My Cute Nanny

My Cute Nanny
Selingkuh membawa duka


__ADS_3

Moses akhirnya sampai di kantornya........


Dia menghubungi Ray. Menyuruh Ray untuk mengirimkan foto dan rekaman videonya Awan dengan selingkuhannya, via pesan text, sembari melipat surat perjanjiannya dengan Awan dan memasukannya ke dalam saku kemejanya.


Setelah semuanya beres, maka keluarlah bos muda super kaya itu dari mobil kesayangannya dan langsung masuk menuju ke lift pribadinya untuk naik ke lantai paling atas dari gedung megah tersebut.


Ting


Pintu lift terbuka dan Moses langsung melangkah lebar menuju ke meja sekretaris pribadinya untuk berkata "cancel semua jadwal aku sampai dua jam ke depan, jangan cari aku dan jangan hubungi aku selama dua jam itu!"


sekretaris pribadinya Moses tersebut segera bangun dari tempat dia duduk dan menjawab "Baik, tuan"


Ceklek


Moses membuka pintu ruang kerjanya dan mendapatkan Awan menoleh, melihat ke arahnya. Moses langsung berkata "ikut aku!" dan berbalik badan meninggalkan Awan yang tengah berdiri dan mulai mengikuti langkah lebarnya Moses.


Awan diam saja mengekor Moses. Cowok ganteng pacarnya Melati itu tidak berani bertanya dan berkata sepatah kata pun.


Sampailah mereka di roof top.


"Tuan, kenapa mengajak saya ke sini?" tanya Awan heran.


Moses berkata "kemana saja kamu pagi tadi?" sembari melepas jas dan melemparnya asal, lalu menggulung kemejanya.


"Saya ke kampus" jawab Awan dengan santainya.


"Lalu kemana setelah itu?" tanya Moses dengan tatapan siap menerkam Awan.


"Saya makan di sebuah restoran dengan seorang teman" jawab Awan.


"Cewek apa cowok?" Moses masih memberikan tatapan mautnya ke dalam manik manik hitamnya Awan.


Mereduplah manik manik hitamnya Awan saat mendengar pertanyaannya Moses. Apa maksud pertanyannya? mulai bertanya tanyalah benak Awan.


"Jawab dengan jujur!" Moses mulai meninggikan nada bicaranya.


Awan hanya diam membeku.


Moses menggeram kesal dan mengayunkan tangannya, menyuruh Awan untuk mendekatinya sembari mengeluarkan ponselnya.


Awan mendekat dan meraih ponsel yang disodorkan oleh tuan besar Elruno.

__ADS_1


Awan langsung melotot dan mematung saat melihat rekaman video dirinya tengah berciuman dengan Miracle. Sial! Batin Awan.


"Saya bisa jelaskan, tuan" kata Awan kemudian sembari mengembalikan ponselnya Moses.


Moses meraih ponselnya dan memasukkannya kembali ke dalam saku celananya sembari terus menatap tajam ke arah Awan.


"Dia mantan pacar saya, saya khilaf karena........"


Buuuuukkkkk


Moses langsung mendaratkan tinjunya di atas wajah gantengnya Awan.


Awan terjengkang mundur dan langsung mengusap sudut bibirnya yang mulai berdarah.


"Aku sobek surat perjanjian kita" kata Moses sembari mengambil surat perjanjian mereka berdua dan menyobeknya menjadi serpihan kertas yang sudah tidak berguna lagi.


Awan hanya bisa melihat Moses dengan tatapan pasrah. Pupus sudah harapan dia untuk menikah dengan Melati.


"Putuskan Melati hari ini juga!" perintah Moses penuh ketegasan.


"Maaf, tuan. Saya memang akan putus sama Melati tapi tidak bisa kalau hari ini" jawab Awan tanpa dosa.


Awan secara refleks melangkah mundur.


"Lawan aku! jangan mundur dan jadi pengecut Lo!" Moses berteriak lantang.


"Tuan, sebentar! Saya akan berikan flashdisk ini" Awan menunjukkan sebuah flashdisk yang dia ambil dari saku celananya, "ini berisi semua data penting papa saya. Saya serahkan sama anda, tapi tolong, jangan paksa saya untuk putus dengan Melati, hari ini?!" kata Alfa sembari melemparkan flashdisknya ke Moses.


Moses menangkap flashdisk tersebut dengan tangkas.


Bos besar itu melihat flashdisk yang dilemparkan oleh Awan, yang kini sudah berada di dalam genggamannya, sembari menautkan alisnya dan langsung melemparkan pandangannya kembali ke arah Awan.


"Lawan aku!" Moses belum berubah pikiran. Dia berkata dengan lantang sembari memasukkan flashdisk tersebut ke dalam saku celananya dan mulai melesat menuju ke arah Awan untuk beraksi menghujani Awan dengan tinju tinjunya.


Awan berhasil menangkis beberapa tinju yang dilayangkan ke wajahnya tetapi, Moses berhasil mendaratkan tinju terakhirnya di perutnya Awan. Awan pun terjatuh di atas lantai roof top tersebut dan meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Beri aku alasan, kenapa kamu tidak bisa memutuskan Melati hari ini juga?" kata Moses sembari jongkok di samping Awan yang masih terkapar dan meringis kesakitan.


"Sa....sa...saya belum siap" kata Awan asal.


Moses menepuk nepuk pelan pipinya Awan dan berkata "hah! belum siap kau bilang, cih! lalu apa yang kau pikirkan saat kau mencium gadis lain?"

__ADS_1


"Sa...sa...saya masih sangat mencintai Miracle, tuan. Miracle mantan kekasih saya dulu saat masih SMA. Kami dipisahkan secara paksa. Saya juga menyayangi Melati. Saya masih bingung dengan perasaan saya. Tapi saya memang sudah berniat untuk memutuskan Melati. Karena saya juga merasa semua ini tidak adil untuk Melati, tapi tidak hari ini, tuan" jawab Awan sembari mencoba untuk bangun dan duduk.


"Aku tidak peduli dengan kisah cinta kamu, aku minta kamu putus dengan Melati hari ini juga! dan katakan sejujurnya sama Melati kalau kamu sudah selingkuh!" kata Moses tanpa bisa ditolerir lagi.


"Kalau saya tetap menolaknya?" tanya Awan pelan dan lirih, mencoba mendapatkan jawaban dengan menatap kedua bola matanya Moses.


"Aku akan membuat kamu masuk ICU sekarang juga!" jawab Moses sambil menggertakkan giginya.


Awan langsung bergidik ngeri. Shit! aku bahkan belum mendapatkan jawaban iya, dari Miracle. Kalau Miracle menjawab tidak, lalu Melati aku putuskan hari ini juga, maka aku akan jomblo dong, aku akan kehilangan keduanya. Awan mulai kebingungan dan nampak panik.


"Aku akan bawa kamu ke rumahku sekarang juga! temui Melati dan putuskan dia!" kata Moses tegas.


"Tuan tidak merasa kasihan apa, sama Melati? jika secara tiba tiba saya memutuskan dia dengan alasan saya selingkuh, dia akan shock dan sedih, tuan" kata Awan mencoba merayu tuan besar super kaya yang kini tengah jongkok di depannya.


"Lebih baik dia shock dan sedih sekarang, daripada dia terus menyimpan asa sama kamu, dan kamu, aku yakin, kamu akan semakin mempermainkannya" kata Moses sambil tersenyum sinis menatap Awan.


Awan menghela napas panjang "baiklah saya akan memutuskan Melati. Sekarang juga saya akan ikut tuan ke rumahnya tuan untuk menemui Melati dan berbicara dengan dia. Tapi serahkan kembali flashdisk tadi!" Awan menengadahkan tangannya.


"Barang yang sudah berada di dalam genggamanku, pantang aku serahkan lagi. Aku akan bayar flashdisk kamu berapapun yang kamu minta" kata Moses sembari bangkit dari jongkoknya dan mulai berdiri.


Awan ikutan berdiri dan protes "mana ada seperti itu, tuan. Penawaran saya tadi tidak seperti itu"


"Hah! anak kemarin sore mencoba bernegosiasi dengan seorang Moses Elruno. Aku akan bayar flashdisk kamu, kamu tinggal sebut nominalnya, jangan khawatir, aku tidak pernah mengingkari omonganku, ayok kita ke rumahku, temui Melati dan putuskan dia!" kata Moses sembari menarik lengannya Awan.


Aaah, sial! Awan merasa sangat kesal. Kenapa dia harus jago bela diri sih, aku kalah telak dalam segala hal hiks hiks hiks. Batin Awan mulai pasrah dan harus siap jika akhirnya nanti menjomblo, kehilangan Miracle dan Melati.


Moses berhenti di depan meja resepsionis dan berkata "suruh OB untuk mengambilkan jasku yang ketinggalan di roof top dan suruh dia untuk memasukkannya ke laundry!" perintah Moses sambil terus menggandeng lengannya Awan.


"Baik, tuan" jawab resepsionisnya Moses tersebut sembari melirik tangan Moses yang menggandeng lengannya Awan.


"Jangan melihat seperti itu! ini tidak seperti yang kamu bayangkan!" ucap Moses menatap kesal resepsionisnya sembari melangkah pergi meninggalkan meja resepsionis tersebut.


"Memang apa yang aku bayangkan?" gumam si respsionis sambil meringis.


Moses membawa masuk Awan ke dalam mobilnya dengan paksa lalu menutup pintu mobil tersebut. Setelahnya dia melangkah setengah berlari masuk untuk segera memegang kemudinya si hitam meluncur ke rumah megahnya.


"Mobil saya bagaimana tuan?" tanya Awan.


"Aku akan suruh sopir kantorku untuk mengantarkannya ke rumahku, nanti" jawab Moses tanpa menoleh ke Awan.


Terimalah nasibmu Wan, Wan. Batin Awan merana. Selingkuh membawa duka hiks hiks hiks. Menangislah relung jiwanya Awan. Dia bakal kehilangan Melati. Semoga saja besok, dia menerima jawaban iya, dari Miracle

__ADS_1


__ADS_2