
Keesokan harinya langit Tiongkok agak mendung seolah mengerti perasaannya Moses dan Elmo yang diliputi awan hitam kemarahan.di pagi hari itu.
Elmo bertekad hendak menemui Ivan Goh karena, berdasarkan cerita dari Lili, Ivan Goh yang memerintahkan gerombolan yang menyerang rumahnya Elmo kemarin dan hendak menculik Lili
Sedangkan Moses ingin mencari keberadaannya dokter Goh dan bikin perhitungan dengan papanya Ivan Goh karena, Goh sudah lancang mengacaukan hidup putranya dan perintahnya Goh telah membuat Melati-nya Moses terluka.
Elmo masih memeluk Lili yang belum membuka kedua kelopak mata cantiknya. Elmo sengaja menunggu istri tercintanya bangun dan menatapnya di pagi itu, sebelum Elmo berangkat menemui Ivan Goh.
Beberapa menit kemudian Lili berdecak, menguap dan mengangkat wajah manisnya. Dia langsung tersenyum dan mencium pipinya Elmo, "Kok masih memeluk aku? kau tidak ngantor hari ini?"
Elmo mengecup kening dan bibirnya Lili lalu berkata, "aku mungkin nggak seromantis Papa, nggak tahu juga romantis itu yang seperti apa tapi, aku hanya mengikuti kata hatiku, mulai hari ini dan seterusnya, aku ingin menatap kedua mata kamu di pagi hari seperti ini, sebelum aku memulai aktivitasku"
Lili tersenyum penuh cinta lalu mengecup bibirnya Elmo, "Kamu nggak akan telat kalau nungguin aku membuka mata. Kamu sih selalu membuatku bekerja lembur di malam hari jadinya aku sering bangun kesiangan"
Elmo terkekeh geli, "Ada Bagas sekarang ini jadi aku bisa sedikit santai. Telat dikit ke kantor nggak masalah asalkan aku bisa menatap senyum dan mata kamu yang indah ini setiap pagi" Elmo mengecup kelopak matanya Lili.
Lili melilitkan selimut di tubuhnya yang masih polos dan duduk menghadap Elmo "Kau sudah mandi?"
"Hmm, kenapa? kau ingin mandi denganku?"
"Apa sih. Aku cuma nanya" Lili merona malu dan Elmo segera.membopong Lili.
"Sayang! mau kau bawa ke mana aku?" pekik Lili.
"Kita akan mandi bareng"
"Tapi kau kan sudah mandi, wangi dan rapi, kamu akan basah lagi nanti"
"Asal basahnya bareng sama kamu, mau berkali-kali basah pun, aku nggak masalah"
"Dasar mesum"
"Mesum sama istri sendiri sah-sah aja kan" Elmo lalu menurunkan Lili di bawah shower dan menarik selimutnya yang terlilit di tubuhnya Lili.
"Sayang!" Lili terlonjak kaget dan tertawa malu saat ia berdiri polos di depannya Elmo tanpa sehelai benang pun terlilit di tubuh seksinya.
Elmo bersiul saat menatap Lili dan berkata, "kau sangat seksi dan sempurna sayangku" Elmo segera melepas semua bajunya dan merapatkan tubuhnya ke tubuh Lili. Mereka kemudian berciuman dengan sangat liar dan panas, kemudian kembali menyatukan raga mereka, di bawah guyuran air dingin yang mengucur deras dari shower.
Elmo harus berpuas diri menyatu sebanyak satu ronde saja dengan istri tercintanya di pagi itu karena, hari terus beranjak siang Lalu ia bergegas memakai setelan kantornya, berupa kemeja, jas, dan celana panjang kain. Setelah Lili selesai melilitkan dasi di lehernya Elmo. Elmo mengecup keningnya Lili dan mereka berjalan keluar dari kamar mereka dengan bergandengan tangan.
Saat mereka sampai di ruang makan semua mata tertuju ke mereka dan suasananya menjadi sedikit canggung karena, hanya Elmo dan Lili yang telat bergabung di meja makan saat itu.
Bryna dan Barnes langsung memekik senang saat mereka melihat Om tampan kesayangannya mereka yang sangat mereka rindukan dan si kembar langsung berebut duduk di pangkuannya Elmo. Tingkah laku jenakanya Bryna dan Barnes berhasil mencairkan suasana di meja makan.
__ADS_1
Elmo tertawa senang dan langsung mencium pucuk kepala si kembar,l dengan penuh kasih sayang dan kerinduan, "Nggak usah berebut! Om bisa memangku kalian berdua"
Bryna dan Barnes langsung anteng dan melanjutkan makan mereka di atas pangkuannya Elmo.
"Kapan kau sampai sini" tanya Elmo ke Bagas yang sudah tampak duduk bergabung dengan keluarganya.
"Saat kau masih asyik dengan istri kamu"
Elmo langsung melotot ke Bagas dan semua yang ada di meja makan langsung menggemakan tawa mereka.
Lili langsung menunduk malu dengan rona merah di wajahnya.
Elmo lalu bertanya ke si kembar, "Opa sama Oma mana?"
"Opa Moses dan Opa Maha, mengantarkan Oma Melati ke rumah sakit" sahut Bryna.
"Opa Maha diajak untuk menjadi penerjemahnya Opa Moses" sahut Barnes. Elmo lalu mengangkat kedua tangannya dan ia mengusap kepala si kembar dengan gemas, "Kalian makin hari makin pinter ya, Om bangga sama kalian"
Bryna dan Barnes tertawa bersamaan dan berkata dengan kompak, "makasih Om tampan"
Alfa berkata, "Goh melarikan diri dari penjara"
"Apa?!" Elmo dan Lili membuka suara secara bersamaan.
Elmo segera mengangkat Bryna lalu Barnes dari atas pangkuannya dan berkata, "Maaf Om harus segera ke kantor" Elmo mengusap pucuk kepalanya si kembar lalu ia menoleh ke Bagas, Bagas ayok kita berangkat sekarang dan makasih ya Gideon, nanti kabari lagi kalau kamu udah dapat kabar dari Om Rio"
Bagas langsung bangkit dan Gideon tersenyum sambil mengacungkan jari jempolnya ke Elmo. Dan semuanya lalu berkata ke Elmo, "Hati-hati!"
"Terima kasih semuanya. Aku berangkat dulu" Elmo mengusap pipinya Lili lalu ia bergegas keluar menuju ke mobilnya.
"Aku tahu kita akan ke mana sekarang ini" sahut Bagas sambil menekan pedal gas mobil yang ia kendarai.
"Bingo! kita ke rumah sakit untuk menemui Ivan. Aku akan cari tahu di mana ia menyembunyikan Papanya"
"Kita harus bertindak cepat sebelum Papa kamu dan Papa mertua kamu bertindak karena, kedua Papa kamu itu jika bertindak suka ngawur dan di luar akal sehat manusia pada umumnya, ngeri sendiri aku"
Elmo langsung menggemakan tawanya, "Iya kamu benar tapi, aku beruntung memiliki mereka berdua"
"Emm, aku mau nanya nih"
"Apa?" Elmo menoleh ke Bagas.
"Bintang udah punya pacar belum?"
__ADS_1
Elmo terkekeh lalu menepuk pundaknya Bagas, "belum. Kenapa, kamu naksir Bintang?"
Bagas menganggukkan kepalanya tanpa ragu.
Elmo tersenyum lebar dan berkata, "kejar saja! Bintang gadis yang sangat baik yeaaahhh walaupun tomboy tapi dia juga memiliki sisi kelembutan. Dia mirip banget dengan Celyn adikku makanya aku bisa langsung akrab dan bersahabat dengannya.
Bagas tersenyum, "terima kasih untuk dukungannya Bro. Aku akan mengejar Bintang sampai dapat"
"Chiaayooo!" sahut Elmo.
Melati menghela napas panjang saat ia melihat Moses dan Maha kembali bersitegang. "Ada apalagi sih?"
"Maha bilang kalau dokter terbaik di sini tuh dokter cowok bernama Lee......Ah bodo amat! aku nggak butuh nama lengkap dokter itu. Dan iya tentu saja aku nggak mau lah kamu diperiksa oleh dokter cowok. Luka kamu kan ada di perut, di kening, hidung dan.......bibir. Aku nggak mau kamu disentuh dokter cowok di semua area itu, cih!"
Maha diam saja dengan wajah merengut dia bersandar di tembok rumah sakit sambil melipat tangan.
"Lalu?" Melati mulai melipat kedua tangannya.
"Tapi dia....." Moses menunjuk Maha dengan kesal. "Waktu kamu diantar suster ke toilet dan aku menerima telepon dari Ray tadi, dia mendaftarkan nama kamu ke dokter cowok itu si Lee siapa itu"
"Nggak tahu berterima kasih. Aku udah jadi penerjemah gratis buat kamu dan mendaftarkan Melati ke dokter yang paling bagus di sini malah kamu omeli. Salah aku di mana coba?" Maha melotot ke Moses dengan kesal.
"Kau......" Moses melangkah mendekati Maha dan Melati yang duduk di atas kursi roda segera menahan lengannya Moses, "Ssstt! jangan ribut! ini di rumah sakit!"
"Tapi dia suka cari gara-gara" Moses menggeram ke Maha dan Maha langsung melengos. Maha kesal kepada Moses dan tidak sudi menatap Moses saat itu.
Melati mengusap lengannya Moses dan berkata, "daftar ulang aja kan bisa, cabut berkas ku dan pindahkan ke ruangannya dokter yang cewek. Berkasku kan masih di luar tuh belum dibawa masuk"
Moses segera mengambil berkasnya Melati dan dia taruh berkasnya Melati ke meja yang berada di depan ruang praktek dokter perempuan sambil melirik kesal ke Maha.
Maha menoleh ke Moses dan bergumam, "dasar tukang cemburu"
"Kau bilang apa tadi?" Moses mendekati Maha dengan wajah kesal.
Maha memainkan bibirnya dan tidak menjawab pertanyaannya Moses.
"Lihat kan, dia selalu bikin kesal"
"Sayang, duduk aja deh atau aku akan telepon Gideon untuk menjemputku pulang?" sahut Melati.
Moses langsung duduk dan menunggu nama Melati dipanggil.
Maha masih berdiri dan bersandar di tembok. Ia kembali beradu pandang dengan Moses dan keduanya masih dikuasai rasa jengkel akan satu dengan yang lainnya.
__ADS_1