
Moses mengajak Melati makan malam di sebuah restoran mewah. Sebenarnya Melati ingin sekali makan mie ayam di pinggir jalan yang berada tidak jauh dari kampusnya tapi dia tahan karena, ada Elmo. Kasihan kalau Elmo harus diajak makan di pinggir jalan, banyak debu dan asap kendaraan bermotor.
Mereka turun dari mobil yang dikendarai oleh pak Joko. Tadi Ray, menelepon pak Joko sebelum dia pamit untuk pulang ke apartemennya. Ray, menyuruh pak Joko, untuk menjemput tuan besar mereka di rumah sakit dengan membawa si Blacky. Tuan Moses Elruno ternyata juga sangat merindukan si Blacky.
Elmo rebahan di dalam strollernya dan Moses yang mendorong Stroller itu untuk memasuki restoran mewah langganannya.
Sang pemilik restoran langsung menyambutnya, dia juga telah menyiapkan private room spesial untuk tuan dan nyonya Moses Elruno.
Moses dan Melati duduk di meja yang berada di dalam private room tersebut dan langsung menikmati hidangan yang telah tersaji.
"Aku sangat merindukanmu, Rumi" kata Moses sembari terus melekatkan pandangannya ke wajah istri cantiknya.
"Aku juga, sepertinya aku sakit nih" Melati berucap sembari melihat Elmo ternyata putra tampannya itu telah terjatuh ke dalam mimpi.
"Sakit apa? kami beneran sakit?" Moses langsung merangkul bahunya Melati dan menempelkan keningnya di atas keningnya Melati. "Nggak demam kok? mana yang sakit?" Moses langsung panik.
Melati menarik dahinya dari dahi suaminya dan terkekeh geli "aku sakit rindu, di sini nih yang sakit, apalagi saat kamu menutup VC (Video Call) kita kemarin tanpa ekspresi, aku kira kamu marah"
"Maafkan aku ya, aku cuma terlalu bersemangat untuk segera pulang dan bertemu dengan kamu dan anak anak. Aku tuh nggak bisa marah kalau sama kamu, kalaupun marah nggak bisa lama lama, heeee. Kamu juga begitu nggak?" Moses menyuapkan satu sendok udang asam manis ke Melati.
Melati menerima suapan dari suaminya dan menganggukkan kepalanya.
"Rumi, kamu tahu nggak kalau sakit rindu itu tempatnya di mana?" kata Moses sembari tersenyum jahil.
"Di hatimu?" Melati tersenyum lebar ke arah suaminya karena, dia yakin jawabannya benar.
"Salah" jawab Moses.
"Yaahh salah, lalu di mana dong?" tanya Melati.
Moses mengambil secarik kertas dan pulpen super mahal dari saku kemejanya dan menulis kata "I See You" lalu menyodorkan kertas itu di depannya Melati dan berucap "di sini tempatnya di "I See You" Moses membaca tulisan di atas kertas yang baru saja dia tulis.
"Hahahahaha, dari Jepang, ternyata ini ya oleh olehnya, hahahaha" Melati langsung melepas tawa merdunya di udara bebas.
"Eits, masih ada lagi oleh olehnya" kata Moses.
"Apa? aku cuma bercanda sayang, aku nggak beneran minta oleh oleh kok, hahahaha" kata Melati.
"Aku membelinya karena, aku tahu kalau kamu sangat suka owl, sejak kamu diwisuda" kata Moses. sembari mengedipkan matanya.
"Kok kamu bisa tahu? padahal aku nggak pernah bilang?" Melati tersenyum terharu lalu mengecup bibir suaminya.
Moses tersenyum bahagia menerima kecupan dari istri cantiknya kemudian berucap "tahu dong, aku kan suami yang perhatian, heeee"
Melati tersenyum bahagia dan kembali mengecup bibir suaminya.
"Sekali lagi kamu kecup bibirku, maka aku akan mengajak kamu berolah raga di sini sekarang juga" suara Moses terdengar parau menahan gairah.
"Apaan sih, walaupun ini private room, pasti ada kamera CCTV- nya kan? bahaya" Melati menepuk pelan pundak suaminya.
__ADS_1
Moses menghela napas panjang untuk meredakan gairahnya yang sesaat muncul akibat dari kecupan istri cantiknya itu.
Moses kemudian merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak kecil berbahan beludru berwarna merah "ini oleh olehnya, bukalah!"
Melati menatap heran suaminya "sayang, kenapa harus repot kayak gini sih, kamu pulang cepat aja dan sekarang sudah berada di sisiku dengan utuh saja aku sudah sangat bahagia, nggak perlu oleh oleh kayak gini"
"Itu bukti kalau aku begitu sayang, cinta dan perhatian sama kamu. Aku kemarin malam mengajak Ray jalan jalan ke toko berlian tebaik yang ada di Osaka. Sepulangnya aku dari rapat dengan Kaage dan Hirohito. Aku mencari liontin owl dan menemukan yang paling bagus dan cocok untuk kamu" Moses membuka kotak itu dan memperlihatkan kalung beserta liontin berbentuk owl yang tebuat dari berlian.
Melati menatap takjub oleh olehnya Moses itu "ya ampun sayang, cute banget owlnya" mata Melati berbinar binar gemas.
Moses tersenyum dan memakaikan kalung itu di leher cantik istrinya, kemudian dia menempelkan wajahnya di leher indah itu dan berucap "cute kayak kamu" Moses kemudian mencium pipinya Melati.
"Terima kasih, sayang, aku suka banget. Emm, sayang, kamu terus memberikan aku hadiah, aku malu nih" kata Melati sembari menghambur masuk ke dalam pelukan hangat suaminya.
"Kenapa malu? kamu tuh istriku jadi wajar dong"
"Aku malu karena aku nggak pernah memberikan hadiah apapun ke kamu" Melati memainkan jari jemarinya di atas dada bidang suaminya.
Moses meraih tangannya Melati dan menciumnya kalau berucap "kamu sudah berikan aku hadiah paling indah di dunia ini, paling spesial, paling berharga. Yaitu, cinta kamu untuk anak anakku, cinta kamu untuk aku, dan kamu memberikan aku pangeran yang sangat tampan, Elmo. Aku tidak membutuhkan yang lainnya lagi"
"Aku mencintaimu" ucap Melati.
"Aku juga mencintaimu sejuta kali lebih besar dari kamu"
"Ya, Rumiku sayang, kamu memang bosnya, hahahaha" Moses mencium puncak kepalanya Melati.
"Sayang, aku punya kekhawatiran selama ini" kata Melati.
"Apa itu?" Moses mengelus elus bahunya Melati.
Melati menarik diri dari pelukannya Moses lalu menyuapkan sup ke suaminya dan berucap "aku takut kalau tiba tiba mama kandungnya Chery muncul dan mengambil Chery dariku. Aku nggak bisa membayangkan hidupku tanpa Chery, sayang"
Moses berkata "aku tidak akan pernah biarkan siapapun mengambil Chery dari kamu, dari kita. Karena, kamu adalah mama yang terbaik bagi Chery dan tiada duanya di dunia ini. Melati Arumi Putri is my cute nanny, my beloved wife, my breath, and my world. Aku akan lakukan apapun untuk membuatmu selalu bahagia"
"Aku tidak salah ketika aku mengambil keputusan untuk menjadi nanny di rumah kamu, lalu memilih kamu untuk menjadi suamiku" Melati menatap kedua manik hitam milik suaminya itu.
Moses melakukan hal yang sama dan berucap "aku berjanji akan membuat kamu selalu bahagia sehingga tidak ada penyesalan sedikitpun muncul di hati kamu karena, aku sangat mencintaimu"
"Sayang, aku mau menanyakan sesuatu sama kamu, tapi aku takut kalau kamu ngambek" Melati meringis ke arah Moses.
"Tanya aja, aku janji nggak akan ngambek" kata Moses.
"Aku pengen potong pendek rambut aku karena, rontok nih, lagian gerah, aku kan menyusui"
Moses membelai rambutnya Melati, mengelusnya, mengusapnya lalu menjumputnya dan memainkannya di sela sela jari jemarinya.
Moses kemudian memandang wajah cantik istrinya tanpa mengucapkan kata iya, boleh, atau semacamnya.
__ADS_1
"Nggak boleh ya?" Melati mengerucutkan bibirnya.
"Bukannya nggak boleh tapi sayang banget kalau rambut seindah ini harus dipotong. Aku nggak rela" Moses mengambil sejumput lagi rambutnya Melati dan menciumi rambut indah nan harum itu.
"Tapi gerah sayang, lagian rontok" Melati masih mencoba merayu untuk mendapatkan ijin potong rambut dari suaminya.
Moses menggigit bibir bawahnya dan memiringkan kepalanya untuk mencoba mengamati Melati dan mencoba membayangkan kalau Melati berambut pendek. Moses kemudian menggelengkan wajahnya "no, Rumiku nggak akan pantas berambut pendek"
"Bagaimana kamu bisa tahu? kan kamu belum pernah melihatku berambut pendek"
Moses mengetuk pelan kepalanya lalu berucap "aku melihatnya di sini, di dalam benakku, kamu nggak akan pantas berambut pendek, no, no, no"
Walaupun Melati merasa kecewa tapi dia menghormati keputusan suaminya itu.
"Katanya tadi tidak akan membuatku kecewa" Melati menurunkan pandangannya, bergumam lirih dan mengerucutkan bibirnya.
"Rumi, aku bisa dengar kata kata kamu. Percaya sama aku, kamu nggak akan pantas berambut pendek. Apa perlu kita beli wig pendek, kamu coba dulu? kalau kamu bilang cocok maka dengan sangat terpaksa aku akan ijinkan kamu potong rambut kamu menjadi pendek"
Melati langsung sumringah dan langsung berdiri dan mengajak suaminya pergi meninggalkan restoran itu sembari mendorong strollernya Elmo dengan penuh semangat "ayok, beli wig-nya sekarang!"
Moses hanya bisa menghela napas panjang dan berdoa semoga Melati berucap tidak cocok ketika mencoba wig-nya nanti. Karena, dia merasa sayang sama rambut indahnya Melati yang hitam, lurus, lebat, dan panjang itu.
Mereka akhirnya membeli sebuah wig pendek. Begitu sampai di kamar mereka. Melati langsung merebahkan Elmo di dalam box-nya dan langsung mencoba wig-nya di depan kaca besar yang selalu jujur di dalam menilai satu penampilan.
Melati mencoba melihat bayangan dirinya.
Kemudian cewek cantik itu menoleh ke suaminya "gimana menurut kamu? bagus nggak?"
Moses menggelengkan kepalanya tanpa berekspresi.
"Iya kamu benar sayang, aku lucu kalau berambut pendek" Melati kemudian melepas wig-nya lalu menyimpannya di dalam lemari.
Moses menepuk dada bidangnya sebagai kode agar Melati segera merebahkan diri di atasnya.
Melati tersenyum dan langsung merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Sayang maafkan aku ya, aku tadi ngeyel dan nggak percaya sama kamu"
"Iya, nggak apa apa, kalau kamu belum melihatnya sendiri, wajar kok kalau ngeyel" Moses mengusap lembut rambutnya Melati.
Melati kemudian duduk tegak dan berucap "astaga, sayang! jam berapa ini? Chery sama mama kok belum pulang?"
Moses menarik Melati kembali ke dalam dekapannya "mama tadi telpon kamu pas kamu asyik milih wig. Karena nggak kamu angkat telonnya, maka mama menelponku. Mama sudah pulang dari tadi dan Chery bobok di kamar mama saat ini"
"Aaah, syukurlah kalau begitu"
"Iya, aku juga sangat bersyukur karena, aku bisa meluapkan rinduku ke kamu dengan bebas, hahaha" Moses kemudian melancarkan aksinya, menyerang, menjelajah, dan bergerilya di setiap jengkal tubuh dan wajah istrinya. Kemudian melakukan penyatuan rindu mereka sampai mereka puas dan terjatuh ke dalam mimpi yang sangat indah.
__ADS_1