My Cute Nanny

My Cute Nanny
Kejutan dari Moses Elruno


__ADS_3

Chery langsung berbalik badan dan berlari menuju ke kamar mamanya.


Ceklek


Chery mematung di depan pintu kamar mamanya yang telah terbuka.


Melati yang tengah mengetik, mempersiapkan materi pelajaran untuk anak anak jalanan di sekolah capungnya besok pagi, langsung bangkit dan menghampiri Chery.


Melati memegang kedua bahunya Chery, menatap wajah Chery yang mulai dipenuhi air mata, dan bertanya "ada apa?" lalu mengusap air mata yang membasahi pipinya Chery.


Chery langsung menghambur ke dalam pelukan mamanya dan menangis sesenggukkan.


Melati merangkul Chery dan menuntun Chery untuk duduk di tepi ranjang "ada apa? cerita ke mama!" kata Melati sembari terus mengusap air mata di pipi mulusnya Chery.


Chery menghela napas panjang berulang ulang untuk meredakan tangisnya lalu berucap "kak Raja marah sama Chery, ma. Kak Raja.....hiks hiks hiks hiks"


"Ssssttt, jangan nangis terus sayang, kasihan kedua mata indah kamu ini sayang, jadi merah semua tuh. Kenapa kak Raja kamu, marah?" kata Melati sembari menangkup kedua pipi putri cantiknya, yang dia asuh sedari bayi.


Chery kembali menghela napas panjang dan berucap "kak Raja salah paham, Chery ada rasa sama Bagas. Karena selama ini Chery lupa cerita soal Bagas ke kak Raja"


"Oooo, itu namanya kak Raja kamu tuh cemburu. Justru bagus! itu tandanya kak Raja kamu tuh sayang dan cinta banget sama kamu" kata Melati sambil terkekeh geli dan mengusap lembut rambutnya Chery dengan penuh kasih sayang.


"Cemburu? tapi kenapa cemburu itu tanda cinta? Chery lihat tadi di matanya kak Raja nggak ada cinta untuk Chery, adanya amarah, melotot tajam sampai Chery nggak berani menatapnya lebih lama dan kak Raja marah ke Chery, berarti cemburu itu nggak bagus dong ma, dan bukan tanda cinta karena, cemburu bikin orang marah marah" Chery cemberut ke mamanya.


"Hahahaha, sayang, kamu polos sekali sih, mama jadi gemas nih" Melati langsung mencium kedua pipinya Chery.


"Ma, kok malah ketawa" Chery semakin mengerucutkan bibirnya.


"Maaf sayang, heeee. Oke sekarang cerita ke mama detailnya!" kata Melati.


"Kak Raja marah karena, Chery lupa nggak cerita soal Bagas, terus nanya apa Bagas pernah nembak Chery, ya Chery jawab pernah. Terus nanya apa jawaban Chery ke Bagas ya Chery kasih tahu jawaban Chery waktu itu ke Bagas, kalau Chery hanya akan berpacaran setelah Chery lulus kuliah dan bekerja, terus kata kak Raja jawabannya Chery itu sebuah harapan untuk Bagas" Chery kemudian merebahkan kepalanya ke pangkuannya Melati.


Melati mengusap keningnya Chery dan bertanya "terus?"


"Terus Chery coba jelaskan kalau Bagas pernah ke sini beberapa hari yang lalu dan Bagas kembali meminta kejelasan ke Chery, ya Chery bilang ke Bagas kalau Chery sudah punya kak Raja dan hanya mencintai kak Raja, Bagas marah katanya Chery kasih harapan dengan jawabannya Chery dulu lalu menghempaskan rasa yang Bagas miliki begitu saja. Kata Bagas, Chery jahat, ma. Bagas bilang kecewa ke Chery, kak Raja juga bilang kecewa sama Chery"


"Apa komentar Raja soal ucapan kamu ini?" kata Melati sambil terus mengusap usap keningnya Chery.


"Chery belum selesai mengatakannya, baru akan menjelaskannya, tapi kak Raja keburu pergi dan bilang nggak mau ketemu dan video call-an dulu sama Chery" Chery kembali terisak.


"Ssstt, jangan nangis sayang, besok coba kamu temui kak Raja di kantornya, kamu minta kak Raja mendengarkan cerita kamu sampai selesai" ucap Melati bijak.


"Kalau Chery diusir ma? kalau kak Raja nggak mau ketemu sama Chery gimana dong?"


"Mama yakin kalau kak Raja kamu pasti mau mendengarkan cerita kamu besok. Malam ini dia pasti sudah merenung, berpikir, dan mulai bisa menenangkan perasaamya. Mama yakin besok dia pasti mau mendengarkan cerita kamu. Sekarang bobok gih! sudah jam sepuluh malam nih" kata Melati.


Chery bangun dan menarik tangan mama Melati-nya "temani Chery tidur di kamarnya Chery, ma" kata Chery.


"Kenapa nggak bobok di sini aja?" kata Melati heran.


"Di sini nggak ada fotonya kak Raja, heeee. Chery pengen bobok sambil meluk fotonya kak Raja tapi Chery pengen ditemani sama mama" kata Chery.


"Hahahaha, oke sayang, ayok mama temani!" kata Melati.


Begitu sampai di dalam kamarnya Chery, kedua cewek cantik kesayangannya Moses Elruno itu pun langsung berpelukan dan tertidur pulas beberapa menit kemudian.


Sementara itu di rumahnya Raja. Raja langsung masuk ke dalam kamarnya sewaktu pulang dari rumahnya Chery dan membanting agak keras pintu kamarnya. Mamanya sampai terlonjak kaget.


Ada apa ya? tidak biasanya Raja membanting pintu dengan keras seperti itu? Batin Grace.

__ADS_1


Grace menunggu beberapa menit berlalu, kemudian dia melangkah ke kamarnya Raja dan mengetuk pintu kamar putranya itu.


"Masuk ma!" sahut Raja dari dalam kamarnya.


Ceklek


Mamanya Raja membuka pintu kamar itu dan melangkah masuk. Raja tengah rebahan dan menatap langit langit kamarnya dengan bertumpu telapak tangannya yang sebelah kanan dan tangan sebelah kirinya, Raja biarkan terkulai begitu saja di samping badannya.


Mamanya Raja duduk di tepi ranjang di sampingnya Raja "ada apa?"


Raja mulai menceritakan semuanya ke mamanya dan dia mengakui ke mamanya kalau dia kesal ke Chery karena, terbakar rasa cemburu yang begitu hebat.


Mamanya Raja tersenyum dan berkata "harusnya kamu dengarkan dulu ceritanya Chery sampai selesai!"


Raja kemudian bangun dan duduk bersila menghadap ke mamanya "Raja takut kalau keseluruhan ceritanya Chery semakin membuat perasaannya Raja kecewa. Kenapa Chery tega, ma?"


"Dengarkan mama ya! Chery itu masih polos masih belum genap tujuh belas tahun. Kamu yang harus lebih bersabar dan bijak. Katakan hal hal yang tidak kamu sukai ke Chery dengan sabar dan penuh kasih sayang, dan kamu juga harus bijak menerima semua kekurangan kamu ketika Chery mengatakan hal hal yang nggak Chery sukai dari kamu. Itulah gunanya berpacaran, saling mengenali karakter masing masing dan saling memahami satu sama lain"


"Gitu ya ma? menurut mama, Chery nggak sengaja kalau Chery lupa ceritakan soal Bagas ke Raja?" ucap Raja.


Mamanya Raja menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan berkata " iya menurut mama sih seperti itu. Chery itu ternyata mirip sama mama. Kalau ada hal yang mama rasa nggak penting ya nggak mama ceritakan ke papa Charlie kamu, dan mama cenderung melupakannya karena, nggak penting juga untuk cerita. Papa Charlie kamu untungnya orang yang super sabar, dewasa dan bijak. Dia membimbing mama dengan sabar, kalau ada hal yang mama lupa ceritakan, beliau cuma bilang "nanti malam aku tunggu cerita kamu ya, sayang"


"Papa Charlie nggak marah?" tanya Raja.


"Nggak! karena, papa Charlie percaya sama mama dan sudah memahami mama, kalau nggak cerita ya berarti mama lupa dan mama anggap itu nggak penting. Chery mirip sama mama dalam hal itu. Tapi kamu dan papa Charlie dua pribadi yang berbeda. Kalau kamu berbeda pemahaman dengan papa Charlie, ya kamu bimbing Chery dengan sabar, katakan ke Chery dengan penuh kelembutan untuk selalu cerita ke kamu masalah sekecil apapun, agar tidak terulang lagi kejadian kayak gini" ucap mama Grace bijak.


"Gitu ya ma" tanya Raja.


"Hmm, mama kenal baik pribadi dan karakternya Chery. Chery nggak mungkin mengkhianati kepercayaanmu. Mama yakin seribu persen kalau yang namanya Bagas itu hanya seorang sahabat bagi Chery"


Raja mulai tenang dan langsung memeluk mamanya "makasih ya ma"


Melati terbangun di pukul tiga dini hari terlonjak kaget oleh bunyi dering ponselnya. Melati menatap layar ponselnya dan tertera panggilan VC dari Moses Elruno suaminya.


Melati menggeser layar ponselnya ke kanan dengan ibu jarinya "sayang, akhinya nelpon juga. Aku mungguin telpon kamu kemarin seharian penuh" Melati mulai protes sembari memonyongkan bibirnya ke layar ponselnya.


"Hahahaha, maafkan aku Rumi! aku repot banget kemarin. Duuhhh! kalau monyong monyong gitu bikin aku menderita nih, aku kan nggak bisa nyium kamu" Moses ikutan monyong.


Melati terkekeh geli.


"Kamu di mana? kok nggak di kamar kita?" tanya Moses.


"Rahasia" Melati meringis ke Moses.


"Rumi jangan bercanda ya kalau soal kamar! kamu tidur di kamar siapa?" tanya Moses.


Melati kembali terkekeh geli lalu mengarahkan layar ponselnya ke Chery "di kamarnya Chery. Nih putri cantik kita masih tertidur pulas"


"Oooo" kelegaan terdengar di nada bicaranya Moses. "Emm, kamu tinggalkan Chery sebentar bisa kan?" tanya Moses.


"Bisa" Melati mulai bangkit dan melangkah pelan keluar dari kamarnya Chery. "Memangnya ada apa?" tanya Melati.


"Nggak ada apa apa, heeee. Aku cuma kangen sama kamar kita, bisa kamu masuk ke kamar kita sebentar?" pinta Moses.


"Oke aku menuju ke kamar kita ya?" kata Melati.


"Hmm" Moses tersenyum lebar dan berkata "jangan dimatikan ponselnya!"


"Iya sayang" Melati melangkah keluar dari lift dan membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Sudah nih aku di depan pintu kamar kita" ucap Melati sambil mulai masuk beberapa langkah ke dalam kamarnya.


"Kamu noleh ke belakang gih!" kata Moses.


Melati menoleh ke belakang dan langsung memekik bahagia "sayang, kamu sudah di sini? sejak kapan?"


Moses yang masih berdiri di depan tembok tidak jauh dari daun pintu kamarnya, kemudian mematikan ponselnya lalu merentangkan kedua tangannya sembari tersenyum lebar menatap istrinya dengan penuh kerinduan.


Melati langsung melompat masuk ke dalam pelukan suaminya. Moses langsung menggemakan tawa bahagianya.


Moses kemudian membopong tubuh ramping istrinya itu, menutup pintu kamar dengan tumit kakinya dan merebahkan pelan tubuh Melati di atas ranjang, dia pun tidur miring dengan penuh senyum terus menatap Rumi-nya.


"Kamu nggak telpon karena, ada di pesawat ya?" tanya Melati. Moses menganggukkan kepalanya sambil mengusap pipinya Melati "lalu kapan sampai sini?" Melati kembali bertanya.


"Barusan, dua puluh menit yang lalu, aku panik buka pintu kamar kok kamu nggak ada" kata Moses.


"Hahahaha, dasar genit, sudah tua masih aja curigaan sama istri" kata Melati sambil terkekeh geli.


"Habisnya istri aku ini awet imut, awet cantik, jadi ya aku harus jaga dan waspadai terus selama dua puluh empat jam"


Melati tersenyum penuh cinta sambil mengusap lembut wajah tampan suaminya.


"Kita selesaikan urusan kita ya?!" Moses mulai mencium bibirnya Melati sebelum Melati sempat menjawab pertanyannya Moses.


Sembari membisu Moses dan Melati saling menatap. Bahkan udara di sekitar mereka pun ikutan membisu seakan menahan napas ketika terhanyut merasakan gairah diantara Moses dan Melati yang begitu panas membara.


"Rumi......."


Ketika Moses mengerangkan namanya, Melati menghirup dalam dalam napas suaminya itu sampai masuk ke dalam jiwanya, dan gairah langsung menguasai seluruh pikirannya. Melati membenamkan jemarinya ke otot liat bahunya Moses, ketika mereka akhirnya kembali berciuman.


Melati tidak bisa berhenti menyentuh Moses, dia terus menelusurkan tangannya ke sekujur tubuhnya Moses. Erangan lirih terdengar, saat kerinduan yang menyiksa dan ketika kebutuhan akan satu sama lain semakin liar tak terkendali.


Moses dengan sembrono merenggut dressnya Melati dan mengabaikan bunyi derak kain sobek. Tangan Moses langsung menangkup gundukkan sintal kesukaannya lalu membelainya dengan bibir hangatnya. Melati menjerit lirih penuh damba dan Moses menyeringai senang bukan kepalang.


Moses kemudian membuka kemeja dan celana panjang kainnya sendiri dengan tidak sabar. Kemudian mereka kembali berciuman dengan penuh gairah seakan tidak pernah merasa puas untuk menyentuh dan mencecap bagian bagian yang familier dan mereka rindukan.


Mereka akhirnya menyatu saling merespons secara sensual dan saling menanggapi setiap sentuhan intim, dan desah kenikmatan terdengar lantang dari keduanya beberapa menit kemudian.


"Aku mencintaimu, selalu mencintaimu Rumi" kata Moses sambil memeluk erat tubuhnya Melati dan berguling ke samping untuk berbaring saling berhadapan.


"Aku lebih mencintaimu seribu persen" kata Melati.


Moses menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua dari belaian udara yang ada di sekitar mereka, lalu berucap "iya aku mengaku kalah kali ini, hahahaha, sekarang tidurlah!"


Melati melepaskan diri dari pelukannya Moses lalu melihat dressnya yang telah sobek terkoyak dan menatap Moses sambil menggelengkan nggelengkan kepalanya.


"Hahahaha, itu salah kamu Rumi, karena kamu begitu menggoda, hahahaha"


Melati menghela napas panjang sambil melempar senyum ke Moses, kemudian bangun, masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan telah berganti baju ketika keluar dari kamar mandi.


"Mau ke mana?" tanya Moses.


"Balik ke kamarnya Chery, takut kalau Chery bangun aku nggak ada, bisa bingung nanti Chery"


"Huuufft ! okelah! tapi cium dulu!" kata Moses.


Melati melangkah dan mendekati Moses lalu mencium bibirnya Moses. Setelah beberapa detik, Melati menarik bibirnya ketika merasakan ada tanda tanda Moses hendak menyerangnya lagi, cewek cantik istrinya Moses itu pun langsung melangkah keluar kamar untuk menuju ke kamarnya Chery.


Moses menggemakan tawa bahagianya kemudian tertidur pulas penuh rasa cinta dan kepuasan.

__ADS_1


__ADS_2