik ini juga!"
Melati langsung mencubit pinggang suaminya.
"Aduh!" Moses secara spontan mengaduh dengan sangat keras.
"Ada apa?" Alfa langsung menoleh ke jok belakang melihat Moses.
"Apa lihat lihat?" Moses malah melotot ke arah Alfa.
"Ya, aku khawatir lah, kamu tiba tiba mengaduh, dasar aneh!" kata Alfa kesal dan mengalihkan pandangannya kembali ke arah depan.
"Aku juga kasih nama untuk mobil aku" ucap Alfa kemudian.
"Aku nggak mau tahu" sahut Moses acuh tak acuh.
"Ya, aku paksa kamu untuk mau tahu" sahut Alfa dengan polosnya.
Moses mendengus kesal mendengar kata katanya Alfa.
Melati langsung tergelak geli.
"Hahaha, aku suka kalau kamu tertawa Mel, terdengar sangat merdu" kata Alfa sambil menoleh ke jok belakang lagi melihat Melati "dan terlihat cantik"
Melati langsung menghentikan tawanya dan menoleh ke suaminya.
Moses langsung memukul bahu kanannya Alfa.
"Aduh, kenapa pukul aku tanpa alasan?" ucap Alfa sambil mengelus elus pelan bahu kanannya.
"Aku sudah pernah bilang kan, jangan puji Melati! hanya aku yang boleh melakukannya!" Moses menggeram kesal.
"Aku juga pernah bilang kan, kamu siapanya Melati, berani beraninya main larang larang kayak gitu, dasar aneh" Alfa menatap ke arah depan lagi.
"Kamu yang aneh" Kata Moses kesal.
"Aku punya dua pilihan nama untuk mobilku, emm, si yellow sweet, sama sweet yellow, bagus yang mana?" tanya Alfa sambil menoleh ke jok belakang menatap Moses.
"Aku tadi sudah bilang kan, aku tidak mau tahu" jawab Moses.
Alfa lalu menoleh ke Ray" okelah, aku tanya ke Ray saja! Ray, bagus yang mana?"
Ray menggeleng nggelengkan kepalanya dan berkata "bukannya itu sama aja, tuan? kok tadi anda katakan anda punya dua pilihan nama untuk mobil anda, itu cuma dibolak balik aja, kan?"
"Hahahahaha, iya ya kamu benar, hahahaha, menurut Lo, enak mana pengucapannya? sweet yellow atau yellow sweet?" Alfa berkata sembari manggut - manggut mencoba merasakan pengucapannya.
Ray menoleh sekilas untuk melihat tingkahnya Alfa dan terkekeh geli.
"Yellow bee aja kak" sahut Melati.
Alfa langsung menoleh ke jok belakang dan tersenyum lebar "you are smart, i like it, girl! Mo, nama mobilku sekarang yellow bee" Alfa mengalihkan pandangannya untuk menatap Moses.
Moses merebahkan kepalanya di atas jok dan langsung memejamkan matanya tiidak menggubris ocehannya Alfa.
__ADS_1
Alfa mendengus kesal dan kembali menatap ke arah depan.
"Yellow bee, keren! makasih ya, Mel" kata Alfa dengan nada yang sangat riang.
"Sama sama, kak" Sahut Melati sambil tersenyum senang.
Moses masih bersandar di jok mobilnya dan masih memejamkan mata lalu secara diam diam tangannya bergerak menyelip di punggung belakangnya Melati dan merangkulkan lengannya di pinggang rampingnya Melati.
Melati terlonjak kaget dan secara reffleks menoleh ke arah suaminya. Istrinya Moses itu melihat senyum jahil terlukis di wajah tampan suaminya.
Cewek cantik itu pun langsung berbisik lirih "dasar jahil"
Moses semakin melebarkan senyumannya lalu membuka matanya dan membalas tatapan istri cantiknya sambil mengucapkan kata I Love You tanpa bersuara.
Melati merona malu dan tersenyum senang.
Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di depan rumahnya Melati.
Om Erlangga langsung memeluk erat putra asuhnya yang sangat dia cintai itu "syukurlah kamu selamat, Mo"
"Syukurlah om juga tidak kenapa kenapa" ucap Moses.
Mamanya Melati juga mengucapkan kata yang sama dan tersenyum lega.
Moses tersenyum lega menatap semuanya, dia lalu berkata "maaf, aku ada perlu sama Alfa"
Alfa menunjuk wajahnya sendiri dengan telunjuk tangannya dan bertanya heran "aku?"
"Iya, ayo ikut aku sebentar, kita jalan jalan!" jawab Moses.
"Tapi, kenapa? berdua aja sama kamu?" Alfa berdiri dan mendekati Moses.
"Hmm, ayo! maaf semuanya kita keluar dulu sebentar" kata Moses sembari melangkah keluar menuju ke mobilnya Alfa.
"Blacky capek habis begadang semalam" jawab Moses dengan santainya sembari masuk ke dalam mobilnya Alfa.
Alfa ikutan masuk dan langsung mengemudikan mobilnya.
"Kita mau ke mana?" tanya Alfa setelah melajukan mobilnya beberapa blok dari rumahnya Melati.
"Stop!" kata Moses.
"What? ini sama aja kita baru melangkah dua puluh kaki, kenapa mesti naik mobil sih? dasar aneh" Kata Alfa kesal sembari menghentikan laju mobilnya.
"Jangan keluar dari mobil! kita ngobrol di dalam aja!" saat Moses melihat Alfa membuka pintu mobil dan hendak keluar.
Alfa menutup kembali pintu mobilnya dan menoleh ke Moses dengan heran dan nampak bingung.
"Oke, brother katakan ada apa ini?" Alfa mulai jengkel.
"Jangan ganggu Melati lagi!" Moses berkata sambil merebahkan jok mobilnya Alfa, lalu menghenyakkan dirinya di atas jok tersebut.
"Kenapa? kamu tahu kalau aku mencintainya" Kata Alfa santai.
"Buang rasa cinta kamu detik ini juga sebelum semakin dalam!" kata Moses sembari memejamkan matanya.
"Aku tahu kamu Abang sepupu aku, kamu berhak melarang aku tapi kasih alasannya!" kata Alfa ikutan merebahkan jok mobilnya dan rebahan seperti Moses.
"Aku suaminya Melati" jawab Moses.
"What!?" Alfa langsung duduk tegak dan menatap Moses "are you kidding me?"
"I'm not kidding right now" Moses masih terus memejamkan matanya.
__ADS_1
"Kapan kalian menikah?" tanya Alfa.
"Beberapa hari yang lalu, belum ada satu Minggu" jawab Moses.
"Kamu menghamilinya?" Alfa berkata dengan hati hati dan kalau itu benar dia akan tinju muka Moses saat ini juga.
Moses menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kalian menikah secepat itu, apa alasannya?" tanya Alfa.
Moses kemudian bercerita panjang lebar mulai dari kisah penculikan yang hampir dia alami, penusukkan yang dialami papanya Melati, sampai pada hari dia menikahi Melati.
"Aaah, sial! aku kalah sama takdir nih! kalian sepertinya memang sudah berjodoh sejak kecil. Sayangnya bukan aku yang mengalaminya, aku rela diculik kalau aku bakalan ketemu sama Melati kecil" kata Alfa dengan polosnya.
"Jangan bercanda untuk hal semacam itu! kamu tidak akan mampu menanggungnya jika kamu benar benar mengalaminya" kata Moses serius.
"Maafkan aku brother! iya kamu benar! aku akan merasa bersalah seumur hidupku kalau papanya Melati meninggal demi menyelamatkan aku. Aaaa, maafkan aku brother bukan maksudku untuk..........."
"Iya, kamu benar. Itu yang aku rasakan sampai detik ini. Itulah kenapa aku bertekad untuk selalu menjaga dan mencintai Melati dengan sepenuh jiwa dan ragaku. Aku rela mengorbankan nyawaku jika perlu" kata Moses sambil mendesah menahan kesedihan.
"Shit! aku kalah lagi dalam hal ini. Aku belum sampai pada level mengorbankan jiwa, nyawa, oh no! aku belum sedalam itu mencintai Melati. Okelah! aku mundur, aku doakan kalian bahagia selamanya" ucap Alfa kembali menghenyakkan diri diatas jok mobilnya.
"Tolong jaga rahasia ini! jangan beritahu soal pernikahanku dengan Melati kepada siapa pun. Termasuk mama dan papa kamu!" kata Moses.
"Tapi kenapa?" Alfa menopang kepalanya dengan kedua tangannya.
Moses kemudian bercerita tentang kecurigaan dia pada Dipo Herlambang dan juga semua isi flashdisk yang diberikan Awan.
"Waahh, gila tuh papanya Awan! oke, aku akan jaga rahasia kamu! terima kasih sudah mau berbagi kisah kamu dan berbagi rahasia sama aku" Alfa langsung bangun dan memeluk erat tubuhnya Moses.
Moses langsung membuka matanya dan berkata "lepaskan pelukanmu atau aku tinju kau!"
Alfa tertawa terbahak bahak dan melepaskan pelukannya "aku jujur sama kamu brother. Aku menyayangimu"
"Aku juga sebenarnya sayang sama kamu tapi......."
Alfa kembali memeluk Moses dengan sangat erat.
"Fa!!"
"Maaf aku terlalu senang mendengar kata sayang dari kamu untuk aku" kata Alfa sembari melepas pelukannya
"Maaf kalau selama ini aku mengacuhkanmu. Itu karena, papa dan mama kamu selalu melarang aku untuk dekat sama kamu. Saat aku kehilangan mama dan papaku, aku butuh teman bermain dan kamu yang selalu berisik jika berada di dekatku, membuat aku merasa hidup tapi sayangnya aku tidak boleh dekat sama kamu, itulah kenapa aku menjauhi kamu dan bersikap acuh tak acuh sama kamu, aku takut jika aku dekat sama aku lalu kita dipisahkan dengan paksa, huuufftt aku takut merasa kehilangan lagi" kata Moses.
"Maafkan mama dan papaku, ya. Aku akan mencoba membuat mereka menyayangimu juga, aku janji!" kata Alfa.
"Jangan paksakan sesuatu yang tidak bisa diubah! biarkan saja seperti itu adanya!" kata Moses lirih.
"Aah terserah apa kata kamu. Pokoknya aku akan berusaha untuk membuka hati kedua orang tua aku agar mereka bisa menyayangi kamu" kata Alfa serius.
"Kembali ke permasalahan Melati, jangan dekati dia lagi sebagai......."
"Iya aku paham! Aku akan menganggap Melati sebagai kakak ipar mulai detik ini Lagian aku juga sudah punya gebetan baru. Alfa Elruno itu mempunyai banyak cadangan cewek, tenang aja Brother, hahahaha" kata Alfa serius.
Moses terkekeh geli dan Alfa senang melihatnya "kamu tampan juga kalau tersenyum"
"Mau mati kamu, ya?" ucap Moses lemas, Moses merasa sangat capek dan mengantuk.
"Hahahaha, dasar aneh, dipuji malah marah marah" Alfa tersenyum lebar menatap kakak sepupu yang sangat dia sayangi itu.
"Oke, kita balik sekarang ya?" tanya Alfa.
Moses menganggukkan kepalanya.
__ADS_1