
Raja mematut diri di depan cermin kesayangannya, gaya awal yang terlintas di benaknya adalah gaya anak muda jaman sekarang. Memakai T-shirt, celana jins, memakai kalung rantai, dan rambut di kasih pomade lalu dia acak acak alami apa adanya seperti orang yang baru bangun dari tidur siangnya.
Raja melangkah keluar dari kamarnya dan langsung didorong masuk kembali sama mamanya, "duh aduh, gaya apaan ini, ganti!"
Mamanya Raja menutup pintu kamarnya Raja dan menunggu di depan pintu kamar itu
Raja melepas semua barang yang melekat di badannya sembari menggaruk nggaruk kepalanya, "kenapa aku jadi kayak anak cewek sih, ribet soal baju, hadeeehh!"
Raja kemudian mencoba bergaya formal, pakai kemeja putih, jas biru dengan celana jins yang sama dan rambutnya dia bikin klimis lalu dia sisir ke samping.
Dia keluar dari kamarnya dan didorong masuk kembali sama mamanya, "aaahh, kok kayak om om mau ngantor sih, aduh duuuhhh!? ganti!"
Raja menutup pintu kamarnya dan mendengus kesal, "bisa telat nih kalau gini terus, aaaahhhh, mama reseh banget sih, pakai ribet soal baju"
Raja kemudian mengambil melepas jasnya dan memakai T-shirt putih bermerk-nya dipadukan dengan celana jins yang sedari awal tidak dia ganti, lalu dia tata rambutnya seperti biasanya.
Dia keluar kamar dan langsung diacungi jempol sama mamanya, "nah kayak gini keren, kamu tinggal pakai jaket yang sudah dibelikan sama mama, nih pakai!"
Huuufftt, ternyata cuma mau disuruh pakai jaket pilihannya mama, hmmmm, sabar Raja sabar. Batin Raja kesal namun bibirnya tetap mengulas senyum tampannya, sembari meraih jaket yang sudah disiapkan oleh mamanya lalu memakainya.
Raja telah melekatkan jaket bernuansa ungu di badannya lalu menoleh ke mamanya, "gimana ma? keren nggak anak mama?"
"Keren dong! yuk papa Charlie udah nunggu lama di bawah, kamu sih kelamaan dandannya" ucap mama Grace sambil menggandeng lengan putranya
"Wuiihh kok Raja yang bikin lama, kan mama yang suruh Raja ganti baju mulu" Raja mulai memanyunkan bibirnya.
Mama Grace menepuk pelan bahunya Raja sembari terkekeh geli. Papa Charlie langsung bangkit begitu melihat istri dan putra kesayangannya turun dari lantai dua rumah mereka. Papa Charlie dan mama Grace memakai baju dengan warna serasi yaitu biru langit.
Raja sekeluarga memang sengaja untuk datang terlebih dahulu ke tempat pestanya Chery karena, Raja ingin menyetel piano dan audio yang akan dia pakai untuk tampil bernyanyi di pesta sweet seventeen kekasihnya itu.
Raja juga sengaja seharian penuh tidak menelepon Chery, dan saat akan menuju ke hotel the Rain pun, dia hanya mengirim pesan text, kalau dia akan datang terlambat.
Chery menjadi sedikit gundah dan kesal karena ulah kak Raja-nya itu.
Iiihhh! kakak tega ya, datang telat di pestaku. Batin Chery kesal sembari menatap pesan text yang terpampang nyata di layar ponselnya.
Chery langsung memasukkan begitu saja ponselnya ke dalam dompet tangan yang nantinya akan dia jinjing ke pesta ulang tahunnya sembari cemberut.
Tepat jam tiga sore, Chery duduk di depan meja riasnya dan siap untuk didandani oleh perias artis yang khusus Melati datangkan untuk membuat putri yang sudah ia asuh sedari kecil, yang begitu dia cintai itu, terlihat cantik, menawan dan paling bersinar diantara semua tamu undangan.
__ADS_1
Melati melongok sebentar ke kamarnya Chery setelah dia selesai mengurus semua keperluan keluarganya, termasuk Alfa sekeluarga dan Angel sekeluarga, "sayang, mama urus papa kamu dulu, ya? nanti mama ke sini lagi, secepatnya"
"Siap ma!" ucap Chery sembari menoleh dan tersenyum ke mama kesayangannya.
Melati kemudian masuk ke dalam lift dan naik menuju ke kamarnya.
Moses sudah wangi tetapi masih memakai kaos dalamnya yang berwarna putih polos. Rambutnya telah disemir hitam oleh Melati sehari sebelum acara sweet seventeen-nya putri mereka.
"Sayang, udah pilih baju belum?" ucap Melati sembari tergopoh gopoh membuka lemari pakaian dan mengambilkan baju untuk Moses. Melati mengambil setelan berwarna biru langit, dan mulai berkacak pinggang dengan tangan sebelah kanannya sedangkan tangan yang sebelah kiri mengarahkan setelan baju tersebut ke Moses lalu dia menoleh ke Moses, "sayang kamu coba yang ini dulu ya?!"
Moses mengulum bibir menahan geli melihat istrinya nampak kebingungan memilihkan baju untuk dia. Dia mencoba baju yang diberikan oleh Melati dan Melati menggelengkan kepalanya, "emm, kok kurang pas ya, kurang bersinar. Lepas sayang, ganti yang ini ya!" Melati menyodorkan baju pilihannya yang kedua.
Moses melepas baju yang berwarna biru langit, dan menerima baju bernuansa merah sembari berucap, "kalau pengen bersinar ya dikasih lampu dong"
Melati melotot tajam ke Moses, "istri lagi panik malah dibecandain sih"
"Lha maunya diapain, dicium?" ucap Moses sembari mendekat ke Melati pelan pelan dengan langkah sunyi, di saat Melati masih kebingungan di depan lemari, Moses berhasil mencuri cium di bibirnya Melati.
"Sayang!" Melati mendengus kesal.
Moses tersenyum lebar ke Melati dengan polosnya, "apa panggil panggil? mau lagi ya?"
Melati berkacak pinggang dengan kedua tangannya sembari mengamati penampilan suaminya, "nah! ini baru keren! sekarang lepas sayang!"
"Lho katanya keren kok suruh lepas sih?" Moses mengerutkan dahinya.
"Mau aku rapikan dulu, aku kasih pewangi baju dan aku setrika, lagian ini masih jam tiga kalau kamu pakai baju ini sampai jam enam nanti, bisa lusuh dan kusut, kan nggak lucu, seorang Moses Elruno mengenakan baju kusut dan lusuh" ucap Melati sembari membantu Moses melepaskan bajunya.
Tangan Moses tiada henti menjahili Melati di saat Melati membantu dia melepaskan baju yang masih melekat di badannya. Sampai sampai Melati menepuk pelan tangan suaminya yang mulai mendarat di titik-titik sensitifnya, "sayang!"
Moses langsung menggemakan tawa renyahnya yang khas.
Melati bergegas kembali ke lantai bawah untuk menemui Gini, jika tidak, suaminya akan menerkam dia dan akan kacau semuanya. Gini yang masih menyetrika dress-nya Melati, menoleh ke Melati, "iya nyonya?"
Melati tersenyum ke Gini, "mbak Gini, ini nanti punyanya tuan sekalian tolong dirapikan, ya!?"
"Baik nyonya" ucap Gini.
Melati kemudian berjalan ke kamarnya Celyn, "sayang, udah pilih baju?"
"Udah ma" jawab Celyn.
__ADS_1
"Kalau kamu mau didandani, kamu bisa langsung ke kamar kakak kamu, ya!?" ucap Melati.
"Iiihhh! nggak mau didandani, Celyn apa adanya aja ya ma?"
"Oke, sip!" Melati tersenyum dan pergi dari kamarnya Celyn.
Melati kemudian menuju ke.kamarnya Elmo, "kamu udah siapin baju yang akan kamu pakai?"
"Udah ma" jawab Elmo.
"Oke sip!" ucap Melati.
Melati kemudian menuju ke sayap barat istananya Moses sembari menenteng sebuah paper bag, dia mengetuk kamarnya Loly. Loly membukakan pintu kamarnya, "iya tante?"
Melati menyodorkan sebuah paper bag yang berisi sebuah dress berwarna merah bata, sepatu high heel berwarna hitam berukuran 36, ukuran kakinya Loly, dan dompet tangan berwarna hitam pula, "terima ya!? ini Tante belikan khusus buat kamu" Melati mengulas senyum di wajah cantiknya.
Loly menerima paper bag tersebut dan mengucapkan banyak terima kasih. Melati memeluk dan mencium pipinya Loly dan pamit untuk kembali ke Gini, mengambil dress dia dan baju suaminya.
Melati sampai kembali ke kamarnya dan menggantungkan dress dia dan setelan bajunya Moses di gantungan khusus baju siap pakai yang berada di ruang ganti mereka, di dalam ruangan itu juga tersedia beratus ratus pasang sepatu milik dia dan milik suaminya, juga bermacam jam tangan, dan aksesoris lainnya.
Moses berbaring di atas ranjang sambil memeriksa beberapa email yang masuk di ponselnya.
Melati melirik jam raksasa sahabat setianya Moses Elruno, jam setengah lima, "astaga! sayang cepat ke ruang ganti gih! baju kamu sudah aku gantung di sana, jam tangan dan sepatu kamu juga sudah aku siapin, aku mau ke bawah minta didandani dulu sama mbak periasnya sekalian memeriksa Chery, sudah selesai belum riasannya"
Moses bangkit lalu berjalan sembari terus menatap layar ponselnya, menuju ke ruang ganti yang ada di sisi kanan, dari kamarnya itu.
Melati menatap sejenak suaminya sembari menggeleng nggelengkan kepalanya dan tersenyum geli, lalu dengan bergegas dia turun kembali ke lantai bawah untuk mulai didandani.
Angel, dan Rini tengah duduk di kamarnya Chery. Angel dan Rini sudah selesai di dandani sama asisten dari perias artis tersebut.
"Wwaaahh! kalian cantik banget!" ucap Melati sembari duduk di tengah tengahnya Angel dan Rini.
"Didandani ya pasti lah jadi cantik, heee" ucap Rini.
"Iya, bener kata Tante Rini nih, heeee" sahut Angel.
Melati tersenyum sembari bersiap untuk didandani.
Chery tinggal menunggu selesai disanggul lalu memakai dressnya.
Sebulan sebelum pesta sweet seventeen-nya Chery, Melati dan Grace berburu baju couple untuk Raja dan Chery di semua butik ternama, dan mereka akhirnya menemukan jaket berwarna ungu untuk Raja dan dress berwarna senada untuk Chery. Melati dan Grace pun saling melempar senyum puas kala itu, ketika akhirnya mereka berhasil menemukan baju couple untuk putra dan putri mereka yang sesuai dengan selera mereka berdua.
"Waaahhh, Chery cantik sekali!" ucap Angel, Rini, dan Melati secara bersamaan ketika Chery telah selesai di make-over.
__ADS_1
Chery merona malu, dia tersenyum dan berucap, "terima kasih"