
Perjalanan menuju ke kota S, sangatlah panjang. Memakan waktu sekitar lima jam. Chery ditidurkan di dalam travel cot yang ditaruh di depan bangku, tempat Moses dan Melati duduk. Ray, duduk di bangku depan di samping sopir pribadinya Moses.
Mobil yang mereka pakai adalah mobil khusus untuk Chery. Supaya Chery merasa nyaman dan Melati bisa beristirahat tanpa perlu menggendong Chery terus menerus.
kabin di dalam mobil tersebut sangat longgar, nyaman dan mewah.
"Rebahkan kepalamu di atas bahuku!" kata Moses.
Melati menggelengkan kepalanya dan memilih menyangga kepalanya dengan telapak tangannya sendiri.
Moses menghela napas panjang dan meraih kepalanya Melati dengan pelan dan menaruhnya di atas bahunya "aku sekarang ini suami kamu, nggak perlu malu"
Melati hanya diam dan pasrah
"Ray, masih lama?"
Tidak ada sahutan dari Ray.
"Aah, sial! molor deh dia"
Melati terkekeh geli.
Tangan Moses yang masih melingkar diatas pundaknya Melati lalu mengusap usap pelan bahunya Melati "aku senang mendengar kamu tertawa"
"Kakak lucu sih"
"Mana kata sayangnya?" Moses berucap sembari mengecup pucuk kepalanya Melati.
"Ray, sudah molor tuh. Panggil aku sayang, dong!"
"Pak sopir kan nggak molor, Melati malu"
"Ko, kamu jangan menguping kita ya!" kata Moses kepada Joko sopir pribadinya.
"Baik, tuan" sahut Joko.
"Tuh, aman sekarang. Ayo, bilang sayang!"
Melati akhirnya mengalah dengan desahan panjang dia pun berkata "iya, sayang"
"Aaahhh, menggemaskan sekali istri aku" Moses meraih tangan melati dan menciumnya.
Melati merinding saat merasakan tangannya dicium oleh Moses. Sewaktu dulu masih berpacaran dengan Awan, dia tidak pernah merasakan sensasi seperti ini. Kalau Awan memegang dan mencium tangannya. Tetapi saat Moses suaminya mencium tangannya kenapa rasanya seperti terkena setrum berjuta juta voltase.
Melati tersadar dan secara spontan menarik tangannya tapi ditahan sama Moses. Moses masih menaruh tangan cantik istrinya itu di atas bibirnya.
"Tidurlah, aku akan jaga Chery!"
"Bagaimana bisa aku memejamkan mataku, kalau kamu terus memegang tanganku seperti ini" gumam Melati lirih.
"Kamu ngomong apa, Mel?"
"Nggak papa" Melati langsung memejamkan matanya.
__ADS_1
Moses mengusap usap pelan bahu istrinya dan masih terus mencium tangan istrinya.
Mama, apa yang harus aku katakan sama mama nanti? Melati mulai gusar.
Anakmu menikahi seorang pria yang sudah memiliki anak dan pria tersebut seorang mantan playboy. Dan mama dari anak pria tersebut belum diketahui siapa namanya dan di mana keberadaannya kini. Arrrgghhh pusing aku. Batin Melati sembari terus memejamkan matanya.
Maafkan Melati ma.........
"Mel, kamu memikirkan apa? kamu pura pura tidur, ya?" kata Moses.
Melati langsung membuka matanya dan duduk tegak "kok kakak bisa tahu kalau Melati sedang memikirkan sesuatu?" Melati menatap heran suaminya.
Moses kembali menarik kepalanya Melati dan diletakkan kembali di atas bahunya "Tahu dong, kamu kan istri aku. Jujur Mel, kamu sedang memikirkan apa?"
"Aku mau protes dulu nih, aku sudah manggil sayang tapi suaminya Melati ini nih" Melati menusuk nusuk pelan dada bidang suaminya "kok masih manggil Mel, Mel?"
"Hahahahaha, iya sayang, maafkan aku ya, aku memang sengaja menunggu kamu meminta aku untuk memanggil kamu dengan sebutan sayang, hahahaha"
Melati memukul pelan dada bidang suaminya.
Moses terkekeh geli "oke, sekarang katakan apa yang membuatmu gusar?"
"Melati bingung kalau nanti ketemu sama mama, apa yang harus Melati katakan? kita sudah menikah dan tiba tiba membawa seorang anak yang sudah berumur dua bulan lebih. Mama akan mengira kalau Melati berbuat yang tidak tidak selama ini"
Moses menghela napas panjang, meraih kembali tangannya Melati "serahkan semuanya sama aku! Kamu diam saja nanti, ya. Aku yang akan jelaskan semuanya sama mama kamu. Kalau toh aku nanti harus ditampar dan dimarahi aku akan terima dengan ikhlas, aku nggak papa, asal bersama dengan kamu dan Chery aku siap menghadapi apapun" Moses mencium kembali tangannya Melati.
"Mama kamu tidak punya penyakit jantung kan?"
Melati terkekeh geli dan menepuk pelan bahunya Moses.
"Aku serius nih, kok malah dipukul?"
"Aku salut sama kalian berdua. Aku akan berterima kasih sama mama kamu nanti karena, beliau sudah menjaga kesehatannya dengan baik dan sudah menjaga Melatiku selama ini dengan baik"
"Aku bersyukur kamu tumbuh menjadi gadis yang baik dan tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas, Mel. Terima kasih untuk mama kamu dan untuk kamu"
"Mama sangat kolot dan taat beribadah. Kata mama jika kita taat beribadah dan dekat dengan Tuhan maka kita akan terhindar dari segala yang jahat"
"Hmm, aku setuju sama mama kamu. Sekarang tidurlah! beneran tidur, nggak usah gusar lagi! Suami kamu yang tampan ini, akan mengatasi semuanya"
Melati pun merasa tenang dan beberapa saat kemudian dia benar benar tertidur pulas di dalam dekapan suaminya.
Moses melongok ke dalam travel cot dan melihat Chery pun masih pulas tertidur.
"Aku mencintai kalian, bidadari bidadariku" Moses berucap lirih dan tersenyum bahagia.
Sementara itu di sebuah bandara internasional. Seorang model cantik beserta manajernya tengah menunggu sebuah taksi. Claudia mama kandungnya Chery telah sampai di Itali.
Mama akan gapai impiannya mama dengan sekuat tenaga dan akan menjemput kamu, Momoku. Claudia memberi nama Momo kepada anaknya karena putri cantik yang telah dia lahirkan ke dunia ini, adalah anaknya Moses.
Momo putri Elruno, mama akan menjemput kamu dan berkumpul kembali bersama papa kamu. Kita akan bina keluarga kecil kita sebentar lagi. Tunggu mama ya Momo kecilku.
Alfa dengan riang gembira bertandang kembali ke rumahnya Moses sambil membawa sebuah gitar. Dia berharap bisa menemui Melati dan mengajak Melati berkolaborasi dengannya.
Dia melangkah memasuki ruang tamunya Moses dan kaget saat melihat seorang cewek manis tengah duduk di atas sofa mewah saudara sepupunya.
__ADS_1
"Kamu siapa?" tanya Alfa sembari mengamati Rini, sahabatnya Melati itu.
Hmm, manis juga cewek ini. Batin Alfa.
"Anda siapa?" Rini balik bertanya.
Alfa duduk di depannya Rini "ehem, namaku Alfa Elruno, adik sepupunya Moses, dan kamu?"
"Saya, Rini Wijaya dan saya sahabatnya Melati" jawab Rini sembari tersenyum.
"Sebentar, emm, nama kamu Rini Wijaya, ada hubungan apa kamu dengan Raymond Wijaya?" tanya Alfa sembari mengerutkan keningnya.
"Saya adik sepupunya kak Ray"
"Waaahhh hebat nih kita senasib, sama sama adik sepupu, hahahahaha"
Rini langsung tergelak geli.
"Melati mana?"
"Kita belum beruntung kali ini. Melati dan tuan Moses pergi ke luar kota pagi tadi. Kita kalah cepat, heeee"
"Aaah, sial! aku berharap bisa duet sama dia makanya aku bawa gitar nih" Alfa nampak kecewa berat karena tidak bisa menemui pujaan hatinya.
"Saya kebetulan tidak ada acara hari ini. Saya bisa menggantikan Melati berduet dengan anda" Rini mencoba mengobati rasa kecewanya Alfa.
"Aaah, benarkah? kamu bisa bernyanyi?"
Rini menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Baiklah, aku juga sedang gabut nih, ayo kita coba berduet!"
"Tapi, apa tidak apa apa, kalau kita berduet di rumahnya tuan Moses, sementara tuan Mosesnya tidak berada di sini?"
"Aaah, santai aja. Ada aku, aku juga seorang Elruno, pelayan di sini juga sudah kenal sama aku. Yuk, kita mulai berduet! mau nyanyi lagu apa?"
"Emm, saya suka lagu yang berjudul Fght Song, lagu ini kesukaannya Melati dan saya. Fight Song mewakili perasaan kami sebagai seorang cewek, cewek tuh harus kuat dan tahan banting, dan kami sering menyanyikan lagu ini berdua kalau sedang galau, heeee"
"Oke aku tahu lagu itu, tapi mulai detik ini jangan pakai kata saya dan anda. Kita teman sekarang, kita bisa ber-aku dan ber-kamu dengan santai, oke?"
Rini tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya.
Alfa mulai memainkan intro dari lagi Fight Song dengan gitarnya. Rini pun langsung bernyanyi di saat intro selesai dan mulai masuk ke dalam lagu tersebut.
Like a small ball
On the ocean
Sending big waves
Into motion..............
Alfa mengiringi suaranya Rini sembari menatap Rini dengan kagum
__ADS_1
Bagus juga suaranya. Lembut, nyaring dan jernih, cocok menyanyikan lagu Fight Song. Orangnya manis juga. Batin Alfa.
Rini pun memandang Alfa penuh kekaguman. Permainan gitarnya keren, sekeren orangnya. Aku suka kepribadiannya, hangat dan ramah. Batin Rini.