
Di Italy..........
Claudia terbangun di atas sebuah ranjang mewah, di dalam sebuah kamar yang megah. Cewek cantik nan seksi itu terbangun dalam keadaan kacau. Tubuhnya masih berselimut bulu yang tebal, sekujur tubuhnya terasa sakit semuanya, raga dan jiwanya juga merasa sangat letih.
Claudia melongok ke dalam selimut tersebut untuk melihat tubuh polosnya. Ada bekas kemerah merahan yang mulai agak membiru di seluruh tubuhnya.
"Maafkan mama, Momo. Mama melakukan tindakan bodoh ini demi kamu dan demi memenangkan hati papa kamu. Mama rela menjadi istri kontrak sekarang ini, sampai dua tahun ke depan" gumam Claudia dengan nada getir dan tatapan hampa.
Mama kandungnya Chery itu mengambil langkah bodoh menjadi istri kontrak seorang produser kaya di Italy demi jalan pintas menuju impiannya menjadi Top Model Internasional
Claudia kemudian menyibak selimutnya dengan kesal dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sementara itu di kota S..............
Moses membuka mata dan mendapatkan Chery sudah berada di sampingnya "haaii cantik, mama kamu mana, hmm?" Moses mencium wajah cantik putri tunggalnya yang sudah membelalakkan matanya menatap papa tampannya itu.
Moses melihat jam dinding, masih menunjukkan pukul lima pagi hari.
Ceklek
Moses menatap ke arah pintu dan mendapati istri cantiknya membawa botol susu, melangkah mendekati dia dan Chery.
"Sayang, papa kamu pasti gangguin kamu ya, jadi bangun kan anak mama yang cantik" ucap melati sembari menyodorkan botol susu yang sedari tadi dia bawa ke Moses.
"Hahaha, Chery yang bangunin papanya tadi" kata Moses sambil meraih botol susu yang disodorkan oleh Melati.
"Tolong jaga Chery sebentar ya, Melati mau memasak dulu!"
"Hmm" Moses mulai menaruh botol susunya ke bibir mungilnya Chery.
Melati mencium pipinya Chery.
"Papanya kok nggak dapat morning kiss nih?" Moses memegangi botol susunya Chery sambil tersenyum jahil.
Melati mencebikkan bibirnya ke arah Moses lalu pergi meninggalkan anak dan suaminya untuk mulai memasak.
"Mama kamu tuh pelit kalau sama papa, nggak pernah ngasih cium, heeee, kalau sama kamu murah hati dia daratkan ciuman terus, beruntungnya jadi kamu ya, Chery" Moses mengajak ngobrol anaknya sambil terus memegangi botol susunya Chery.
Melati memasak nasi goreng. Mamanya mandi. Setelah selesai menyiapkan sarapan. Cewek cantik nan lembut itu melangkah ke belakang rumahnya untuk mulai mengucek cucian yang tadi sudah dia rendam karena, Mamanya Melati tidak mempunyai mesin cuci.
Mamanya Melati keluar dari kamar mandi "tinggal aja kalau kamu capek!"
"Nggak papa kok ma, Melati nggak capek. Mama bersiap aja. Melati juga sudah siapkan sarapan"
"Makasih ya, sayang" ucap mamanya Melati sambil mengusap lembut rambutnya Melati.
Mamanya Melati masuk kembali ke dalam kamar untuk bersiap siap berangkat bekerja.
Melati meninggalkan cuciannya setelah selesai. Dia akan menjemurnya nanti setelah mandi dan sarapan.
Melati telah selesai mandi. Dia masuk kembali untuk menemui anak dan suami.
Tanpa disangka, Melati menemukan Suaminya sudah duduk di meja makan sambil menggendong Chery.
"Sebentar ya, aku siapkan baju ganti kamu dulu" kata Melati sambil berlalu meninggalkan suaminya sebentar. Tidak begitu lama Melati muncul kembali di hadapan suaminya "mandilah dulu, baju gantinya sudah aku taruh di dalam kamar mandi" ucap Melati sembari merengkuh Chery ke dalam pelukannya dan itu merupakan kesempatan emas bagi Moses untuk mendaratkan ciuman di pipinya Melati.
Melati hanya bisa diam dan mendengus kesal. Moses terkekeh geli dan langsung melangkah menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Moses mendapatkan Ray dan Joko sudah duduk di meja makan. Moses pun langsung ikut bergabung sarapan bersama mereka.
"Ma, nanti ke kantornya biar diantar sama Joko" ucap Moses ke mama mertuanya.
"Nggak usah! nanti malah jadi pertanyaan semua orang, tiba tiba mama ke kantor naik mobil mewah" ucap nyonya Teja Kusuma.
"Tapi ma, Moses sudah terlanjur menyuruh Joko sama Ray untuk ke sini pagi pagi gini, buat nganter mama ke kantor"
"Sudah, nggak usah maksa mama untuk dianter! Mama tetap nggak mau!" kata mamanya Melati dengan lembut lalu tersenyum.
__ADS_1
Mirip Melati nih, kalau kaya gini. Batin Moses, antara kesal dan geli.
"Lanjutkan sarapan kalian, mama berangkat ke kantor dulu ya!" mamanya Melati berdiri dan langsung diikuti sama Moses, Melati, Ray dan Joko.
Moses dan Melati menghampiri nyonya Teja Kusuma untuk mencium punggung tangan mamanya Melati "ati ati, ma" ucap Moses dsn Melati secara bersamaan.
"Iya, sudah lanjutkan sarapannya nggak usah nganter mama sampai depan!"
Mamanya Melati tersenyum sama semuanya lalu melangkah menuju ke sepeda motor tuanya, yang selama ini setia mengantarnya kemana mana.
Moses, Melati, Ray dan Joko kembali duduk untuk melanjutkan sarapan mereka.
"Benar kan, mama itu keras kepala orangnya. Sekali tidak tetap tidak" kata Melari.
"Mirip sama kamu" sahut Moses.
Melati langsung tersenyum dan memukul bahunya Moses dengan pelan "iya pastilah anak sama mama itu mirip. Kalau mirip sama tetangga entar heboh dong"
Semua terkekeh geli.
"Tuan, ada hal penting yang harus tuan tangani nanti malam" kata Ray.
"Oke, emm Mel, nanti malam aku tinggal keluar sebentar nggak apa apa, kan?" Moses menoleh ke Melati.
Melati menganggukkan kepalanya.
"Ngomong ngomong nih, enak nggak masakannya Melati?" tanya Melati kepada semuanya.
"Enak" jawab semuanya secara kompak.
"Hahahaha, kalian lucu kalau kompak kaya gitu, hahahaha"
"Kamu juga lucu dan menggemaskan kalau tertawa, pengen cium kamu nih, sekarang juga, boleh ya?" kata Moses.
"Uhuk uhuk " Joko dan Ray secara spontan langsung tersedak dan meraih gelas mereka untuk minum.
"Kenapa kalian?" tanya Moses ke arah Ray dan Joko.
"Nggak apa apa" jawab Ray dan Joko, kompak.
Ray dan Joko menyelesaikan sarapan mereka dan mencuci sendiri peralatan makan mereka.
Setelah selesai mereka menunggu tuan mereka di ruang tamu.
Moses menjaga Chery. Melati membereskan semuanya dan langsung melanjutkan aktivitas dia, menjemur pakaian yang tadi dia cuci.
Moses merasa heran, kenapa Melati berada di belakang terlalu lama, maka dia pun mendorong strollernya Chery dan menyusul Melati.
Moses mendekati Melati dengan sangat pelan saat melihat Melati hendak menjemur pakaian dalam dan lingerie yang dia belikan kemarin.
Konglomerat muda super tampan itu lalu berhenti di belakangnya Melati. Saking asyiknya menjemur pakaian dalam dan lingerienya sambil bersenandung lirih, Melati tidak mendengar langkah kakinya Moses dan bunyi strollernya Chery.
Moses mengamati tingkah lakunya Melati yang tengah membolak balikkan semua pakaian dalam tersebut sambil bergumam lirih "baru lihat aja aku sudah malu, nih. Apalagi kalau memakainya"
Moses tersenyum geli tanpa bersuara dan masih diam sambil terus mengamati Melati. Dia berdiri di belakangnya Melati cukup lama.
Lalu Melati meraih lingerienya "ini lagi, baju tipis begini bisa kedinginan kalau aku pakai nanti, lagian ini satu set sama CD-nya, tapi bentuk CD-nya aneh kaya gini?" Melati bergumam sambil menggeleng nggelengkan kepalanya.
Setelah selesai menjemur semuanya Melati berbalik badan dan langsung masuk ke dalam pelukan suaminya.
"Sayang, aku kaget nih. Sejak kapan kamu berdiri di sini?" tanya Melati sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan erat suaminya.
"Aku sabar menunggu sampai kamu siap memakai semuanya itu, kamu pasti akan terlihat sangat cantik dan seksi, jangan biarkan aku terlalu lama menunggu, ya" bisik Moses di telinganya Melati.
Melati merona malu dan tanpa sadar membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya dan mengusap ngusapkan wajahnya di sana.
Moses mendengus kesal karena gairahnya kembali timbul. Dia sangat ingin mencium Melati saat ini juga, detik ini juga.
__ADS_1
"Tuan, tuan di mana?" teriakan Ray membuat Moses secara spontan melepaskan Melati dari pelukannya.
Shit! mengganggu aja tuh si Ray, akan aku briefing nanti. Kata Moses di dalam hati dengan sangat kesal.
Moses lalu mendorong strollernya Chery dan menuju ke arah suaranya Ray.
"Ada apa?" tanya Moses saat Ray sudah berada di hadapannya.
"Kita sudah menemukan keberadaan si scorpion"
Moses langsung paham "oke, amankan dia sekarang juga! aku akan temui dia nanti!" Moses menoleh ke belakang "jangan sampai Melati tahu, aku tidak ingin membuat dia khawatir!"
"Baik, tuan. Saya permisi sekarang"
"Hmm" jawab Moses.
"Ada apa?" tanya Melati.
"Apa, sayang?" Moses mengusap rambutnya Melati yang sudah berdiri di sampingnya.
"Kak Ray cari kamu tadi, ada hal penting apa?"
"Nggak apa apa, biasa masalah proyek" jawab Moses.
"Lho kamu nggak ke proyek?" tanya Melati sembari mengikuti langkah suaminya menuju ke ruang tamu.
"Aku masih pengen berduaan sama kamu" Moses duduk di atas kursi tamunya Melati.
Melati hendak meninggalkan Moses tapi ditarik sama Moses dan secara otomatis dia jatuh di atas pangkuan suaminya.
"Sayang, masih banyak kerjaan yang belum beres" Melati berusaha berdiri dari pangkuannya Moses. Tetapi tangan Moses melingkar di pinggang rampingnya Melati dan menahannya.
"Ijinkan aku daratkan first kiss sekarang, ya?"
Melati menggelengkan kepalanya dan menunduk malu.
"Kenapa? kamu masih memikirkan Awan?" tanya Moses.
Melati kembali menggelengkan kepalanya.
"Lalu? karena aku ini jelek di mata kamu jadi nggak pantas untuk mencium kamu?"
Melati langsung mendongakkan kepalanya dan berkata "kamu tampan, sangat tampan. Bahkan semua aktor Korea kalah ketampanannya kalau dibandingkan sama kamu"
"Hahahahahaha" tawa Moses langsung menggelegar mendengar jawaban polos dari istri cantiknya.
"Lalu kenapa? kamu masih ragu memberikan kesempatan untuk aku, mendaratkan first kiss?"
"Melati malu, Melati..........."
Moses langsung mendaratkan bibirnya di atas bibirnya Melati.
Melati merapatkan bibirnya, memejamkan mata dan meremas kaosnya. Dia tidak mengerti harus bagaimana saat ini, ketika bibir Moses sudah menempel di bibirnya.
Moses kemudian menarik bibirnya dan berkata lirih sambil menatap Melati yang masih terpejam dan nampak tegang "jangan dilawan, ikuti aku saja, ya?!"
Moses merasakan ketertarikan yang luar biasa terhadap minimnya pengalaman Melati.
Bos tampan itu sudah tidak bisa mengendalikan dirinya dan langsung memegangi kepala Melati dengan kedua tangannya dan memposisikan lebih dekat lagi wajahnya dengan wajah Melati. Memberikan kecupan kecupan kecil di atas bibirnya Melati.
Melati langsung mematung, tidak berani bergerak, bernapas berat lewat hidungnya dan Moses langsung melanjutkan aksinya, semakin dalam mencium Melati, dengan lembut mulai menjelajah mulut Melati yang manis saat Melati tanpa sadar mendesah.
Melati menerima dan pasrah tanpa tahu bagaimana berpartisipasi.
Moses kemudian menarik diri dan memandang Melati. Melati masih memejamkan matanya, merona dan nampak siap meledak.
Hanya karena satu ciuman..............
__ADS_1