
"Tuan ada satu lagi kabar yang mengejutkan" kata Ray sembari fokus menyetir.
"Apa lagi?" Moses bertanya sembari menyadarkan kepalanya di atas jok mobilnya. Moses terserang rasa kantuk yang begitu hebat karena, begadang semalam menjaga Chery.
"Kemarin malam sekitar jam sebelas malam, anak buah saya mendapati papanya Awan ketemuan dengan Cleo" kata Ray, sembari melihat tuannya dai rear-mirror vision, "anda mengantuk, tuan?"
"Hmm" jawab Moses sembari memejamkan matanya.
"Anda tidak heran kenapa Dipo Herlambang menemui Cleo?" tanya Ray.
"Apa peduliku jika Dipo ketemuan dengan seorang cewek" jawab Moses acuh tak acuh.
"Cleo itu cewek yang tadi meminta maaf sama Melati, tuan" tambah Ray.
Moses langsung membuka matanya dengan sangat terpaksa, kantuk yang dirasakan sudah sangat akut. Cowok tampan super kaya itu lalu berkata di tengah kantuknya "Dipo ketemuan dengan cewek yang akan dia jodohkan dengan anaknya, malam malam untuk apa? mengatur perjodohan nggak mungkin hanya berdua saja dilakukan larut malam, kan?"
"Saya sudah mendapatkan info dari salah seorang pelayan restoran tempat mereka mengadakan pertemuan. Pelayan tersebut dibayar oleh anak buah saya untuk ikutan masuk ke dalam private room yang mereka pesan dan berhasil merekam semua pembicaraan mereka. Anak buah saya sudah mengirimkannya ke saya, rekaman suara tersebut via email" Ray berkata panjang lebar dan melihat lewat rear-mirror vsion, tuannya tertidur pulas.
Ray menggeleng nggelengkan kepalanya. "beristirahatlah tuan! anda pasti capek memikirkan banyak hal, sendirian" gumam Ray penuh rasa simpati.
Sementara itu di rumahnya Moses terjadi hal yang tidak diharapkan.
Di saat Melati dan Alfa asyik mengobrol tiba tiba masuk lima orang cowok asing berbadan kekar, ke dalam ruang tamunya Moses.
Alfa dan Melati langsung berdiri. dua orang pelayan cewek yang berdiri di dalam ruang tamunya Moses pun ikutan kaget dan ketakutan.
"Siapa kalian? bagaimana kalian bisa masuk ke sini?" tanya Alfa heran.
Setahu Alfa, sistem keamanan di rumahnya Moses sangatlah canggih, mustahil ditembus oleh orang luar. Ditambah lagi ada satpam dan para pengawal yang berjaga di baris depan istana megahnya Moses.
Shit! pasti ada pengkhianat di dalam rumah ini. Batin Alfa kesal.
"Aku butuh dua cewek itu" kata salah seorang gerombolan itu sambil menunjuk ke arah Melati yang tengah menggendong Chery.
"Mel, masuk ke kamar dan kunci pintunya, hubungi Moses, cepat!" kata Alfa berbisik di telinganya Melati.
Melati dengan sigap langsung berbalik badan dan berlari masuk ke dalam kamarnya.
Orang yang hendak menyusul Melati langsung ditarik oleh Alfa dan dibanting ke lantai.
Alfa yang lumayan jago ilmu bela diri, mencoba menghadapi kelima orang tidak diundang itu, sendirian.
Bak buk bak buk
Alfa mulai beraksi menghadapi mereka.semua demi melindungi Melati dam Chery.
Pelayan cewek dengan sigap langsung menghubungi polisi dengan ponselnya.
Melati mengunci pintu kamarnya dan menaruh Chery di dalam box lalu menelepon ponselnya Ray.
__ADS_1
"Halo, Mel?" tanya Ray sambil menyetir mobil.
"Kak, cepat pulang sekarang! Ada penjahat yang berhasil masuk ke dalam rumah, mereka menginginkan Chery dan aku" Kata Melati dengan suara bergetar.
Ray, langsung membalikkan si hitam menuju ke rumahnya Moses. Dengan kecepatan tinggi.
Ray, menghubungi anak buahnya yang ia tugaskan untuk berjaga di rumahnya Moses tetapi tidak ada sahutan. "Shit! ada pengkhianat nih" Ray menggeram kesal.
Moses masih pulas tertidur. Ray berniat akan membangunkan tuannya saat tiba di rumah nanti. Saat ini dia fokus melajukan si hitam dengan kecepatan tinggi menuju ke rumahnya Moses.
Alfa sudah mulai kewalahan menghadapi kelima orang tersebut. Shit! tangguh juga mereka ini. Kata Alfa di dalam hati.
"Hahaha, kamu tidak akan mungkin menang melawan kami semua, menyerahlah!" kata salah seorang dari gerombolan tersebut.
Alfa mencoba untuk menarik mereka semua keluar dari ruang tamu menuju ke teras depan. Alfa merasa kalau gerakannya terbatas jika harus duel di dalam ruang tamu.
"Maju kalian!" kata Alfa sambil mengayunkan tangannya.
Tidak begitu lama Moses dan Ray pun datang. Moses langsung turun dari mobil dan membantu Alfa.
"Kamu mundur saja, biar aku yang hadapi mereka!" kata Moses sembari menoleh sekilas ke arah Alfa yang sudah mulai tampak kelelahan.
"Aku baik baik saja brother, kita selesaikan secepatnya, sebelum polisi datang!" kata Alfa sambil melayangkan tendangan mautnya ke salah satu gerombolan tersebut.
Kebiasaannya Raymond sebelum bertarung dalam segala hal, baik bertarung fisik maupun bertarung otak, dia selalu menaruh ujung jarinya di atas mulutnya dan menatap tajam lawannya.
Ketiga cowok keren itu pun akhirnya berhasil melumpuhkan kelima gerombolan tersebut bertepatan dengan bunyi sirene mobil polisi yang memasuki pekarangan rumahnya Moses Elruno.
Moses menyuruh Ray untuk mengurus semuanya dan dia langsung melangkah lebar setengah berlari menuju ke kamarnya Melati.
Alfa meringis kesakitan berjalan pelan untuk masuk kembali ke ruang tamunya Moses. Alfa duduk sembari menyandarkan kepalanya di atas sofa.
Tok tok tok
"Mel, ini aku" kata Moses dari luar kamar.
Ceklek
Pintu terbuka dan Moses langsung memeluk Melati. Melati langsung membeku di dalam pelukannya Moses.
Moses melepaskan pelukannya dan membolak balikkan badannya Melati lalu melihat wajahnya Melati dengan seksama. Mulai dari dahi, hidung, mata, pelipis dan terakhir bibirnya Melati. Moses tanpa sadar mengusap pelan bibirnya Melati dengan jari jempolnya dan berkata "kamu baik baik saja, kan?"
Melati mendorong tubuhnya Moses dengan pelan untuk menjauh darinya dan berkata "i..i..iya tuan, saya baik baik saja"
__ADS_1
"Chery, mana Chery?" Moses langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya Melati dan melihat Chery di dalam boxnya.
Moses lega setengah mati. Chery baik baik saja dan tertidur sangat pulas "syukurlah kalian baik baik saja"
"Kak Alfa? bagaimana dengan kak Alfa?" tanya Melati sambil berbalik badan dan hendak keluar kamar mengecek keadaannya Alfa.
Moses menarik lengannya Melati dan bertanya dengan nada cemburu "kak Alfa? sejak kapan dia.........."
Melati menepis tangan tuannya dengan pelan dan melangkah lebar keluar dari kamarnya untuk melihat Alfa.
Moses meraup kasar wajahnya dan mengumpat kesal karena cemburu. Melati memanggil Alfa dengan sebutan kakak.
Ray, masuk ke kamarnya Melati karena tahu kalau tuannya pasti akan langsung mengecek keadaannya Melati dan Chery. Ray, melaporkan kalau semuanya sudah beres. Polisi sudah membawa semua gerombolan tadi ke kantor polisi. Polisi menunggu Moses dan Ray datang ke kantor mereka untuk memberikan keterangan.
Moses menaruh pelan Chery ke dalam stroller dan mendorong strollernya keluar dari kamarnya Melati sembari berkata "kumpulkan semua pelayan dan pengawal sekarang juga! kamu harus temukan pengkhianatnya hari ini juga!"
"Baik tuan" Ray menutup pintu kamarnya Melati dan pergi meninggalkan tuannya, dia langsung mengumpulkan semua pelayan dan pengawalnya Moses Elruno di ruangan khusus untuk mulai diinterogasi.
Moses mendorong strollernya Chery menuju ke ruang tamu. Melati tengah mengobati pelipisnya Alfa yang terluka. Moses merasa kesal bukan main. Rasanya jantung dia hendak lepas ke ujung kakinya karena rasa cemburu yang dia rasakan saat itu.
Moses duduk di depannya Alfa dan Melati.
Melati telah menyelesaikan aktivitasnya mengobati lukanya Alfa. "Terima kasih Mel" ucap Alfa dengan sangat tulus.
"Sama sama" jawab Melati sembari berdiri dan membawa kembali kotak obat yang tadi dia ambil dari tembok dapur ke tempatnya.
"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Moses heran.
"Aaah, seriously? itu yang kamu tanyakan? sadis kau brother, adikmu terluka dan itu yang kamu tanyakan, ish ish ish" kata Alfa sambil meringis menahan perih yang mulai terasa akibat dari luka yang ada di pelipisnya.
"Tuan, saya sangat bersyukur ada kak Alfa tadi, kalau tidak, entah bagaimana nasib saya dan Chery" ucap Melati sambil duduk di dekat strollernya Chery.
Moses menoleh ke arah Melati dan bertanya dengan kesal "Sejak kapan kamu memanggil dia, kakak?"
"Beberapa saat yang lalu" jawab Melati.
"Kamu baru kenal dia beberapa saat yang lalu sudah memanggilnya kakak dan kamu sudah mengenal aku lebih lama dari bocah tengil ini, kenapa kamu tidak mau memanggilku kakak?" tanya Moses geram.
"Aaahh, calm down brother, jangan naik lagi tensi Lo! Melati ketakutan tuh" kata Alfa.
Moses menoleh ke arah Alfa dan berkata "Diam!"
"Tuan, maaf, Melati tidak berani menyebut tuan dengan sebutan kakak karena, tuan kan tuan besar" jawab Melati lirih sambil menunduk ke dalam stroller menatap Chery.
Tiba tiba ponselnya Moses bunyi. Awan menelepon mengatakan kalau dia sudah sampai di kantornya Moses. Moses menyuruh Awan untuk menunggunya sampai dia datang tanpa menyebutkan nama Awan, Takut apabila Melati mendengar nama Awan, akan timbul banyak tanya. Konglomerat muda itu pun lalu menutup sambungan teleponnya.
"Panggil aku kakak mulai detik ini atau aku akan kasih kamu hukuman! first kiss akan aku daratkan sekarang!" kata Moses berbisik tegas di telinganya Melati.
Melati langsung menggeser letak duduknya menjauh dari sampingnya Moses dan secara spontan berkata "baik, kak!" dibarengi rona merah di pipinya. Apa apaan nih, kok ada kata kata first kiss keluar dari bibinya tuan Moses. Batin Melati malu.
__ADS_1
Alfa menatap heran keduanya. Tetapi hanya bisa mematung. Takut kalau terlalu banyak tanya maka pelipisnya yang kiri akan ikutan terluka kena tinju mautnya Moses.
Tidak begitu lama Ray muncul bersama seorang gadis. Gadis yang sangat dikenal dan dipercaya sama Moses. Moses nampak mengerutkan keningnya menatap gadis tersebut.