
Elmo dan Loly datang ke rumah sakit tepat di saat Alfa telah melewati masa kritis dan dipindah ke kamar rawat inap VVIP dengan ditemani Rini, Celestia, Melati dan Moses.
Raja mengalami robek di pelipis kanan, memar di rahang dan sudut bibirnya. Buku-buku jarinya Raja pun nampak memar dan ada sisa darah mengering di sana. Celana kainnya pun robek dan menampakkan lutut kirinya ada luka yang tidak begitu parah di sana.
Raja keluar dari ruang UGD dan duduk di bangku yang tersedia di depan kamar VVIP tempat Alfa terbaring lemah dan belum sadarkan diri. Raja duduk berjajar dengan adik-adiknya.
Elmo menelepon kak Chery-nya dan mengabarkan kalau kak Raja-nya baik-baik saja walaupun terdapat banyak luka di badannya. Chery pun menghela napas lega.
Loly diam membisu karena, dia merasa semua terluka karena, dia. Maha Adijaya, papa kandungnya yang sudah melukai keluarga angkatnya, keluarga yang mau menerima dia apa adanya, keluarga yang mau merawat, mengasuh, membiayai pendidikannya dengan penuh cinta kasih yang tulus. Hati Loly terasa begitu pedih dan justru membuatnya menjadi sesak napas dan tidak mampu untuk menangis.
Elmo merangkul Loly dan berkata, "jangan berpikiran yang enggak-enggak!"
Loly hanya menunduk diam dan tetap membisu. Dia hanya berani menatap lantai rumah sakit tersebut karena, hati nuraninya melemah untuk berani menatap ke semuanya. Gadis manis kekasihnya Elmo itu, didera rasa bersalah yang begitu besar.
Melati merangkul Rini sambil menceritakan semuanya ketika Rini menanyakan masalah apa yang sebenarnya terjadi sampai Alfa, suaminya terluka begitu parah.
"Loly? semua karena, papa kandungnya Loly?" kemarahan terdengar di nada bicaranya Rini.
"Loly bersih. Dia tidak tahu menahu soal Maha Adijaya. Walaupun dia putri kandungnya Maha tapi, Loly bersih dan tulus sama kita" sahut Moses.
Rini nampak gamang saat dia menatap Moses.
Melati terus merangkul Rini dan mengelus bahunya Rini lalu berucap, "jangan menyalahkan Loly, aku mohon! kasihan anak itu"
Rini menepis tangannya Melati lalu menatap tajam ke Melati, "aku nggak menyalahkan Loly tapi aku juga nggak bisa mengabaikannya begitu saja. Bagaimanapun juga, kak Alfa, suamiku terluka parah karena, papa kandungnya"
Melati kaget mendengar ucapannya Rini dan langsung berkata, "Rin! jangan begitu! aku mohon! mana Rini yang lembut, penuh kasih dan tidak pendendam yang selama ini aku kenal?"
"Lalu, kalau yang terbaring saat ini adalah kak Moses gimana? apa yang akan kamu lakukan?" Rini masih mengeraskan wajahnya ke arah Melati.
Melati hendak menjawab pertanyaannya Rini tapi Moses langsung memegang pundaknya Melati dan berucap ke Rini, "kalau aku yang terbaring di sana, Melati tetap nggak akan menyalahkan Loly karena, Loly memang nggak layak untuk disalahkan"
"Iya Rin. Kasihan Loly dan........"
"Aku mohon kalian pergi! tinggalkan aku dan kak Alfa sendiri! aku nitip Celestia" ucap Rini tanpa memandang ke arah Melati.
Melati mendesah panjang, menepuk pundaknya Rini lalu bangkit dan mengajak Moses juga Celestia untuk keluar dari kamar rawat inapnya Alfa.
Di saat Moses dan Melati keluar dan menutup pintu kamarnya Alfa, Loly bangkit dan langsung bersimpuh di depannya Moses dan Melati. Gadis manis itu menundukkan wajahnya dan langsung berkata, "maafkan saya tuan Moses! maafkan saya, ma"
Loly memang memanggil Melati dengan sebutan mama namun, dia belum bisa memanggil papa ke Moses Elruno karena, Loly merasa tidak pantas menyebut papa ke Moses Elruno yang begitu hebat dan berkharisma di matanya.
Melati ikutan bersimpuh dan langsung memeluk Loly, "untuk apa kamu meminta maaf? kamu nggak bersalah, sayang. Sekarang berdirilah!" Melati membantu Loly untuk bangkit.
__ADS_1
Loly berdiri dengan masih menatap lantai rumah sakit tersebut.
Moses Elruno merasa tidak tega melihat Loly lalu mendesah panjang dan pergi begitu saja meninggalkan semuanya. Melati menepuk pundaknya Loly secara singkat sambil berkata, "duduklah! jangan mikir yang tidak-tidak?" lalu Melati mengejar Moses.
Melati langsung menggelungkan lengannya di lengan Moses dan berkata, "sayang, kamu mau ke mana?"
Ray berjalan pelan di belakang Melati dan Moses sambil terus memikirkan cara untuk menghadapi Maha Adijaya.
"Aku nggak tega melihat Loly seperti tadi, makanya aku pergi dan aku nggak akan ke mana-mana"
"Benarkah? kamu jangan menemui Maha tanpa ijin dariku!" Melati langsung melotot ke Moses.
"Jangan melotot gitu! aku cium mau?"
"Uhuk!" Ray berdeham untuk menunjukkan keberadaannya agar tuan Moses Elruno-nya tidak mencium Melati di depannya.
"Apa Ray? batuk? kalau batuk makan permen jahe biar lega!" sahut Moses tanpa menoleh ke Ray.
"Iya, tuan" sahut Ray.
Melati yang paham betul arti berdeham-nya Ray langsung mengulum bibir menahan geli.
Moses melirik ke Melati dan berucap sambil terus berjalan menuju ke mobilnya, "tadi melotot sekarang senyum-senyum, hmm, sepertinya kamu udah membangunkan seekor singa, nih"
"Uhuk!" Ray kembali berdeham dan Melati langsung menepuk dadanya Moses, "kalau sampai singa-nya bangun saat ini juga malah akan aku kasih hukuman nggak akan aku kasih jatah untuk selamanya"
Ray tertawa lirih di belakang kemudi mobil mewah itu sambil mulai meluncurkan mobil itu untuk pulang ke rumah, berkoordinasi dengan pak Gatot, jenderal polisi koleganya Grey dan Moses bahkan Grey, Rio, Charlie, dan Dave pengacaranya Grey yang masuk dalam The G-team juga menunggu Moses di sana.
Mereka bersiap untuk mengatur strategi melawan Maha Adijaya.
Loly semakin sedih ketika Moses pergi meninggalkannya begitu saja tanpa meninggalkan sepatah kata pun untuknya. Loly salah menangkap arti kepergiannya Moses dan menganggap kalau Moses Elruno, menyalahkannya.
Raja menyenggol bahunya Elmo, "ajak Loly ke mana dulu sana! hibur dia!"
"Iya kasihan kak Loly berdiri di depan pintu dan terus menundukkan wajahnya seperti itu" sahut Celyn.
Celestia hanya diam lalu melangkah duduk di sebelahnya Celyn.
Elmo mengelus tengkuknya, "baik! aku ajak Loly mencari udara segar dulu sebentar ya?" lalu bangkit dan langsung merangkul Loly dan mengajaknya pergi ke taman favorit mereka.
Saat telah sampai di dalam mobil, Loly langsung berucap, "bisakah kau antar aku ke hotel? aku ingin menginap di hotel saja malam ini"
Elmo melepas kembali sabuk pengamannya dan menghadapkan tubuhnya ke Loly, "kenapa menginap ke hotel?"
__ADS_1
"Aku malu untuk pulang ke rumah dan sepertinya papa kamu marah sama aku tapi aku tidak menyalahkan papa kamu. Wajar kalau papa kamu marah karena, adik sepupu kesayangannya terluka begitu parah dan belum sadarkan diri sampai saat ini" ucap Loly dengan suara bergetar menahan tangis.
"Papa bukan orang yang gampang marah tanpa sebab dan papa tidak pernah menyalahkan orang lain tanpa alasan yang kuat. Jadi jangan......."
"Tolong antarkan aku ke hotel" keseriusan terdengar di nada bicaranya Loly.
"Tapi, jika kamu menginap di hotel siapa yang akan menjaga kamu? Maha........"
"Maha adalah papa kandungku. Aku rasa Maha nggak akan menyakitiku dan hotel adalah tempat umum banyak CCTV aku rasa Maha nggak akan nekat untuk menemuiku, mencelakaiku bahkan menculik ku!" Loly mulai memekik karena, kesedihan, frustasi, dan amarah yang dia limpahkan untuk dirinya sendiri tanpa dia sadari membuatnya meninggikan nada bicaranya ke Elmo.
"Baiklah" ucap Elmo lirih sambil memasang kembali sabuk pengamannya dan meluncurkan mobil kesayangannya menuju ke hotel The Rain, hotelnya Greyson Adi Wijaya Simpson,. Elmo memercayai keamanan hotelnya Grey maka dia memutuskan akan mengantar Loly ke hotel tersebut.
Elmo memesankan kamar VVIP untuk kenyamanannya Loly lalu mengantarkan Loly hingga masuk ke dalam kamar tersebut.
Elmo dan Loly duduk bersebelahan di atas sofa mewah kamar VVIP itu. Keheningan tercipta, rasa canggung menguasai kedua insan yang saling mencintai itu karena, baru pertama kalinya bagi mereka berada di dalam kamar sebuah hotel berduaan saja.
Loly menunduk sambil memainkan jari jemarinya di atas pangkuannya dia berucap, "bagaimana kalau kamu menginap di sini malam ini?"
Elmo menoleh kaget ke Loly, "sayang, jangan berkata yang enggak-enggak. Aku pulang aja ya, aku ambilkan baju ganti kamu dulu dan......."
"Apa aku jelek? tidak menarik?" ucapan lirihnya Loly langsung memotong ucapannya Loly.
"Apa maksud kamu berkata seperti itu? aku sangat mencintaimu kamu tahu itu, kan? dan........"
"Kenapa kamu tidak pernah menciumku?" ucap Loly.
"Itu karena....hmmmmpppt!!" Elmo tidak bisa melanjutkan ucapannya karena secara tiba-tiba bibirnya Loly mencium bibirnya dan terus menciumnya dengan tanpa pengalaman, Loly mencoba bereksperimen dengan ciumannya.
Loly berzodiak Cancer dan kebanyakkan cewek berzodiak Cancer, menyukai keintiman yang emosional maka Loly pun mencium Elmo dengan keintiman yang emosional. Elmo terbuai dan menanggapi ciumannya Loly dengan lembut namun penuh emosional sesuai dengan apa yang diharapkan Loly.
Otak Elmo yang cerdas dengan cepat bisa merespons dengan tepat ciuman yang diinginkan oleh Loly.
Di saat Loly menarik diri untuk bernapas, Elmo langsung memegang kedua bahunya Loly, "apa sebenarnya yang ada di dalam pikiranmu?"
Loly menundukkan wajahnya dan berucap "jika kamu menghamiliku, aku rasa semua masalah keluarga kita akan bisa terselesaikan"
Elmo langsung bangkit berdiri, "nggak! aku nggak akan menghamili kamu di luar nikah. Itu nggak adil buat kamu"
"Kalau gitu nikahi aku sekarang juga!" Loly menantang Elmo.
Elmo masih berdiri dan berucap, "Kita masih tujuh belas tahun, masih belum cukup matang untuk me........."
"Kalau kamu nggak mau menikahiku dan nggak mau menghamiliku maka pergilah! tinggalkan aku sendiri di sini tanpa senyuman dan cinta palsumu!" pekik Loly penuh dengan kesedihan dan rasa frustasi.
__ADS_1
Elmo memandang kecewa ke Loly lalu berputar badan, membanting pintu kamar itu dan pergi meninggalkan Loly begitu saja.
Loly berteriak histeris dan menangis sekencang-kencangnya untuk melepaskan segala lara dan pedih di hatinya.