My Cute Nanny

My Cute Nanny
Cewek pemberani


__ADS_3

Ray melangkah menuju ke kamarnya Melati dan Chery berpapasan dengan Dokter Erlangga. Dokter Erlangga masuk ke dalam rumahnya Moses bersama dengan koleganya yaitu dokter spesialis anak dan satu perawat.


Ray langsung tersenyum lebar menyambut kedatangannya Dokter Erlangga.


"Ray, mana Moses?" tanya Dokter Erlangga sambil melempar senyum ke arah Ray.


"Tuan Moses ada di ruang gym, dok. Ada perlu apa, dok?" tanya Ray.


"Aku mau memeriksa Chery. Untuk memastikan berapa umur Chery dan memberikan imunisasi kalau memang sudah waktunya Chery diimunisasi" kata Dokter Erlangga.


"Mari dok, ikut saya saja ke kamarnya Chery!" kata Ray sembari menuntun langkahnya Dokter Erlangga dan koleganya menuju ke kamarnya Chery.


Tok tok tok


"Masuk!" sahut Melati dari dalam kamar.


"Selamat pagi, dok" Melati langsung tersenyum saat melihat wajah ramahnya Dokter Erlangga.


Melati mendekati Dokter Erlangga, meraih tangan papa asuhnya Moses itu dan mencium punggung tangannya.


Dokter Erlangga tersenyum senang melihat sikap sopannya Melati.


"Aku bawakan obat maag untuk kamu dan vitamin. Ingat jangan telat makan dan jangan kecapekkan!" kata Dokter Erlangga.


"Baik dok, terima kasih banyak" kata Melati.


"Ini dokter Erna, dia dokter spesialis anak. Dokter Erna akan memeriksa Chery, memastikan berapa tepatnya umurnya Chery berkaitan dengan pemberian imunisasi" kata Dokter Erlangga.


"Kira kira butuh waktu berapa lama dok?" tanya Ray.


"Satu jam lebih" sahut dokter Erna.


"Kalau begitu tolong jaga Chery sebentar ya dok, saya akan ajak Melati menemui tuan Moses dulu, dok" kata Ray.


"Oke, aku akan jaga cucuku dengan sepenuh jiwa dan raga" ucap Dokter Erlangga sambil tersenyum.


"Baik dok, terima kasih, saya tinggal sebentar" kata Ray sambil mengayunkan tangannya sebagai kode agar Melati mengikuti langkahnya keluar dari kamarnya Chery.


Mereka akhirnya masuk ke dalam ruang gym. Moses tengah duduk bersila di tengah ruangan tersebut.


"Duduk di depanku Mel!" perintah Moses.


Melati langsung menuruti perintah tuannya untuk duduk bersila di atas matras, di depan tuannya.


"Tuan, Dokter Erlangga datang berkunjung bersama dengan dokter spesialis anak. Beliau hendak memastikan umurnya Chery berkaitan dengan pemberian imunisasi" kata Ray.


"Baikah, kamu temani mereka dulu! Tunggu aku kalau sudah selesai pemeriksaannya dan imunisasinya juga harus nunggu persetujuanku dulu!" kata Moses.


Ray menganggukan kepalanya dan meninggalkan mereka untuk kembali ke kamarnya Chery.


Moses mengajari teknik teknik dasar Judo. Moses sangat menguasai Judo. Bahkan pada saat dia masih duduk di bangku kuliah, dia pernah menjuarai pertandingan Judo antar mahasiswa.


"Kamu ulangi gerakan yang aku ajarkan tadi!" perintah Moses.


Melati langsung menuruti perintah Moses dan dengan sukses, mampu memperagakan semua gerakan gerakan dasar Judo, yang tadi diajarkan oleh tuannya.

__ADS_1


"Bagus! ternyata kamu memang pintar, cepat tanggap, aku suka" kata Moses.


"Gerakan selanjutnya, kamu berdiri tegak, kaki kanan kamu maju ke depan kira kira enam puluh centi. Lalu rendahkan pinggang kamu dan tahan" kata Moses.


Melati mengikuti semua petunjuk Moses dengan baik dan benar.


"Bagus, tetap bertahan seperti itu!" Moses berkata sembari melangkah mendekati Melati. Tangan kanan Moses memegang lengan kiri Melati dan tangan kiri Moses memegang kerah bajunya Melati.


"Tu tu tuan mau apa?" Kata Melati dengan sangat gugupnya.


Wajah Melati mulai terasa panas saat melihat wajah tuannya, berada dekat sekali dengan wajahnya saat ini.


Moses tidak berani menatap wajah Melati saat ini, dia takut menjadi tidak fokus.


"Aku akan mulai mencoba menjegal kamu dan kamu harus menahan aku, oke!?" kata Moses.


Moses melakukan gerakan penjegalan dan Melati berusaha dengan sekuat tenaga menahan serangan Moses tersebut selama beberapa menit.


"Bagus!" cukup untuk hari ini" kata Moses


Mereka lalu melakukan beberapa gerakan pendinginan dan duduk di atas matras lagi.


"Besok kiita ulangi lagi gerakan tadi, baru aku lanjutkan ke tahap berikutnya.Jangan kamu lupakan tiap tekniknya!" kata Moses sembari mengelap keringatnya dengan handuk kecil yang sedari tadi dia kalungkan di lehernya.


"Baik, tuan" kata Melati sembari menerima handuk bersih yang disodorkan sama Moses.


"Oke, ayok kita lihat Chery!" kata Moses sembari berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu Melati berdiri.


Melati menyambut ukuran tangan tuannya dan berdiri. Mereka lalu melangkah keluar dari ruangan gym menuju ke kamarnya Chery.


"Kalian habis ngapain kok berkeringat gitu?" tanya Dokter Erlangga sambil tersenyum jahil menatap Moses.


"Jangan mikir yang nggak nggak om, barusan aku mengajari Melati teknik Judo" kata Moses.


"Hahaha, om mikirnya yang iya iya aja kok, nggak mikir yang enggak enggak" kata Dokter Erlangga sambil tergelak terbahak bahak.


Semua pun ikutan tertawa lepas, kecuali Moses.


"Gimana Chery?" tanya Moses kemudian.


"Tuan Moses, putri anda bukannya bayi yang baru lahir. Berdasarkan pemeriksaan motoriknya, putri anda sudah berumur dua bulan lebih dua Minggu" Sahut Dokter Erna.


"Begitu ya dok, saya pikir yang namanya bayi itu ya anak kecil yang baru lahir karena, saya juga tidak menunggui dia saat lahir jadi saya tidak tahu umurnya saat ini, maafkan papa ya, Chery" ucap Moses dengan nada sedih.


Dokter Erlangga menepuk nepuk pelan pundaknya Moses "Sudah Mo, semua sudah terjadi. Yang penting sekarang Chery ada bersama kamu"


Moses menghela napas panjang dan tersenyum ke arah Dokter Erlangga.


"Berarti harus diberikan imunisasi sekarang ini karena, sudah dua bulan lebih umurnya putri, tuan" kata dokter Erna.


"Oke, saya ikut aja! Berikan yang terbaik yang nggak pakai sakit dan nggak bikin Chery nangis" kata Moses dengan santainya.


Dokter Erna langsung menatap Dokter Erlangga.


Dokter Erlangga langsung paham maksud dari tatapannya dokter Erna dan berkata pada Moses "Mo, semua suntikan itu sakit tapi cuma sebentar, kamu mau gendong dan peluk Chery? siapa tahu Chery bisa lebih tenang saat berada dalam pelukan papanya" kata Dokter Erlangga.

__ADS_1


"Oke" Moses langsung duduk di depan dokter Erna.


"Lho yang perlu saya imunisasi itu putri tuan lho, bukannya tuan, kok yang duduk di depan saya malah anda nih?" kata dokter Erna mencoba mengajak bercanda Moses yang sedari tadi nampak tegang sewaktu mendengar putri cantiknya akan disuntik.


"Anda lucu juga ya dok, ha ha ha" Moses malah semakin kesal.


"Mel, mana Chery, biar aku peluk sini, taruh dalam dekapanku!" perintah Moses.


Melati langsung menaruh Chery dengan sangat hati hati ke dalam pelukannya Moses yang tengah duduk di depannya dokter Erna.


Perawat telah menyodorkan suntikannya ke dokter Erna.


Dokter Erna mengusap usap pelan paha mungilnya Chery dengan kapas yang sudah disterilkan dengan alkohol.


Moses memejamkan matanya. Dia tidak tega melihat Chery disuntik.


"Aaaaa, sudah belum?" tanya Moses masih memejamkan matanya.


"Hahahaha, sudah tuan, Chery ternyata cewek pemberani dia tidak menangis tuh, kayaknya lebih cengeng papanya nih dibandingkan Chery" kata dokter Erna sembari tersenyum lebar menatap Moses yang sudah mulai membuka matanya.


"Hahahaha, Chery kaget disuntik plus kaget waktu mendengar dan melihat papanya teriak tadi" Melati tertawa lepas.


Semua ikutan tertawa mendengar ucapannya Melati bahkan Moses pun tersenyum lebar.


"Tolong kasih susunya ke Chery, biar dia minum, kasihan masih tampak kaget wajahnya habis kena suntik, hahaha, lucu banget sih kamu nih Chery, pinter, pemberani dan cantik" ucap dokter Erna sambil menatap Chery.


"Itu turunan dari opa Erlangga" sahut Dokter Erlangga.


"Ya ya, sebahagianya om aja, deh" sahut Moses sambil tersenyum menatap papa asuh kesayangannya itu.


Melati langsung melangkah mendekati Moses lalu berdiri di sampingnya Moses dan memberikan dot susunya ke Chery. Chery dengan penuh semangat langsung menyedot botol itu.


"Mo, kamu pegangi dong botol susunya! kasihan tuh Melati membungkukkan badannya terus, bisa capek dia" kata Dokter Erlangga sambil mengulum senyum.


"Aaa, iya, kenapa kamu diam aja Mel, lepaskan botolnya biar aku yang pegangi" kata Moses sembari memegang botol susunya Chery.


Melati melepas botol tersebut dan menegakkan badannya kembali.


"Uluh uluh anaknya papa pinter banget sih, cewek pemberani dan cantik, siapa itu? ya, anak papa dong tentunya" kata Moses sembari menatap wajah Chery yang tengah menatapnya sambil terus ngedot.


Syukurlah Mo, keberadaanya Chery dan Melati mampu merubah kamu ke arah yang lebih baik. Kata Dokter Erlangga di dalam hatinya.


Dokter Erna dan perawatnya pun pamit pulang. Ray, mengantarkan mereka sampai ke pintu depan.


Setelah susunya Chery habis dan Chery tertidur pulas. Melati meraih Chery dari dekapannya Moses dan membaringkan Chery ke dalam box.


"Beristirahatlah!" kata Moses dan langsung beranjak pergi meninggalkan Melati.


Dokter Erlangga tersenyum ke arah Melati dan mengikuti langkahnya Moses.


Melati lalu menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


Saat Moses dan Dokter Erlangga menuju ke ruang tamu. Moses nampak kesal. Ray tengah duduk di depannya Awan Herlambang dan Alfa Elruno.


Shit! ngapain mereka kemari. Batin Moses penuh emosi.

__ADS_1


__ADS_2