
"Ini kak puisinya, dah jadi" kata Chery dan menyodorkan puisi hasil karyanya ke Raja.
"Lho, itu namanya minta dibikinkan dong, bukan minta diajari" Celyn berucap sambil terus mengunyah camilannya dan menonton TV.
Raja menghela napas panjang mencoba untuk bersabar menghadapi Celyn. "Ini kakak juga mau buat, ini kakak kamu Chery bikin sebagai contoh untuk kak Raja"
Celyn menoleh sekilas ke Raja dan mencebikkan bibirnya. Angel kembali mengulum bibirnya menahan tawa.
Raja membaca puisinya Chery yang berjudul mama.
Sangat indah dan sangat mengharukan. Batin Raja.
"Chery, kenapa kamu bikin puisi ini?" tanya Raja.
"Kenapa kak? jelek ya puisinya?" tanya Chery.
"Nggak kok, bagus banget dan sangat menyentuh" kata Raja.
"Coba tante lihat" sahut Angel.
Angel meraih kertas yang tengah dipegang Raja dan membaca puisi hasil karyanya Chery.
"Iya bagus banget sayangku, Cheryku" kata Angel dan mengembalikan kertas itu ke Raja.
"kamu berbakat, emm, kenapa tidak kamu buat buku, semua puisi hasil karya kamu?" Angel tersenyum menatap Chery.
"Iya, benar" kata Raja.
"Chery nggak pede, tante. Lagian Chery masih anak SD umur tujuh tahun, siapa yang akan membeli buku kumpulan puisinya Chery nanti"
"Tante akan bilang sama mama kamu, agar mama kamu membawa kumpulan puisi kamu ke penerbit dan dibikinkan buku, mama kamu juga bikin buku, kan jadi bisa barengan nanti terbitnya" kata Angel.
"Kamu sangat menyayangi mama kamu ya? kakak baca puisi kamu ini, kakak tersentuh dan merasa kalau kamu tuh sangat menyayangi dan mencintai mama kamu"
Celyn yang tidak menyukai hal hal romantis semacam puisi, acuh tak acuh dan tetap menonton TV.
"Iya, bagi Chery mama adalah sosok wanita yang begitu hebat dan tiada duanya di dunia ini. Chery kalau besar nanti pengen jadi seperti mama. Cantik dan hebat"
Deg
Raja merasakan jantungnya berdebar kencang ketika membayangkan Chery saat dewasa nanti, menjadi cantik dan hebat. Raja kemudian tersenyum tanpa sadar ketika membayangkan dia nanti yang akan menjadi suaminya Chery.
"Raja, kamu kenapa senyam senyum kayak gitu?" tanya Angel.
"Emang kak Raja tuh aneh" sahut Celyn dengan polosnya.
"Aneh apanya, enak aja" Raja protes ke Celyn.
"Chery juga bersyukur terlahir dari rahimnya mama, menjadi putrinya mama, dan mendapatkan cintanya mama. Pokoknya mama Melati adalah yang terbaik di dunia ini" kata Chery sembari tersenyum dengan sangat cantiknya.
Raja tertegun menatap senyumnya Chery.
Cepatlah besar Chery, aku akan menjadikan kamu wanitaku. Batin Raja.
"Tuh kan, aneh lagi, katanya mau bikin puisi, tapi kok malah bengong menatap kak Chery?" ucap Celyn ketika meraih gelasnya yang berisi air putih di atas meja, dia bisa menangkap basah Raja tengah menatap Chery.
Angel tersenyum dan berucap "iya, benar kata Celyn, mana puisi kamu? kok belum kamu bikin juga"
"Oooo, aaahhh, i......iya ini mau bikin" Raja langsung menulis di atas kertas kosong.
__ADS_1
Raja menulis puisi dengan judul Rasa Manis di Hatiku.
"Nih, dah bikin judulnya, keren kan judulnya" Raja menunjukkan kertasnya ke Celyn.
"Hah! baru bikin judul aja dah bangga" sahut Celyn.
Angel dan Chery terkekeh geli.
"Dek, bikin judul itu juga susah lho" kata Chery.
Deg
Jantungnya Raja kembali bertalu talu mendengar Chery membelanya.
Raja mulai membuat puisinya. Dia meluapkan perasaan dia ke Chery yang sudah dia miliki sedari kecil dan terus tumbuh dengan indahnya di dasar sanubarinya. Cowok tampan nan cerdas itu hanya menginginkan Chery sepanjang hidupnya dan tidak ingin yang lainnya. Dia berniat untuk terus menempel ke Chery bak seorang kakak laki laki ke adiknya. Tapi jika dewasa nanti, tepat di saat Chery berulang tahun yang ketujuh belas, Raja akan menembaknya dan Raja yakin Chery akan bersedia untuk menjadi ceweknya sampai mereka nanti akhirnya menikah.
Saking cerdasnya cowok tampan putranya Grace itu sudah berpikir jauh ke depan untuk masa depannya. Cowok itu juga bercita cita menjadi seorang dokter.
Di tempat prakteknya Melati, di Danau Biru....
Wanita cantik berambut cokelat kemerahan itu mulai membuka suaranya "kenalkan nama saya Momo, nama saya sangat panjang tapi biasa dipanggil Momo" kata Claudia menyebutkan nama baru dia, identitas baru dia, menggunakan nama yang dahulu dia berikan untuk putri cantiknya.
"Aah, iya, mbak Momo, atau saya harus memanggil nyonya Momo? apakah anda sudah menikah?" tanya Melati.
"Belum" jawab Claudia.
"Apa keluhan anda?" tanya Melati.
Dia cantik, lugu, polos, dan tampak cerdas. Apa benar kalau Moses begitu mencintainya? Batin Claudia kesal.
"Mbak?" suara Melati menyadarkan lamunannya Claudia.
"Iya, maaf" kata Claudia.
"Saya mau menceritakan kehidupan saya. Sangat panjang ceritanya, apakah cukup dalam waktu sejam?" ucap Claudia dengan santainya.
"Maaf tapi waktu anda hanya setengah jam karena, masih ada dua lagi pasien saya yang menunggu di luar saat ini" Melati berucap dan tersenyum ke Claudia.
Claudia menghela napas panjang kemudian berucap "Saya, akan ceritakan sebagian dulu kalau begitu dan besok saya akan datang lagi, boleh?"
"Tentu saja boleh" Melati melempar senyuman tercantik ke Claudia dan membuat Claudia mengumpat kesal. Dia merasa tersaingi ketika melihat kecantikannya Melati yang begitu bersinar.
"Baiklah, saya pernah memiliki seorang anak di luar nikah" Claudia berucap lirih dan mulai menundukkan wajahnya.
"Saya ada di sini untuk membantu anda, meringankan beban anda dan rahasia anda terjaga aman di sini, jadi jangan ragu untuk bercerita!" ucap Melati.
"Saya kemudian meninggalkan anak saya yang waktu itu masih berumur sekitar dua bulan lebih, di depan rumah laki laki yang menghamili saya, tanpa menemui laki laki itu, ya, saya tinggalkan begitu saja anak saya di depan pintu rumah itu " kata Claudia mulai terisak dan mulai mendongakkan wajahnya untuk melihat ekspresi wajahnya Melati.
"Kenapa anda melakukan itu? bukankah anak itu darah dagingnya mbak, kenapa mbak tega meninggalkan anak mbak?" tanya Melati dengan sangat lembut dan penuh rasa simpati. "maaf apakah anda diperkosa?"
"Saya tidak diperkosa. Saya sendiri yang menjatuhkan diri saya ke pelukannya, saya sendiri yang menginginkan untuk tidur dengannya karena, saya sangat mengagumi dan mencintainya" kata Claudia masih menyisakan Isak tangisnya.
"Kalau seperti itu lalu kenapa anda tidak mengejar laki laki itu dan meminta pertanggungan jawab darinya, kenapa anda malah meninggalkan anak anda ke dia dan anda pergi dari kehidupan mereka?"
"Karena laki laki itu tidak mengingat saya dan tidak mencari saya setelah percintaan kami. Itulah kenapa saya menjadi kecewa dan minder lalu saya memilih langkah saya untuk mengembangkan sayap karir saya, saya ingin meraih cita cita terbesar saya untuk menjadi Top Model Internasional"
"Jadi anda seorang model, pantas kalau anda sangat cantik, mbak Momo" Melati tersenyum menatap Claudia.
"Benarkah menurut anda saya ini cantik?" kata Claudia sambil tersenyum senang dan mulai menghentikan isak tangisnya.
__ADS_1
"Iya, anda sangat cantik. Siapapun akan mengagumi kecantikan anda" Melati berucap sambil tersenyum
"Terima kasih" katq Claudia.
"Lalu? apakah anda berhasil meraih impian anda?" tanya Melati.
"Iya itu dulu, tujuh tahun yang lalu, saya berhasil menjadi Top Model Internasional di Italy"
"Ternyata anda meninggalkan anak anda dan papa dari anak anda, begitu lama, tujuh tahun? lalu bagaimana dengan anak itu sekarang ini, mbak?" tanya Melati.
"Saya berencana mengambilnya lagi setelah dua tahun menancapkan jejak saya di kancah Internasional. Karena saya pikir jika saya berubah menjadi wanita yang lebih bersinar maka papa dari anak saya, laki laki yang telah menghamili saya, akan mau menerima saya sebagai istinya, dua tahun saya berencana untuk balik ke sini dan masuk menemui anak dan laki laki itu tapi saya mengalami kecelakaan dan koma selama bertahun tahun" ucap Claudia.
"Kenapa harus menjadi bersinar dulu sih mbak, harusnya mbak mendekati laki laki itu dengan menjadi diri mbak sendiri" kata Melati. "Saya ikut prihatin untuk kecelakaan yang telah mbak alami" ucap Melati penuh rasa simpati.
"Karena laki laki itu sosok yang sangat hebat kalau saya tidak bersinar, saya merasa minder dan merasa tidak cocok untuk menjadi istrinya"
"Berarti itu pemikiran anda sendiri kan? Anda bahkan belum sampaikan ke laki laki itu kan? maaf jika sumsi saya salah. Harusnya anda, sampaikan semua uneg uneg anda ke laki laki itu ketika anda meninggalkan anak anda ke dia, harusnya anda memiliki keberanian untuk menemui laki laki itu dan berkata ini anakmu, bukan malah meninggalkannya di depan pintu, kasihan anak itu" Melati menyorotkan sinar mata penuh kesedihan.
Itu karena Melati sangat mencintai anak anak, dan selalu tersulut emosi jika mendengar seorang ibu tega menelantarkan anak kandung mereka sendiri.
"Saya memang bertindak gegabah, ceroboh, egois dan sangat bodoh waktu itu. Saya sangat menyesalinya sekarang dan itu membuat saya stress" kata Claudia.
"Maafkan saya karena saya menjadi sedikit emosi" kata Melati.
"Apa yang harus saya lakukan saat ini. Saya menyesal dan ingin mendapatkan mereka kembali" kata Claudia.
"Kalau untuk anaknya mbak, coba mbak dekati dia secara bertahap, kenalan dulu, jadilah teman dan akrabkan diri mbak dengan anaknya mbak, jika mbak sudah yakin kalau anak mbak sudah merasa nyaman dengan keberadaannya mbak, maka mbak bisa katakan kalau mbak adalah mama kandungnya" kata Melati.
"Lalu untuk papa anak saya? saya juga ingin memilikinya, saya masih sangat mengagumi dan mencintainya" Claudia berucap sembari melempar senyum penuh arti ke Melati.
"Kalau soal papa dari anak itu, emm, apa dia sudah menikah lagi?" tanya Melati. Apa dia punya keluarga saat ini?"
Teeeett
Alarm waktu di mejanya Melati berbunyi, itu tandanya kalau waktu Claudia telah habis.
Claudia mengumpat kesal. Lalu dengan sangat terpaksa dia berdiri karena Melati pun juga sudah berdiri. Mereka saling berjabat tangan.
Melati kemudian memberikan nomor ponselnya dan berkata "jika anda butuh curhat anda bisa menghubungi nomor saya ini" Melati menyodorkan kertas bertuliskan nomor ponselnya ke Claudia.
"Terima kasih Bu Melati, saya akan datang lagi besok"
"Saya tunggu mbak Momo, hati hati di jalan dan ingat jangan putus asa dan melakukan hal bodoh!" kata Melati.
"Baik" Claudia tersenyum dan melangkah keluar dari ruang prakteknya Melati.
Ketika dia melangkah keluar dia berpapasan dengan Moses yang tengah menggendong Elmo. Moses tidak menoleh sedikitpun ke Claudia, Moses terus saja melangkah melewati Claudia tanpa memandang ke arah dia sama sekali. Claudia memejamkan mata ketika angin malam membawa wangi khasnya Moses menelesup masuk ke dalam indra penciumannya.
Aku masih ingat wangi kamu sayang, aku merindukan wangi ini" Batin Claudia.
Cewek cantik itu pun melangkah pergi dan masuk ke dalam mobilnya.
Elmo yang memperhatikan tingkah Claudia langsung merasa heran "pa, tante tadi terus melihat papa lho, papa kok nggak menyapa sih, jangan jangan kenalannya papa"
Moses menurunkan Elmo dari gendongannya dan mulai mengedarkan pandangan untuk mencari sosok wanita yang dikatakan Elmo "hmm, mana sayangku, Elmoku?"
"Tadi pa, beneran ada, dia terus melihat papa ketika papa masuk ke sini" Elmo kemudian berlari ke ruang dapur menuju ke lemari es untuk mengambil minum.
Moses hanya menggelengkan kepalanya dan melangkah mengikut Elmo "kamu tuh jangan lari lari terus, sekali kali tuh jalan pelan, papa tuh takut kalau kamu sampai jauh"
__ADS_1
Elmo menaruh gelas minumannya Yeng telah kosong dan berucap "anak cowok tuh nggak takut jatuh, lagian kalau jalan pelan tuh hanya untuk cewek"
Moses hanya bisa tersenyum geli melihat tingkahnya Elmo.