My Cute Nanny

My Cute Nanny
Panggil aku, kakak!


__ADS_3


"Kamu ingat wajah anak laki laki ini?" tanya Moses sambil menyodorkan foto dirinya kepada Melati.


"Aaah, iya saya ingat, tuan. Kakak ini yang mengajak saya bermain layang layang berbentuk capung dulu, emm, waktu itu saya masih berumur tiga tahun" kata Melati.


"Kamu dulu memanggilnya kakak, kenapa sekarang ini memangilnya tuan?" tanya Moses sambil tersenyum menatap Melati yang tengah mengamati foto dirinya.


Melati mengalihkan pandangannya untuk menatap tuannya "maksud tuan, i...i...ini foto tuan waktu kecil? aaahhh menggemaskan sekali, dulu tuan gendut, tapi tampan" kata Melati.


"Maafkan aku ya" kata Moses lirih.


"Untuk apa, tuan?" tanya Melati.


"Papa kamu meninggal karena menolongku. Aku menyesal Mel, maafkan aku karena telah membuat kamu kehilangan seorang papa" kata Moses dengan wajah sendu.


Grab


Melati meraih tangannya Moses yang ada di atas meja.


Moses menatap tangannya Melati yang kini menggenggam tangannya.


"Saya tidak pernah menyalahkan tuan. Tuan masih kecil waktu itu. Lagipula tuan tidak bersalah. Papa juga pasti merasa bahagia melihat tuan dari Surga sana. Papa pasti bahagia kalau tahu bahwa tuan masih hidup dan sehat saat ini" kata Melati.


"Kenapa kamu harus jadi orang sebaik ini, Mel. Paling tidak caci maki aku atau pukul aku" Kata Moses mulai menundukkan kepalanya dan terisak menangis.


Melati berdiri dari tempatnya duduk dan melangkah mendekati Moses. Dia memeluk tubuhnya Moses, mencoba untuk menenangkannya.


"Maafkan aku" kata Moses sembari membalas pelukannya Melati dan semakin hebat tangisnya.


"Sudah tuan, jangan menyalahkan diri tuan sendiri seperti ini. Semua sudah berlalu dan Melati tidak pernah menyalahkan tuan karena memang tuan tidak bersalah, oke?!" kata Melati sembari menepuk nepuk pelan punggung tuannya.


Moses melepaskan diri dari pelukannya Melati.


Moses mendongakkan wajahnya untuk menatap Melati yang masih berdiri di depannya.


Moses menatap matanya Melati. Indahnya mata itu, ya Tuhan. Ingin rasanya aku menjadi orang pertama yang dia tatap di setiap pagi. Lalu Moses menatap bibir indahnya Melati. Bibir mungil, tipis berwarna pink itu sungguh menggoda untuk disentuh dan dinikmati. Batin Moses.


Shit! pikiran apa ini. Dasar Moses Elruno brengsek. Umpat Moses di dalam hatinya.


Melati menghapus air matanya Moses yang menetes di kedua pipinya Moses dengan kedua tangannya. Lalu cewek lembut nan cantik itu kembali duduk ke tempatnya semula saat melihat tuannya sudah kembali tenang.


Tiba tiba.........


"Kamu pacar barunya Moses ya?" ada seorang cewek seksi berkulit putih mulus dan berambut panjang bergelombang.


"Cindy? kamu kok bisa masuk ke sini?" Moses langsung menggertakkan giginya.


Cindy, apa ini pacarnya tuan Moses. Batin Melati.


"Kamu tahu siapa dia?" tanya Cindy masih mengamati Melati.

__ADS_1


Melati menganggukkan kepalanya.


"Kamu tahu tapi masih mau diajak berkencan sama dia? Cih! wanita murahan" kata Cindy dengan senyum sinisnya.


"Jaga bicara kamu! dia adikku" kata Moses secara spontan.


Cindy langsung menoleh ke arah Moses dan tertawa terbahak bahak lalu berkata "cih! kau kira aku bodoh! adik dari mana?"


"Dia adikku, terserah kamu mau percaya atau tidak, aku tidak peduli. Pergilah sebelum aku bertindak kasar sama kamu!" kata Moses mulai menahan geram.


"Aku nggak akan pergi sebelum kamu menerima aku kembali sebagai pacar kamu. Aku masih mencintai kamu. Aku bahkan rela menjadi ibu dari anak kamu" kata Cindy sembari berusaha menggenggam tangannya Moses yang ada di atas meja.


Tetapi dengan cepat, Moses menarik tangannya.


"Pergi! atau aku akan seret kamu keluar" kata Moses.


"Sayang, maafkan aku!" kata Cindy yang langsung duduk bersimpuh di depan kakinya Moses.


Moses memencet ponselnya untuk memanggil dua orang pengawalnya masuk ke dalam.


"Apa perintah anda, tuan?" tanya kedua pengawalnya Moses begitu sampai di hadapan tuannya.


"Bawa dia keluar!" kata Moses.


"Baik, tuan" kedua pengawalnya Moses langsung mengangkat dan menarik tubuhnya Cindy lalu membawa keluar Cindy dengan paksa.


"Moses Elrunooooo aku akan terus mengejar kamu sampai dapat!!!" jerit Cindy penuh emosi.


"Jangan gampang menaruh belas kasihan sama seseorang, Mel! Kenali dulu situasinya!" kata Moses.


"Tuan, kenapa tadi tuan mengatakan kalau saya adalah adiknya tuan?" tanya Melati.


"Kamu memang adikku. Sejak pertama kali kita bertemu dua puluh tahun yang lalu, aku sudah menganggap kamu sebagai adikku. Sayangnya karena shock setelah mendengar kabar jatuhnya pesawat pribadinya papaku, aku melupakan kamu, maaf" kata Moses.


"Tuan berhenti berkata maaf mulai dari sekarang. Anda tidak melakukan kesalahan apapun" kata Melati.


"Terima kasih banyak, Mel" kata Moses.


"Emm, aku minta mulai dari sekarang, kamu memanggil aku, kakak!" kata Moses.


"Hah? mana boleh, tuan" kata Melati.


"Boleh, aku ijinkan!" kata Moses.


"Tapi, Melati tidak berani tuan" kata Melati.


"Kenapa takut?" tanya Moses.


"Karena tuan adalah bosnya Melati, yang menggaji Melati. Mana berani, Melati memanggil anda dengan sebutan kakak" jawab Melati.


"Aku sudah bilang, aku yang ijinkan! cobalah panggil aku, kakak!" kata Moses.

__ADS_1


"Maaf, tuan. Melati belum bisa memanggil tuan seperti itu" jawab Melati.


"Hufffttt baiklah! aku tidak akan memaksa kamu. Tapi aku berharap suatu saat nanti kamu bisa memanggil aku, kakak" kata Moses.


Melati hanya diam menatap Moses sambil mengunyah makanannya.


Mereka akhirnya pulang setelah menyelesaikan makan siang mereka dan menyelesaikan semua yang mengganjal di hatinya Moses selama ini. Kecuali kata cinta yang masih disimpan rapat oleh Moses di sudut terdalam hatinya.


Moses merasa lega Melati tidak membencinya. Bahkan sudah memaafkan dia sedari dulu kala. Tidak pernah ada dendam dan amarah di dalam hatinya Melati selama ini untuk seorang Moses Elruno.


Melati juga merasa semakin aman dan nyaman berada di dekatnya Moses, setelah tahu kalau Moses adalah anak kecil yang dulu ditolong oleh papanya.


Mereka kembali ke kamar mereka masing masing. Ray, langsung menerima bingkisan dari Moses. Moses membawakan nasi goreng seafood kesukaan Ray. Ray, langsung melahapnya di ruang makan.


Chery tertidur lelap di dalam box. Melati kemudian berganti baju dan merebahkan diri di atas kasur.


Tidak begitu lama, ada pesan text masuk ke dalam ponselnya.


Suatu pemberitahuan kalau nilai tugasnya Melati mengenai kajian penyimpangan perilaku playboy, mendapatkan nilai tertinggi.


Melati sangat gembira. Dia secara spontan hendak berlari mencari Moses untuk mengucapkan terima kasih. Berkat Moses yang bersedia dia wawancarai malam itu, dia mendapatkan nilai terbaik.


Tetapi kemudian dia mengurungkan niatnya untuk menemui Moses, dia takut kalau Moses tidak berkenan dia temui saat ini.


"Aaah, nanti saja kalau tuan Moses ke sini menengok Chery, aku akan berterima kasih" gumam Melati.


Sementara itu Awan, tampak merenung di dalam kamarnya.


"Aku harus mulai menyelidiki papa sepertinya. Aku juga menjadi penasaran nih, kenapa papa ngotot banget menjodohkan aku sama Cleo" gumam Awan.


"Mulai nanti, kalau papa keluar rumah, aku akan mulai membuntutinya" kata Awan kepada dirinya sendiri.


"Semoga aku tidak akan menjadi kecewa, setelah mengenal lebih dekat papaku sendiri" Awan masih bergumam sendiri di dalam kamarnya sembari rebahan.


Dipo Herlambang menelepon seseorang di luar sana. Dipo terus berada di dalam ruang kerjanya sejak jam makan siang tadi dan belum balik lagi ke kantornya


"Kita ketemuan di klub malam biasanya jam sebelas malam" kata Dipo Herlambang dan langsung menutup sambungan teleponnya.


Pada saat Awan keluar dari kamarnya hendak turun ke lantai bawah, dia melewati ruang kerja papanya dan tanpa sengaja mendengar ucapan papanya tersebut.


Ngapain papa ke klub malam. Jadi selama ini papa tidak lembur di kantor, tapi kelayapan ke klub malam. Tanya Awan di dalam hatinya sembari terus melangkah menuju ke lantai bawah.


Benar kata tuan Moses Elruno, tenyata aku belum mengenali papa aku sendiri. Apa selama ini, tuan Moses tahu sesuatu mengenai papaku. Aaah, tapi kalau aku tanya sama tuan Moses, dia nggak akan menjawabnya. Aku harus cari tahu sendiri. Awan berdiri di depan pintu lemari esnya sembari merenungkan semua hal mengenai papanya akhir akhir ini.


"Wan, kok melamun?" mamanya Awan menepuk pelan pundaknya Awan.


"Mama, bikin kaget aja" kata Awan langsung membuka lemari esnya dan mengambil susu kotak cokelat kesukaannya lalu menoleh ke arah mamanya dan mencium singkat pipi mamanya.


Awan menyobloskan sedotan di atas susu kotak tersebut dan mulai menyedotnya.


Awan kembali melangkah balik ke kamarnya dan masih nampak merenungkan sesuatu.

__ADS_1


Mamanya hanya bisa menggeleng nggelengkan kepalanya menatap tingkah konyol putra tunggalnya yang super ganteng itu.


__ADS_2