My Cute Nanny

My Cute Nanny
Manis rasanya


__ADS_3

Moses dan Melati telah sampai di danau biru. Melati duduk di ayunan sembari menikmati lolipopnya. Moses mengayun dengan pelan ayunan tersebut dan berucap "Rumi, aku mau dong lolipopnya"


"Kenapa nggak buka sendiri sih? kan kita belinya banyak tadi" kata Melati.


"Ya mana bisa aku buka sendiri, kan kedua tanganku ini sibuk mengayun kamu" Moses mulai mengerucutkan bibirnya.


Hmmm, bilang aja kalau mau makan lolipopnya berdua sama aku, emang bayi gedeku ini yang paling manja diantara semua anak anakku. Batin Melati.


Melati mendongakkan wajahnya ke arah belakang dan bisa melihat wajah suaminya mulai merengut. Melati tertawa lebar lalu mengarahkan lolipop yang sudah dia gigit ke bibirnya Moses dan berucap mesra "nih sayang, aaaaaa"


Moses tersenyum lebar dan menundukkan wajahnya untuk menggigit lolipop yang disodorkan oleh Melati. Lalu Moses berbisik "manis rasanya, manis banget karena, ada bekas bibirmu di lolipopnya, heeee"


"Mulai deh genitnya" Melati terkekeh geli.


Moses langsung menggemakan tawanya.


"Kamu nggak mau makan permen lolipop yang bentuknya bunga mawar?" tanya Moses kemudian setelah puas melepaskan tawanya, sembari terus mengayunkan ayunan yang ditumpangi oleh Melati.


"Nggak tega makannya, heeee. Nanti dimasukkan ke freezer aja, biar puas dulu liatinnya, heeee" kata Melati.


Moses tersenyum dan berucap "Lagi dong lolipopnya"


Melati kembali mendongakkan wajahnya ke arah belakang sembari menyodorkan permen lolipop yang barusan dia jilati ke bibir suaminya.


Alih alih menggigit lolipop yang disodorkan Melati, Moses mencium bibirnya Melati dengan gaya Spiderman. Mereka terus berciuman dengan penuh hasrat dan cinta dan Moses mulai menghentikan ayunannya karena, dia mulai berkonsentrasi ke permainan menghisap mereka. Moses menghisap bibir atasnya Melati dan Melati menghisap bibir bawahnya Melati.


Beberapa menit kemudian, ciuman dalam, panjang nan manis itu terganggu dengan bunyi dering ponselnya Melati.


Melati melepaskan bibirnya dari hisapan bibir suaminya kemudian mengambil ponsel dari dalam saku dressnya.


"Siapa?" tanya Moses.


"Awan. Hah Awan, ngapain dia telpon aku?" Melati bangkit dari ayunan itu dan berdiri menghadap ke Moses.


"Angkat saja!" ucap Moses.


Melati mengangkat panggilan telepon dari Awan dan langsung mengaktifkan speakernya supaya suaminya bisa ikut mendengarkan ucapannya Awan.


"Iya Wan ada apa?"


Moses kemudian melangkah dan duduk di atas bangku yang berada tidak jauh dari ayunan itu, sembari menarik pelan Melati untuk duduk di atas pangkuannya.


"Mel, apa kamu bisa ikut tuan Moses ke acara pembukaan perusahaannya tuan Moses yang ada di Jepang?" tanya Awan.


Melati menoleh ke belakang untuk memandang Moses. Moses tersenyum dan berbisik "besok Senin pembukaannya"


"Oooo, emm, aku belum tahu Wan, aku lihat jadwalnya anak anak dulu. Memangnya kenapa? kok kamu nanya aku akan hadir atau tidak? padahal suamiku belum bilang apa apa ke aku" kata Melati.


Moses kembali berbisik "aku baru mau ajak kamu ke Jepang, nanti malam setelah ronde kedua kita"


Melati terkekeh geli dan mencubit pahanya Moses.


Moses mengaduh lirih.


"Mel, kenapa terkekeh geli?" tanya Awan.

__ADS_1


"Aaaa, nggak apa apa Wan" kata Melati.


"Maaf, kalau aku menanyakan hal ini ke kamu sebelum tuan Moses, emm, itu karena, aku dan istriku ingin berkonsultasi sama kamu soal pernikahan" kata Awan.


Moses kembali berbisik "aku juga mau berkonsultasi soal pernikahan ke kamu, jangan kelamaan telponnya"


Melati kembali tersenyum lebar menoleh ke belakang dan menatap wajah tampan suaminya sembari terkikik.


"Bisa Mel?" tanya Awan.


"Aaaah, emm, aku tanya ke anak anak dulu, nanti aku kabari kalau aku jadi pergi ke Jepang mendampingi suami tercintaku" kata Melati sambil mengarahkan tangannya ke belakang dan mengusap pipinya Moses


Deg


Kecemburuan mulai merasuk ke dalam hatinya Awan ketika mendengar kata suami tercintaku meluncur keluar dari bibirnya Melati dan itu ditujukan untuk tuan Moses Elruno bukan untuk dirinya.


"Baiklah, aku tunggu kabar dari kamu. Terima kasih, Mel" ucap Awan dan Awan langsung menutup sambungan ponselnya.


Melati kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku dressnya dan meraih kedua tangannya Moses lalu dia lingkarkan kedua tangan itu di atas pinggangnya.


Moses langsung menaruh dagunya di atas pundaknya Melati dan mulai membenamkan wajahnya di lehernya Melati.


"Sayang, ada apa dengan pernikahannya Awan ya? sepertinya baik baik saja. Istri dia juga sangat cantik, lembut dan baik. Putra dia juga sangat lucu dan tampan. Kurang apalagi coba?" kata Melati.


"Kurang dikasih jatah kali" ucap Moses dengan santainya di sela sela aktivitasnya menciumi lehernya Melati.


"Hahahaha, kamu lucu saynag, Aaahhh, sayang, hentikan dulu! dengarkan aku dulu!" ucap Melati.


Tetapi yang namanya Moses, dia selalu semau gue, dengan gerakan secepat kilat, dia membopong tubuh rampingnya Melati dan kembali mencium bibirnya Melati sembari melangkah lebar menuju ke dalam rumah utama yang ada di danau biru tersebut.


"Hhmmmppptt" protes Melati.


Tanggung nih dan aku nggak akan melepasmu sedetikpun saat ini, Rumi. Batin Moses.


Moses kemudian menurunkan Melati di ruang tengah rumah utama yang ada di danau biru tersebut.


Moses menatap Melati, menyapukan ujung jemari tangan kirinya di sepanjang lehernya Melati, menuju pelipis, kemudian menempelkan tangan kanannya ke tembok, di sisi lain kepalanya Melati. Bagian bawah tubuhnya Moses menempel ke tubuhnya Melati.


Melati dapat merasakan ketegangan yang melanda tubuh suami tampannya itu. Kesadaran tentang ketegangan itu membuat mata Melati menjadi berat, degup jantungnya bertalu talu dengan sangat hebatnya.


Tanpa ragu Moses mulai mencium kembali bibirnya Melati, ketika bibirnya bertemu kembali dengan bibirnya Melati, membuat Melati begitu siap, begitu mendamba, sehingga Moses pun mengerang frustasi karena, gairah bahkan mereka pun belum sampai ke dalam kamar.


"Rumi kita sepertinya harus melakukannya di sini" kata Moses.


"Hah?" Melati membuka mata dan langsung menatap Moses dengan tatapan bingung, protes tetapi nampak pasrah.


Moses langsung mengangkat tubuhnya Melati, memutar badan dan mendudukkan Melati di atas meja. Moses mulai membuka ritsleting celana panjangnya lalu melepaskan celana panjang itu dengan tidak sabar dan langsung mengangkat dressnya Melati. Dia memulai penyatuannya dengan Melati dan masuk semakin dalam kemudian bergerak dengan sangat hebatnya, bersama Melati di atas meja yang terbuat dari kayu jati itu. Meja yang biasa dipakai untuk bercengkerama dengan anak anak mereka, kini menjadi saksi bisu penyatuan raga dan cinta mereka berdua.


Melati mendesah, mengerang, meracau mengikuti dan merasakan gerakan hebat dari seorang Moses Elruno, beberapa menit kemudian terdengar suara yang keluar dari mulut mereka secara bersamaan "aaaahhh, sayang, aku mencintaimu"


Moses kemudian membopong tubuhnya Melati tanpa menghiraukan baju dan celananya yang berserakan di ruang tengah tersebut, dia melangkah lebar menuju ke kamar mereka.


Moses mencium keningnya Melati "bersiaplah untuk ronde kedua Rumi" seringai Moses membuat Melati berucap "sayang, kamu nakal"


Lalu mereka masuk ke dalam kamar mereka, Moses merebahkan Melati pelan di atas ranjang mereka dan terjadilah ronde kedua ala Moses Elruno.

__ADS_1


Keesokan harinya ketika Moses terbangun dan mendapati Melati masih tertidur dengan sangat pulas, Moses menelepon Joko dan Pramono untuk mengantar anak anaknya ke sekolah. Kemudian Moses menelepon Chery.


"Ada apa, pa?" Chery menerima telepon papanya sembari memotong rotinya.


"Kalian sedang sarapan ya?" tanya Moses.


"Iya pa" kata Chery.


"Kalian berangkat ke sekolah bareng sama Joko dan Pramono ya! mama dan papa masih ada urusan nih" kata Moses.


"Siap pa" kata Chery.


"Sip" sahut Moses lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Moses menatap Melati lalu mengecup keningnya Melati kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mandi, selesai mandi, Moses berjalan pelan keluar dari kamar.


Ketika sampai di ruang tengah dia mengernyit melihat baju dan celana panjangnya, masih berserakan di lantai. Moses terkekeh geli dengan sendirinya lalu memungutinya dan membawanya ke dalam mobil. Moses kemudian melajukan mobilnya untuk membeli roti, selai, mentega, keju dan susu di toko serba ada yang berada tidak jauh dari danau biru, untuk menyiapkan sarapan bagi istri tercintanya.


Setengah jam berikutnya Moses telah berada kembali di dalam rumahnya yang ada di danau biru, dia langsung menyiapkan sarapan untuk istrinya. Membuatkan roti bakar cokelat keju, kesukaannya Melati.


Melati keluar dari dalam kamarnya dan sudah nampak segar "selamat pagi, sayang. Maaf aku kesiangan, aku telpon pak Joko katanya anak anak udah sampai di sekolah dengan selamat. kamu kok nggak bangunin aku sih?" Melati memeluk Moses dari belakang.


Moses yang masih sibuk membuatkan roti bakar untuk Melati, mulai mematikan kompornya dan memutar badan menghadap ke istrinya "aku ingin memanjakan kamu hari ini, nggak anter jemput anak anak, nggak masak sarapan, dan nggak ngajar anak anak jalanan. Hari ini aku ingin berduaan seharian penuh sama kamu"


"Di sini?" tanya Melati.


"Kamu sarapan dulu sudah aku bikinin roti bakar favorit kamu, setelah itu aku akan ajak kamu ke suatu tempat" kata Moses.


"Ke mana?" tanya Melati sambil mulai menggigit roti bakarnya.


"Nanti kamu juga tahu, aaaaa" Moses membuka mulutnya dan Melati memasukkan roti bakar yang sudah dia gigit ke dalam mulutnya Moses.


Hmm, kebiasaan banget, suka makan segala makanan kalau itu bekas gigitanku, hmm dasar! Batin Melati geli.


Setelah menyelesaikan sarapan romantis ala Moses Erluno, Moses mengajak Melati ke sebuah toko berlian. Dia mengambil pesanannya gelang kaki berbentuk capung.


"Sayang, kenapa beli gelang kaki lagi, kan kita sudah pakai?" tanya Melati.


Harry sang pemilik toko berlian tersebut langsung tergelak geli "kakak ipar ku yang cantik, suami kamu tuh alergi pakai gelang kaki kalau nggak terbuat dari emas murni, tuh lihtalah! kakinya merah merah"


"Hah?" Melati langsung mengangkat kaki kanan suaminya dan melihat pergelangan kakinya, dan benar merah merah. Melati langsung melepas gelang kaki yang terbuat dari tali itu dari pergelangan kaki suaminya. "Sayang, kok ditahan sih, pasti gatal kan, lagian kok masih tetap aja kamu pakai"


"Ya habisnya yang emas murni belum jadi, dan aku masih mau couple-an ma kamu" Moses meringis ke Melati.


"Masih gatal? sudah dikasih salep?" tanya Melati


"Nggak apa apa kok, entar ilang dengan sendirinya" ucap Moses sambil mengelus mesra pipinya Melati.


"Lagian kamu tuh ya, kayak orang susah aja, pakai gelang kaki dari bahan murah kayak gitu, cih!" kata Harry.


"Diam Lo! nggak ngerti kamu soal ini jadi sssttt! diam!" kata Moses sembari meraih gelang kaki dari tangannya Harry, dia melepas gelang kaki yang dia beli di Jepang dan dia pasangkan gelang kaki berbentuk capung yang terbuat dari emas murni dan berlian hasil karyanya Harry.


Harry tersenyum puas menatap hasil karyanya melingkar di pergelangan kakinya Melati dan berucap "cantik"


Moses kemudian duduk di sampingnya Melati dan memasang sendiri gelang kakinya.

__ADS_1


"Naaahhh, kalau yang itu bisa dipakai terus nggak perlu dilepas pas mandi dan nggak akan menimbulkan alergi" kata Harry.


"Oke, thank you bro. Kami pamit" Moses dan Melati meninggalkan tokonya Harry sembari bergandengan tangan.


__ADS_2