My Cute Nanny

My Cute Nanny
Natasha tertangkap


__ADS_3

Moses dan Melati sampai di kediamannya bapak Gatot dan langsung dipersilakan masuk ke ruang tamu oleh salah satu pengawalnya bapak Gatot.


"Tunggu sebentar ya tuan, komandan dalam perjalanan kemari" ucap salah satu ajudan dari bapak Gatot.


"Siap" ucap Moses Elruno sembari tersenyum dan mengajak Melati untuk duduk.


Ajudan tersebut kemudian pergi meninggalkan Melati dan Moses.


"Kita kepagian nih" bisik Melati.


"Malah asyik dong bisa berduaan sama kamu lebih lama, heeee" ucap Moses sambil meringis lalu mencium tangan istrinya.


Windura akhrinya datang, masuk ke dalam ruang tamu tersebut, langsung menyalami Moses Elruno dan Melati, kemudian duduk di depannya Moses dan bertanya "ada apa ini Mo?"


"Kita tunggu sampai pak Gatot tiba saja ya" ucap Moses sambil terus menggenggam tangannya Melati.


"Baiklah, Mo" kata Windura.


Semua terpaku di dalam diam sambil menunggu kedatangannya bapak Gatot. karena, Moses masih merasa malas untuk mengobrol dengan Windura dan Windura pun tidak berani mengusiknya. Bapak Gatot akhirnya tiba dan menyalami mereka semua, kemudian duduk dan mulai membuka percakapan "kita mulai putar kiriman video dari anda terlebih dahulu ya, bagaimana menurut anda, tuan Moses?"


"Silakan!" sahut Moses Elruno.


Windura masih terpaku di dalam kebingungannya.


Bapak Gatot langsung memberi kode kepada asisten pribadinya untuk mulai memutar rekaman video kiriman dari Moses Elruno.


Setelah video tersebut selesai diputar, semuanya menatap Windura.


"Saya benar benar tidak mengetahui soal ini, Mo. Tapi bisa saja kan, preman itu asal comot nama untuk menjatuhkan saya" ucap Windura.


"Oke, kalau begitu kita dengarkan rekaman berikutnya" kata bapak Gatot.


Setelah mendengarkan suara putrinya sendiri mengakui semuanya, Windura langsung terkulai lemas karena, malu dan amarah berkecamuk jadi satu di dalam hatinya.


"Saya tidak menyangka putri saya bisa senekat itu. Maafkan saya Mo" kata Windura.


"Sekarang saya akan mengambil tindakan berdasarkan keputusan dari anda berdua" kata pak Gatot.


"Hukuman apa yang menurutmu pantas aku berikan untuk putri kamu?" tanya Moses Elruno.


Shit! mati kutu nih aku. Dasar brengsek kau Natasha, berani benar kamu mempermalukan papa seperti ini. Batin Windura.


"Saya ingin melindunginya dan membebaskan putri saya dari masalah ini, itu naluri dari seorang ayah terhadap putrinya, Mo. Tetapi itu tidak adil juga untuk anda karena, putri saya sudah membahayakan kedua putri anda, Mo" kata Windura.


"Aku menunggu keadilan keluar dari mulut kamu karena, aku menghargai pertemanan kita. Aku percaya dengan kebijaksanaanmu untuk itulah dulu, aku bersedia menjadi donatur terbesar untuk kampanye kamu dan mendukung kamu untuk menjadi Walikota, Win" kata Moses.

__ADS_1


"Itulah yang membuat saya bingung karena, di satu sisi Natasha adalah putri saya dan di sisi lain ada kamu, ijinkan saya berpikir beberapa menit, Mo" ucap Windura sambil menundukkan wajahnya.


Melati menoleh ke suaminya dan berbisik "apa dia akan memberikan keputusan yang bijak, sayang?"


Moses berbisik di telinganya Melati "jika dia tidak menjadi bijak, maka aku akan ambil tindakan"


Setelah berpikir keras selama beberapa menit dan berperang dengan batin dan akal sehatnya akhirnya Windura mendongakkan kepalanya dan berkata "tangkap dan adili putri saya seadil adilnya supaya hal itu bisa menjadi pelajaran bagi putri saya agar tidak bertindak ngawur lagi dan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya"


Moses tersenyum lebar ke Windura dan berucap "terima kasih Win, aku percaya kamu adalah pria yang baik dan bijaksana"


"Saya minta maaf ya Mo" kata Windura.


"Aku sudah memaafkanmu" kata Moses.


"Terima kasih banyak atas kebijaksanaan anda, pak Windura" sahut Melati.


"Sama sama nyonya. Saya juga meminta maaf kepada anda" Windura bangkit dan membungkukkan badan ke Moses dan Melati lalu duduk kembali.


"Saya juga sudah memaafkan bapak" ucap Melati sembari tersenyum.


"Oke, sebentar lagi saya akan mengirim anak buah saya untuk menangkap Natasha Windura" kata pak Gatot.


"Bolehkah saya tetap di sini dulu, sampai putri saya ditangkap. Saya tidak tega menatap dia dan saya takut berubah pikiran saat melihat dia merengek ke saya" kata Windura.


"Win, aku dan istriku harus pergi. Masih banyak yang harus kami kerjakan" kata Moses sambil berdiri, Melati berdiri di samping suaminya dan tersenyum ke arah Windura.


Windura pun berdiri dan memeluk Moses "sekali lagi maafkan saya, Mo"


Moses menepuk punggungnya Windura kemudian melepaskan diri dari pelukannya Windura dan berucap "aku nggak akan menuntut berat ke putri kamu. Aku harap satu tahun saja cukup untuk bisa membuat putrimu menyadari semua perbuatannya dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi"


Windura langsung tersenyum lega dan bahagia lalu menggenggam erat tangannya Moses Elruno "terima kasih banyak untuk kemurahan hati anda"


"Sama sama" ucap Moses lalu pamit dan pergi meninggalkan Windura.


Melati masuk ke dalam mobil dan mencium pipi suaminya "kamu memang yang terbaik, sayang"


Moses menoleh ke Melati "itu karena transferan aura dari kamu, sayang. Dari tadi aku menggenggam tangan kamu tuh karena, aku butuh transferan aura kebaikan, kelembutan, dan kemurahan hati kamu"


"Hahahaha, sayang mana ada yang seperti itu. Kamu itu sebenarnya memang baik dan murah hati hanya saja jarang tersenyum jadi orang lain pasti menyangka kalau kamu itu dingin dan kejam, heeeee" ucap Melati sambil memakai sabuk pengamannya.


Moses mulai melajukan mobilnya dan berucap "waaahhh kalau dapat pujian dari istriku, aku jadi ingin menculik istriku ke hotel nih, berduaan sama Rumi sepanjang hari"


"Hahahaha, mulai genit lagi deh. Anak anak menunggu di rumah, lagian Natasha masih belum tertangkap, kita harus menjaga anak anak" kata Melati.


Moses tersenyum dan mengusap rambutnya Melati " iya sayang, tapi nanti jika semuanya udah longgar kita melipir ke hotel ya, berduaan aja"

__ADS_1


"Iya sayang" sahut Melati sambil mencium tangannya Moses.


Raja mengantarkan Chery pulang bersama dengan dua orang pengawal. Membuat Natasha akhirnya pulang ke rumahnya sambil uring uringan di sepanjang jalan.


"Shit! aku gagal lagi menculik Chery" gumam Natasha sambil melangkah masuk ke dalam rumahnya.


Natasha langsung menjerit "lepaskaaaaannn!" ketika beberapa polisi menghampirinya dan menangkapnya. Mamanya Natasha hanya bisa diam dan menangis histeris melihat putri tunggalnya ditangkap oleh polisi.


Raja mencium keningnya Chery ketika mobilnya telah berhenti di depan pintu utama istananya Moses Elruno dan berucap "masuklah! kakak harus balik lagi ke kantor"


Kedua pengawalnya Chery pun menyusul Chery turun dari dalam mobilnya Raja. Chery kemudian, melambaikan tangan ke Raja.


"Papa saya adalah Windura, Walikota kalian, berani beraninya kalian menjebloskan aku ke dalam penjara!" Natasha memekik marah dari balik jeruji besi.


"Telepon papa saya! hubungi dia! dan kalian akan menyesal! beberapa menit kemudian aku pasti bebas lihat saja!" jerit Natasha.


Semua petugas kepolisian hanya diam menanggapi semua ocehannya Natasha.


"Shit! dasar brengsek! aku malah dipenjara sekarang, lalu bagaimana dengan Raja? oooo, tidak, tidak, tidak! aku tidak mau kehilangan Raja, tidaaakkk!!" Natasha berteriak histeris dan mulai mengacak ngacak rambutnya karena frustasi.


Moses telah berganti baju dan menerima sambungan ponsel dari pak Gatot yang memberitahukan kalau Natasha Windura telah masuk ke dalam jeruji besi.


Moses mengucapkan terima kasih lalu mematikan ponselnya dan menaruh ponsel itu ke dalam saku kemejanya.


"Ada apa?" tanya Melati.


"Natasha sudah masuk penjara" kata Moses.


"Syukurlah! anak anak kita sudah aman" kata Melati.


"Aku nggak nyangka ternyata Raja punya penggemar fanatik juga, ya? wow! calon mantu kita keren juga ya" ucap Moses.


Melati terkekeh geli lalu berucap "nggak beda jauh sama calon papa mertuanya"


"Siapa?" tanya Moses.


"Kamu lah, Siapa lagi calon papa mertuanya Raja?" Melati tersenyum dan menggeleng nggelengkan kepalanya.


"Hahahaha, iya ya, kok aku jadi linglung gini sih, sepertinya aku perlu ronde kedua nih, tadi subuh kan cuma satu ronde" kata Moses sembari melangkah pelan mendekati Melati dan hendak meraih tangannya Melati tetapi Melati berhasil menghindar dan berlari menjauhi Moses.


"Rumi?!" Moses menatap Melati dan memberikan kode dengan menekuk nekuk jari telunjuknya ke arah Melati, agar Melati mendekat ke arahnya.


Tetapi Melati malah terkekeh geli, melangkah mundur menjauhi Moses, dan membuka pintu kamarnya lalu berucap "masih siang tuh gerah, nggak nyaman, nanti malam aja" Melati mencebikkan bibirnya dan menutup pintu kamarnya untuk pergi ke lantai bawah, menemui anak anaknya.


Moses menggemakan tawanya sambil berkacak pinggang menatap kepergiannya Melati yang disertai dengan tingkah konyolnya Melati, lalu Moses bergumam "dasar Rumi, semakin ke sini semakin menggoda dan semakin membuatku gemas, lihat aja nanti malam ya, aku akan minta tambahan tiga ronde"

__ADS_1


__ADS_2