My Cute Nanny

My Cute Nanny
Elmo Elruno


__ADS_3

Satu tahun kemudian.


Melati dan Moses memiliki seorang putra yang sangat tampan yang sudah berumur dua bulan. Nama putra tampannya Melati dan Moses adalah Elmo (perpaduan dari nama Melati dan Moses) Elruno.



Arti dari nama Elmo adalah anak laki laki yang layak dicintai dan memiliki jiwa pembimbing. Moses menyerahkan urusan pemberian nama kepada Melati dan dia sangat menyukai nama Elmo. Sama seperti saat Melati memberikan nama Chery untuk putri cantiknya.


Elmo Elruno memiliki wajah yang mirip sekali dengan mamanya, bahkan sembilan puluh sembilan persen mirip dengan papanya Melati. Hal itu yang membuat Moses tidak pernah bosan menatap wajah tampan putranya itu, dan membuat Moses semakin menyayangi anak laki lakinya itu.


Chery kini sudah berumur lima belas bulan. Sudah bisa berjalan tetapi masih belum begitu tegak. Hobinya Chery menirukan semua yang mama dan papanya lakukan semakin membuat semua orang yang melihatnya menjadi gemas dan semakin menyayangi Chery.


"Chery lama lama mirip sekali sama kamu, sayang" ucap Melati sembari menyusui Elmo, putranya.


"Hahahaha, dan Elmo mirip sekali sama kamu" Moses mencium putranya yang tengah menyusu mamanya.


Melati memberikan ASI eksklusif untuk putranya. Membuat Moses semakin bangga dengan Melati.



"Chery, ayok sini jalan ke mama dan papa, ayok!" Moses berkata sembari merentangkan kedua tangannya siap untuk memeluk Chery.


Chery beringsut turun dari sofa kemudian berjalan pelan pelan, sedikit gontai ke kanan dan ke kiri, tapi akhirnya berhasil menghambur masuk ke dalam pelukan papa tampannya.


Melati tertawa lebar dan berucap "Waaah pintarnya anak mama, sini mama cium"


Moses menggendong Chery dan mendekatkan Chery ke bibir mamanya.


Melati langsung mencium pipinya Chery sembari terus menyusui Elmo. Moses ikutan mengantri untuk mendapatkan ciumannya Melati


Melati terkekeh geli kemudian mencium singkat bibirnya Moses.


Chery tertawa renyah dan mulai berjalan di sekeliling kamar, ketika Moses melepas Chery kembali di atas karpet berbulu yang terpasang cantik di atas lantai kamar mewahnya Moses. Si penjelajah kecil yang bernama Chery Elruno itu mulai memegang sesuatu dan hendak memasukkan barang tersebut ke dalam mulutnya.


"Eh, no no no?" Melati langsung melarang Chery yang hendak memasukan playdouh ke dalam mulutnya.


Chery langsung melepas playdouh dari genggaman tangannya karena kaget dan meniru ucapannya Melati "no no" sembari menggoyangkan telunjuknya ke arah Melati kemudian terduduk di lantai, setelah sedikit goyah karena kelamaan berdiri.


Melati dan Moses dibuat tertawa dengan tingkah lucunya Chery.


"Nah, kalau itu mirip sama kamu" ucap Moses.


"Apa?"


"Centilnya, hahahahaha" kata Moses dengan santainya.

__ADS_1


"Enak aja, aku nggak centil ya, kalau keras kepalanya Chery emang iya mirip aku, heeeee"


"Kasihan ya Moses Elruno, harus memahami dua orang cewek yang sama persisi keras kepalanya" ucap Moses sembari menyeringai ke arah Melati.


"Hahahaha, iya benar, kasihan tuan Moses Elruno, pasti pusing tuh si tuan Moses Elruno kalau kedua ceweknya pas merajuk dan tidak mau merubah pendiriannya, hahahaha"


Moses ikutan tertawa dan berucap "Elmo, kamu besok jangan gitu ya, kamu dukung papa ya, hahahaha, eh, boy, kamu kok lama sih menyusu mama kamu, emang enak ya?" Moses nyengir ke arahnya Melati dengan sorot mata seolah ingin mencicipinya juga.


"Mulai nih, mikir yang enggak enggak nih pastinya" Melati terkekeh geli menatap suaminya.


"Hahahaha, kok tahu?" Moses langsung menghindar dan berdiri di saat Melati hendak mencubit pinggangnya.


"Yes! aku berhasil menghindar dari cubitan kamu, hahahaha, sumpah sayang, cubitan kamu tuh saakiittt banget" Moses meringis di depan istri cantiknya.


Melati tertawa terbahak bahak melihat ekspresi konyolnya Moses.


"Aku mau bikinkan susu untuk Chery dan kamu"


Alfa dan Rini sudah bertunangan. Alfa sudah berkarir sebagai dokter spesialis kandungan di rumah sakitnya Dokter Erlangga. Rini sudah masuk ke tahap skripsi kuliahnya. Setelah Rini lulus dari kuliahnya nanti, maka mereka berdua akan menikah.


Mamanya Melati sudah pensiun saat ini dan sekarang tinggal di rumah putrinya. Untuk membantu Melati mengurus cucu cucunya. Dokter Erlangga akhirnya berhasil memenangkan hati mamanya Melati dan mereka telah berpacaran. Tetapi masih mencoba menyembunyikan hubungan mereka dari Moses dan Melati. Bukan karena apa apa, hanya saja, mamanya Melati merasa malu untuk berterus terang ke Melati dan Moses.


Dosen Arkan menjadi semakin dekat dengan Moses dan Melati. Berkat bimbingan dari pak Dosen Arkan, Melati lulus dari kuliahnya dengan lebih cepat.


Moses dan Melati tidak menyadari niat yang tidak baik dari Arkan.


Mie tersebut sampai di telinganya Moses Elruno. Kemudian Moses menemui papanya Arkan untuk diajak bekerja sama. Membuat mie instant dengan bumbu buatan dari papanya Arkan.


Dua tahun pertama kerja sama tersebut menghasilkan buah yang sangat manis. Penjualan mie instant tersebut laku keras di pasaran. Hal itu membuat iri Brenda Elruno. Brenda merekayasa semuanya sehingga mie instant tersebut menjadi jatuh di pasaran. Hal itu membuat papanya Arkan kecewa lalu jatuh pingsan dan masuk ICU selama satu Minggu lebih, kala itu.


Moses yang membiayai semua biaya pengobatan papanya Arkan di waktu itu. Arkan mendengar kabar kalau papanya jatuh sakit dan berada di dalam kondisi yang memprihatinkan, akhirnya pulang ke Indonesia. Arkan mengurus papanya dan menelantarkan anak dan istrinya yang ada di Belanda.


Pada suatu hari istrinya Arkan meneleponnya memberi kabar kalau putra tunggal mereka yang masih berumur satu tahun masuk ke rumah sakit karena demam. Di saat yang sama papanya Arkan kondisinya pun memburuk dan akhirnya meninggal dunia.


Setelah Arkan mengurus semua pemakaman papanya, dia balik ke Belanda dan sesampainya di Belanda, dia shock karena mendapati putra tunggalnya juga meninggal dunia. Arkan sangat menyesalinya dan merasa sangat sedih, di waktu yang hampir bersamaan, dia kehilangan dua orang yang begitu penting di dalam hidupnya yaitu, papa dan putra tunggalnya.


Istrinya merasa kecewa dengan Arkan suaminya, membuat mereka sering bertengkar dan beberapa bulan kemudian istrinya Arkan meminta untuk bercerai.


Arkan menjadi kehilangan akal dan menyalahkan semuanya ke perusahaan Elruno. Dia menemukan kontrak kerja sama papanya dengan Moses Elruno. Itulah kenapa dia menjadi salah paham dengan Moses Elruno dan berniat membalas dendam ke Moses Elruno.


"Sudah waktunya bagi Moses Elruno untuk membayar apa yang sudah kamu renggut dari hidupku, papaku, anakku, dan istriku, mereka semua meninggalkan aku. Aku sudah menunggu dan mengawasi kamu selama ini dengan sangat sabar dan aku akan lakukan hal yang sama padamu, Moses Elruno" ucap Arkan lirih di dalam kamarnya.


"Sayang ini susu kamu, biar aku gendong dulu Elmo, kamu minum dulu susunya" kata Moses sembari menyodorkan segelas susu untuk ibu menyusui ke Melati.


"Mana, biar Elmo, Oma yang gendong, kamu kasih susu ke Chery dulu, kasihan tuh Chery melihat terus ke botol susu yang kamu pegang, hahaha, lucunya Chery itu ya" mamanya Melati melangkah masuk ke dalam kamarnya Moses yang terbuka lebar pintunya.

__ADS_1


"Iya, Chery memang menggemaskan kayak Melati, hahahaha" Moses berucap sembari mendekati Chery yang tengah duduk di atas karpet bulu sembari mencoret coret sebuah buku gambar dengan pensil warna.


"Ini susu kamu, my little princess" kata Moses yang langsung duduk bersila di sampingnya Chery.


Chery langsung meraih botol susunya dari tangan papa tampannya, mengedotnya kemudian dengan tanpa menoleh ke samping, putri cantiknya Moses itu langsung saja merebahkan kepalanya di atas pangkuan papanya.


Moses,Melati dan mamanya Melati terlonjak kaget melihat polah tingkahnya Chery. Untung saja kepalanya Chery bisa mendarat dengan sempurna di atas pangkuan papanya.


Mereka kemudian tertawa terbahak bahak.


"Manja nih, mirip juga nih sama mamanya kalau begini ini" kata Moses sembari menatap ke istri tercintanya.


Melati tertawa lebar setelah tuntas meminum susu untuk ibu menyusui, bikinan dari suami tercintanya.


Ibu Teja Kusuma memangku Elmo yang sudah tertidur lelap. Kemudian mencium pipi gembul cucu laki laki tercintanya itu "mirip banget sama papa kamu, ya, wajahnya"


Moses tersenyum hangat merespon ucapan dari mama mertuanya.


"Iya, mama benar, ketampanannya papa turun ke Elmo, seolah olah papa terlahir kembali ke dunia ini" Melati berkata dengan penuh haru.


Mamanya Melati tersenyum tanpa melepaskan pandangannya dari wajah tampan cucu laki lakinya.


"Besok kalau besar mau jadi apa, nih?" tanya mamanya Melati.


"Dokter" jawab Moses.


"Pilot" jawab Melati.


Moses menatap Melati dengan heran.


"Apa? aku senang aja kalau melihat seorang pilot. Pilot tuh keren, gagah, aku ingin melihat Elmo dalam seragam pilot, heeee"


"Dokter juga tidak kalah keren lho, dokter tuh juga oke, gagah dan aman kerjanya, nggak perlu bepergian jauh. Aku nggak rela pisah jauh jauh dalam waktu yang cukup lama dengan putraku" jawab Moses sembari mengelus elus keningnya Chery.


"Hahahahaha, kalian berdua tuh aneh, biasanya yang bilang seperti itu tuh seorang mama, nah ini kok malah kebalik, hahahaha" mamanya Melati langsung terkekeh geli mendengar ucapannya Moses.


"Chery yang jadi dokter dan Elmo jadi pilot. Titik nggak pakai koma" ucap Melati sembari berdiri untuk menaruh gelasnya yang telah kosong ke wastafel.


"Ma, dukung Moses dong!?" Moses mulai mengerucutkan bibirnya.


"Hahahahaha, mama akan dukung cucu cucunya Oma, mereka mau jadi apa nanti, lebih baik serahkan saja ke Chery dan Elmo. Biarkan mereka meraih cita cita mereka sesuai dengan bakat dan minat mereka" kata mamanya Melati.


"Sayang, mama benar nih. Kita tunggu mereka besar dulu baru kita lihat mereka pengennya jadi apa nanti. Tapi mulai dari sekarang aku akan doakan Elmo jadi dokter" Moses tetap pada pendiriannya.


"Hahahaha, aku juga mulai hari ini akan doakan Elmo jadi Pilot, hahaha" Melati tertawa renyah melihat wajah konyolnya Moses.

__ADS_1


Moses hanya bisa menghela napas panjang dan tersenyum pasrah.


"Hahahahaha" mamanya Melati tidak bisa menahan tawanya melihat tingkah konyolnya Melati dan Moses.


__ADS_2