
Di kota J.......
Dipo Herlambang memakai kembali baju dan celana panjangnya yang berserakan di atas lantai. Cowok ganteng papanya Awan itu kemudian menoleh ke arah wanita yang telah menemaninya tidur semalam.
Wanita itu membelitkan selimut di atas tubuh polosnya lalu berbaring miring menatap Dipo Herlambang "kenapa kamu menatapku seperti itu, kita bukan anak remaja lagi"
"Kamu masih sangat cantik bagiku. Andaikan dulu kamu tidak meninggalkanku dan menikahi pria kaya itu, kita pasti bahagia saat ini" ucap Dipo penuh penyesalan.
"Semua sudah berlalu. Lagian kamu juga menghamili pacar kamu waktu itu. Kamu selingkuh kan di belakangku" wanita itu terkekeh geli.
"Aku frustasi waktu itu. Kamu bertunangan dengan pria kaya itu tanpa memberitahuku terlebih dahulu. Akhirnya aku bertemu dengan wanita yang sekarang ini menjadi ibu dari anakku. Aku bertemu dengan dia pada pandangan pertama dan langsung menembaknya di hari kedua, dan begitu polosnya, dia langsung menerima aku sebagai pacarnya" Dipo tergelak geli.
"Maafkan aku. Aku mencintaimu tetapi aku juga mencintai uang. Saat ini aku beruntung memiliki keduanya. Memilikimu dan memiliki begitu banyak harta" kata wanita tersebut dengan santainya.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Dipo.
"Kita gagal mendapatkan si Scorpion. Kita kehilangan jejaknya. Kamu selalu saja gagal menjalankan tugasmu, cih! tapi dengan bodohnya aku masih saja mencintaimu"
"Karena aku sangat ganteng, iya kan" kata Dipo sembari merebahkan tubuhnya dan mencium bibir wanita tersebut.
"Dasar ABG tua, hahahaha. Kita akan mulai lancarkan serangan melalui medsos. Kita pakai nama anaknya, sampai aku berhasil mendapatkan semua yang aku mau selama ini, aku tidak akan pernah berhenti menyiksa Moses Elruno" wanita tersebut menggertakkan giginya.
"Jangan berhenti mencari keberadaannya Scorpion! Dia terlalu banyak tahu soal rahasia kita. Kita harus menemukannya dan membunuhnya" kata wanita itu dengan santainya.
"Iya, kita dulu kalah cepat dengan Polisi. Untungnya dia belum membocorkan soal kita ke Polisi. Kenapa dia melakukan itu? kenapa dia masih membungkam mulutnya soal rahasia kita yang dia ketahui? apa sebenarnya yang dia rencanakan?" kata Dipo.
"Makanya cari dia, tangkap dia, interogasi dia lalu bunuh dia!"
"Oke! Karena cintaku padamu sangatlah besar, aku rela melakukan apapun untukmu, sayang" kata Dipo Herlambang kembali mencium bibir wanita tersebut dengan mesra dan penuh kelembutan.
"Cih! kamu mencintaiku apa mencintai transferanku?" wanita itu terkekeh geli.
"Tentu saja mencintaimu, sayang" jawab Dipo sembari merengkuh kembali wanita yang masih berbalut selimut itu, ke dalam pelukannya.
"Hentikan! kita harus pulang. Kalau enggak, pasangan kita akan mulai mencurigai perselingkuhan kita" Wanita itu melepaskan diri dari pelukannya Dipo Herlambang dan berlari ke kamar mandi sembari memegangi selimutnya.
Dipo tersenyum geli menatapnya. Kemudian papa gantengnya Awan itu melangkah pergi meninggalkan suite room dari hotel mewah tersebut.
Di kota S...........
Ceklek
Seorang cewek seksi dengan rambut bergelombang melangkah masuk menatap Moses dengan senyum nakalnya.
"Kamu siapa?" tanya Moses heran.
"Apa mau kamu? stop jangan dekati aku, shit! stop, aku bilang!" kata Moses dengan sangat lantang.
Tetapi cewek tersebut terus melangkah mendekati Moses tanpa menggubris omongannya Moses. Dia naik ke atas tubuh atletisnya Moses Elruno.
"Turun kamu! berani sekali kamu bertindak seperti ini? siapa kamu? apa mau kamu?" Moses kembali berteriak kesal ke arah cewek yang super nekat itu.
Cewek seksi yang memakai kaos ketat dan rok mini yang juga ketat itu mengusap pipinya Moses lalu bibirnya Moses. Moses langsung menarik tangan cewek tersebut dengan tangan kirinya yang tidak terborgol.
Cewek tersebut terkekeh geli dan menyeringai "kamu lupa siapa aku? padahal aku sangat merindukanmu. Aku datang dari Paris dan kamu tidak menjemputku? Aku menelepon kamu tapi kamu ganti nomer kamu. Tetapi akhirnya kamu datang ke sini juga untuk menemuiku, hahahaha, Pucuk dicinta ulam pun tiba" kata cewek itu.
Moses masih mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak ingat dengan cewek yang saat ini tengah berbaring di atas tubuhnya.
"Kita berpacaran cukup lama lalu kita berpisah karena, aku harus pergi ke Paris. Selama dua tahun kita berpisah. Aku sangat merindukanmu. Tapi apa?!" cewek itu menepuk nepuk pipinya Moses "kamu tidak pernah menghubungi aku"
"Aku tidak ingat" jawab Moses dengan santainya.
__ADS_1
"Aku akan membuatmu mengingatnya, kita akan kembali bercinta secara gila gilaan seperti dulu. Aku ingin memiliki anak dari kamu. Aku ingin kita menikah setelah ini" kata cewek itu dengan polosnya.
Aaahh, shit! kena karma nih aku. Tertangkap sama cewek gila dan nggak jelas macam ini. Batin Moses kesal.
"Bebaskan Dokter Erlangga dan lepaskan borgol ini, oke? kita bisa berbicara dengan santai setelah itu" kata Moses mencoba bernegosiasi dengan cewek itu.
"Hahahaha, Dokter Erlangga tidak ada di sini. Aku hanya meminjam namanya untuk memancing kamu, sayangku" kata cewek itu sambil menarik tangannya dari genggaman tangannya Moses.
"Shit!" Moses mengumpat kesal dan langsung menyesali kebodohan dan kecerobohannya.
Cewek itu merogoh sesuatu di saku belakang rok mininya.
"Apa yang............"
Plung. Cewek itu berhasil memasukkan sebuah kapsul ke dalam mulutnya Moses Elruno lalu membungkam mulutnya Moses memakai bibirnya, agar Moses menelannya.
"Hmmpptt" Glek! Moses secara refleks menelan kapsul tersebut di saat dia berusaha melepaskan bibirnya dari pagutan cewek tersebut.
"Hah.....hah.....hah.....hah" Moses tersengal sengal setelah berhasil lepas dari ciuman cewek itu.
"Apa yang kau berikan padaku?" tanya Moses mulai panik.
"Obat perangsang. Supaya permainan kita menjadi lebih indah, hahahaha"
Cewek tersebut mulai melepas satu persatu kancing kemejanya Moses sembari mendaratkan tanda lipstick merahnya di atas dada bidangnya Moses.
Moses menarik tangan cewek itu dari kancing bajunya "hentikan! shit!" Moses mulai merasakan reaksi dari kapsul yang dia telan barusan. Tubuhnya mulai merasa panas dan mulai bergetar.
Moses langsung bangun dan mendorong tubuh cewek itu dengan tangan kirinya "pergi kamu! dasar gila!"
Tetapi yang terjadi kemudian, semakin parah. Kedua anak buah cewek tersebut yang sedari tadi berjaga di dalam kamar itu, langsung diperintahkan oleh cewek itu untuk mengikat kedua tangannya Moses dan mengikat kedua kakinya Moses di kedua sisi ranjang tersebut.
Setelah selesai, cewek itu menatap Moses dari ujung kepala sampai ujung kaki dan tersenyum.
Karena pengaruh dari obat yang tadi dia telan, dia tidak memiliki tenaga untuk melawan kedua anak buah dari cewek itu.
"Pergilah kalian dan kunci pintunya" Kata cewek itu kepada kedua anak buahnya.
"Namaku chocolate, aku akan terus membisikkan namaku di telinga kamu sepanjang permainan kita nanti, hahahaha, supaya kamu ingat terus sama aku. Chocolate, hahahaha, romantis bukan hanya ada kita berdua saat ini" kata cewek itu dengan santainya.
"Dasar gila! lepaskan aku, brengsek!" Moses berteriak frustasi.
Cewek tersebut tidak menggubris ucapannya Moses dan langsung melompat ke arah Moses untuk melakukan aksinya. Moses berusaha dengan sekuat tenaga merapatkan bibirnya dan meronta dengan keras berusaha melepaskan diri dari dekapan cewek itu.
Ray, akhinya sampai di lokasi yang sama dengan lokasi yang nampak di layar ponselnya.
Sebuah rumah mewah di pinggiran kota.
"Ray, memerintahkan kelima anak buahnya untuk masuk ke dalam rumah tersebut untuk menyelidikinya terlebih dahulu.
Tidak begitu lama, salah satu dari anak buahnya melaporkan situasinya kepada Ray.
"Ada sepuluh orang yang berjaga.Tidak ada senjata api" kata anak buahnya Ray tersebut.
"Oke, kita masuk sekarang!" kata Ray.
"Tunggu!" teriakan Alfa menghentikan langkahnya Ray.
Ray langsung menoleh ke arah Alfa dan Alfa menunjuk ke arah Melati. Ray, menatap Melati dengan tatapan kesal dan bingung. Asisten andalannya Moses itu menghela napas panjang.
"Aaa, iya, aku lupa soal kamu, Mel. Kamu tunggu di dalam mobil dan ini kuncinya! kalau situasi semakin memburuk, kamu langsung bawa pergi si Blacky ke kantor Polisi, mintalah bantuan! oke?!" kata Ray.
__ADS_1
Melati menerima kunci mobil kesayangan suaminya itu dari tangannya Ray, lalu masuk kembali ke dalam mobil.
Ray, Alfa beserta anak buahnya Ray, masuk ke dalam rumah mewah tersebut.
"Ray, rumah siapa ini?" tanya Alfa sembari melangkah masuk dan berbisik lirih.
Ray mengangkat kedua bahunya dan menempatkan jari telunjuknya di atas bibirnya, sebagai kode untuk Alfa agar diam dan jangan berisik.
Alfa mendengus kesal.
Mereka langsung melawan semua orang yang menghadang langkah mereka untuk masuk dan menyelamatkan Moses Elruno..
Tidak begitu lama setelah menjatuhkan semua lawan mereka maka, Ray, Alfa dan Melati sampai di depan pintu sebuah kamar. Moses berada di dalam kamar tersebut.
"Mel? kamu kok masuk sih? hufttt kamu memang keras kepala ya" Ray mendengus kesal.
Melati meringis dan garuk garuk kepala ke arah Ray. Ray hanya bisa mendengus kesal dan langsung mendobrak pintu kamar tersebut.
Pintu terbuka dengan sangat lebar dan.........
Mereka langsung dipertontonkan sebuah pertunjukan yang tidak pantas untuk dilihat.
Melati menatap pertunjukan itu dengan mata nanar seolah tidak percaya, suaminya kini berada di atas ranjang dengan seorang wanita yang sudah setengah telanjang.
"Oke, canggung nih keadaannya" kata Alfa dengan polosnya.
Moses menatap Melati dan menggelengkan kepalanya sebagai kode kalau apa yang terlihat tidak seperti yang dipikirkan oleh Melati.
"Ray! cepat tarik wanita gila ini!" teriak Moses.
Ray langsung menarik wanita yang tengah membenamkan wajahnya di bagian bawah tubuhnya Moses Elruno.
Cewek tersebut langsung berteriak histeris dan terus meronta di dalam cengkeramannya Ray.
"Tuan, pukul dia!" kata Ray kepada Alfa.
"Aaah, gila Lo. Gue nggak pernah mukul cewek. Nggak, gue nggak mau mukul dia" ucap Alfa dengan santainya.
Cewek tersebut terus meronta dan berteriak lalu Buuukkkk. Melati melayangkan pukulan terbaiknya dan berhasil membuat cewek itu pingsan.
"Waaah, kamu hebat Mel. Thank you, ya" kata Ray.
Moses menatap bangga ke arah istri tercintanya.
"Aahh, gila Lo brother! Kita pusing cari kamu dan khawatir akan keadaan kamu, tidak tahunya kamu malah bersenang senang, hmm" Alfa mengoceh dengan santainya.
"Jangan sembarangan bicara kamu! ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Dia memperkosa aku, shit! Mel, percaya sama aku! aku tidak..........."
"Kenapa Melati harus percaya sama kamu?"tanya Alfa yang langsung memotong ucapannya Moses.
"Ray, cari kunci borgolnya di saku rok cewek itu lalu kasih ke Melati, biar Melati yang membuka borgol ini, dan tinggalkan kami!" kata Moses tidak menggubris pertanyannya Alfa.
Ray menemukan kunci borgolnya dan menyerahkannya ke Melati.
"Tuan, tolong bantu saya angkat cewek ini! berat nih" kata Ray.
Alfa menghela napas panjang dan akhirnya dengan berat hati dia bersedia membantu Ray untuk mengangkat cewek itu keluar dari kamar meninggalkan Moses dan Melati.
"Kita tinggalkan Melati berdua saja dengan Moses?" tanya Alfa sembari memegang kedua kaki cewek itu dan melangkah mengikuti langkahnya Ray.
Ray mengangkat kedua lengan cewek itu dan berkata "Iya! Melati akan aman kok.Tuan Moses tidak akan menyakiti Melati" kata Ray.
__ADS_1