My Cute Nanny

My Cute Nanny
Happy wedding Alfa dan Rini


__ADS_3

Empat bulan kemudian............


Dokter Erlangga dan Heni mamanya Melati sudah melangsungkan pernikahan mereka tiga bulan yang lalu dan kini mereka memutuskan untuk menetap di Jepang. Dokter Erlangga mengambil cuti panjangnya selama enam bulan dan berniat untuk menghabiskannya di Jepang bersama dengan wanita yang menjadi pujaan hatinya selama ini.


Moses belum mendapati tanda tanda kehamilan dari Melati. Padahal Melati telah menyapih Elmo yang sudah berumur enam bulan, Entah kenapa setelah mendapatkan MPASI ( Makanan Pendamping ASI) Elmo nggak mau lagi disusui oleh mama cantiknya.


Chery sudah sembilan belas bulan sekarang, tumbuh semakin sehat, pintar, lincah dan cantik, menjadi idola bagi banyak orang yang melihatnya dan itu membuat Moses semakin mendambakan anak perempuan dari rahimnya Melati.


Moses seringkali menanyakan hal ini ke Alfa. Alfa hanya bisa mendengus kesal karena Moses menceritakan begitu polosnya, membuat Alfa menggigit jari karena dia pun ingin mempraktekan segala rumus yang dia kuasai kepada Rini, tapi sayangnya mereka belum sah sebagai suami istri.


"Aku curiga kalau Melati mengkonsumsi pil KB atau melakukan suntik KB atau memasang alat kontrasepsi untuk menunda kehamilannya" Alfa akhirnya mengatakan hal itu kepada Moses yang selalu curhat kepadanya, kenapa Melati belum juga hamil.


"Apa benar begitu, tapi kenapa?" Moses menatap Alfa.


"Mungkin Melati berpikir kalau anak anak anak masih terlalu kecil dan masih butuh perhatian lebih dari kalian berdua" kata Alfa.


"Iya memang sih, Melati pernah bilang kalau dia bersedia punya anak lagi saat Elmo sudah berumur lima tahun, tapi aku maunya sekarang, secepatnya, keburu tua akunya" Moses mengerucutkan bibir dan mengerutkan dahi.


"Sekarang juga sudah tua" ucap Alfa.


Moses mendengus kesal dan memberikan Alfa sorot mata tajam penuh kekesalan.


"Hahahaha, benar kan aku, kamu sekarang ini sudah 32 tahun" kata Alfa.


"Masih muda itu, kepala tiga itu terhitung masih muda"


"Ya ya ya, masih muda, masih kuat, masih oke, siapa dulu adiknya, heeeee" Alfa meringis jahil ke arah Moses.


Moses membalas Alfa dengan mendengus kesal "emm, tapi kalau benar Melati memasang alat penunda kehamilan, kenapa dia tidak ngobrol dulu sama aku?"


"Lha kok nanya sama aku, kamu nanya ke Melati dong. Dan maaf soal alat kontrasepsi itu hanya asumsiku saja, jangan kamu telan mentah mentah! kamu konfirmasikan dulu ke Melati tapi jangan pakai emosi nanyanya, ingat dia ibu dari anak anak kamu yang sudah berkorban banyak waktu, tenaga, dan pikiran bahkan menunda impiannya untuk berkarir demi anak anak kamu, demi kamu" kata Alfa.


Moses kemudian berdiri dan tanpa pamit meninggalkan ruangannya Alfa.


"Mo! ingat jangan pakai emosi!" teriak Alfa.


Sesampainya di rumah, Moses langsung menuju ke kamarnya dan mendapati Melati tengah bermain dengan Chery dan Elmo bobok di atas tempat tidur dengan diapit guling.


"Sayang, kamu kok sudah pulang jam segini?" tanya Melati.


Tetapi Moses hanya diam dan mengangkat Chery dan menaruh Chery ke dalam gendongannya Ray yang tengah menunggu di luar kamarnya Moses. "tolong jaga Chery sebentar, ada hal penting yang mau aku tanyakan ke Melati sekarang juga!"


"Baik tuan" Ray kemudian turun ke lantai bawah menuju ke ruang bermainnya Chery dan Elmo.


Moses kemudian menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


Melati menatap heran suaminya.


Moses kemudian berbalik badan, mengeraskan bibirnya dan menatap tajam ke Melati.


Melati berdiri dan melangkah hendak mendekati suaminya tetapi Moses tiba tiba berkata "stop!"


"Sayang ada apa?" tanya Melati.


"Kamu pernah bilang kan, kalau ada apa apa harus dibicarakan, walaupun itu pahit sekalipun?" kata Moses dengan wajah kaku.


"Iya, lalu?" Melati masih bingung dengan sikapnya Moses.

__ADS_1


"Kenapa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" kekesalan terdengar di nada bicaranya Moses.


"Menyembunyikan apa?" Melati semakin kebingungan.


"Katakan saja sekarang! sebelum aku mengetahuinya sendiri dan menjadi kecewa sama kamu" Moses mendengus kesal.


"Katakan apa? aku benar benar tidak mengerti" Melati maju selangkah untuk mendekati Moses.


"Berhenti di sana jangan mendekatiku sebelum kamu berkata jujur sama aku!" Moses tanpa sadar membentak Melati.


Kedua bahunya Melati terlonjak kaget dan buliran air mata mulai menggenang di kedua kelopak matanya yang indah.


Moses melihatnya dan langsung meraup kasar wajahnya dengan kedua tangannya. Kemudian Moses melangkah mendekati Melati dan memeluknya "sayang, maafkan aku tanpa sadar, aku membentak kamu"


Melati menjadi terisak dan deraslah tangisannya.


Moses mengelus elus punggungnya Melati dan berucap "kamu kenapa menyembunyikannya dariku?"


Melati masih berada di dalam dekapannya dan balik bertanya di antara isak tangisnya "menyembunyikan apa sih? hiks hiks hiks aku nggak ngerti, beneran nggak ngerti"


Moses menjauhkan tubuh Melati dari dekapannya, memegang kedua bahunya Melati dan membungkukkan badan untuk menatap kedua bola mata indah milik istri cantiknya itu "kamu makan pil KB?"


Melati membelalakkan matanya "nggak"


"Kamu nggak bohong kan?" tanya Moses sembari mengusap air mata yang mulai turun di atas pipinya Melati.


"Nggak, aku nggak bohong" kata Melati.


"Apa kamu pasang alat kontrasepsi?" Moses kembali bertanya.


"Nggak juga, kalau toh iya, aku akan minta ijin dulu sama kamu, aku berniat untuk KB setelah menyapih Elmo, dan aku baru saja akan meminta ijin darimu" kata Melati.


Melati menangkup wajah suaminya dengan kedua tangannya "nggak apa apa sayang, tapi lain kali jika ada hal yang mengusik kamu berkaitan denganku, jangan langsung marah marah! aku jadi bingung dan kaget"


"Iya, aku janji" Moses kemudian mencium bibirnya Melati, lalu memperdalam ciumannya dengan menarik tengkuknya Melati. Moses berucap di atas bibir indahnya Melati "kita bikin adiknya Elmo sekarang, ya? jangan KB! jangan nunggu lima tahun lagi, kelamaan sayang"


Melati langsung melepaskan diri dari pelukannya Moses "tapi sayang, anak anak masih kecil kecil, kasihan Elmo juga baru saja lepas dari ASI"


"Tapi aku begitu mendambakan anak perempuan dari rahim kamu" Moses mengelus pelan perut datarnya Melati.


Melati memandangi Moses yang tengah menatapnya dengan penuh harap. Melati merasa tidak tega juga, selama ini Moses belum pernah meminta sesuatu darinya dengan mimik wajah begitu memelas dan penuh harap.


"Kalau kita bikin sekarang dan thokcer, lalu siapa yang akan menjaga Chery dan Elmo di saat aku teler dan ngidam nanti?"


"Aku dong" kata Moses dengan penuh semangat.


"Kamu kan kerja"


"Aku akan kerja di rumah sampai kamu melahirkan"


"Lalu kapan aku bisa membuka praktekku dan mulai membuka sekolah untuk anak anak jalanan?"


Moses akhirnya menghela napas panjang dan diam membeku.


Melati mengusap wajah tampan suaminya "aku janji, setelah Elmo berumur lima tahun, aku akan menghentikan pekerjaanku sebagai psikolog dan full menjadi seorang ibu rumah tangga, aku juga akan berikan anak perempuan yang cantik untukmu, tapi ijinkan aku merasakan berkarir dulu, ya?"


Beberapa menit berlalu, Moses masih diam membeku kemudian menghela napas panjang dan berkata "baiklah, tapi beneran hanya sampai Elmo berumur lima tahun"

__ADS_1


Melati tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, tapi aku minta jatah sekarang, ya?"


"Kalau mau minta jatah, belikan dulu pil KB yang terbaik untukku, karena ini masa suburku, sayang. Ya, suamiku yang aku cinta dan paling tampan sedunia" Melati mengecup bibir suaminya.


"Hufffttt, oke aku akan beli sekarang pil KBnya, aku akan tanya ke Alfa apa pil KB yang terbaik" Moses mengecup keningnya Melati dan membuka pintu kamar kalau mengajak Chery dan Ray untuk keluar membeli pil KB juga beberapa keperluan untuk Chery dan Elmo.


Satu Minggu kemudian, penantian panjang dari seorang Alfa Elruno telah membuahkan hasil.


Kini Alfa tengah menunggu Rini di atas pelaminan di dalam acara resepsi yang dia gelar di sebuah hotel bintang lima. Alfa dan Rini telah menyelesaikan pendaftaran pernikahan mereka di kantor catatan sipil dan telah menerima pemberkatan pernikahan mereka. Kini acara puncak pernikahan mereka telah digelar dengan sangat mewah dengan mengundang beberapa tokoh penting, pejabat negara, dan koleganya Alfa di rumah sakit, juga teman teman kuliahnya Rini.



Rini nampak cantik dengan balutan baju pernikahan modern berwarna putih. Wanita kekasih hatinya Alfa menoleh dan tersenyum ketika Melati yang menjadi pendamping pengantin wanita, menjemputnya di kamar rias pengantin.



Resepsi berjalan lancar. Nampak di antara tamu undangan Greyson Adi Wijaya Simpsons beserta istri cantiknya Lila Cantika Putri dan putra tampan mereka Gideon Putra Simpsons yang sudah berumur dua tahun. Hadir pula Rio Putra yang merupakan sahabat dan asisten pribadinya Grey, beserta Melly istri tercintanya dan putra mereka yang masih berumur enam bulan bernama Danendra Putra.


Chef Charlie yang merupakan sahabatnya Dokter Erlangga pun ikut hadir berserta istri cantiknya Grace dan putra mereka Raja yang kini sudah berumur sepuluh tahun, semakin tampan dan tetap ramah kepada siapapun terutama kepada wanita cantik.


Raja masih menempel erat ke Lila.


Di situlah awal perjumpaan ketiga cowok keren nan tampan dengan putri cantiknya Moses Elruno, Chery Elruno.


Raja bahkan berucap dengan santainya kepada Moses ketika melihat kecantikannya Chery. "Om, Raja kalau besar nanti akan menikahi anak, om"


Raja kecil



Semua yang mendengarkan ucapan polosnya Raja langsung tertawa lepas kecuali Moses. Moses langsung memasang wajah serius dan datarnya Ke arah Raja "apa yang membuatmu mempunyai nyali untuk menikahi anak om, apa yang bisa kamu banggakan?"


Raja berucap dengan kepolosannya "saya juara satu di kelas, juara satu olimpiade matematika tingkat nasional dan juara satu lomba fashion show"


"Waaaah, kamu hebat ya Raja" kata Melati.


Raja kemudian menoleh ke Melati dan menggerakkan jari telunjuknya sebagai kode supaya Melati membungkukkan badannya. Melati kemudian membungkukkan badan dan cup, Raja mengecup pipinya Melati.


Grey tertawa terbahak bahak melihat ekspresi kesalnya Moses "hahahaha, rasakan sensasinya brother, itu yang aku rasakan selama ini, hahahaha"


Lila langsung menepuk pelan pundaknya Grey dan terkekeh geli.


"Hei anak kecil, berani benar kamu mencium istri om" Moses mendengus kesal.


"Raja akan cium siapa saja yang memberikan pujian untuk Raja" ucap Raja dengan santainya.


"Waaaahh, mirip aku nih" ucap Moses.


Melati langsung melotot ke arah Moses.


Moses melihat Melati dan berkata "dulu sayang, itu dulu"


Semuanya langsung tertawa terbahak bahak.


Tiba tiba Gideon putra Simpsons yang digendong Grey nyeletuk "pa, Deo juga mau menikah dengan Chely"

__ADS_1


Moses hanya bisa menghela napas panjang dan Melati terkekeh geli sembari berucap "waaahh, anaknya tante mendadak jadi primadona nih"


__ADS_2