
Mereka akhirnya sampai di istana megahnya Moses Elruno. Moses membopong Melati dan Ray menggendong Chery, pak Joko mengekor mereka sambil menarik koper koper milik tuan dan nyonyanya. Mereka semua masuk ke dalam lift dan menuju ke kamarnya Moses.
Pak Joko hanya diijinkan sampai di depan pintu kamar lalu sopir pribadinya Moses itu pun pamit untuk turun kembali ke lantai satu.
Ray masuk ke dalam kamar tuannya dan langsung menaruh Chery ke dalam boxnya. Moses membaringkan Melati dengan hati hati di atas ranjang kesayangannya.
Ray balik melangkah keluar kamar untuk membawa masuk koper milik Moses dan Melati.
"Tuan, tas dan peralatannya Chery masih di bawah"
"Besok saja biar Ijah yang bawa naik ke sini. Pulang dan beristirahatlah Ray! terima kasih"
"Baik tuan, saya permisi" Ray keluar dari kamar mewah tersebut dan menutup pintunya dengan sangat pelan.
Moses masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan diri setelah selesai dan keluar dari kamar mandi, papa tampannya Chery itu melangkah menuju ke wastafel yang berada di bar mini kamarnya itu, lalu mencuci semua botol susunya Chery, kemudian memasukkan semua botol yang telah dia cuci ke dalam alat sterilisasi. Dia kemudian membaca box susunya Chery, menyimak cara membuat susu dengan seksama dan wajah serius.
Setelah genap dua puluh menit botol botolnya Chery berada di dalam alat sterilisasi, Moses mengambil salah satu botol tersebut dan mulai mencoba untuk membuatkan Chery, susu.
Tanpa Moses sadari, Melati telah membuka matanya. Gadis cantik itu tertegun sejenak melihat kamar mewah tersebut, kemudian mengedarkan pandangannya, dia berhasil menemukan suaminya, tengah memunggunginya dan nampak asyik membuat susu. Melati kemudian bangun dari ranjang super mahalnya Moses lalu dengan gerakan super lembut tanpa mengeluarkan suara, Melati mengambil lingerie dari dalam kopernya dan masuk ke dalam kamar mandi dengan mengendap - endap.
Melati telah berada di dalam kamar mandi yang luas dan mewah itu, dia mulai mencoba memakai lingerie-nya, tetapi ketika dia mematut diri di depan cermin besar yang ada di dalam kamar mandi tersebut dan mulai menatap pantulan dirinya yang sudah berbalut lingerie nan seksi, Melati menjadi malu dan nampak ragu ragu untuk keluar dari kamar mandi.
"Minim dan transparan kaya gini" gumam Melati.
Tok tok tok
Melati terlonjak kaget dan langsung memakai jubah mandi untuk menutupi lingerie-nya. Dia melihat jam dinding di dalam kamar mandi tersebut dan berucap "astaga" dia tidak sadar kalau ternyata dirinya sudah duduk di atas bangku kecil yang ada di dalam kamar mandi tersebut selama satu jam.
"Mel, kamu di dalam?" tanya Moses.
"Iya" jawab Melati.
"Kenapa lama sekali di dalam? kamu sakit perut? perlu aku ambilkan obat? atau aku bikinkan teh hangat?"
"Enggak, aku nggak apa apa" sahut Melati dari dalam kamar mandi.
Ceklek
Moses membuka pintu kamar mandi tersebut dengan kunci cadangan.
Melati terlonjak kaget dan langsung berdiri tegak mematung.
__ADS_1
Moses melihat istrinya dengan tatapan heran dan bingung "Ngapain pakai jubah mandi? kamu belum bawa baju ganti ya, emm sebentar aku ambilkan" Moses hendak berbalik badan.
"Berhenti!" Melati langsung membeku setelah mengucapkan kata itu.
Moses kemudian melangkah mendekati Melati dan mulai menyeringai penuh arti karena, dia bisa melihat ada kain berenda berwarna hitam, menyembul dari jubah mandi yang dipakai Melati.
Melati melangkah mundur dan berhenti saat tubuhnya membentur tembok.
Moses menarik tubuh Melati dan kini mereka berhimpitan.
"Gerah kan, buka aja!" Moses mulai menarik pelan tali jubah mandi itu.
Melati mencoba mempertahankan jubah mandinya dengan sekuat tenaga.
"Mel, nggak usah malu, tunjukkan sama aku ya!?" Moses lalu mencium bibirnya Melati dengan lembut tapi memabukkan, tangannya mulai membuka jubah mandi yang dipakai Melati saat Melati kelimpungan menerima ciuman panas dan liarnya Moses. Suaminya Melati itu, lalu membuang asal jubah mandinya.
Melati memejamkan mata dengan tubuh yang mulai menggigil karena, gairah.
Moses menarik bibirnya dari bibir manis istrinya untuk menatap istri cantiknya dalam balutan lingerie hitam berenda, transparan dan sangat menggoda.
Kedua tangannya Moses bergerak ke belakang dan menangkup bagian belakang tubuh istrinya yang terasa kenyal dan lembut lalu mengangkatnya. Moses kini menggendong Melati, tangan kanan melingkar di pinggang rampingnya Melati dan tangan kirinya memegang tengkuk Melati lalu mencium istri cantiknya itu semakin dalam dan semakin tidak terkendali.
Konglomerat muda super kaya itu melangkah keluar dari kamar mandi menuju ke ranjang mewahnya sambil terus menggendong Melati dan menjelajahi mulut Melati yang terasa sangat manis.
Moses kemudian melepas ciumannya sebentar untuk mengambil napas.
Melati tanpa sadar bergumam "jangan........"
Moses tersenyum sembari melepas kaosnya "jangan apa, sayang?"
Melati membuka matanya dan berucap lirih "jangan berhenti!"
Moses mengusap bibirnya Melati dengan jempol tangannya "aku tidak akan berhenti sayang karena, sudah terlambat sekarang untuk berhenti, dan kamu ternyata semakin pandai dalam berciuman, aku suka.
"Karena gurunya sangat pandai membimbingku" Melati menatap suaminya penuh gairah dan cinta.
Moses menyeringai senang dan berkata "akan aku lanjutkan lesnya ke tahap berikutnya, ya?"
Melati mengangguk dan melemas karena, deru jantungnya saat ini telah membuat sesak dadanya. Moses menempatkan tangannya di atas area yang lembut dan kenyal lalu meremasnya, dengan gerakan yang liar pria tampan itu menempelkan wajahnya di leher cantiknya Melati.
Melati tiba tiba mendorong Moses dengan pelan "sayang, Chery? ini saatnya Chery minum susu"
"Chery, aman sudah aku kasih susu tadi, sewaktu kamu bertapa di dalam kamar mandi, putri cantikku sedang menikmati mimpi indahnya saat ini, tidak akan mengganggu papanya yang akan lembur malam ini"
__ADS_1
Melati memukul dada bidang suaminya dan terkekeh geli.
Moses kembali menyusupkan wajahnya di leher cantiknya Melati. Bermain cukup lama untuk menyesap habis aroma sensual yang menguar dari tubuh istri tercintanya itu.
Mendengar erangannya Melati yang penuh kenikmatan semakin membuat Moses menggila, nadinya berdenyut liar.
"Aku mencintaimu, aku selalu mencintaimu" ujar Moses kepada Melati sembari menciumi pelupuk mata istrinya itu yang masih terpejam, lekuk rahangnya, sudut bibirnya, berdenyut di pangkal lehernya Melati lagi dan lagi, mendaratkan tanda kepemilikkannya.
Melati mendesah dan menggigit bibirnya lalu berucap di sela desahan dan erangan " aahhh, aahhh, kamu hebat, sayang" suara istrinya itu terdengar sangat merdu di indra pendengarannya Moses.
Tangan Moses terus melakukan gerakan meremas dan menggerayangi.
Entah kapan dan bagaimana bisa terjadi, tetapi sekarang tubuh mereka berdua benar - benar polos, tanpa balutan sehelai kain pun.
Di tengah deru napasnya yang menderu dan tidak beraturan karena cinta dan gairah, Moses berkata "sayang buka mata kamu dan lihat aku!"
Melati membuka matanya dan langsung takjub "sayang, kamu seksi dan a....a...aku membutuhkanmu sekarang, sayang"
Moses terkekeh senang karena, dia saat ini juga merasa perlu untuk berada jauh di dalam tubuhnya Melati, untuk merasakan tubuhnya mengeras di dalam istri cantiknya itu dengan cinta yang siap meledak.
Gerakan yang awalnya lembut menjadi liar dan tidak terkendali, bercinta dengan sangat intim dan sensual bersama dengan istri cantiknya merupakan sesuatu hal yang berbeda bagi Moses. Moses terus mengerang dan bergerak, tidak mampu untuk berhenti dan mendengar rintihannya Melati yang kesakitan di awal dia memasuki tubuhnya Melati.
Melati merintih lalu mendesah di antara kenikmatan yang dia rasakan. Air matanya secara alami menetes di sudut matanya Melati sebagai tanda penyerahan diri sepenuhnya pada pria itu, suaminya, Moses Elruno, yang sangat dia cintai.
Moses melepaskan diri dari Melati setelah melakukan serangan sebanyak tiga kali. Seolah tidak cukup jika dia melakukannya hanya sekali saja. Penyatuan mereka sudah menjadi candu bagi Moses.
Melati terkulai lemas dan nampak letih. Moses mengecup kening Melati dan berucap "terima kasih, sayang. aku mencintaimu"
Melati tersenyum senang "kamu hebat sayang, aku tidak menyangka akan seperti ini rasanya. Pengalaman baru bagi aku dan ternyata begitu hebat dan perih"
Moses langsung panik mendengar kata perih lalu melihat sudut matanya Melati ada sisa air mata yang akan mengering.
"Mel, maaf aku terlalu liar ya? aku menyakiti kamu, ya? maaf aku lupa kalau kamu belum berpengalaman" Moses meraup wajahnya dengan kasar.
Ketika melihat ada darah keluar bercampur dengan cairan miliknya. Moses semakin panik "sayang, kamu tidak apa apa? apa perlu kita ke rumah sakit sekarang? ada darah, sayang, ya ampun!"
Moses memakai kembali celana boxernya dan memeriksa miliknya Melati.
Melati merasa malu "sayang, aku malu"
"Kenapa malu? aku sudah melihat semuanya, serius kamu tidak apa apa, masih sakit? masih perih?" Moses mendongakkan wajahnya dan melihat Melati.
Melati tersenyum lemas dan menggelengkan kepalanya "aku hanya butuh memejamkan mata saat ini, aku sangat lelah, kamu brutal sih"
__ADS_1
Moses tertawa senang dan langsung melompat di atas ranjang, berbaring di samping istri tercintanya. Dia menyelimuti tubuh polosnya Melati dan berkata "tidurlah, aku akan jaga Chery!" dan mendaratkan kecupan di bibir istrinya yang nampak bengkak akibat dari ulahnya tadi.