My Cute Nanny

My Cute Nanny
Ciuman dari Gideon


__ADS_3

Raja, Ray, dan Moses telah berada di dalam private jet-nya Moses. Raja membahas beberapa hal yang terkait dengan private jet. Moses kemudian bertanya "kamu pernah naik private jet?"


"Pernah om, naik private jet miliknya om Grey" kata Raja.


"Oooo iya Grey punya private jet ya" kata Moses.


"Tapi om Grey masih nyicil belinya dan belum lunas juga sampai sekarang" kata Raja dengan polosnya.


"Hahahaha, benarkah? Grey ngutang? dia itu memang terlalu perhitungan, sebenarnya beli lunas aja dia mampu, hmm, dasar Grey" kata Moses sambil terkekeh geli.


"Apa om Grey kamu nggak menawari kamu untuk bekerja di perusahannya? tanya Moses.


"Ditawari sih tapi saya bilang baik baik ke om Grey, takut kalau om Grey tersinggung soalnya kan om Grey itu baperan, saya bilang kalau saya nggak tertarik dunia properti dan perhotelan apalagi dunia kafe"


"Hahahaha, apa Grey masih baperan?"


"Iya masih, om. Dia aja masih cemburu ke saya kalau tante Lila kasih perhatian ke saya, sedari saya kecil sudah dicemburui sama om Grey" kata Raja.


"Hahahahaha, ternyata Grey lebih gila daripada aku, pantes kalau dia akrabnya sama Alfa, sama sama gila soalnya, hahahaha. Lalu papa kamu, Steve Darmawan?" tanya Moses.


Ray yang tidak suka mengobrol memilih untuk memejamkan mata dan tidur karena, perjalanan mereka masih sangat panjang.


"Papa saya, heeee, saya tidak begitu tahu soal papa saya, om. Saya bisa menerima beliau aja baru dua hari kemarin, saya tidak pernah tahu soal kehidupannya soal bisnisnya, yang saya tahu beliau tidak menikah lagi, setelah menceraikan mama" kata Raja.


"Wow! kuat juga ya dia, tidak menikah lagi padahal dia masih muda, salut aku sama papa kamu" kata Moses.


"Terima kasih, om" kata Raja.


"Kamu masih ingat kan sama om Alfa? adik sepupunya om?" tanya Moses.


"Masih om. Om Alfa itu lebih ramah jika dibandingkan dengan om Moses, heeee" kata Raja jujur.


"Makasih Raja untuk pujiannya" Moses mendengus kesal.


"Heeee, maaf om, tapi itu kenyataannya" kata Raja.


"Iya kamu benar kok, sedari kecil tuh, Alfa memang lebih berisik dan lebih gampang akrab dengan orang lain daripada om yang lebih suka menyendiri" kata Moses.


Raja tersenyum ke Moses "Raja paham kenapa om Moses menjadi introvert, Chery cerita semuanya ke Raja"


"Iya itu masa lalu, om bersyukur bertemu dengan Melati, mamanya anak anak, dia mampu merubah om menjadi lebih tenang dan lebih baik dalam segala hal. Om sangat mencintai istri om"


"Saya ikut bahagia om" kata Raja.


"Hmm, makasih Raja. Ooo iya, nanti sesampainya di Jepang kita ke rumahnya om Alfa dulu. Kalau nggak dia bisa protes sama om selama berabad abad, hahaha" kaya Moses.


"Baik om, Raja juga pengen bertemu dengan om Alfa" kata Raja.


"Alfa pasti senang bertemu lagi denagnmu. Sekarang, tidurlah! atau kalau mau makan, kamu tinggal ke belakang aja, makanan sudah tersedia di sana" kata Moses.


"Baik om, emm, Raja mau nanya, kenapa om tidak memilih duduk di dekat jendela? biasanya orang memilih untuk duduk di dekat jendela biar bisa menikmati awan dan pemandangan" tanya Raja.


"Heeeee, om takut ketinggian. Ini om ajak kamu ngobrol terus karena, om pengen mengalihkan perhatiannya om, supaya om nggak mual, heee. Biasanya om tenang karena, ada tante Melati dan nggak merasa mual sama sekali sampai tiba di Jepang, lha ini tante Melati-nya kamu, nggak ikut, jadi agak gimana gitu rasanya" kata Moses.


"Raja salut sama om dan tante, bisa selalu sweet" kata Raja.


"Om doakan kamu sama Chery juga selalu sweet" kata Moses.


"Amin" jawab Raja.

__ADS_1


"Tidurlah!" kata Moses.


Raja tersenyum, "om saja yang tidur! om pasti capek, kan?" Raja lalu mengambil sebuah buku dan pulpennya, dari dalam tas selempangnya, dia mulai mencoret coret sesuatu di atas bukunya.


Moses melirik Raja dan kembali bertanya


"apa yang kau lakukan?"


"Saya mencoba membuat puisi, om" kata Raja.


"Kamu bisa bikin puisi?" tanya Moses.


"Bisa tapi itu pun baru sekali, waktu saya dapat tugas bikin puisi pas saya masih duduk di bangku SMA, itu pun yang ngajarin Chery, heeee. Saya mencoba bikin lagi selama beberapa hari ini tapi belum pas terus, om" kata Raja.


"Memangnya kamu bikin puisi mau ada acara apa?" tanya Moses.


"Saya bikin puisi untuk saya bacakan di hari ulang tahunnya Chery om, enam bulan lagi Chery ulang tahun, kan?" kata Raja.


"Coba om lihat" kata Moses.


Raja menyerahkan bukunya ke Moses. Moses membaca beberapa coretan di bukunya Raja dan tersenyum geli. "Om kasih saran ya, emm kalau bikin puisi tuh jangan dipaksakan, coba ingat momen terindah kamu pas berdua aja sama Chery, nah resapi momen itu, rasakan dalam dalam lalu tuangkan ke dalam tulisan"


"Oooo, begitu ya om?" kata Raja sambil menerima lagi bukunya.


"Iya harus begitu kalau mau dapat feel yang bagus di puisi kamu" kata Moses.


"Terima kasih banyak om untuk saran dan masukannya" kata Raja.


Natasha kemudian memeluk Chery dan berkata "kakak senang bisa berkenalan dengan kamu, Chery. Kapan kapan kakak akan ajak kamu main, mau kan?" tanya Natasha sambil melepaskan pelukannya.


"Mau, kak" kata Chery sambil tersenyum manis ke arah Natasha.


Chery hendak masuk tiba tiba ada yang memanggil namanya lagi. Chery menoleh dan nampaklah Gideon tengah melangkah masuk dan tersenyum menatap Chery. "Celyn, ada?"


"Aaah, ada. Sebentar ya aku panggilkan, duduk dulu!" Chery tersenyum ke Gideon dan masuk untuk memanggil Celyn.


Gideon duduk dan meminum teh yang disajikan oleh Ijah "terima kasih, Mak" kata Gideon ke Ijah.


"Sama sama den" ucap Ijah.


Celyn datang dan memekik bahagia. Cewek cantik nan tomboy itu pun langsung duduk di sampingnya Gideon sambil terus menatap Gideon dan mengulas senyum di wajah cantiknya.


Gideon menoleh ke pacarnya dan tersenyum.


"Jadi cari camilan?" tanya Gideon.


"Jadi dong!" kata Celyn.


"Ayok berangkat sekarang!" Gideon bangkit sambil menggandeng tangannya Celyn.


Celyn menatap tangannya yang digandeng Gideon dan dia tersenyum senang.


Sesampainya di depan teras rumah, Celyn melihat mobilnya Gideon, Celyn menoleh ke Gideon "lho, kamu bawa mobil?"


"Iya" kata Gideon.


Celyn pun masuk ke dalam mobil "Gideon memasangkan sabuk pengaman ke Celyn. Setelah memasang sabuk pengamannya sendiri, dia pun langsung meluncurkan mobilnya"


"Memang sudah boleh bawa mobil sama mama kamu?" tanya Celyn.

__ADS_1


"Boleh, aku juga sudah punya SIM, aku kan sudah genap tujuh belas tahun enam bulan yang lalu" kata Gideon.


"Tapi kenapa sampai sekarang, mama kamu masih antar jemput kamu ke sekolah?" tanya Celyn heran.


"Mama masih posesif sama aku dan aku nurut sama mama hanya karena, ingin menghormati mama aja, aku sangat menghormati dan menyayangi mama, itulah kenapa aku nggak pernah bisa bilang enggak ke mama, heee " kata Gideon.


Waahhh, anak mama banget ternyata. Batin Celyn.


"Lalu kenapa sekarang boleh bawa mobil sendiri?" tanya Celyn.


"Ya karena, mama tahu aku mau pergi sama kamu, masak mama mau ikut?" Gideon tersenyum geli.


"Heeee, iya ya, kamu benar" kata Celyn sambil meringis ke Gideon.


Mereka pun akhirnya sampai di sebuah supermarket. Celyn mulai membeli beberapa camilan untuk dibawa ke Jepang besok.


Gideon menerima telepon sebentar dari papanya dan Celyn yang tidak sabaran orangnya, memutuskan untuk meninggalkan Gideon, berkeliling sendiri di supermarket itu. Selesai menerima panggilan telepon dari papanya, Gideon memutar badan dan tidak melihat Celyn. Gideon langsung mencari Celyn, menoleh ke kanan dan ke kiri ke setiap lorong yang dia lalui dan belum menemukan keberadaannya Celyn.


Tiba tiba dia mendengar suaranya Celyn yang berteriak dengan sangat lantang "kapok kamu sekarang hah! makanya jangan suka menggoda cewek!"


Gideon langsung berlari ke arah suara itu dan melihat Celyn tengah memelintir tangan seorang cowok lalu menendang pantat cowok itu sambil berkata "pergi! dasar gak punya etika! bisa bisanya menggoda cewek di siang bolong begini!"


Cowok itu pun tersungkur di depannya Celyn dan langsung berlari terbirit birit meninggalkan Celyn.


Beberapa pengunjung supermarket itu, yang berada di satu lorong dengan Celyn, langsung mengacungkan jempol ke Celyn. Celyn tersenyum ke semua orang yang mengacungkan jempol ke arahnya sambil mengelus ngelus tengkuknya.


Gideon langsung mendekati Celyn dan bertanya "kamu nggak apa apa?"


"Nggak apa apa, justru cowok itu yang kenapa kenapa, dia tadi menggoda aku, bahkan menyentuh tanganku dengan sengaja, langsung aja aku pelintir tangannya" kata Celyn dengan santainya.


Gideon menatap kagum ke Celyn tapi kemudian tersulut amarahnya, pacarnya Celyn itu pun langsung melangkah lebar ke depan untuk mencari keberadaan cowok tadi, tapi cowok itu telah menghilang.


"Cari siapa?" tanya Celyn.


"Cowok tadi, mau aku kasih pelajaran, berani benar dia menggoda dan memegang tangan kamu" kata Gideon.


Celyn langsung merona bahagia "kamu peduli sama aku? kamu cemburu?"


Gideon menoleh ke Celyn lalu mengusap rambutnya Celyn "tentu saja aku peduli sama kamu, aku cemburu? iya aku akui aku cemburu" kata Gideon dengan polosnya.


Cup


Celyn mendaratkan ciuman di pipinya Gideon lalu melangkah lebar meninggalkan Gideon sambil terus tersenyum dan mendorong troli belanjaannya ke kasir.


Gideon untuk beberapa detik mematung dan mengelus pipinya yang baru saja dicium sama Celyn. Cowok tampan itu pun kemudian berlari mendekati Celyn dan berbisik di telinganya Celyn "aku berhutang satu ciuman ke kamu"


Blush


Celyn kembali merona wajahnya. Celyn belum pernah dicium sama Gideon sejak mereka jadian, makanya begitu mendengar kata ciuman keluar dari mulutnya Gideon, Celyn langsung merona malu.


"Cewek seperti kamu ternyata bisa malu juga ya?" Gideon terkekeh geli dan langsung mendapatkan cubitan dari Celyn.


Gideon mengaduh di tengah tawa riangnya. Setelah selesai membayar di kasir, Gideon menenteng tas plastik yang berisi belanjaannya Celyn dan melangkah beriringan, menuju ke parkiran mobilnya.


Setelah memasukkan belanjaan ke dalam bagasi, dia pun masuk ke dalam mobil dan berucap "waktunya aku bayar hutang ciuman tadi"


Celyn memejamkan mata dan Gideon mendaratkan ciuman di pipinya Celyn lalu memakaikan sabuk pengamannya Celyn dan mengusap mesra rambutnya Celyn.


Sambil terus mengulas senyum di wajah tampannya, Gideon mulai meluncurkan mobilnya menuju ke rumahnya Celyn.

__ADS_1


Celyn pun tersenyum terus penuh cinta dan kebahagiaan sambil sesekali melirik ke Gideon.


__ADS_2