
Moses menarik pelan lengannya yang dipakai Melati untuk bantal kepalanya. Laki-laki yang masih keren di umur yang sudah menginjak kepala lima itu lalu menaruh kepala Melati di atas bantal dengan pelan. Ia kecup bibir manis istrinya dan ia membetulkan letak selimut untuk menyelimuti tubuh istri tercintanya.
Moses lalu memakan sayur sup ayam tanpa menyentuh nasinya. Dia malas untuk makan sebenarnya tapi ia sudah berjanji pada Melati kalau ia akan makan setelah Melati tidur dan seorang Moses Elruno tidak pernah sekali pun mengingkari janjinya. Mangkuk sup telah kosong, ia taruh kembali dibatas nampan dan ia tenggak habis jus lemon yang masih utuh.
Moses kemudian melangkah keluar setelah menaruh gelas jus yang telah kosong di atas nampan. Jam di dinding menunjukkan pukul dua belas malam. Moses menutup pelan pintu kamarnya lalu celingukkan sambil berkacak pinggang. Rumah Elmo tampak lengang tidak ada seorang pun yang masih terjaga.
Moses kemudian melangkah ke teras belakang dan menemukan Maha tengah menghisap cerutunya di sana. Maha seketika menoleh tepat di saat Moses duduk di bangku teras yang masih kosong.
Maha lalu bertanya, "Bagaimana Melati?"
"Kalau di luar hanya memar yang terlihat tapi entahlah di organ dalamnya. Aku akan memeriksakannya ke rumah sakit besok dan semoga nggak ada yang serius"
Maha menghela napas lega dan menatap ke depan kemudian berkata, "syukurlah"
"Aku besok akan menemui Goh di penjara setelah mengantarkan Melati ke rumah sakit"
"Goh berhasil melarikan diri dari penjara. Dia bikin kekacauan di rumahnya Elmo siang tadi untuk mengalihkan perhatian pihak kepolisian dan kita semua. Dan dia berhasil"
Moses bangkit dan langsung menyugar rambutnya dengan kasar dan berteriak, "Brengsek!"
"Aku udah bilang kan, biarkan aku di penjara dulu untuk melengahkan perhatiannya Goh dan di saat yang tepat kita bisa menangkap dan meringkus dia untuk selamanya tapi kau malah membebaskan aku, menjebloskan Goh tanpa perhitungan dan see! apa akibatnya?"
"berdiri kau sekarang! kita duel. Berani-beraninya kau menceramahiku, dasar brengsek!"
Maha berdiri, mematikan cerutu di atas telapak tangannya lalu ia masukkan cerutunya yang masih lumayan panjang ke dalam saku celananya lalu melangkah mendekati Moses, "Kalau kita duel, kita sama-sama terluka lalu jika ada serangan lagi, siapa yang akan menjaga keluarga kita? hah?! pikir! jangan hanya main emosi Bro!"
Moses mendengus kesal di depannya Maha lalu menghentakkan tubuhnya dengan kesal di bangku teras dengan penuh amarah. "Lalu apa rencana kamu?" tanya Moses kemudian.
"Di saat aku menyerahkan diri ke polisi. Aku menyerahkan semua bukti kejahatannya Goh yang secara otomatis menyerahkan bukti kejahatanku. Pihak kepolisian sudah menyita semua asetku untuk penyelidikan. Aku bangkrut sekarang ini. Jadi, aku nggak punya rencana sama sekali. Aku bahkan tidak punya tempat tinggal lagi sekarang ini" Maha mengusap dagunya sambil tersenyum tipis.
"Aku tahu itu. Aku tahu kalau kau menyerahkan diri ke polisi maka kau secara otomatis akan bangkrut untuk itulah aku udah menyiapkan rumah dan sebuah bisnis legal untuk kau kelola"
Maha langsung menoleh ke Moses dan menatap Moses dengan sorot mata penuh keharuan. Maha sungguh tidak menduga, seorang Moses Elruno adalah seorang yang dermawan dan tidak pendendam. "Maafkan aku selama ini. Maafkan perbuatan Kakek aku ke Kakek kamu, dan maafkan perbuatan Kakak Perempuanku"
__ADS_1
Moses menoleh ke Maha, "Itu sudah berlalu. Yang terpenting adalah sekarang ini dan bagaimana cara kita melangkah di masa depan dengan penuh kedamaian"
"Aku salut sama kamu. Kau ternyata berhati emas. Pantas kalau Melati begitu mencintaimu"
"Aku tidak sebaik itu. Justru aku yang merasa bersyukur bisa bertemu dengan Melati Arumi Putri. Melati adalah malaikat pelindung dan penyelamatku. Melati yang telah merubahku menjadi seperti sekarang ini dan tanpa my cute nanny, panggilan sayangku untuk istri cantikku itu, aku pasti sudah hancur atau bahkan sudah mati dari dulu" Kata Moses.
"Orang berhati polos seperti kamu pasti bertemunya juga dengan orang baik. Tidak seperti diriku yang berhati gelap ini, bertemunya juga dengan orang berhati gelap. Istriku berselingkuh dan aku juga yang telah membunuhnya" Maha tersenyum hampa tanpa makna.
"Aku hanya lebih beruntung saja darimu. Semua orang ada sisi baik dan gelapnya"
"Aku hanya memiliki Lili dan aku beruntung masih memilikinya. Aku juga merasa begitu bersyukur, Lili bisa bertemu dengan kalian dan bisa menikah dengan Elmo Elruno. Hampir saja aku salah langkah menikahkannya dengan Ivan Goh" Masa tersenyum ke hamparan rumput hijau di depannya.
"Terima kasih sudah membebaskan aku dari penjara dengan uang jaminan yang tidak sedikit" Maha menoleh ke Moses lalu ia tergelitik untuk bertanya, "ngomong-ngomong bisnis legal apa yang kau siapkan untukku?"
"Aku pernah dengar dari Elmo kalau kamu pandai membuat kopi. Aku belikan kamu kebun kopi dan kelola perkebunan kopi itu dengan baik untuk kegiatan di masa pensiun kamu" ucap Moses dengan senyum lebar.
"Hahahahaha" Maha langsung menggelegarkan tawanya ke udara.
"Kenapa kau tertawa?" Moses langsung mengernyit.
Moses ikutan tertawa lalu berkata, "dasar gila! aku sebentar lagi juga akan pensiun. Aku akan menepi ke pinggir pantai dengan Melati Aku ingin hidup damai dengan istriku tanpa memikirkan apapun dan mungkin menjadi seorang nelayan untuk menghidupi my cute nanny, istri tercintaku itu, hahahaha"
"Kamu beruntung ada yang menemanimu di masa pensiun kamu nanti. Aku akan sendirian" Maha menghembuskan napas dari kedua hidungnya dengan keras untuk melepas kesedihannya.
"Siapa bilang kau akan sendirian? Lili dan Elmo pasti akan mengunjungimu dengan cucu-cucu kamu. Kamu nggak akan sendirian" sahut Moses secara tulus untuk menyemangati Maha Adijaya.
Maha tersenyum dan berkata, "Terima kasih, Mo"
"Buyong Xie (tidak perlu berterima kasih)"
Maha terkekeh geli menatap Moses lalu berkata, "Wah! kau bisa berbahasa Tiongkok ternyata"
Moses melambaikan tangannya sambil terkekeh geli ia berucap, "aku hanya bisa bilang wo ai ni (aku mencintaimu), wo hen ai ni (aku sangat mencintaimu), Xie Xie (terima kasih), gong xi (selamat), zaoan(selamat pagi),wanan(selamat malam), dan zai jian (selamat tinggal). Kalau disuruh bikin kalimat atau nangkap kalimat yang panjang, aku nggak ngerti"
__ADS_1
Maha tertawa lepas dan berkata, "Dasar Moses Elruno"
Moses lalu menyerahkan kartu gold ke Maha, "Ini kartu unlimited, peganglah untuk biaya hidup kamu!"
Maha mengerutkan keningnya, "bukannya kartu unlimited itu berwarna hitam?"
"Aish! warna hitam itu kuno dan nggak menarik. Maka dari itu, aku minta khusus untuk aku, aku mau yang gold. Warna gold itu elegan dan cantik, hehehehe. Dan di dunia ini yang memiliki kartu unlimited berwarna gold hanya lima orang termasuk aku, hehehehe. Nih ambil!"
Maha menahan tangannya Moses yang masih menyodorkan kartu unlimited berwarna gold itu dan berkata, "terlalu banyak aku nggak bisa menerimanya"
"Terlalu banyak apa? Lili belum bekerja kan dan kamu juga bangkrut terus bagaimana kamu akan membiayai hidup kamu sehari-hari?"
"Aku masih punya bisnis jualan ikan dan hasil laut kecil-kecilan, cukup untuk makan sehari-hari. Masukkan lagi kartu gold kamu, lagian sepertinya aku lebih pantas pegang kartu berwarna hitam daripada gold, hahahaha"
Moses ikutan tertawa dan memasukkan kembali kartu unlimited gold-nya ke dalam saku kemejanya lalu ia bangkit, "Tidurlah! aku akan kembali ke kamarku, takut kalau Melati terbangun dan mencariku"
"Hmm" Maha tersenyum ke Moses.
"Kau bisa mulai tinggal di perkebunan kopi jika kau mau, besok aku akan suruh Ray memberikan kunci rumah dan sertifikatnya ke kamu"
"Hmm, terima kasih Mo"
Moses kemudian berjalan kembali ke dalam kamarnya dengan tekad baja, ia akan memburu Goh mulai besok.
Sesampainya di kamar, Moses segera melompat di atas ranjang ketika ia melihat Melati menggerakkan badannya dan mendesis. Moses mengelus bahunya Melati, "apa yang sakit?"
Melati membuka kedua matanya dan tersenyum ke Moses, "Sayang, kamu sudah makan?"
Moses menunjuk nampan, "tuh udah habis"
Melati tersenyum lalu masuk ke dalam pelukannya Moses, "peluk aku terus sampai pagi ya"
Moses segera memeluk Melati, mencium kening dan kelopak matanya Melati lalu berkata, "tidurlah! aku akan memelukmu terus"
__ADS_1
"Bernyanyi lah untukku, sayang"
Moses terkekeh geli lalu ia berkata, "baiklah" dan lagu berjudul ayah kesukaannya Melati, meluncur merdu dari mulutnya Moses membuat Melati terbuai dan kembali jatuh ke alam mimpi.