
Lima bulan berikutnya............
Pesta super megah nan mewah, sweet secenteen-nya Chery telah dipersiapkan di hotel the Rain dengan sangat matang. Sejak pagi hari buta, para karyawan hotel the Rain bekerja sama dengan EO yang disewa oleh Melati, mengemas elok setiap jengkal ruangan yang akan dipakai untuk pesta sweet seventeen-nya Chery, dengan nuansa strawberry dan warna merah berbalut pink. Acara tersebut akan dimulai pukul tujuh malam di hari itu.
Loly akhinya menjadi anak asuhnya Melati dan kedua orang tua yang mengadopsi Loly dari panti asuhan, Melati jebloskan ke penjara dengan pasal berlapis. Orang tua yang mengadopsi Loly telah melakukan kekerasan kepada anak di bawah umur, melakukan transaksi pernikahan ilegal untuk anak dibawah umur dan perjudian online. Sedangkan anak kandung dari orang tua yang mengadopsi Loly tersebut, tinggal dengan nenek dan kakeknya.
Elmo melihat Melati, Chery, dan Celyn tengah memasak kue strawberry untuk makanan penutup sarapan mereka di hari itu, Elmo tersenyum hangat lalu menoleh ke papanya, "pa, Loly mirip banget ya sama mama"
Moses langsung mengerutkan dahinya, "Mirip apanya? Loly kulitnya coklat, mama kamu kulitnya putih bak porselen, terus rambutnya Loly ikal gak berbentuk kayak gitu, sedangkan rambut mama kamu tuh hitam legam, lurus tebal dan indah banget, bahkan dulu tuh, mama kamu pernah ditawari sebuah produk shampo untuk menjadi modelnya, tapi mama kamu nggak mau. Enak aja kamu bilang mirip" Moses merasa nggak terima istrinya dibanding bandingkan dengan orang lain meskipun itu oleh putranya sendiri.
Elmo langsung mengerucutkan bibirnya, "bukan fisiknya, pa! secara fisik emang nggak ada yang bisa ngalahin mama, mama memang wanita paling cantik sedunia, namun Loly itu hatinya baik, lembut dan hangat mirip mama. Elmo merasa nyaman berada di dekatnya Loly sama seperti perasaan nyamannya Elmo sewaktu Elmo berada di dekatnya mama"
"Eh busyet dah! kamu naksir Loly?!" ucap Moses sembari ternganga dan mengangkat kedua bahunya dengan jenaka.
Elmo langsung memalingkan wajahnya karena, dia merona malu dan dia nggak mau papanya menyadari hal itu, "Emm, nggak kok! Elmo cuma merasa nyaman aja berada di dekat dia, heeee, Elmo juga mengagumi Loly karena Loly itu mirip mama, matanya hangat mirip mama, pintar masak kayak mama dan rasa masakannya pun mirip sama rasa masakannya mama, terus kepandaiannya juga mirip mama. Asal papa tahu ya, Loly baru aja masuk ke sekolahannya Elmo, dia sudah bisa membawa diri dengan baik dan bisa menjadi juara kelas, tegas dan..........."
"Ssstttt! papa tahu kamu naksir dia, titik!" ucap Moses sambil melempar senyum menggelitik ke Elmo.
Cuping hidungnya Elmo langsung kembang kempis dan mulai berani menatap papanya, "papa sok tahu ihhh!" Elmo mencebikkan bibirnya.
"Hahahahahaha, kamu memang putraku, pandai ngeles kalau soal rasa cinta, hahhahahaha" ucap Moses dengan santainya.
Elmo mendengus kesal, "terserah papa kalau nggak percaya, Elmo cuma kagum pa, kagum!"
"Ya ya ya, kagum is kagum, kan? hahahaha" Moses kembali menggemakan tawa merdunya.
Melati mendatangi Moses dan Elmo sembari menaruh iga sapi bakar dan nasi goreng di atas meja makan, "apa sih yang diributkan? dari dapur mama dengar kalian seru banget ngobrolnya"
"Iya apa sih yang kalian obrolkan?" Celyn muncul membawa ca brokoli hasil masakannya dan menaruhnya di atas meja makan.
Elmo langsung menutup mulut papanya saat papanya hendak berucap sesuatu yang mencurigakan, lalu dia berucap "rahasia laki laki kan pa? iya kan?"
Moses menganggukkan kepalanya sembari melemparkan sorot mata jenakanya ke Elmo, Elmo pun melepaskan tangannya dari mulut papanya dan Moses kembali tertawa terbahak bahak, "papa gemes sama kamu, Mo" Moses berucap sembari mengacak acak rambutnya Elmo.
Elmo ikutan tertawa geli lalu mencium pipi papanya.
"Apa sih sayang, kok kalian ketawa melulu?" Melati ikutan terkekeh geli sembari duduk di sebelahnya Moses.
__ADS_1
"Ehem! perhatian semuanya, ini masakan perdananya Celyn jangan ada yang berani protes kalau nggak enak, ya!" Celyn berucap sembari berkacak pinggang.
"Siap dong! papa pasti suka" ucap Moses sembari tersenyum lebar ke Celyn, "kamu makin pintar masak ya, papa bangga sama kamu"
Chery dan Loly berjalan beriringan sembari membawa masakan hasil karya mereka masing masing, Chery memasak sayur asem kesukaan papanya dan Loly memasak balado telur kesukaannya Elmo. Mereka pun menaruh masakan mereka di atas meja makan lalu duduk.
"Raja nggak ke sini?" tanya Melati ke Chery.
"Nggak ma. Kak Raja katanya ada urusan dan bisanya ke sini entar sore"
Chef pribadinya Moses menghampiri meja makan, "tuan, karena makan pagi sudah beres, saya akan mempersiapkan menu untuk makan siang, kira kira tuan dan nyonya ingin disiapkan apa?"
Melati tersenyum ke chef pribadi keluarganya itu, "emm, apa aja deh, kita nurut"
Chef itu kemudian tersenyum, "baik nyonya, akan saya siapkan hidangan yang spesial untuk makan siang nanti karena, hari ini kan hari ulang tahunnya nona Chery"
"Terima kasih ya, chef" ucap Chery.
"Sama sama nona, saya permisi mau balik ke dapur lagi" Chef pribadi keluarganya Moses Elruno kemudian kembali melangkah menuju ke dapur.
Mereka menikmati makan pagi mereka dengan penuh cinta kasih, kehangatan, dan canda tawa.
Mereka langsung melepaskan rindu dan sarapan bersama.
Raja tengah mondar mandir di dalam kamarnya. Chery yang berulang tahun tetapi dia yang merasa gugup. Dia berkali kali melihat puisi hasil karyanya, dia merasa ragu untuk membacakannya di acara ulang tahunnya Chery. Dia menggaruk nggaruk sendiri kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal, "bagus nggak ya puisi ini, aku kok merasa kurang oke nih puisi. Aaahh, aku jadi nggak pede nih"
Flashback on
Pertemuan rahasia antar Moses dan Raja menghasilkan kesepakatan kalau Raja diijinkan oleh Moses untuk melamar putrinya di acara sweet seventeen-nya Chery. Di situ pula, Raja menunjukkan puisi hasil karyanya ke Moses.
Moses membacanya sembari mengerutkan dahi, "ini seperti puisi anak SMP, kurang mendalam. Om nggak bisa tersentuh nih, apalagi Chery"
"Yaaahh, terus gimana om? bikinkan dong!" pinta Raja.
Moses menggaruk nggaruk lehernya dan tersenyum ke Raja, "kalau om yang bikin ya nggak lucu lah, masak om bikin puisi untuk putri om sendiri dan itu harus mewakili perasaan kamu, cih! enak aja! kamu benahi ini puisi dan coba kamu resapi mana yang kurang mengena di hati, coba kamu rasakan sendiri dan kamu ganti atau kamu tambahkan kata katanya, nih!" Moses mengembalikan kertas bertuliskan puisi ungkapan rasanya Raja untuk Chery, ke genggaman tangannya Raja.
Raja hanya bisa meringis dan menerima kembali puisinya itu.
__ADS_1
"Emm, kamu nyanyi aja deh, kamu bisa main musik?" tanya Moses.
"Bisa om, main gitar bisa main piano juga bisa" jawab Raja.
"Nah! daripada kamu maksa bikin puisi padahal kamu nggak jago di bidang itu, mendingan kamu nyanyi sembari main gitar aja, cari lagu yang romantis dan yang kamu kuasai!" ucap Moses.
"Benar juga ya om, kenapa nggak kepikiran sama Raja selama ini" ucap Raja.
Moses tersenyum lebar, dia merasa bangga pada dirinya sendiri, bisa memberikan ide cemerlang untuk Raja.
"Emm terus soal kerjaan gimana? kamu jadi ke Singapore?" tanya Moses.
Raja menggelengkan kepalanya, "nggak jadi om karena, saya punya saingan yang cukup berat di sini, dia nempel terus sama Chery kayak perangko kalau saya tinggal di Singapore, bisa dicuri dong Chery sama dia"
"Hahahaha, emang siapa saingan kamu kok bisa nempel terus sama Chery kayak perangko?" tanya Moses.
"Dosen pembimbingnya Chery om, dia keren bertampang bule, cerdas dan selalu ada dekat dengan Chery setiap hari dari pagi sampai sore, kan bahaya tuh, patut untuk terus diwaspadai" ucap Raja. dengan kesalnya.
"Hahahaha, kamu mirip sama om, dulu tapi. Kalau kata mamanya Chery, istri om, cinta itu butuh kepercayaan kalau gitu kamu nggak percaya dong sama Chery?"
"Saya percaya sama Chery seribu persen lebih om, namun saya nggak percaya dengan laki laki tersebut, nggak percaya dengan situasi dan kondisi di sekitarnya Chery" jawab Raja.
"Iya kamu benar,.cerdas juga ya kamu" Moses tersenyum ke Raja.
"Om, Raja sebenarnya ke sini bukan mau nunjukin puisi, tapi........emm, Raja pengen meminta ijin om, melamar Chery di sweet seventeen-nya Chery nanti dan kalau boleh, Raja pengen menikah dengan Chery secepatnya, heeee, kalau boleh lho om" Raja meringis ke Moses.
"Apa alasan kamu ingin menikahi Chery secepatnya? Wait! Chery nggak hamil kan?" Moses menghujamkan sorot mata mematikannya di kedua manik hitamnya Raja.
"Nggak om nggak! Chery masih suci, polos, seputih salju. Justru karena itu, emm, om kan tahu sendiri di dalam cinta pasti kan ada gairah nah kalau kelamaan pacaran, Raja takut nggak bisa nahan khilaf lama lama, heeee" ucap Raja dengan jujurnya.
Moses langsung mengangkat wajahnya ke langit langit kantornya dan tertawa terbahak bahak, lalu dia menatap Raja kembali setelah reda tawanya, "kalau itu alasan kamu, om setuju! satu bulan setelah sweet seventeen-nya Chery, kalian boleh menikah tapi dengan syarat, nggak boleh bikin Chery hamil, sebelum Chery lulus kuliah!"
Raja langsung memekik kegirangan dan memeluk Moses, "terima kasih banyak om, om memang yang paling mengerti perasaannya Raja, terima kasih banyak, om!"
Saking bahagianya, Raja mengabaikan kata tidak boleh bikin Chery hamil sebelum Chery lulus kuliah.
Moses merasa risih mendapat pelukan tiba tiba dari Raja, dia langsung melepaskan diri dari pelukannya Raja, "om akan bikin surat perjanjian dan nanti kamu tanda tangani, syarat utama dari om jangan sampai kamu langgar! kalau kamu langgar, maka om akan kasih sanksi cukup berat ke kamu, ngerti?"
__ADS_1
"Baik om, apapun syaratnya, Raja akan turuti" Raja tersenyum sumringah.
Flashback off