
Chery keluar dari gedung sekolahannya untuk mengabari mamanya, kalau dia pulang agak sore di hari itu karena, harus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
"Maaf ma pengumumannya dadakan tadi" kata Chery.
"Jam berapa pulangnya?" tanya Melati sambil mengusap dan mencium rambutnya Chery.
"Jam empat ma" kata Chery.
"Jangan lupa makan siang dulu, ini mama kasih uang, makan di kantin dulu ya" kata Melati.
"Iya ma, makasih" Chery tersenyum dan meraih uang yang disodorkan Melati.
Claudia terus mengawasi Chery dan Melati dari kejauhan.
"Oke, nanti jam tiga, mama sudah nunggu di sini" kata Melati.
"Iya, ma. Chery sayang mama. Chery masuk ke dalam lagi ya"
Melati mencium kedua pipinya Chery dan berucap "mama juga sayang banget sama kamu, ati ati ya"
Melati kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya dan pulang bersama Elmo dan Celyn.
Chery mengangguk dan melambaikan tangan lalu berlari masuk ke dalam gedung sekolahannya lagi.
Tepat jam dua siang Raja sudah naik dengan kerennya di atas motor lakinya. Dia sengaja keluar lewat gedung SD saat dilihatnya dari kejauhan, gedung SD masih tampak ramai.
Raja kemudian memarkir motor lakinya di pekarangan parkir gedung SD dan turun dari motor kesayangannya.
Saat Raja hendak memutar badan menuju ke ruang guru piket, dia melihat tante berambut merah kecokelatan, yang kemarin main ke rumahnya Chery.
"Untuk apa dia kemari?" gumam Raja. "Wah memang nggak beres nih" Raja berucap sembari memutar badan menuju ke ruang guru piket.
Raja mengetuk pintu ruang guru piket dan bertanya "apa ada ekstrakurikuler untuk anak kelas dua?"
"Iya, ada" jawab sang guru piket.
"Terima kasih pak, saya mau menunggui adik saya. Apa saya boleh menemuinya?" kata Raja.
"Siapa nama adik kamu?" tanya sang guru piket.
"Chery Elruno" jawab Raja.
"Aaah, putrinya tuan Moses Elruno ya? bukannya dia nggak punya kakak laki laki?" tanya sang guru piket mulai menatap curiga ke arah Raja.
"Saya, emm, putra dari sahabat mamanya Chery, tante Melati Arumi Putri sahabatnya mama saya" ucap Raja.
"Sebentar saya telepon nyonya Moses dulu" kata sang guru piket. "Siapa nama kamu?" tanya sang guru piket.
"Raja, putra dari mama Grace dan papa Charlie" ucap Raja.
Guru piket tersebut kemudian menyodorkan ponselnya ke Raja "ini, nyonya Moses ingin bicara sama kamu"
Raja meraih ponsel itu dan berbicara langsung dengan Melati. Melati kemudian menitipkan Chery ke Raja. Melati meminta tolong sama Raja untuk menjaga Chery sampai Melati datang menjemput Chery. Raja mengiyakan permintaannya Melati dengan senang hati.
Raja kembali menyodorkan ponsel ke guru piket itu, setelah menutup sambungan teleponnya.
"Baiklah, karena nyonya Moses sudah mengijinkannya, kamu langsung saja ke ruang perpustakaan. Chery Elruno ada di sana"
"Baik pak, terima kasih banyak" Raja kemudian berbalik badan dan melangkah lebar penuh semangat menuju ke ruang perpustakaan.
Tiba tiba datang seorang gadis dari gedung SMP mendekati Raja dan menghentikan langkahnya Raja.
Raja mengerem langkahnya dan memandang gadis yang berdiri di depannya dengan heran "siapa kamu?"
Gadis itu memandang Raja dengan sorot mata berbinar binar "saya Ratri, saya penggemarnya kakak. Saya selalu menonton pertandingan basketnya kakak. Boleh saya meminta foto bareng kakak?"
Raja mendengus kesal tapi merasa nggak tega juga ketika melihat wajah penuh harap dari gadis itu lalu dia berkata "foto aja kan?"
Gadis itu memekik kegirangan dan berkata "foto sama tanda tangan ya, kak?"
Raja menganggukkan kepalanya tanpa ekspresi.
__ADS_1
Gadis itu pun berdiri di sebelahnya Raja dan mengambil pose dengan senyum termanisnya lalu Jepret...........Dia merasa sangat senang karena, akhirnya berhasil berfoto dengan Raja.
Kemudian dia menyodorkan buku dan pulpen yang dia ambil dari dalam tas ranselnya dan menyodorkannya ke Raja "tolong tanda tangani ya, kak"
Raja mengambil buku dan pulpen itu lalu menandatanganinya.
"Nih" Raja mengembalikan buku dan pulpen itu tanpa senyum sama sekali.
Gadis yang bernama Ratri itu memasukkan kembali buku dan pulpen ke dalam tasnya mengucapkan terima kasih, lalu menyerahkan sebuah amplop ke Raja.
"Apa ini?" Raja menautkan alisnya.
"Baca di rumah ya kak" Ratri merona malu dan berlari meninggalkan Raja.
Raja memandang amplop yang dia pegang. Dia mulai membuka dan membacanya sambil melanjutkan langkahnya menuju ke perpustakaan.
Amplop itu berisi surat pernyataan cintanya Ratri untuk Raja. Akhir dari surat itu, Ratri meminta Raja menemuinya di tempat yang sama jika Raja menerima cinta dia.
Raja mendengus kesal lalu membuang surat itu ke tong sampah yang dia lalui.
Sudah banyak surat cinta dari cewek cewek cantik untuk Raja dan semua surat surat itu berakhir di tong sampah.
Raja sampai di depan pintu ruang perpustakaan dia mengetuk pintu itu lalu membukanya dan melangkah masuk.
Chery menoleh, tersenyum dan melambaikan tangannya ke Raja.
Raja membalas senyuman dan lambaian tangannya Chery lalu duduk di atas bangku tidak jauh dari bangkunya Chery.
"Kamu sudah lapor guru piket?" tanya wali kelasnya Chery.
"Sudah Bu, saya juga sudah diijinkan sama mamanya Chery untuk menunggui Chery" jawab Raja.
"Oke, baiklah! tapi ini masih lama lho, masih dua jam lagi baru selesai" kata wali kelasnya Chery.
"Tidak apa apa bu, di rumah juga sepi, jadi lebih baik saya di sini saja" ucap Raja sembari mengeluarkan buku matematika dan menaruhnya di atas meja yang berada di depannya.
"Baiklah, saya tinggal, ya" kata wali kelasnya Chery.
Raja tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Chery menutup pertunjukan teater tersebut dengan pembacaan puisi karya Chery sendiri.
Raja tersenyum bangga menatap Chery. Hatinya terasa hangat melihat kecantikan dan bakatnya Chery. Perpaduan yang sempurna dan sangat indah bagi Raja. Tiada yang lain selain Chery, di hatinya.
Setelah selesai, Chery memakai tas ranselnya dan berlari kecil mendekati Raja yang sudah berdiri menunggu Chery.
Raja mengusap kasar kepalanya Chery "kamu hebat ya"
"Terima kasih, kak" Chery menaruh tangan kecilnya ke dalam tangannya Raja dengan santainya, layaknya seorang adik ke kakak laki lakinya.
Raja menatap tangannya Chery yang ada di dalam genggaman tangannya sambil tersenyum hangat layaknya seorang kakak melindungi adiknya. Raja masih membatasi rasa sayang dia ke Chery sebagai seorang kakak laki laki. Raja akan membiarkan rasa yang ada di dalam sanubarinya, berproses secara alami seiring dengan berjalannya waktu.
Mereka bergandengan tangan melangkah keluar sembari bercanda ria. Melati sudah melambaikan tangan di parkiran mobil. Raja mengantarkan Chery ke mamanya.
Claudia yang sedari tadi menunggu Chery keluar dari gerbang akhirnya mendengus kesal dan masuk kembali ke dalam mobilnya. Dia gagal mengajak Chery jalan jalan.
"Terima kasih banyak ya, Raja" kata Melati.
"Sama sama tante" Raja mencium punggung tangannya Melati lalu tersenyum.
"Emm, besok hari Minggu. Tante berencana akan mengajak anak anak ke wahana permainan. Kamu ikut ya? kamu ajak sekalian Danendra dan Gideon"
Raja langsung tersenyum lebar. "Baik tante, terima kasih untuk undangannya. Jam berapa kumpul di rumah tante?"
"Jam delapan pagi ya, biar nggak kesiangan" kata Melati.
"Baik tante, siap!" kata Raja sambil tersenyum.
"Kak, Chery pulang ya. Makasih sudah menunggui Chery"
"Iya sama sama" Raja kembali mengusap kasar rambutnya Chery dan tersenyum lalu berkata "tante ati ati ya, nyetirnya"
__ADS_1
"Makasih Raja, kamu juga ati ati bawa motornya" kata melati.
Raja tersenyum dan mereka pun berpisah.
Jam delapan malam tepat setelah Melati menyelesaikan pekerjaannya menangani pasien terakhirnya, dia keluar dari ruang prakteknya dan mendapat Awan telah berdiri di depannya.
Moses dan Angel menunggu Melati di ruang tamu rumah utama yang ada di Danau Biru.
"Awan mana? kok belum datang?" tanya Moses ke Angel.
"Sebentar lagi pasti sampai, kak" kata Angel.
Awan terus menatap Melati sambil bersedekap dan bersandar di tembok. Awan melihat Melati semakin bersinar, semakin cantik, elegan, dan seksi.
Awan tersenyum dan berucap secara spontan karena rasa kekaguman yang membuncah di dalam hatinya "kamu makin cantik, Mel. Apa kabar?"
Melati tersenyum dan berkata "mana istri kamu? nggak kamu ajak?" Melati mengedarkan pandangannya dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke rumah utamanya.
Awan mengikuti langkahnya Melati dan tersenyum "aku belum menikah"
Melati berjalan dan menoleh ke Awan "kamu belum menikah? kenapa? aaahh, tapi bukan urusanku juga untuk tahu alasan kamu kenapa belum menikah"
Awan terus berjalan di sampingnya Melati dan tersenyum lalu berucap "wangi kamu beda sekarang"
Melati langsung mengerem langkahnya, menoleh dan menatap Awan sambil bersedekap "Wan, aku tanya apa kamu jawabnya apa. Apa maksud kamu berkata wangi kamu beda? aku ini ibu tiga anak lho dan aku sangat mencintai anak anak dan suamiku, jangan macam macam kamu!"
Awan tergelak geli dan berucap "kamu masih saja ceriwis dan semakin cantik kalau marah marah kayak gini"
Melati menarik napas panjang lalu berlari kecil meninggalkan Awan. Awan tersenyum geli melihat Melati.
Melati masuk ke dalam rumahnya dan langsung mencium pipinya Angel kemudian menghambur masuk ke dalam pelukan suaminya. Moses langsung memeluk pinggang Melati dengan sangat erat dan menatap Awan yang tengah melangkah pelan mendekatinya.
Awan tersenyum dan mengulurkan tangannya "selamat malam tuan Moses Elruno, apa kabar?"
Moses menyambut ukuran tangannya Awan dan langsung mempersilakan Awan untuk duduk. Angel menatap Awan dan mencoba untuk memberikan senyuman terbaiknya untuk kakak laki lakinya itu.
"Apa kabar dek?" sapa Awan.
"Baik" jawab Angel.
"Kakak langsung aja ya, emm, kakak pengen ketemu sama kamu karena, kakak pengen mengenal kamu lebih jauh, tidak bisa kita hindari takdir yang menyatukan kita, kita ini saudara kandung, dek" kata Awan.
Melati dan Moses masih diam di dalam mengawasi percakapannya Awan dan Angel.
"Angel masih merasa aneh aja kak, punya kakak lain selain kak Alfa. Maafkan sikap Angel selama ini" kata Angel.
Awan menarik napas dalam dalam lalu menghembuskannya pelan pelan untuk meredakan keharuan yang mulai menyeruak masuk ke dalam hatinya.
Angel pun melakukan hal yang sama.
"Kakak juga akan meminta tolong sama kamu. Beberapa hari yang lalu, kakak menjenguk papa di penjara, papa ternyata sakit, dia terkena bronkitis selama di penjara karena udara di sana lembab dan pengap"
Angel hanya diam.
"Kondisi papa semakin lemah dan papa ingin bertemu dengan kamu, sekali aja, sebelum kondisinya papa menjadi semakin buruk dan meninggal" air mata haru mulai menggenang
di pelupuk matanya Awan. Awan kembali mendung.
Angel meneteskan air mata dengan tanpa sadar begitu juga dengan Melati. Moses mengusap air mata di pipi istri tercintanya dengan tangannya dan mencium puncak kepalanya Melati.
Awan melirik sekilas ke arah Moses dan Melati, tanpa bisa dia pungkiri, dia terbakar cemburu.
Tapi semua sudah terlambat, aku sudah tidak mungkin lagi bersama Melati. Sesal Awan.
"Dek, apa kamu mau menemui papa untuk yang pertama kali dan mungkin untuk yang terakhir kalinya" ucap Awan.
Angel menatap Melati untuk meminta persetujuan dari Melati.
"Temuilah papa kamu sayangku Angel, bagaimana pun juga dia papa kamu, sebelum ada kata penyesalan di hati kamu, sayang" kata Melati sambil menggenggam tangannya Angel.
__ADS_1
"Baiklah, kak Awan. Aku mau menemui papa. Besok aku siap untuk menemui papa" kata Angel.
"Terima kasih banyak, dek" ucap Awan sambil tersenyum lega.