
Moses sudah memakai setelannya yang berwarna merah dan duduk sembari berpangku dagu, mengamati dress milik istrinya yang berwana senada dengan setelan bajunya.
Dress merah panjang selutut dengan belahan di bagian punggung berbentuk huruf V, kerah depan pun berbentuk V yang rendah, lalu di bagian pinggir ada belahan sepanjang dua centimeter. Dress super mahal nan seksi itu, masih tergantung cantik di gantungan baju.
"Hmm, kalau Melati pakai dress ini, aku bisa nggak konsen entar, no no no! dan pastinya akan dilihat banyak cowok nanti keindahan tubuh istriku, oh big no!"
Moses kemudian melepas setelan merah yang sudah dia pakai dan dia melangkah ke lemari baju, ia ambil setelan ungu dan dress ungu milik Melati, dia suka jika melati memakai dress ungu itu. Kebetulan baju couple punya dia dan Melati yang berwarna ungu itu masih terbungkus rapi di dalam kantong baju, dia cium, masih wangi, lalu dia keluarkan baju itu dari dalam lemari dan dia bawa ke ruang ganti baju. Dress sang istri dia gantung dan setelan miliknya mulai dia kenakan.
Setelah mengenakan setelan itu, dia duduk di ruang ganti sembari menunggu kedatangannya Melati dengan senyuman penuh arti.
"Dress merah itu cocoknya dipakai sama Rumi tuh nanti setelah pesta ultahnya Chery. Pas berduaan saja denganku, hanya aku yang boleh menikmati keindahan Rumi-ku berbalut busana itu, lalu kita akan berdansa di bawah sinar bulan di balkon dan........aaahhh, gila! Keindahan dan kecantikannya Rumi memang selalu membuatku gila" Moses bergumam gumam sendirian sembari mengulas senyum nggak jelas, khasnya.
Elmo yang sudah rapi dan tampan, berjalan di depan teras rumahnya dan menyapa Loly yang tengah duduk di tangga teras depan rumahnya Moses, "Heeeii! kamu melamun ya?" sapa Elmo sembari melempar senyuman terindahnya.
Loly menoleh dan tersenyum ke Elmo, "nggak melamun kok, cuma bosen aja di dalam kamar terus jadi aku memutuskan untuk duduk di sini sembari menunggu semuanya siap untuk berangkat"
"Oke deh! aku temani kalau gitu" ucap Elmo sembari duduk di sebelahnya Loly.
"Aku baru aja berpikir, aku beruntung banget bisa bertemu denganmu dan bisa mengenal mama kamu yang baik banget kayak malaikat itu. Aku merasa bahagia dan aman di sini, sayangnya aku masih harus menyandang nama keluarga Prasetyo di belakang namaku untuk seumur hidupku, aku jadi terus mengingat masa laluku yang mengerikan" ucap Loly sembari mendesah panjang.
Kalau entar kamu menikah denganku, aku akan kasih kamu nama Elruno di belakang nama kamu. Batin Elmo.
"Whaaattt?" Elmo berdesis sembari memukul pelan pelipis kanannya. "apa yang aku pikirkan barusan?" gumam Elmo lirih.
"Kenapa, ada apa?" tanya Loly sambil menoleh ke Elmo.
"Aaahh, nggak kok cuma ini sepertinya ada nyamuk yang hinggap di pelipisku tadi, jadi aku tepok deh, heeeee" Elmo meringis di depannya Loly.
"Ooooo, nyamuknya pintar ya, bisa milih hinggap di wajah yang bening daripada wajah yang buthek kayak aku, kikikikik" ucap Loly sembari terkikik.
"Siapa bilang kamu butek, kamu manis kok" ucap Elmo sambil mengalihkan pandangannya dari Loly karena, di saat Elmo mengatakan kata manis, di saat itu pula wajah tampannya merona malu.
Loly tersenyum menatap Elmo, "terima kasih untuk pujiannya dan terima kasih untuk semua yang sudah kamu lakukan ke aku, entah bagaimana aku bisa membalasnya" ucap Loly lirih.
"Aaahh nggak usah memikirkan bagaimana cara membalasnya, aku tulus kok menolong kamu, sueerrr!" ucap Elmo.
Loly kembali melempar senyum manisnya ke Elmo.
"Heeiii! kami boleh ikut bergabung?" sapa Celyn yang muncul bersama dengan Gideon.
Celyn dan Gideon memakai baju couple. Mereka terlihat sangat Cantik dan tampan.
__ADS_1
"Boleh!" sahut Loly sembari melempar senyum ke Gideon dan Celyn.
Mereka berempat kemudian duduk berjajar di depan pintu teras depan rumahnya Moses sembari bercanda ria.
Melati masuk ke kamarnya langsung menuju ke ruang ganti dan tersentak kaget saat mendapati suaminya memakai setelan ungu, "lho kok ganti sih?!"
Moses menoleh dan masih tetap duduk di atas kursinya, dia bersedekap "aku nggak suka kamu pakai dress merah itu. Kamu boleh pakai dress itu hanya pas berduaan denganku saja, orang lain nggak boleh menikmati keseksian dan kecantikan kamu, cih!"
Melati mendesah panjang mencoba untuk bersabar, "oke, huufftttt! sekarang aku pakai apa?"
"Tuh!" Moses menjulurkan lehernya ke arah dress ungu yang tergantung di gantungan baju, bak jerapah yang hendak meraih sepucuk daun di Pohon yang tinggi.
Melati kemudian meraih dress ungu itu dilihatnya masih rapi dan wangi lalu dia kenakan dress itu sembari merengut.
"Kalau terus mengerucutkan bibir kayak gitu, aku akan mundurkan jam pestanya selama dua jam! aku akan memakan kamu terlebih dahulu" ucap Moses.
Melati bergegas menoleh ke suaminya dan melempar senyum, "aku senyum kok, nih"
Moses langsung bangkit dan menggemakan tawanya, "oke kita berangkat sekarang!" ucapnya sembari menggandeng mesra tangan istrinya. Moses menciumi terus tangannya Melati saat berada di dalam lift pribadinya, "kamu cantik banget kalau berdandan kayak gini Rumi, andai nggak menuju ke pesta ultahnya Chery, aku akan menikmati wajah cantik kamu itu saat ini juga" Moses mendengus kecewa.
"Nanti aku akan kasih hadiah buat kamu sayang, malam nanti, aku milikmu sepenuhnya" ucap Melati
Moses langsung sumringah dan mencium pelipisnya Melati, "aku juga punya kejutan buat kamu, Rumi"
Melati langsung mendongakkan wajah cantiknya untuk menatap wajah tampan suaminya, "apa itu kejutannya?"
Moses masih terus mengulum bibirnya dengan sorot mata jenaka, khasnya.
Mereka kemudian masuk ke mobil mereka masing masing, putranya Angel berlari ke Melati, "aunty, Herold boleh ikut aunty?"
Putranya Angel dan Arkan yang masih berumur empat tahun itu mendongakan wajah tampannya untuk menatap Melati.
Angel berlari menyusul putranya, "Herold, ikut mami aja ya?"
"No! mami galak, Herold lebih suka ikut aunty Melati" ucap Herold dengan polosnya.
Angel langsung meringis ke arahnya Melati, "kak, nitip Herold ya? dia ini keras kepala mirip sama........."
"Pakde Moses Elruno, hihihihi" ucap Melati lirih sembari terkikik geli disusul oleh tawa renyahnya Angel.
"Apa pakde pakde? siapa yang kau panggil pakde?" sahut Moses yang sudah berada di dalam mobil menunggu istrinya naik.
"Nggak kok! hihihi. Oke Angel, Herold sama aku aja" Melati kemudian membungkukkan badan, meraih Herold dan memasukkan Herold ke dalam dekapannya, Melati lalu mencium gemas wajah tampannya Herold dan naik ke dalam mobil duduk di sebelahnya Moses. Pramono kemudian menutup pintu mobil mewahnya Moses.
Joko mengemudikan mobil Van mewahnya Moses Elruno yang berisi putra dan putrinya Moses Elruno, Gideon, dan Loly. Rini sudah dijemput Alfa, dan Angel memakai mobil sedan miliknya Melati dan Arkan sendiri yang mengemudikannya. Mereka semua menuju ke hotel The Rain.
Papa Charlie berkoordinasi dengan chefnya Greyson Adi Wijaya Simpsons, papa Charlie terjun secara langsung membuat semua kue ulang tahun khusus untuk Chery Elruno calon menantunya yang sangat dia sayangi itu, sehari sebelumnya, dan dia tersenyum lega ketika semuanya sudah ditata dengan sangat baik. Sedangkan Raja, menyiapkan Piano, Mikrophone, dan audio dengan penuh ketelitian.
Febrio Dominikus dosen pembimbingnya Chery datang lebih awal di tempat itu dan tersenyum senang ketika kedua manik hitamnya menangkap sosoknya Raja. Dia kemudian berjalan mendekati Raja sembari membawa paper bag yang berisi bros yang terbuat dari emas dan berlian berbentuk strawberry yang khusus dia pesan jauh jauh hari untuk kado ulang tahunnya Chery Elruno.
__ADS_1
Raja menutup pianonya dan turun dari panggung dan melihat Febrio, "ada apa?"
"Saya nggak akan bertindak lebih jauh untuk merebut Chery Elruno, saya merelakan dia bahagia dengan anda" ucap Febrio dengan polosnya.
"Cih! Pe-De sekali anda, seolah Chery pernah ada rasa saja sama anda" ucap Raja kesal.
"Saya bisa membuat Chery beralih dari anda dan hanya menatap saya jika saya mau tapi saya nggak mau melakukan itu karena, saya hanya ingin Chery bahagia dengan pilihannya. Namun, jika anda sekali saja membuat Chery menangis dan saya mengetahuinya maka saya nggak akan segan segan untuk merebut Chery dari anda, camkan itu!" ucap Febrio.
"Saya nggak akan pernah membuat Chery menangis, camkan itu!" ucap Raja sembari melangkah pergi meninggalkan Febrio.
Febrio tersenyum kecut, "baru kali ini aku merasakan cinta dan justru karena cinta inilah aku tidak ingin merebutnya kali ini, aku rela melepasnya untuk bahagia dengan orang lain, cih! cinta memang hanya bisa membuat orang menjadi bodoh" gumamnya.
Febrio duduk di salah satu meja dan menatap dekorasi yang ada di dalam ruangan tempat diselenggarakannya pesta sweet seventeen-nya Chery Elruno. Febrio tersenyum kagum dengan selera sang empunya acara yaitu papanya Chery Elruno, Moses Elruno.
Di bagian pojok tengah ruangan tersebut nampak meja berisi kue tart strawberry dengan hiasan balon bernuansa pink dan merah cerah.
Di pojok sebelah kanan meja utama itu terdapat beraneka macam permen raksasa berbentuk buah Strawberry, aneka buah dan aneka sayur.
Di pojok sebelah kiri meja itu, bertebaran balon bernuansa pink dan merah dipadukan dengan balon berbentuk LOVE yang berwarna silver, sangat cantik.
Di sayap barat di tengah balkon, ada meja khusus yang berisi kue tart cokelat, murni cokelat dan kue cokelat almond. Meja itu diperuntukkan bagi para tamu undangannya Moses.
Dan di atas langit langitnya, tergantung cantik balon berwarna pink, merah, dan silver.
Papa Charlie kemudian duduk di samping istrinya yang sudah duduk terlebih dahulu dengan ditemani Lila istrinya Greyson dan putrinya Greyson. Mereka kemudian mengobrol dengan santai sembari menunggu sang empunya acara memasuki ruangan tersebut.
Raja berdiri tidak jauh dari panggung sembari mengobrol dengan Rio, "om makasih sudah membantu Raja menyiapkan semuanya"
"My pleasure Raja!" Rio tersenyum dan menepuk pelan pundaknya Raja, "semoga sukses acara lamaran kamu ya dan semoga saja kamu nggak ditolak, heeee"
"Om reseh deh! Raja udah tegang kayak gini malah dibecandain" Raja langsung merengut.
"Hahahaha, nggak usah tegang! kalau kamu tegang malah kacau nanti, santai aja!" ucap Rio sembari menggemakan tawa renyahnya.
"Om Grey mana?" tanya Raja.
"Grey kalau dandan tuh lama. Apalagi kali ini ada Moses Elruno, ada Alfa Elruno, dia nggak mau kalah keren dengan Moses Elruno dan Alfa Elruno, makanya dia mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya supaya tampil tidak kalah keren dengan duo Elruno, huuuffttt" ucap Rio sembari menggeleng nggelengkan kepalanya.
"Puuuffttt, om Grey masih kocak aja ya" Raja mengulum bibirnya menahan tawa.
__ADS_1