My Cute Nanny

My Cute Nanny
Ciuman itu suci dan sakral bagi Chery


__ADS_3

Awan terus mencuri pandang ke Melati.


Kamu masih sangat menarik dan cantik, Mel. Bahkan usia dan waktu tidak mampu membuat kamu menua. Batin Awan.


"Wan, kalau mau nyusul istri dan anak kamu di kamar, silakan lho, nggak usah sungkan, anggap aja rumah sendiri!" kata Melati.


Awan tersenyum dan berkata "nanti aja Mel, masih ada yang perlu aku bicarakan dengan tuan Moses"


Raja kemudian bangkit dan permisi untuk mengajak Chery berjalan jalan sebentar di pinggir pantai.


Raja menggandeng tangannya Chery sambil mengobrol dan bercanda penuh tawa. Tanpa mereka sadari, mereka telah melangkah lumayan jauh dari kediamannya Moses Elruno.


Raja mengajak Chery duduk di atas batu yang teronggok tidak jauh dari bibir pantai.


Raja mencium tangannya Chery dan berucap "besok pulang ke Indonesia jam berapa?"


"Pagi, kak. Sekitar jam tujuh" kata Chery.


Raja menghela napas panjang dan menatap pantai "kakak akan sangat merindukanmu"


Chery merebahkan kepalanya di atas bahunya Raja dan berucap "Chery juga akan sangat merindukan kakak"


Raja mengusap usap bahunya Chery yang dia peluk lalu berucap lirih seolah penuh sesal karena, dia sudah tidak berdaya lagi, melemah di dalam pesonanya Chery Elruno "Chery, sayang, maaf kalau kakak begitu ingin mencium kamu, saat ini juga"


Chery langsung melepaskan diri dari pelukannya Raja dan bangkit berdiri. Dia memunggungi Raja untuk menatap pantai dengan rona malu di wajahnya.


"Chery?" Raja memanggil Chery dan bangkit berdiri di sampingnya Chery. Dia memutar pelan tubuh rampingnya Chery sehingga mereka berhadapan. Raja mengusap bibirnya Chery dengan punggung tangannya lalu mengelus mesra pipinya Chery dengan telapak tangannya.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Chery menanggapi pertanyaan dan sentuhan itu dengan tubuhnya. Gadis cantik keturunannya Elruno itu, memejamkan kedua mata indahnya dan mencengkeram ujung kemejanya Raja dengan kedua tangannya.


Tanpa bisa Chery hindari, sensasi Raja ada di dalam dirinya. Chery bertanya tanya di dalam benaknya, tentang perilakunya sendiri, apa dia juga mendambakan ciuman itu.


Raja merengkuh tubuh rampingnya Chery untuk menjadi dekat dan semakin dekat sehingga Chery bisa merasakan debar keras jantungnya Raja seolah menyatu dengan debaran jantungnya sendiri.


Raja mulai menyentuh wajah Chery. Hanya dengan menyentuh Chery, Raja Darmawan telah melepaskan ikatan dahaga di dalam dirinya. Raja akui sentuhannya sangat jauh di luar batas nalar sehatnya dan di luar batas emosi normalnya.


Sedangkan Chery merasa asing dengan apa yang dia rasakan. Dia merasa berada di dalam bahaya yang memicu adrenalin sekaligus merasa tidak mampu untuk menolak, mengendalikan, dan menjinakkan rasa itu.


Raja menyipitkan pandangannya di atas wajah cantik kekasih hatinya dan berucap lirih "apa kamu telah siap? benar benar siap?"


Tanpa Chery sadari, dia menganggukkan kepalanya.


Raja melukis senyum di wajah tampannya dan mulai menyentuh bibirnya Chery dengan kehangatan bibirnya.


Mereka kemudian saling bergayut terhanyut masuk ke dalam gelombang hasrat yang membuat pening. Raja menghisap bibir atasnya Chery dan belum melibatkan lidah, membuat Chery tanpa sadar mulai membalas ciumannya Raja, mulai mencium dan menghisap bibirnya Raja.

__ADS_1


Mereka berciuman di bawah sinar bulan yanng sudah mulai melongok untuk menyapa semua insan di bumi dan suara deburan ombak yang lirih, menambah sensasi romantisme yang menguar di sekelilingnya Raja dan Chery.


Tepat di saat Chery mulai mendesah dan membuka mulutnya dengan secara tidak sadar, Raja langsung menarik diri dan mendekap Chery untuk meredakan gairahnya.


Raja takut menyakiti Chery dan menodai kesucian cinta mereka, jika dia tidak segera menghentikan ciumannya.


Chery merangkulkan kedua lengannya di atas pinggangnya Raja dan masih memejamkan mata di dalam dekapannya Raja.


Raja mencium puncak kepalanya Chery dan menghela napas beberapa kali untuk meredakan gairahnya.


Rasa manis dari Chery Elruno telah menghisap segala daya dan akal sehat yang ada di dalam dirinya Raja dan Raja butuh beberapa saat untuk mengumpulkan kembali semua daya dan akal sehatnya itu.


"Maafkan kakak ya sayangku!?" kata Raja sambil terus mengusap lembut punggungnya Chery.


Chery berkata lirih di dalam dekapannya Raja "jangan tinggalkan Chery ya kak, Chery hanya ingin bersama kakak selamanya dan kita telah saling terikat karena, kita telah berciuman"


Raja tersenyum mendengar kata kata polos yang keluar dari mulutnya Chery. Ternyata bagi seorang Chery Elruno, sebuah ciuman itu sangatlah sakral dan suci. Raja kemudian berkata "Iya sayang, kakak nggak akan pernah meninggalkan kamu"


"Kata mama, kalau sudah berciuman berarti nggak boleh pisah" Chery mulai melepaskan diri dari dekapannya Raja dan mulai menatap lekat matanya Raja, untuk melihat keseriusan yang ada di sana.


"Iya, mama kamu benar sayang. Jika kita sudah berciuman kita telah menjadi satu dan tidak akan bisa dipisahkan lagi" Raja tersenyum lalu mengecup keningnya Chery. "yuk kita balik! kamu harus beristirahat, besok pagi kan harus balik ke Indonesia" Raja menggandeng tangannya Chery dan berjalan kembali ke kediamannya Moses Elruno.


Awan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bisa mengobrol berdua dengan melati ketika Moses bangkit meninggalkan meja makan untuk menerima panggilan ponselnya dan yang lainnya tengah mondar mandir ke memasukkan semua perabotan masak ke dalam rumah. Awan membuka obrolan sambil membantu Melati membereskan meja makan "Mel, apa kabar?"


"Kamu tidak berubah ya Mel. Masih tetap sama dan tidak menua" kata Awan dengan santainya sambil mengulas senyum menatap Melati penuh arti.


"Terima kasih" Melati menanggapi omongannya Awan tanpa menatap Awan.


"Mel, apa kamu.........."


"Sayang, kamu istirahat saja! besok kamu pagi pagi dah terbang balik ke Indonesia kan? biar aku yang bereskan semuanya!" Moses mencium pelipisnya Melati dan langsung memotong ucapannya Awan yang belum tersampaikan ke Melati dengan sempurna.


Melati mengusap lembut pipinya Moses dan berkata "baik sayang" kemudian Melati melangkah masuk ke dalam rumah.


Awan hanya bisa menelan kekecewaan dan menatap hampa kepergiannya Melati.


Kenapa masih terasa begitu perih setiap kali melihat kamu bersikap mesra dan manja sama suami kamu, Mel. Andai itu aku dan bukan tuan Moses Elruno. Batin Awan.


Raja dan Chery telah sampai kembali ke kediamannya papanya Chery dan mereka langsung membantu membereskan semuanya. Setelah beres mereka semua akhirnya masuk ke dalam rumah.


Awan permisi ke kamar untuk mengajak istri dan anaknya pulang. Setelah keluar dari kamar tamu miliknya Moses, Awan pun pamit pulang.


Elma bisa merasakan kegalauan di dalam dirinya Awan, suaminya tapi dia memilih untuk diam dan tidak membahasnya.


Raja berpamitan dengan Chery karena, besok mereka sudah tidak ada waktu untuk bisa bertemu lagi. "Begitu sampai di rumah, hubungi Kakak ya?" pinta Raja.

__ADS_1


Akhirnya tepat pukul sembilan malam, Alfa dan rombongannya pun meninggalkan kediamannya Moses Elruno, untuk balik ke istananya Alfa Elruno.


Ketika sampai di rumahnya Alfa, Raja kaget mendapati seorang wanita berdiri di depan sebuah mobil, di halaman rumahnya Alfa Elruno.


Semuanya masuk ke dalam rumah ketika mengetahui kalau wanita itu adalah tamunya Raja.


Raja mengerutkan dahinya dan bertanya "anda siapa?"


Dewi tersenyum dan berkata "saya tidak dipersilakan masuk nih?"


"Untuk apa? saya saja tidak kenal sama anda? dan permisi, saya harus segera masuk ke dalam" kata Raja sambil melangkahkan kaki hendak pergi meninggalkan wanita itu.


"Tunggu! Anda pasti pangling sama saya karena, rambut saya tergerai dan saya tidak mengenakan seragam dinas saya, heee" ucap Dewi.


Raja menghentikan langkahnya dan memutar badan untuk kembali memandang wanita itu. "Maaf, saya tetap tidak ingat sama anda, permisi"


Alfa memperhatikan mereka berdua dari teras depan rumahnya. Sayup sayup, Alfa bisa mendengar semua ucapannya Raja dan cewek itu. Alfa tersenyum senang ketika tahu kalau Raja ternyata sangat bisa dipercaya dan tidak mengkhianati Chery.


"Dia mirip aku ternyata, begitu populer di kalangan cewek, cuma bedanya dulu aku orangnya nggak tegaan kalau sama cewek dan aku playboy, hihihi. Sedangkan Raja ternyata dingin sama cewek lain, selain sama Chery, waah! salut aku, dingin dan setia wow, keren! heeee" Alfa bergumam lirih lalu melangkah masuk ke dalam rumah meninggalkan Raja dengan wanita itu setelah Alfa sangat yakin kalau Raja bisa dipercaya dan nggak akan mengkhianati Chery.


"Saya Dewi, pramugari yang kemarin menumpahkan kopi di kemeja anda" kata Dewi mencoba mencegah langkahnya Raja.


Raja menghela napas panjang tanpa memutar badannya dan berucap "lalu?"


Dewi melangkah lebar dan berdiri di depannya Raja sambil menyodorkan sebuah paper bag "ini kemeja yang saya beli untuk mengganti kemeja anda yang kotor kemarin karena, kecerobohan saya. Mohon diterima sebagai ucapan maaf saya"


Raja masih menaruh kedua tangannya di dalam saku celananya dan menatap Dewi dengan sangat kesal "maaf, saya nggak bisa menerimanya. Saya sudah memaafkan anda jadi sudah nggak ada hutang diantara kita, saya akan masuk dan saya mohon anda pulang!"


Dewi langsung berkata jujur karena, merasa frustasi dia terus saja gagal mendekati Raja "saya cuma ingin berkenalan dengan anda, menjadi teman dekat anda, kenapa susah sekali sih?"


"Saya sudah memiliki banyak teman dan tidak ingin menambah teman lagi, permisi" Raja kembali melangkah meninggalkan Dewi tapi secara tiba tiba Dewi menarik lengannya Raja dan memutar badannya Raja untuk berhadapan dengannya.


Dewi langsung berucap sambil terus memegang lengannya Raja "saya tertarik dengan anda, saya menyukai anda"


Raja langsung menarik lengannya dari tangannya Dewi dan berkata "saya sudah mempunyai calon istri dan saya sangat mencintai calon istri saya, jangan ganggu saya lagi! permisi" Raja langsung berlari meninggalkan Dewi.


Dasar cewek gila! Batin Raja sambil terus berlari masuk ke dalam rumahnya Alfa.


Dewi membuang paper bag yang berisi sebuah kemeja ber-merk, di tong sampah yang berada di halaman depan rumahnya Alfa lalu masuk kembali ke dalam mobilnya dengan penuh kekesalan dan kekecewaan.


"Dikejar hantu ya Raja? kok wajah kamu ketakutan kayak gitu?" Suara Alfa mengagetkan Raja.


"Iya om, kuntilanak, heeee" ucap Raja sambil mengunci pintu rumahnya Alfa.


"Om paham perasaan kamu, om sering mengalaminya dulu, hahahaha" Alfa langsung tertawa terbahak bahak dan Raja cuma bisa meringis dan mengelus tengkuknya

__ADS_1


__ADS_2