My Cute Nanny

My Cute Nanny
Tawa kamu indah


__ADS_3

Ketika mobilnya Moses sudah meluncur keluar dari rumah megahnya. Alfa kembali meluncurkan mobil sport kuningnya menuju ke rumahnya Moses.


Alfa membuka kaca mobilnya dan melongokkan kepalanya keluar untuk berbicara dengan pak satpam penunggu pintu gerbang istananya Moses Elruno.


Pak satpam itu keluar dari pos jaganya dan mendekati Alfa "Maaf tuan Alfa, tuan Moses baru saja keluar"


"Aku nggak mencari Moses. Aku mau ketemu dengan Melati" ucap Alfa sambil tersenyum lebar.


"Oooo, sebentar saya telepon tuan Moses dulu" jawab pak satpam itu.


"Eiitts, jangan ganggu bos kamu, dia dalam perjalanan ke kantor, kalau Lo telpon bisa naik nanti tensinya, hahahaha, dia nyuruh aku membelikan bubur untuk Melati, nih!" ucap Alfa sembari menunjukkan bingkisan yang berisi bubur ayam kepada satpam rumahnya Moses itu.


Akhirnya pak satpam mengijinkan Alfa untuk masuk dan membuka pintu gerbang istananya Moses.


Alfa melajukan mobil kesayangannya ke dalam pekarangan istananya Moses yang super luas.



"Hahahaha, komodo dikadalin sama buaya, hahahaha, jelas menang komodo lah" ucap Alfa pada dirinya sendiri. Dia bangga bisa mengakali buaya seperti Moses.


"Enak aja, masa setiap datang ke sini, aku selalu gagal untuk sekadar ngobrol sama Melati" gumam Alfa sambil terus mengemudikan mobilnya menuju ke rumah utamanya Moses Elruno.


Setelah sukses memarkirkan mobilnya di depan teras rumah utamanya Moses, Alfa memakai jas hitamnya kemudian turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke ruang tamunya Moses, sembari menjinijing paper bag yang berisi bermacam macam makanan untuk Melati.


Melati tidak suka bunga maka hari ini Alfa membawa makanan. Kue, bubur ayam karena Alfa kemarin bertemu dengan Dokter Erlangga dan dapat bocoran dari Dokter Erlangga kalau Melati punya sakit maag maka hari ini, dia bawa bubur ayam, dan satu bingkisan besar cokelat almond.


Alfa suka cokelat almond. Dia beli cokelat almond dengan pikiran yang sederhana kalau, Melati tidak suka, dia bisa memakannya.


Alfa duduk dan mengayunkan tangannya kepada salah satu pelayannya Moses yang berdiri di ruang tamu tersebut.


Pelayan itu mendekati Alfa dan tersenyum lebar terhipnotis ketampanannya Alfa.


"Ehem, jangan lama lama menatap aku seperti itu! bisa luntur ketampananku nanti!" kata Alfa sambil nyengir.


"Aahh, maaf, tuan. Tuan mau bertemu dengan siapa? kalau tuan Moses sudah berangkat ke kantor" kata pelayan tersebut sambil tersipu malu.


"Melati, cepat panggilkan Melati!" kata Alfa.


"Anda sudah ada janji? sudah dapat ijin dari tuan Moses?" tanya pelayan tersebut.


"Sudah dong, kalau belum ya mana berani aku datang ke sini, hahahaha" jawab Alfa dengan santainya.


"Baik tuan tunggu sebentar ya, saya panggilkan Melati" kata pelayan tersebut.


Tidak begitu lama Melati muncul sambil menggendong Chery.


"Aaahh, akhirnya kita bisa berduaan saja nih, eh bertiga ding sama keponakanku ini" kata Alfa sembari berdiri untuk pindah duduk di sampingnya Melati.


Melati tersenyum dan menggeser letak duduknya agak jauh dari Alfa.

__ADS_1


"Lho kok menjauh sih, aku pengen melihat keponakanku dari dekat nih" Alfa mulai protes.


Melati terkekeh dan langsung memperlihatkan wajah cantiknya Chery ke arah Alfa. Tetapi tetap duduk menjauh dari Alfa.


"Oke, aku paham kalau kamu merasa takut sama aku, sehingga kamu duduk menjauh seperti itu. Kamu belum kenal dekat sama aku dan pertemuan kita pertama kali dulu, sungguh tidak pantas untuk diingat lagi" ucap Alfa santai sambil terus menatap Melati.


"Ponakanku cantik ya, mirip kamu" kata Alfa.


"Maksudnya? anda kembali mencurigai saya kalau saya ibunya Chery?" kata Melati mulai protes saat Alfa mengatakan kalau Chery mirip dengan dia.


"Kamu kelamaan bergaul dengan Moses jadi tinggi terus kan tensi kamu, hahahaha, maksud aku bukan begitu. Maksud aku tuh, kamu dan Chery sama sama cantik" kata Alfa sambil tersenyum lebar.


"Oooo, terima kasih banyak untuk pujiannya" jawab Melati.


"Kembali kasih cantik, heeee. Aku kenalkan diri aku lagi ya. Namaku Alfa Elruno, putra dari adik mamanya Moses Elruno. Moses itu cucu kesayangannya kakek aku, jadi walaupun mamanya menikah dengan orang biasa, kakek tetap memberikan gelar Elruno di namanya. Harusnya nama dia tuh, Moses Buana ikut nama keluarga dari papanya. Tapi kakek memang benar, Moses pantasnya ya Moses Elruno bukan Moses Buana" kata Alfa panjang lebar dengan santainya.


Tanpa Alfa sangka, Melati tertawa terbahak bahak mendengarkan ocehannya Alfa tadi.


"Kamu cantik banget ya kalau tertawa lebar seperti itu, tawa kamu indah" kata Alfa dengan polosnya sembari tertegun menatap Melati.


Melati langsung menghentikan tawanya.


"Yaaaaa, kok berhenti ketawanya?" Alfa protes dengan menyunggingkan senyum lebarnya.


"Anda lucu tuan" kata Melati sembari melempar senyum ke Alfa.


"Hahaha, terima kasih banyak untuk pujiannya. Kamu belum memperkenalkan diri kamu ke aku" kata Alfa "oooo iya satu lagi, aku muridnya Dokter Erlangga dulu, aku kuliah kedokteran tetapi hanya untuk jadi kacungnya papa aku, kasihan ya"


"Berarti kamu tuh anak yang pandai dan kamu anak orang kaya dong, bisa kuliah di situ dan ambil jurusan psikologi, lalu kenapa kamu bekerja menjadi pengasuh bayi?" tanya Alfa heran.


"Saya tahu itu Universitas elit dan ternama di kota ini. Saya mendapatkan beasiswa, kalau enggak saya tidak akan mampu kuliah di Universitas Budiman" ucap Melati.


"Berarti kamu memang pandai, kelihatan kok dari wajah kamu yang cantik dan bersinar itu. You look smart, girl" ucap Alfa sambil tersenyum.


"Ooo iya, aku bawa bermacam macam makanan nih, ada bubur ayam, kue brownies keju, dan cokelat almond" kata Alfa sambil mengeluarkan semua makanan tersebut dari paper bagnya.


"Darimana anda tahu kalau saya suka cokelat almond?" tanya Melati.


"Itu berarti kita ini berjodoh, aku juga suka banget sama cokelat almond, aku tadi beli dengan pemikiran yang simple aja, kalau kamu nggak suka maka akan aku makan sendiri, hahahaha" kata Alfa sembari tergelak geli dengan pemikirannya konyolnya itu.


Melati kembali terbahak bahak.


Alfa terpesona melihat tawa renyahnya Melati.


"Kamu pasti pandai bernyanyi. Suara kamu pasti merdu karena, orang itu bisa langsung ketahuan kalau dia pandai bernyanyi dari suara tawanya. Tawanya saja merdu banget pastilah suaranya merdu kalau bernyanyi" kata Alfa sembari membuka bungkus cokelat almondnya dan menyodorkannya ke Melati.


Melati mengambil satu biji cokelat almond dari wadahnya dan terkekeh geli "iya anda benar, tuan. Saya sering ikut lomba menyanyi dan selalu mendapat juara dua, uangnya bisa untuk membayar uang sekolah saya, membantu ibu saya, karena papa saya sudah meninggal sewaktu saya masih berumur tiga tahun. Dari SMP saya sudah membantu mama saya mencari nafkah lewat lomba nyanyi dan menjadi guru privat" Melati lalu memasukkan cokelat yang sedari tadi dia pegang ke dalam mulut dan mengunyahnya.


"Kok juara dua? kenapa nggak dapat juara satu sih? kalau aku jurinya, kamu akan selalu aku kasih juara satu" kata Alfa sambil menyemil cokelat almondnya.

__ADS_1


"Hahahahaha, nggak ngerti juga sih tuan, kenapa saya tidak pernah mendapatkan juara satu" jawab Melati.


"Jangan panggil tuan! panggil kak! kita berteman kan sekarang?" ucap Alfa dengan polosnya.


"Baiklah kak" ucap Melati sambil tersenyum dan melirik Chery yang ternyata sudah tertidur pulas di dalam pelukannya.


"Aku dua puluh sembilan tahun kamu berapa umurmu?" tanya Alfa.


"Saya dua puluh tiga tahun" jawab Melati sembari mengambil satu biji cokelat almond dari wadah yang terus disodorkan sama Alfa.


"Kalau sudah manggil kak, jangan ada saya atau anda lagi! kita kan teman" ucap Alfa sambil tersenyum dengan sangat tampannya menatap Melati.


"Baiklah" Melati membalas senyumannya Alfa.


"Aku jujur sama kamu. Aku sebelas dua belas sama Moses. Aku juga playboy, tapi dulu. Aku sudah bertobat sekarang" kata Alfa sambil meringis santai


Melati terkekeh "eh......ada ya seorang playboy mengaku playboy di depan seorang cewek"


"Ya karena kamu cewek spesial, aku akan selalu jujur sama kamu karena, aku mencintai kamu Mel" kata Alfa tanpa basa basi lagi.


"Aku sudah punya pacar" kata Melati.


"Hahaha, aku tahu. Namanya Awan Herlambang kan? aku ketemu sama dia tempo hari, di sini" kata Alfa.


"Kapan? kok aku nggak tahu?" tanya Melati yang sudah mulai bisa mengobrol santai dengan Alfa dan Alfa senang mendengarnya.


"Beberapa hari yang lalu. Kamu tidur waktu itu. Kata Moses kamu nggak boleh diganggu gugat" kata Alfa dengan polosnya.


"Ooooo" kata Melati.


"Pacar kamu memang ganteng sih, kamu pintar memilih cowok. Tapi aku lebih tampan dan keren, kan" kata Alfa sambil mengangkat satu alisnya.


Melati kembali terkekeh geli.


"Nasib bubur ayamnya gimana nih? ayamnya keburu jadi telor lagi nanti kalau tidak segera dimakan" Alfa menoleh ke arah Melati dan Melati menggelengkan kepalanya sambil tersenyum geli, Melati berkata "aku tidak suka bubur"


Alfa lalu mengayunkan tangannya memanggil salah seorang pelayannya Moses "buat kamu saja bubur ayamnya"


Alfa lalu menoleh untuk menatap Melati lagi "serius nih, sepertinya kita berjodoh, aku juga tidak menyukai bubur makanya aku kasih ke dia aja, hihihihi"


Melati terbahak bahak kembali.


"Kamu beda banget sama tuan Moses ya, kamu kocak dan santai" kata Melati


"Mungkin karena Moses sudah kehilangan orang tuanya sejak dia masih kecil jadi dia jarang tersenyum. Aku menyayangi dia sebenarnya dan ingin dekat dengan dia,tapi dia nggak mau aku dekati karena, papa dan mama aku tidak menyukainya" kata Alfa.


"Kok bisa tahu kalau papa dan mama kamu tidak menyukai tuan Moses?" tanya Melati.


"Dari dulu mamanya Moses dan papaku sudah retak hubungannya sebagai kakak dan adik. Bahkan sewaktu Moses kehilangan ortunya, mama dan papa aku tidak bersedia untuk merawat Moses. Mungkin dari situ juga yang membuat Moses benci sama aku" kata Alfa sedih.

__ADS_1


Melati ikutan sedih menatap Alfa. Melati merasa kasihan juga sama tuan Mosesnya. Moses kecil yang masih polos dan tidak berdosa sudah dibenci sama omnya sendiri tanpa tahu sebabnya.


__ADS_2