
"Iya sebentar ya kak, Chery minta ijin sama mama dulu" kata Chery lalu bangkit dan masukk ke dalam untuk mencari mamanya.
Beberapa menit kemudian Chery muncul kembali di depannya Natasha bersama Celyn dan Melati.
"Maaf ya, Chery tidak pernah tante ijinkan keluar berdua saja dengan seorang teman yang baru saja Chery kenal, jadi Celyn akan ikut untuk menemani kakaknya" Kata Melati ke Natasha.
Natasha melempar senyum ke semuanya dan berkata "iya tante, saya paham kok. Walaupun saya sahabatnya Raja tapi Chery baru saja mengenal saya jadi saya paham kalau tante bersikap seperti ini"
Melati tersenyum ke Natasha "terima kasih ya untuk pengertiannya"
"Sama sama tante. Maaf kami berangkat sekarang boleh, keburu siang nanti dan saya mesti balik lagi ke kantor" kata Natasha.
"Ooo iya silakan, ati ati ya" kata Melati sambil membelai penuh kasih kedua rambut putri cantiknya.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah restoran yang cukup bergengsi.
Di tengah tengah mereka menikmati makan siang mereka, tiba tiba Natasha berucap sambil melihat ke layar ponselnya "maaf" lalu mengalihkan pandangannya ke Celyn dan Chery lalu berucap "aku harus segera balik ke kantor, tapi jangan khawatir makanannya sudah aku bayar, cuma aku nggak bisa antar kalian pulang"
"Nggak apa apa, santai aja! kita bisa pesan taksi online atau nelpon mama untuk menjemput kami" kata Celyn.
Natasha akhirnya bangkit dan memeluk Chery lalu memeluk Celyn dan berucap "maaf banget, aku pergi sekarang ya, lain kali aku akan bayar sikap tidak sopanku ini" Natasha kemudian memutar badan, melangkah pergi meninggalkan Chery dan Celyn sambil menyeringai penuh arti.
Dia masuk ke dalam mobilnya dan langsung menelepon orang suruhannya untuk mulai melancarkan serangannya atas Chery dan Celyn. Dia memerintahkan orang suruhannya untuk menculik Chery dan Celyn. Sebenarnya sasaran dia cuma Chery tapi karena Celyn ikut maka Celyn pun harus diculik supaya aman.
Setelah memutus sambungan ponselnya, Natasha lalu melajukan mobilnya untuk pulang.
Dia berbohong pada saat mengatakan kalau dia harus segera kembali ke kantor karena, kenyataan yang sebenarnya dia belum bekerja. Dia merasa malas untuk bekerja karena, tanpa bekerja pun segala apa yang dia mau sudah tersedia dan dengan mudah bisa dia dapatkan.
Chery bersitatap dengan Celyn "mau di sini dulu apa langsung pulang dek?"
"Emm, Celyn pengen beli baju, heeee, kita jalan jalan dulu yuk, kak!" kata Celyn.
"Oke, kakak nelpon mama dulu ya"
Celyn tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu memesan taksi online untuk menjemput dan mengantarkan mereka ke sebuah mall.
Chery tersenyum dan berucap "oke, yuk kita jalan jalan! mama sudah ijinkan"
Mereka kemudian bangkit setelah taksi online yang Celyn pesan telah sampai di halaman depan restoran tersebut.
Tanpa mereka sadari taksi online mereka dibuntuti sebuah mobil yang berisi orang orang suruhannya Natasha.
"Kenapa ke mall dek? kok nggak ke butik langganannya mama aja? bisa lebih cepat belanjanya kalau ke butik langganannya mama" kata Chery.
"Celyn pengen jalan jalan ke mall, jarang banget kan kita jalan jalan di mall. Mumpung banyak diskon kata temannya Celyn. Celyn pengen juga merasakan berburu diskon yang kata teman temannya Celyn, berburu diskon itu mengasyikkan, nah Celyn pengen tahu tuh seasyik apa sih berburu diskon, heeeee"
"Huh! dasar ya, hahahaha" Chery mengusap lembut rambutnya Chery "emm, tapi nanti pasti ramai dong, banyak orang"
Celyn langsung mengkhawatirkan kakaknya "aaahh, iya ya, kakak kan kalau melihat banyak orang berkerumun akan langsung merasa pusing dan mual, emm apa ngak jadi ke mall aja deh, pak putar balik!" kata Celyn ke pak supir.
"Baik non" sahut pak supir.
__ADS_1
"Nggak apa apa, kakak akan mencoba untuk melawan rasa pusing dan mual kakak nanti, nggak apa apa pak, lanjut ke mall aja" kata Chery.
"Aah iya non" kata pak supir dan tidak jadi memutar balik mobilnya.
"Maaf ya pak, sudah bikin bapak bingung" kata Chery.
"Nggak apa apa non" kata pak supir.
Duh bening bening amat ya penumpangku kali ini, lumayan dapat vitamin A di siang hari begini, heeeee. Batin sang supir taksi online tersebut.
Mereka akhirnya sampai di sebuah mall dan Celyn langsung berucap "pak, ini saya bayar dulu, tapi apa bapak keberatan kalau menunggu kita? nanti berapa biayanya saya ngikut aja, gimana pak? soalnya malas juga kalau harus cari taksi online lagi"
"Baik non, saya akan tunggu sampai nona selesai belanja" kata pak supir taksi online-nya.
"Terima kasih ya pak" ucap Celyn dan Chery secara bersamaan, lalu mereka turun dari taksi online tersebut dan masuk ke dalam mall sambil bergandengan tangan.
"Yaaahh benar kata kak Chery nih, ramai banget dan banyak orang kayak gini, gimana kak, kakak yakin bisa, kakak yakin nggak akan mual dan pusing?" Celyn menatap kakaknya.
"Nggak apa apa, yuk kita masuk! kakak akan lawan rasa pusing dan mualnya kakak" Chery menarik Celyn dengan pelan memasuki sebuah oulet baju bermerk yang ada di dalam mall tersebut.
Chery berusaha melawan rasa pusing dan mual yang mulai menderanya dengan cara menimati permen rasa strawberry yang selalu tersedia di dalam tasnya. Chery menghela napas lega ketika cara itu berhasil meredakan pusing dan mualnya. Dia kemudian tersenyum bahagia melihat Celyn begitu kegirangan berlarian ke sana kemari dan bersemangat mencoba mendapatkan barang diskon yang bagus yang dia sukai.
Tiba tiba Chery melihat Celyn tengah berebut sebuah celana panjang kain berwarna krem dengan seorang cewek yang seumuran dengan Celyn.
"Lepaskan ini punyaku! jangan berani melawanku ya! asal kau tahu, aku ini anak orang terpandang di kota ini, lepaskan! aku duluan yang pegang tadi!" kata cewek itu.
Celyn sebenarnya merasa malas untuk berebut toh jika dia mau satu rak baju yang ada di depannya bisa dia beli tanpa harus berebut, tapi dia merasa tertantang untuk memberikan pelajaran ke cewek itu karena, cewek yang memegang celana kain yang sama dengannya, yang berada di depannya Chery itu, galak, kasar, dan sombong.
Chery menghentikan langkahnya lalu tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya. Chery yakin Celyn cukup bijak untuk bisa menyelesaikan urusannya Celyn tanpa campur tangannya.
"Ooo begitu ya, jadi kalau anak orang terpandang bisa semau gue?" tanya Celyn sambil tersenyum sinis ke cewek yang ada di depannya.
"Lepaskan! aku mau celana ini, atau mau aku panggilkan pengawalku, biar kamu tahu rasa dan mau melepaskan celana ini" kata cewek itu.
"Eh busyet, segitu terpandangnya ya kamu, sampai belanja ke mall aja pakai pengawal, cih!" Celyn mulai merasa jengah mendengar kesombongan yang terus menerus meluncur dari cewek itu.
"Lepaskan!" cewek itu mulai berteriak histeris ke Celyn dan mulai menarik narik celana panjang berwarna krem yang masih dipegang oleh Celyn.
Semua yang ada di sekitar mereka langsung memperhatikan Celyn dan cewek itu.
"Dengar ya! jadi orang tuh nggak boleh sombong, ingat! di atas langit tuh masih ada langit, nih ambil! aku juga tidak tertarik dengan celana yang sudah kamu sentuh, entar aku ketularan virus sombongnya kamu lagi, cih!" Celyn melepas celana kain itu dan cewek yang ada di depannya otomatis terjatuh ke belakang karena, cewek itu terus menerus menarik narik celana kain itu dengan penuh emosi.
Semua pengunjung secara spontan menertawakan kejadian itu.
Cewek itu langsung berdiri dan melotot ke Celyn. Cewek itu langsung berteriak memanggil papanya yang berjalan dengan didampingi dua orang pengawal.
Celyn bersedekap menunggu apa yang akan terjadi tanpa gentar. Chery langsung berdiri di samping adiknya dan siap membantu Celyn menghadapi apapun masalah yang akan menghadang mereka.
Beberapa pengunjung mulai melipir meninggalkan mereka karena takut tersangkut masalah.
"Mampus kau!" kata cewek itu sambil menyeringai menatap Celyn.
__ADS_1
Tetapi yang terjadi kemudian, papa dari cewek itu langsung membungkukkan badan di depannya Chery dan Celyn "nona Celyn, nona Chery, kenapa nona berdua, berbelanja di mall seperti ini tanpa seorang pengawal?"
Cewek yang tadi berebut celana dengan Celyn langsung menatap heran ke papanya dan berteriak "pa! kok papa malah mempedulikan dia dan mengacuhkan putri papa?"
"Bapak kenal dengan kami?" Chery bertanya dengan heran.
"Iya, saya tahu, non berdua ini putrinya tuan Moses Elruno kan? dan nona Chery ini penulis hebat, saya penggemarnya non Chery, heee. Sayang banget non, saya nggak bawa buku yang saya punya, kalau bawa, saya akan minta tanda tangannya non Chery, heeee"
"Pa!" cewek itu kembali berteriak ke papanya.
Papanya menoleh ke anaknya dan berkata "diam kamu! minta maaf sama non Celyn dan non Chery, cepat!"
"Nggak mau!" kata cewek itu.
"Kalau gitu saya yang meminta maaf ya non, maafkan saya yang tidak bisa mendidik putri saya, sebaik tuan Moses mendidik kalian non. Mana belanjaannya non, biar saya yang bayar sebagai permintaan maaf saya" kata bapak tersebut sambil mengambil keranjang belanjannya Celyn dan langsung menuju ke kasir.
Celyn dan Chery saling bersitatap dan putri dari bapak tersebut hanya bisa melongo dan menghentakkan kakinya ke lantai karena kesal.
Bapak itu meninggalkan kasir dan menyerahkan barang barang pilihannya Celyn "nih non, sudah saya bayar. Sekali lagi maafkan saya dan anak saya, ya non!?"
"Iya pak, maafkan saya juga kalau bersikap kuran pantas sama putri bapak tadi dan terima kasih sudah membayar belanjaannya saya"
"Sama sama non. Salam buat tuan Moses Elruno, nama saya Ferry Sembada" kata bapak itu.
"Baik pak, nanti saya salamkan ke papa" sahut Chery.
"Kami permisi pak" Celyn dan Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu melangkah pergi meninggalkan bapak tersebut.
"Pa! kenapa papa nggak bela aku malah bela cewek itu!"
"Jaga bicara kamu! mereka tadi putrinya tuan Moses Elruno, kalau papa melawan mereka maka besok kamu nggak bisa makan dan nggak punya tempat tinggal. Asal kamu tahu tuan Moses Elruno itu pelanggan terbesarnya papa, tuan Moses Elruno itu konglomerat, orang terkaya nomor tiga se-Asia"
"Hah!"
"Makanya ubah sikap arogan kamu! jangan sombong! papa nggak suka! ayok pulang!" kata papa dari cewek itu.
Celyn dan Chery masuk kembali ke taksi online dan ketika sampai di jalanan yang sepi tiba tiba ada sebuah mobil yang menghadang taksi online yang mereka tumpangi.
"Non, jangan turun! di dalam aja!" kata pak supir taksi online itu, ketika melihat ada enam cowok berwajah preman turun dari mobil tersebut.
Pak supir taksi online langsung bertanya "apa mau kalian? kenapa menghalangi mobil saya?"
"Jangan ikut campur! kita cuma mau dua cewek yang ada di dalam mobil kamu itu" kata salah satu dari gerombolan tersebut.
"Hadapi saya dulu" kata supir taksi online tersebut.
Ketika melihat supir taksi online tersebut mulai diserang maka Chery dan Celyn pun langsung melompat turun dari dalam mobil itu dan langsung melancarkan tendangan dan tinju ke gerombolan tersebut.
Dengan lincah dan lihai, Chery dan Celyn menghindar dan membalas serangan dari keenam preman tersebut dan akhirnya bisa menang telak tanpa terluka sama sekali.
Pak supir taksi online terpana kagum ketika melihat kedua cewek cantik penumpang taksi online-nya ternyata jago bela diri.
__ADS_1
Pak supir taksi online, Chery dan Celyn mundur beberapa langkah untuk kembali memasang kuda kuda dan berdiri di depan tiga orang preman yang masih bisa berdiri tegak sedangkan ketiga preman yang lain telah jatuh tak berdaya di atas aspal jalan tersebut.