My Cute Nanny

My Cute Nanny
Chery Elruno


__ADS_3

Malam hari pun tiba, setelah seharian tadi memandikan Chery, mengganti popoknya Chery berulang ulang karena, Chery pup dan pipis, dan membuat susu bolak balik, Melati merasa sangat capek sekarang.


Ponselnya berbunyi dan nampak panggilan VC dari Awan. Melati mengangkatnya "Halo, Wan" kata Melati sambil menguap.


"Kamu tampak capek sekali, kamu sudah makan?" tanya Awan nampak mengkhawatirkan kekasih tercintanya.


"Sudah, ternyata merawat dan mengasuh bayi itu berat sekali Wan" kata Melati sambil menatap wajah tampannya Awan di layar ponselnya.


"Aku sudah membayangkannya, makanya tadi aku tidak langsung mengijinkan kamu untuk menerima pekerjaan itu, selain masalah Moses Elruno" kata Awan.


"Kamu sudah kunci pintu kamarmu?" tanya Awan.


"Sudah" jawab Melati sambil menguap kembali.


"Ya, sudah tidur, istirahatlah! kamu bakalan begadang nanti, kalau merawat bayi harus siap begadang" kata Awan.


"Kok kamu tahu?" tanya Melati heran.


"Aku baca baca di internet tadi, sudah istirahatlah, aku tutup dulu ya, mmuuaahh, love you" kata Awan dan langsung menutup sambungan Video Callnya.


Melati meletakkan ponselnya di atas ranjang, lalu dia bangun, menaruh botol botol susu yang sudah terpakai ke dalam sebuah baskom kecil, lalu dia melangkah keluar kamar untuk mencuci botol botol tersebut.


Melati, melangkah ke wastafel yang berada di dapur bersih, letaknya persis di depan kamarnya, jadi dia tidak perlu melangkah terlalu jauh.


Saat dia mematikan keran wastafel tersebut karena, sudah selesai mencuci semua botol botolnya, Melati mendengar suara aneh dari arah ruang tamu.


Melati membawa baskom yang berisi botol botol susu yang sudah bersih, lalu melangkah menuju ke sumber suara aneh yang dia dengarkan.


Suara uuuuhh, aaahhh, ummm, berulang ulang.


Dan Melati hampir saja menjatuhkan baskom yang dia pegang, saat melihat pemandangan yang ada di depannya. Adegan panas dan khusus untuk orang dewasa, terpampang nyata di depan matanya saat ini.


Moses Elruno tengah bercumbu dengan seorang wanita, di atas sofa ruang tamu. Melati langsung membalikkan badan dan secepatnya melangkah pergi dari ruang tamu tersebut.


Melati langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung menguncinya.


"Gila ya, tidak bisakah mereka menahannya sebentar dan melakukannya di dalam kamar, ish ish ish, benar kata Awan, Moses Elruno itu berbahaya" gumam Melati sambil meletakan botol botol yang telah ia cuci ke dalam sebuah alat elektrik yang tersedia di atas meja, untuk mensterilkan botol botol tersebut.


Dan selama Melati di dalam rumahnya Moses Elruno, dia sudah terbiasa mendengarkan polusi udara tersebut. Bahkan tanpa sengaja dia melihat kembali adegan tersebut dan gilanya, Moses melakukannya dengan wanita yang berbeda lagi.


Tetapi Melati tidak menceritakannya kepada Awan atau siapa pun juga.


Dua Minggu kemudian


Dokter Erlangga datang ke rumahnya Moses Elruno pagi pagi sekali. Dokter Erlangga sudah menggenggam hasil tes DNA-nya bayi imut dan cantik, yang dua Minggu kemarin, dibawa oleh Moses Elruno untuk dilakukan tes DNA.


Dokter Erlangga langsung duduk di atas sofa, di ruang tamunya Moses Elruno. Maafkan aku mas, aku terlalu memanjakan putramu, sehingga putramu berkelakuan seperti ini, tidak bertanggung jawab dalam hidupnya. Kata dokter Erlangga sedih. Mengingat sahabatnya yang sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat, beberapa puluh tahun yang lalu, yang juga merupakan papa kandungnya Moses Elruno.


Moses Elruno, tampak melangkah menghampiri Dokter Erlangga.


Moses duduk di depan Dokter Erlangga dan langsung bertanya "bagaimana hasilnya, om?"


"Kamu lihat sendiri, nih!" kata Dokter Erlangga sambil menyodorkan sebuah amplop yang berisi hasil dari tes DNA-nya si bayi mungil nan cantik.


Moses meraih amplop yang disodorkan oleh Dokter Erlangga, lalu membukanya, dan membacanya.

__ADS_1


Tertera angka 96,610,999 persen positif.


"Angka ini, apa maksudnya, om?" tanya Moses Elruno, sambil menatap Dokter Erlangga.


"Bayi yang kamu bawa kemarin ke rumah sakit untuk dilakukan tes DNA, adalah bayi kamu" jawab Dokter Erlangga dengan tatapan serius.


"Hah?" Moses Elruno langsung berdiri, dan mengusap kasar wajahnya, lalu meremas rambutnya.


"Dia anakmu Mo, lalu kamu mau apa, om minta kamu berubah, sekarang ini, kamu sudah mempunyai seorang anak, berhentilah mempermainkan wanita, berhentilah berganti ganti cewek, berhentilah keluar malam dan bermain di klub klub malam!" kata Dokter Erlangga dengan tegas.


Moses diam saja tidak menanggapi perkataannya Dokter Erlangga. Moses kembali duduk dan menyandarkan kepalanya di sofa.


"Om terus terang merasa bersalah sama, almarhum papa dan mama kamu, karena om, tidak mendidik kamu dengan baik, om terlalu memanjakan kamu selama ini, maka, berhentilah merusak hidupmu, Mo!" kata Dokter Erlangga kemudian.


"Om nggak bersalah, Moses yang bersalah, Moses juga merasa malu sama papa dan mama, kenapa Moses bisa menjadi seperti ini, seorang pria brengsek!" Moses merasa geram terhadap dirinya sendiri.


"Siapa ibu dari bayi itu?" tanya Dokter Erlangga.


"Aku tidak tahu om, aku bahkan lupa pernah melakukannya dengan seorang wanita dan tanpa pengaman" jawab Moses dengan polosnya.


"Apa mungkin pas aku mabuk saat itu, emm, aku mabuk berat di pesta pembukaan hotel baruku, tapi aku juga tidak ingat siapa wanita itu, aku bangun di pagi harinya, dan wanita itu sudah tidak ada di dalam kamarku" kata Moses masih bersandar di atas sofa.


Tiba tiba Melati terlihat tengah melangkah melewati ruang tamu, Melati tersenyum dan menganggukkan kepala ke arah Dokter Erlangga yang tengah menatap Melati. Melati menggendong Chery, menuju ke teras belakang rumah untuk menjemur Chery.


"Siapa dia?" tanya Dokter Erlangga.


Moses menegakkan kepalanya dan langsung menoleh ke arah jari telunjuknya Dokter Erlangga.


"Oooo, dia pengasuh bayiku om" jawab Moses dan kembali menyandarkan kepalanya di atas sofa.


Gadis yang manis, baik, dan lembut sepertinya. Aku menyukainya, aku akan membuat gadis itu semakin dekat dengan Moses. Entah kenapa, aku mempunyai feeling, kalau gadis itu bisa merubah tabiat buruknya Moses.


"Nggak tahu om" jawab Moses asal.


"Bagaimana bisa kamu nggak tahu namanya, mana sopan santun kamu, hah?! dia sudah berbaik hati merawat bayimu dan kamu nggak tahu namanya?" kata Dokter Erlangga mulai kesal.


"Aku lupa om, nggak penting juga, lagian dia tidak berbaik hati merawat bayiku, asal om tahu ya, aku menggajinya dengan sangat mahal" jawab Moses tidak kalah kesalnya.


"Walaupun kamu menggajinya dengan sangat mahal, asal kamu tahu, tidak semua orang mau menjadi pengasuh bayi, mengasuh bayi itu butuh kesabaran, nggak gampang mengasuh dan merawat seorang bayi" Dokter Erlangga menjadi semakin kesal.


"Ya......om panggil saja dia kemari, om tanya namanya, jadi aku bisa nyimak lagi, dan aku akan ingat ingat namanya kali ini" jawab Moses dengan santainya.


"Huuft, emang susah ngomong sama kamu" Dokter Erlangga bangkit berdiri, meninggalkan Moses, dan berjalan menuju ke teras belakang rumahnya Moses, untuk bertemu dan berkenalan dengan Melati.


Dokter Erlangga sampai di teras belakang rumahnya Moses Elruno. Dokter Erlangga tersenyum senang melihat Melati dengan penuh kasih sayang menjemur Chery. Sambil menyenandungkan sebuah lagu anak anak


"Siapa nama kamu, nak?" tanya Dokter Erlangga membuka suaranya.


Melati kaget dan langsung menoleh ke arah suara.


Melati hendak bangun dari tempat dia duduk, tetapi Dokter Erlangga berkata "nggak usah bangun, nak!"


"Baik, tuan, emm nama saya Melati Arumi Putri" jawab Melati sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Nama yang cantik, kamu betah tinggal di sini, emm, bukankah merawat dan mengasuh bayi itu pekerjaan yang berat?" tambah Dokter Erlangga.

__ADS_1


"Iya, anda benar, tapi saya terlanjur menyayangi Chery" jawab Melati sambil tersenyum.


"Nama bayi ini Chery, ya?" tanya Dokter Erlangga sambil tersenyum dan menatap Chery yang nampak tersenyum dan menggerak nggerakkan kedua tangannya.


"Saya tidak tahu namanya yang asli, tuan" jawab Melati.


"Maksudnya?" tanya Dokter Erlangga heran.


"Kata kak Ray, asistennya Tuan Moses, bayi cantik ini belum ada nama, jadi saya memberanikan diri bertanya sama kak Ray, bolehkah saya panggil bayi cantik ini, Chery" kata Melati panjang lebar.


"Dan, kak Ray, menyetujuinya" tambah Melati sambil tersenyum ke arah Dokter Erlangga.


"Iya Chery ya, cantiknya mana, uummm, Chery cayangku" Melati berkata sambil menciumi Chery.


Chery nampak tertawa renyah sambil menggerak nggerakkan kedua tangan dan kaki mungilnya.


Dokter Erlangga merasakan kehangatan mulai menjalar di dalam hatinya, saat melihat keakrabannya Melati dan Chery. Terima kasih Tuhan, Engkau mengirim gadis baik hati dan tulus ini, untuk merawat cucuku. Kata Dokter Erlangga di dalam hatinya.


"Maaf, aku belum memperkenalkan diriku, emm, aku Dokter Erlangga, aku orang tua asuhnya Moses Elruno, sejak papa dan mamanya Moses Elruno meninggal, aku yang merawat, mengasuh, dan membesarkan Moses Elruno" kata Dokter Erlangga sambil tersenyum.


"Aahh, iya tuan, senang berkenalan dengan anda" jawab Melati sambil bangkit berdiri, menyelimuti Chery dengan handuk, dan menggendong Chery.


Dokter Erlangga memberi jalan untuk Melati, Melati menganggukkan kepalanya dan melangkah menuju ke kamarnya kembali, untuk memandikan Chery.


Melati menoleh dan pamit kepada Dokter Erlangga untuk memandikan Chery dan Dokter Erlangga pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Kemudian, Dokter Erlangga melangkah kembali ke ruang tamu dan duduk kembali di depannya Moses, kini Ray telah nampak berdiri di sampingnya Moses.


Ray dan Moses tengah membahas sebuah berkas.


"Namanya Melati" kata Dokter Erlangga secara tiba tiba membuka suaranya.


"Hah? siapa om?" tanya Moses heran dan langsung menoleh ke Dokter Erlangga.


"Pengasuh bayi kamu, namanya Melati, kamu harus mengingatnya, dia seorang gadis yang baik, dan jangan bersikap kurang ajar sama dia, om awasi kamu!" kata Dokter Erlangga.


"Oooo" Moses kembali menatap berkas berkasnya.


"Hanya ooooo kamu bilang, hufft, sabar, sabar" kata Dokter Erlangga sambil mengelus elus dadanya sendiri.


Moses tetap menatap berkas berkasnya, tidak menghiraukan Dokter Erlangga.


"Hasil tes DNA-nya berarti positif kalau Chery, bayinya tuan Moses, Dok?" tanya Ray.


Dokter Erlangga menyilangkan kakinya, tersenyum, dan menganggukkan kepalanya ke arah Ray.


Moses mendongakan kepalanya menatap Ray "Siapa Chery?" tanya Moses.


"Aahh, Melati memberi nama bayinya tuan, Chery, maaf tuan, saya yang memberinya ijin untuk pemberian nama itu, karena, kita juga tidak tahu siapa nama bayi cantik itu" jawab Ray.


"Chery, nama yang bagus, aku suka, emm, kamu urus soal bayiku, aku mau merawat dia dan bertanggung jawab penuh, urus surat suratnya, sehingga secara sah, bayi itu menjadi milikku, anakku, namanya Chery, buatkan surat kelahiran bayiku, dengan nama itu" kata Moses kemudian.


"Baik tuan, tapi Chery siapa, emm, kepanjangannya tuan?" tanya Ray.


"Tentu saja Chery Elruno, kamu bodoh ya?" kata Moses mulai kesal.

__ADS_1


"Ahhh, baik tuan, saya akan urus semua surat surat mengenai bayinya tuan dengan segera" kata Ray sambil tersenyum lega, akhirnya tuan Moses Elruno mau mengakui juga keberadaaan bayi tersebut.


Dokter Erlangga pun ikutan tersenyum bahagia.


__ADS_2