
Setelah selesai bermain Komidi putar, Melati mengajak Moses untuk duduk di sebuah bangku taman dan menelepon Delia, menanyakan soal Chery dan Delia menjawab kalau Chery terbangun sebentar untuk minum susu kemudian bobok lagi.
Setelah menutup ponselnya, Melati menoleh ke suami tercintanya.
Moses memberikan senyuman terbaiknya untuk Melati dan berucap "kamu senang?"
Melati melingkarkan kedua tangannya di lengan kekar milik suaminya lalu bersender mesra dan berucap "aku senang sekali, aku bahagia banget bisa berduaan seperti ini dengan kamu. Aku juga bahagia akhirnya kesampaian impianku selama ini, bisa bermain di wahan permainan. Bisa bermain roller coaster, Komidi putar, heeee, aku kekanak kanakkan ya, sayang?"
Moses mengecup pucuk kepalanya Melati "sedikit sih, hahahaha"
Melati menepuk pelan bahunya Moses dan ikutan terkekeh geli.
"Aku dulu pengen sekali bisa bermain di wahana permainan seperti ini, tapi mama selalu sibuk bekerja dan aku juga merasa sayang sama uangnya, kan mahal untuk bisa masuk ke wahana permainan seperti ini" kata Melati.
"Aku juga sama kok, waktu kecil aku juga nggak pernah ke wahana permainan. Karena, om Erlangga selalu sibuk dan aku juga lebih senang berada di dalam rumah untuk menenggelamkan diri dalam buku buku pelajaran sehingga bisa melupakan semua kesedihan dan kesepianku" Moses mengelus elus tangan istrinya yang masih menempel mesra di bahunya.
"Kita sama ternyata ya. Emm, maaf ya tadi aku ajak kamu main roller coaster. Aku nggak tahu kalau kamu takut ketinggian, tapi sayang, kenapa kamu tidak takut kalau naik pesawat?"
Moses terkekeh geli "takut sebenarnya, makanya aku nggak pernah duduk di dekat jendela kalau naik pesawat dan aku selalu pakai private jet kalau bepergian keluar negeri jadi bisa santai dan tidak malu maluin kalau tiba tiba mual dan muntah, hahahahaha. Kalau keluar kota aku lebih memilih naik mobil walaupun lama tidak masalah"
"Hahahaha, kamu lucu ternyata, siapa yang menyangka cowok sekeren dan segagah kamu takut naik roller coaster, hahahaha"
Moses menggeram kesal.dan langsung membungkam bibir istrinya.
"Hmmmppttt" Melati menarik diri dari pagutannya Moses. "Sayang jangan aneh aneh deh, ini di tempar umum"
"Kalau kamu olok olok aku lagi, maka aku akan mencium kamu lagi"
"Iya, oke, nggak lagi sayang" Melati masih mengulum bibir menahan tawa.
"Tuh, mau lagi ya" Moses mulai memajukan bibirnya ke bibir istrinya tetapi Melati langsung berdiri dan berlari kecil menjauhi Moses.
Moses kemudian berdiri dan berlari menyusul istrinya. Moses tertawa senang dan langsung menggendong tubuh ramping istrinya itu dan berputar badan sembari berteriak "aku mencintai Melati Arumi Putri"
Melati langsung membungkam mulut suaminya dan melotot "sayang, kamu ditangkap satpam nanti kalau teriak teriak kayak gini, turunkan aku! malu nih banyak mata melihat ke arah kita dan mereka mengulum senyum tuh"
Moses menurunkan Melati dan tertawa senang "aku sangat mencintaimu"
"Iya, aku tahu" ucap Melati.
"Dan kamu?" Moses menempelkan dahinya di atas dahinya Melati.
Melati terkekeh geli "aku juga mencintaimu dua kali lebih besar"
"Hahahahaha, istriku kalau seperti ini menggemaskan sekali" Moses mengecup bibirnya Melati.
Melati melotot "sayang, ini tempat umum jangan cium cium sembarangan!"
"Hahahaha, kalau dilarang mencium istriku sendiri di tempat ini, maka aku akan beli tempat ini" kata Moses dengan santainya.
Melati hanya bisa menghela napas panjang dan berjalan pelan meninggalkan Moses.
"Eh, tunggu! kok ninggalin aku, sih?" Moses mulai berlari kecil dan langsung merangkul istri imutnya itu.
"Mau kemana lagi?" tanya Moses.
"Pulang aja ya? aku capek dan lagian aku mengkhawatirkan Chery kalau Chery bangun lagi dan aku nggak ada dia bakal rewel"
"Oke, kita pulang"
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di rumahnya Moses Elruno. Melati dan Moses langsung berganti baju.
Moses mengecup keningnya Melati "tidurlah dulu! aku masih ada urusan dengan Ray.
"Tapi kamu juga harus beristirahat sayang, kamu habis muntah tadi"
"Iya, aku cuma sebentar kok menemui Ray di ruang tamu, kamu tidurlah dulu!"
Melati kemudian merebahkan diri di atas ranjang dan memeluk Chery.
Moses mendapati Ray yang masih berkutat dengan laptopnya.
"Ada apa Ray? ada masalah?" tanya Moses.
"Sepertinya tuan belum bisa pulang ke Indonesia, lusa"
"Memangnya ada apa?" Moses mulai mengerutkan dahinya.
"Tuan Hirohito minta bertemu kembali dengan anda, tuan"
Moses kemudian duduk.di.sampingnya Ray dan bertanya "kapan?"
"Besok sore, tuan. Lalu Itachi mengatakan kalau ada masalah dengan mesin produksinya, butuh beberapa hari untuk perbaikan dan Itachi ingin tuan mengawasi anak buahnya Kaage secara langsung karena Itachi nggak percaya dengan Kaage dan ingin tuan mendampingi dia dalam pengawasannya"
Moses menghela napas panjang dan berucap "Baiklah, tapi Ray, urus kepulangannya Melati besok, aku nggak mau Melati berlama lama di Jepang Karena, tadi aku mendapati Chiko terus mengikuti aku dan Melati waktu di wahana permainan. Aku melihat Chiko tapi aku tidak bilang sama Melati karena, aku nggak mau kalau sampai Melati merasa takut dan panik. Aku merasa kalau Chiko tertarik sama Melati, aku perlu mengurus bocah itu, setelah Melati pulang. Besok pagi pagi urus penerbangannya Melati, Chery, Delia dan Pramono"
"Baik, tuan. Tapi anda jangan gegabah dalam mengurus Chiko! dia bukan orang sembarangan, tuan!"
"Aku tahu itu! ingat kepulangannya Melati harus secara diam diam dan tidak boleh bocor! aku takut kalau sampai Chiko tahu maka akan terjadi hal yang tidak aku inginkan!"
"Siap tuan" sahut Ray.
"Hmm, tidurlah! aku juga mau tidur" Moses kemudian melangkah meninggalkan Ray.
Ray mendekati Delia dan merasa heran karena Delia berjalan sambil memejamkan matanya.
"Memang aneh nih cewek. Bisa bisanya tidur sambil jalan" Ray menggeleng nggelengkan kepalanya kemudian membopong Delia masuk kembali ke dalam kamar lalu merebahkan Delia dan kemudian menyelimuti Delia.
"Selamat tidur manis" Ray mengecup keningnya Delia lalu melangkah keluar dan mengunci pintu kamarnya Delia dari luar takut kalau Delia kembali berjalan sambil tidur, bisa membahayakan keselamatannya Delia.
Ray kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mulai merebahkan diri, beberapa menit kemudian cowok ganteng itu pun hanyut di dalam mimpi indahnya.
Moses menyelimuti Melati dan mengecup keningnya Melati.
Kemudian Moses melangkah ke sisi tempat tidur yang kosong untuk mulai merebahkan badannya. Moses melingkarkan lengannya di tubuh mungilnya Chery dan Melati.
Tidak akan kubiarkan siapapun menyakiti kalian. Moses berkata di dalam hati.
Kemudian cowok tampan super kaya itu pun memejamkan mata untuk melepaskan segala penat yang ada.
Keesokan harinya...........
Delia hendak keluar dari kamar tapi pintunya terkunci, Delia merasa heran padahal dia sangat yakin kalau kemarin pintunya dia kunci dari dalam dan dia taruh kuncinya di samping bantal tapi sekarang kunci itu nggak ada dan pintunya tidak bisa terbuka.
Delia mengetuk pintunya dari dalam dan tiba tiba pintu terbuka dari luar dan nampaklah wajah gantengnya Ray yang sudah bersih dan wangi.
"Kenapa pintunya kamu kunci dari luar?" Delia mulai protes dan melotot ke arah Ray.
"Aku takut kamu membahayakan diri kamu sendiri, kamu ternyata suka tidur sambil berjalan ya?"
__ADS_1
Delia langsung merona malu "apa? mana ada seorang Delia tidur sambil berjalan"
"Besok kalau aku lihat, akan aku rekam untuk bukti biar kamu tidak bisa mengelak lagi"
Delia langsung memukul pundaknya Ray.
"Aduh, Del! sakit!"
"Jam berapa ini? kenapa kamu telpon aku pagi pagi begini?"
"Jam empat pagi, bereskan kopermu, kamu dan nyonya pulang pagi ini"
"Tapi kenapa? apa nyonya sakit? apa nona muda sakit?" Delia mulai ceriwis..
"Lakukan saja dan jangan banyak tanya!" Ray kemudian melangkah meninggalkan Delia.
"Huh dasar gunung es!" Delia mengerucutkan bibirnya dan mulai menuruti kata katanya Ray, mengemas semua.barang barangnya.
Moses mencium pipinya Melati dan berucap lirih "sayang, bangun! ada yang mau aku omongkan"
Melati mengerjap ngerjapkan kelopak mata indahnya dan mulai membukanya dia kemudian tersenyum ketika melihat Moses tengah duduk di sampingnya "pagi, sayang"
Moses mengecup bibirnya Melati "pagi cintaku"
Melati kemudian menghambur masuk ke dalam.pelukan suaminya "sayang aku paling suka wangi kamu kalau habis mandi, segar banget, Aku ingin menciumnya sepanjang hari"
"Hahaha" Moses menegakkan badannya Melati, merapikan rambut Melati dengan kedua tangannya, kemudian menangkup wajah cantik istrinya itu "maaf aku.katakan kalau kamu harus pulang ke Indonesia, pagi ini. Pramono dan Delia akan menemani kamu dan Chery"
"Lalu kamu?" Melati menatap lekat manik hitam milik suaminya.
"Aku masih ada banyak urusan di sini. Aku nggak ingin kamu dan Chery lepas dari penjagaanku kalau aku harus ke pabrik. Mesin pabrik mengalami kerusakan dan aku harus menemani Itachi untuk memantau perbaikannya"
Melati kembali masuk ke dalam pelukan suaminya "berapa hari kamu di sini?"
"Aku usahakan secepatnya selesai dan aku akan balik ke Indonesia" kata Moses sembari mengusap pelan rambut indahnya Melati.
Melati mulai menghela napas panjang "aku akan merindukanmu, sayang. Aku akan merindukan wangi kamu"
Moses mencari bibirnya Melati dan menciumnya dengan penuh damba lalu melepasnya dan berucap "aku juga akan sangat merindukanmu"
Melati menatap Moses "kamu jangan nakal di sini! jangan kencan dengan wanita! jangan temui Chiasa! jangan..........."
"Iya, cantik. Aku janji nggak akan macam macam karena kenapa?" Moses menaruh tangan Melati di atas dadanya kemudian berucap "di dalam sini hanya ada kamu"
Melati tersenyum penuh cinta dan merona malu.
Moses begitu ingin bercinta dengan istrinya saat melihat wajah imutnya Melati yang tengah merona malu, tapi dia takut kalau nanti Melati terlambat ke penerbangan yang sudah dijadwalkan oleh Ray.
Moses mencium singkat bibirnya Melati "mandilah! aku akan jaga Chery"
"Chery belum bangun, apa perlu dibangunkan?" Moses melihat Chery yang masih nampak pulas tidurnya.
"Jangan, kasihan Chery!" teriak Melati dari dalam kamar.mandi.
Tetapi Moses nekat membangunkan Chery dengan cara menghujani Chery dengan ciuman ciuman kecilnya, di pipi Chery, di kening Chery, akhirnya Chery pun membuka matanya dan cemberut menatap papa tampannya yang memang super jahil itu.
Moses mencoba menusuk pipinya Chery dengan jari telunjuknya dan Chery pun tersenyum tapi saat Moses melepas tusukannya di pipinya Chery, Chery kembali cemberut, begitu seterusnya sampai Moses puas menjahili Chery.
"Hahahahaha, kamu lucu banget sih, hahahaha"
__ADS_1
Melati keluar dari kamar mandi kemudian memandikan Chery sambil cemberut karena, Moses nekat membangunkan Chery.
"Hahahaha" tawa Moses langsung menggema di dalam kamar itu.