My Cute Nanny

My Cute Nanny
Tunangannya Jelita Adijaya


__ADS_3


Ivan Goh, pemuda tampan adalah putra tunggal dari dokter Goh, dokter jiwa yang menangani Jelita Adijaya. Ivan jatuh cinta pada pandangan pertama saat dia melihat keunikan dari rambutnya Jelita Adijaya dan dia langsung terpikat melihat kesempurnaan perpaduan dari wajah ramah, imut dan manisnya Jelita Adijaya dengan rambut keriting nan seksinya itu.


Ivan Goh, menjadi semakin akrab dengan Jelita Adijaya di saat mereka kuliah di kampus yang sama di jurusan kedokteran dan oleh karena itu, kedua papa mereka kemudian menjodohkan mereka dan di tahun ketiga mereka berpacaran, Ivan Goh dan Jelita Adijaya bertunangan. Pertunangan mereka digelar secara intern di dalam istananya Maha Adijaya dan hanya dihadiri keluarga Goh.


Jelita Adijaya bersedia bertunangan dengan Ivan Goh karena, entah kenapa dia merasa kalau wajah Ivan Goh hampir sama dengan seseorang yang secara samar sering muncul di dalam mimpinya.


Ivan Goh dan Jelita Adijaya pun magang di rumah sakit yang sama karena, Ivan Goh yang begitu mencintai Jelita Adijaya merasa kalau dia harus selalu berada di dekatnya putri tunggal kesayangannya Maha Adijaya itu.


Ivan dan Lili duduk berhadapan di kantin rumah sakit swasta tersebut. Ivan bertanya ke Lili, "sayang, apa yang kamu suka dari ku?"


"Gingsul kamu" jawab Lili secara tidak sadar.


"Gingsul?" Ivan langsung meraih ponselnya untuk berkaca di depan layar ponsel mewahnya. Dia kemudian menautkan alis lalu menatap Lili dengan heran, "aku tidak punya gingsul. Gigi aku putih, bagus dan rata nih. Nggak ada tonjolan, nggak ada gingsul"


"Hah? apa?" tanya Lili sambil mengerjapkan kedua matanya.


"Aaahh. Sudahlah nggak apa-apa" Ivan tersenyum ke Lili.


"Sayang, kita sudah berpacaran selama tiga tahun dan bertunangan selama dua tahun ini, kapan kita akan menikah?" tanya Ivan dengan wajah cerah cerianya.


"Emm, aku belum tahu" jawab Lili asal sambil mengunyah kue cokelatnya. Entah kenapa, setiap kali dia memakan kue cokelat almond hatinya terasa damai dan bahagia. Tanpa dia sadari dia menyukai kue cokelat almond karena, kue cokelat almond adalah kesukaannya Melati dan Elmo.


"Kamu selalu menjawabnya seperti itu. Apa kamu tidak serius dengan hubungan kita ini?" tanya Ivan dengan wajah cemberut.


Lili tersenyum lebar, "kita masih magang, kita fokus dulu sama karir kita lagian kita ini masih muda jalan kita masih panjang"


"Kamu yang masih muda, aku sudah dua puluh lima tahun nih dan udah siap untuk menikah" ucap Ivan.


"Kalau kamu mau menikah iya silakan aja kamu cari cewek lain yang mau kamu nikahi sekarang karena, aku masih belum berpikiran untuk menikah" ucap Lili dengan santainya.


"Lili! huuuffttt! sesantai itu kamu ngomongnya? aku hanya mau menikah denganmu, aku nggak mau wanita lain" Ivan mendengus kesal.


"Iya kalau maunya sama aku, kamu harus sabar menunggu dan jangan desak aku terus dengan pertanyaan, kapan kita menikah, huufftttt" Lili tidak kalah kesalnya dengan Ivan.


"Oke baiklah! aku nggak akan nanya lagi soal pernikahan kita. Tapi, jika kamu udah siap menikahiku, kamu ngomong ke aku ya, aku akan langsung menikahimu saat itu juga" ucap Ivan dengan sorot mata penuh keseriusan.

__ADS_1


"Iya" ucap Lili sambil terpaksa mengulas senyum manis di wajah tirusnya. Lili merasa berat mengucapkan kata iya, tanpa dia tahu alasannya.


Ivan tersenyum lebar dan langsung dia raih tangan tunangannya itu lalu berucap, "aku sangat mencintaimu"


Lili hanya tersenyum menanggapi kata cinta dari Ivan.


"Lili, aku tahu semua kesukaanmu, seperti, cokelat almond, bunga geranium, wangi parfum beraroma kayu manis dan mint, kamu suka warna merah, terus kamu suka membaca novel detektif, apa kamu juga tahu kesukaanku?" tanya Ivan.


Semua yang disebutkan Ivan sesungguhnya bukanlah kesukaannya Lili melainkan kesukaannya Melati Arumi Putri Elruno dan wangi parfum yang disebutkan Ivan adalah wangi khas tubuhnya Elmo Elruno. Bahkan Jelita Adijaya tidak menyadari semua itu, dia hanya merasa nyaman dan damai setiap kali memakai parfum dengan aroma kayu manis dan mint dan dia selalu tersenyum setiap kali berjumpa dengan bunga Geranium, bunga kesukaannya Melati tanpa dia sadari alasannya.


Lili pun menjadi suka membaca novel detektif sama seperti Chery dan Melati Elruno dan dia menyukai warna merah karena, warna merah adalah warna kesukaannya Elmo Elruno. Sesungguhnya Lili menyukai warna biru langit, tidak begitu suka membaca, suka memakai parfum khusus bayi karena, dia suka wangi lembut khas bayi dan dia tidak menyukai kue karena, dia tidak suka makan yang manis-manis.


Tetapi di bawah alam sadarnya, dia begitu merindukan keluarga Elruno khususnya Melati dan Elmo. Untuk itulah dia menjadi suka segala hal yang disukai oleh Melati dan Elmo Elruno, tanpa dia sadari.


"Lili?"


"Umm, apa?" Lili tergagap saat Ivan kembali memanggil namanya.


"Apa kau tahu apa kesukaanku?" tanya Ivan.


"Tentu saja aku tahu. Kamu penyayang hewan, suka warna biru langit dan putih, dan kamu suka sama aku, heeeee" Lili meringis ke Ivan.


Lili hanya bisa kembali tersenyum ke Ivan.


"Dan kamu?" tanya Ivan kemudian.


"Emm, aku sudah bersedia menjadi tunangan kamu, berarti apa?" Lili malah bertanya balik ke Ivan.


Dengan terpaksa Ivan tersenyum lebar ke Lili.


Apa cintaku hanya bertepuk sebelah tangan? kamu memang bersedia menjadi pacarku lalu bersedia bertunangan denganku tapi, aku tidak pernah mendengar kata cinta keluar dari mulut kamu secara langsung. Batin Ivan sambil terus tersenyum menatap Lili.


Moses Elruno dan Melati akhirnya menetap di Jepang untuk menghabiskan sisa umur mereka di sana karena, si kembar sudah berumur lima tahun dan Chery bisa mengasuh si kembar dengan tanpa bantuan mama Melati-nya maka Melati pun bersedia diboyong Moses ke Jepang.


Moses berumur lima puluh dua tahun dan Melati menginjak usia empat puluh lima tahun namun, cinta mereka berdua tidak pernah lekang oleh waktu bahkan, semakin indah, semakin berwarna, dan semakin membara.


Moses duduk di atas pasir menghadap ke pantai sambil memainkan rambutnya Melati yang telah merebahkan kepalanya di atas pangkuannya Moses.

__ADS_1


"Sayang, Elmo meneleponku tadi. Katanya, dia telah menemukan kediamannya Maha Adijaya. Apa tidak berbahaya jika dia........."


Moses meraih tangannya Melati, mencium telapak tangan itu dengan penuh cinta lalu berucap, "Elmo udah besar dia cerdas seperti aku, heeee, aku percaya dia akan bijak dan berhati-hati dalam bertindak" Moses kemudian mencubit mesra pucuk hidungnya Melati dengan tangan kiri-nya, "tapi, aku juga tidak akan tinggal diam saja. Aku sebar anak buah unggulanku untuk terus membayangi putra kesayanganmu itu"


Melati kemudian bangun, dia kecup bibir suaminya lalu berucap, "kamu memang suami paling tampan dan paling hebat di seluruh belahan dunia"


Moses menyeringai, "sepertinya aku harus berterima kasih dengan benar untuk pujianmu itu" Moses kemudian menarik tengkuknya Melati. Dia mencium Melati dengan dalam, menggoda dan mengejar, mengunci dan menguasai. Membuat Melati kembali tidak berdaya terperangkap buaian cinta suaminya yang selalu penuh dengan kejutan itu.


Elmo memimpin rapat dan dia bersikeras untuk menawarkan produknya ke rumah sakit swasta tempat Jelita Adijaya magang.


"Tapi Pak, emm, rumah sakit swasta itu sudah memiliki supplier tetap dan supplier mereka cukup besar dan jauh lebih senior dari kita" ucap kepala tim marketing-nya Elmo.


"Aku nggak peduli. Kita coba kirim penawaran ke sana. Kita kasih harga yang lebih murah dan layanan reparasi juga kita kasih garansi. Aku mau kita berhasil memasok produk kita ke sana apapun caranya harus berhasil" ucap Elmo tegas.


"Tapi Pak, kita tidak bisa kasih layanan reparasi. Kita tidak punya teknisi. Lalu jika kita kasih garansi, kita akan menyalahi aturan. Semua vendor yang bergerak di bidang ini, tidak pernah memberikan garansi karena, jika kita melakukannya kita akan merugi" ucap kepala tim penjualannya Elmo.


"Aku akan mulai buka bagian teknisi dan membuka lowongan untuk teknisi mulai detik ini dan aku mau semua barang dan jasa yang kita tawarkan bergaransi satu tahun mulai detik titik dan rapat selesai" ucap Elmo tegas lalu bangkit dan pergi meninggalkan ruang rapat dengan begitu saja.


Elmo bersikeras menawarkan jasa dan produknya ke rumah sakit swasta tempat magangnya Jelita Adijaya alias Loly. Dia ingin mulai mendekati Loly dengan cara itu karena, jika dia nekat masuk ke kediamannya Maha maka akan timbul perselisihan dan Maha akan bangun dari tidur panjangnya untuk mulai mengusik kedamaiannya Elruno kembali dan Elmo tidak menginginkan hal itu sampai terjadi.


Moses mengetahui kalau Elmo membuka lowongan untuk teknisi dan memberikan garansi untuk semua produknya maka Moses pun menelepon Elmo dan mengirimkan bantuan dana ke Elmo untuk menghindarkan Elmo dari kerugian. Elmo mengucapkan terima kasih ke papanya dan berucap, "aku akan cicil Pa. Karena, ini bisnis jadi Elmo harus belajar untuk profesional dan Elmo akan cicil bantuan pinjaman dari Papa"


"Hahahaha, oke, oke! terserah kamu saja dan semoga perjuanganmu untuk mendapatkan Loly kembali, berhasil" ucap Moses sambil mengelus bahunya Melati yang tengah tidur meringkuk di dalam pelukannya setelah pergulatan panjang mereka merangkai kepuasan di dalam cinta mereka.


"Amin, makasih Pa, untuk doa dan support papa selama ini. Salam untuk mama dan semuanya" ucap Elmo dan Klik. Elmo mematikan sambungan ponselnya.


Bagas dan Linda masuk ke ruang kerjanya Elmo di saat Elmo tengah fokus menatap layar ponselnya.


Elmo mengangkat wajah tampannya dan langsung berucap, "aku nggak butuh ceramah kalian. Keputusanku udah bulat dan tidak bisa diganggu gugat"


"Kok dia tahu sih kalau kita akan menceramahinya" ucap Bagas sambil menggaruk pucuk kepalanya.


Linda mendesah dan berucap, "oke kalau begitu. Aku akan lihat sejauh mana ide kamu akan berhasil. Memasok barang ke rumah sakit itu sangat sulit. Saingan kita berat dan......"


Elmo mengangkat telapak tangannya ke udara dan berkata, "cukup! aku tahu apa yang aku lakukan"


"Dia tuh keras kepala jadi kita lebih baik diam saja" ucap Bagas dan Linda berbalik badan dengan kesal keluar dari ruang kerjanya Elmo.

__ADS_1


Bagas menarik sudut kiri bibirnya dan berucap, "yeeeaaahh, dia marah dan kau tidak ingin menenangkannya?"


Elmo menggelengkan kepalanya lalu kembali fokus ke layar laptopnya.


__ADS_2