My Cute Nanny

My Cute Nanny
Nonton film ala Moses Elruno


__ADS_3

Moses benar benar ketiduran di atas sofa yang berada di ruang tamunya. Chery menaruh bantal di bawah kepala papanya dengan sangat hati hati, Elmo memberikan selimut dan Celyn memberikan guling. Lalu ketiga anaknya Moses Elruno itu mencium pipi papanya secara bergantian.


Jam menunjukan pukul setengah sembilan malam dan Melati bersedekap melihat pemandangan yang begitu apik yang ada di depan matanya. Ketiga anaknya memberikan kasih sayang untuk papa mereka, Melati memandangnya sambil mengulum senyum bahagia penuh cinta di wajah cantiknya.


Ketiga anaknya memutar badan dan langsung memandang mamanya yang masih mengulas senyum.


Ketiga anaknya Melati langsung memeluk Melati secara bersamaan dan berkata secara bersamaan pula "kasihan papa ma, udah nunggu mama lama lho"


Melati mencium satu per satu pucuk kepala anak anaknya dan berucap "iya, kasihan papa ya" Melati kemudian terkekeh geli.


"Ma, nanti kalau nonton jangan lupa beli popcorn jumbo satu aja biar romantis, dimakan berdua cie cie cie" Celyn berucap lalu mencium pipi mamanya dan melangkah pergi meninggalkan mamanya.


"Dan jangan lupa untuk terus bergandengan tangan, ma! Papa itu masih sangat tampan dan keren kalau nggak digandeng bisa dilirik cewek lain" kata Elmo sambil mencium kening mamanya dan melangkah pergi menuju ke kamarnya.


Melati tertawa pelan melihat tingkahnya Celyn dan Elmo.


Melati lalu tersenyum geli menatap Chery "apa pesan kamu untuk mama dan papa?"


Chery melepaskan pelukannya dan mencium kedua pipinya Melati "nggak ada ma, heeee. Be happy aja, met nge date ya ma" Chery pun melangkah pergi meninggalkan Melati menuju ke kamarnya.


Melati menggelengkan kepala dan terkekeh geli melihat tingkah lucu anak anaknya.


Nyonya Moses Elruno itu kemudian jongkok di depan wajahnya Moses. Dia mencium bibirnya Moses. Moses belum bangun juga. Lalu Melati mengusap pelan rambutnya Moses dan pipinya Moses, kemudian berbisik mesra di telinganya Moses "jadi nge date sama Rumi, nggak?"


Moses langsung membuka mata, bangun, dan duduk lalu berucap masih setengah mengantuk "jadi dong!"


Melati langsung tertawa gemas melihat tingkah polos suaminya. Melati langsung merapikan rambutnya Moses dan bajunya Moses. "Ayok berangkat sekarang!" kata Melati.


Moses mengetuk bibirnya dengan jari telunjuknya "cium dulu biar ada tenaga"


Melati tersenyum geli lalu mencium bibirnya Moses lembut dan langsung menariknya ketika menyadari Moses hendak memperdalam ciumannya.


"Kalau dilanjutkan kita telat nanti nontonnya!" kata Melati.


Moses langsung bangkit sambil menggemakan tawa khasnya, cowok keren yang sudah menginjak kepala empat umurnya itu, lansung mengajak Melati masuk ke dalam mobil dan langsung meluncur ke sebuah Mall.


Saat sudah sampai di dalam gedung bioskop, Moses menggandeng tangannya Melati dan dia nampak bingung "kita ngapain dulu sebelum masuk?"


"Sudah ambil tiketnya kan? ya udah langsung masuk aja" kata Melati.


"Tapi sepertinya ada yang mesti dilakukan dulu sebelum masuk" kata Moses.


"Apa sayang?" Melati mengulum bibir menahan tawa melihat tingkah polos suaminya yang belum pernah masuk ke gedung bioskop.

__ADS_1


"Aaah, iya popcorn" Moses kemudian mengajak Melati untuk membeli popcorn.


Moses memesan dua popcorn tapi dicegah sama Melati "pesannya Celyn tadi, beli satu aja yang jumbo biar romantis" kata Melati.


"Aaahh gitu ya, oke kita beli satu aja yang jumbo" Moses berkata ke mbak yang melayani mereka. Moses mencium tangannya Melati yang masih berada di dalam genggamannya, sambil menunggu popcorn pesanan mereka.


Mbak yang melayani mereka tersenyum dan berkata "tuan dan nyonya manis sekali, saya jadi iri nih, semoga saya dan suami saya juga bisa selalu manis kayak tuan dan nyonya"


"Terima kasih, mbak, saya doakan mbak juga selalu bahagia dengan suami mbak, ya" kata Melati.


Mbaknya kembali tersenyum sambil menyodorkan popcorn jumbo ke Melati.


Moses membayarnya dan melangkah masuk menuju ke studio empat, tempat film mereka hendak diputar.


Tanpa setahu Melati, Moses sudah membooking setengah kursi penonton yang ada di dalam studio itu, dari tengah ke belakang. Jadi ketika mereka masuk ke dalam studio empat tersebut, penontonnya cuma ada enam orang, termasuk Moses dan Melati.


Moses dan Melati akhirnya sampai di bangku mereka. Bangku paling belakang dan berada di pojokkan. Bangku itu kelihatan mewah dan terbuat dari kulit asli. Moses menaruh popcorn jumbonya di tengah dan langsung merangkul bahunya Melati. "Nyaman juga ya ternyata"


"Ini studio VIP ya? kok kursinya mewah, ada selimut dan ada tombol multifungsinya?" tanya Melati.


"Iya, heeeee, nyaman kan?" kata Moses.


"Hmm, kumat deh lebaynya" kata Melati.


"Lho justru perlu itu, kalau nggak lebay sama istri nanti dikira nggak perhatian lagi" Moses langsung memencet tombol mutifungsi yang ada di samping kursi dia dan menekan tombol mutifungsi yang ada di kursinya Melati untuk mengatur sandaran kaki dan sandaran kepala mereka. Setelahnya, Moses mulai mengajak Melati untuk rebahan sambil menunggu film mereka diputar.


"Pilihannya Moses Elruno itu pasti bagus, lihat aja entar. Kalau cuma dikit yang nonton ya mungkin karena ini bukan malam Minggu terus jamnya kan jam midnight" kata Moses berusaha menutupi ke Melati kalau sebenarnya dia telah membooking setengah bangku yang berada di dalam studio VIP tersebut.


Melati yang sangat paham suaminya itu tidak pandai berbohong langsung berucap "hmm, kamu booking setengah dari studio ini ya?" tanya Melati.


"Heee, iya, ketahuan ya dari wajahku?" tanya Moses.


"Hmm, sayang, besok jangan kayak gini lagi, pemborosan namanya dan jadinya kurang alami kurang asyik" kata Melati.


"Katanya kamu malu nonton karena sudah kepala empat jadi ya aku booking aja separuh dari studio ini. Sebenarnya mau aku booking semua tapi takutnya kamu langsung curiga dan nggak mau masuk, heee"


"Hmm, dasar ya, Moses Elruno" Melati langsung terkekeh geli.


Beberapa menit sebelum film diputar, pelayan membawakan beberapa hidangan mewah untuk mereka berdua dan menaruhnya di meja yang ada di depan kursi mereka.


Moses dan Melati bangun sebentar, setelah pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka, Moses mengajak Melati rebahan lagi.


"Kalau mau makan, makanlah!" kata Moses sambil memainkan rambutnya Melati di jari jemarinya lalu menciumnya.

__ADS_1


"Entar gendut dong, makan malam malam gini" kata Melati.


"Makan aja! aku justru senang lihat kamu gendut, heeee, montok dan seksi" Moses meringis ke Melati dan Melati langsung mencubit mesra hidung mancung suaminya.


Film pun dimulai dan Melati berkata "ssstt, film dah dimulai tuh, jangan berisik lagi!"


Moses pun langsung diam dan anteng. Tapi antengnya Moses Elruno hanya bertahan beberapa menit saja. Dia tidak berisik tetapi tangannya mulai usil, bermain main di tubuhnya Melati.


Melati hanya bisa menggelengkan kepalanya dan sesekali bilang "jangan" dengan lirih.


Film romantis yang mengharukan sukses membuat Moses melambung bahagia. Berkali kali Melati membenamkan wajahnya di dada bidangnya ketika filmnya mengharukan dan Melati menangis, lalu di saat filmnya ada adegan ciuman, Melati pun terdiam ketika Moses juga menciumnya, mengikuti adegan yang ada di film.


Tetapi ciumannya Moses lama lama semakin dalam dan semakin menuntut. Melati langsung menarik diri dari dekapannya Moses "filmnya masih belum selesai, sayang, jangan nakal ah!"


Moses kemudian membenamkan wajahnya di lehernya Melati dan bermain di sana. Mencium, mengisap, menggigit dan mulai meninggalkan jejak gairah yang masih harus dia tahan, di atas leher jenjangnya Melati itu.


Melati melenguh pelan dan berkata "sayang, jangan di sini!"


Moses mendengus dan berkata "Rumi, pulang aja yuk! kita lanjutkan di rumah" kata Moses.


"Nggak mau, tanggung nih! filmnya sebentar lagi selesai sayang, dan makanannya belum dimakan tuh, makan dulu gih, sayang banget kalau harus dibuang makanannya!"


Dengan sangat terpaksa Moses bangun dan memakan makanan lezat nan mewah yang ada di meja mereka. Moses menyuapkan roti ke Melati. Melati lalu bangun dan ikutan makan bareng suaminya sambil melanjutkan menonton filmnya.


Moses sesekali mencium bibirnya Melati dan mengusap mesra dengan ibu jarinya "kenapa bibir kamu tuh selalu terasa manis dan nagih sih sayang?"


Melati tersenyum dan berkata "karena bibirku mengandung madu kali" Melati tersenyum menggoda ke arah Moses.


"Madu cinta" kata Moses dan menarik tengkuknya Melati, dia mencium bibir istrinya dengan mendalam dan mulai melibatkan lidah. Melati kemudian mulai menarik dirinya lagi ketika Moses mulai nakal tangannya "sayang, jangan di sini! habiskan makanannya, kita pulang ya!? kita lanjutkan di rumah!"


Moses langsung bersemangat memakan habis makanannya bertepatan dengan selesainya film yang mereka tonton.


Moses merapikan rambut dan blusnya Melati lalu bangkit, menggandeng tangannya Melati dan melangkah keluar dari studio tersebut.


"Hmm kamu tuh nakal ya" kata Melati.


"Nakal sama istri sendiri boleh dong" kata Moses sambil mencium pelipisnya Melati.


"Pokoknya kamu nggak boleh tidur dulu, kita lanjutkan aksi kita yang tertunda" kata Moses.


Melati tersenyum geli lalu mengusap lembut pipinya Moses "iya sayang iya, aku selalu siap untukmu"


Moses kemudian meletakkan popcorn mereka yang masih utuh di jok belakang mobilnya. Kemudian mulai meluncur pulang dengan terus menyunggingkan senyum bahagia. "Rumi, kayaknya aku kecanduan nonton deh, kapan kapan kita nonton lagi ya?" kata Moses.

__ADS_1


"Hmm, kecanduan nonton apa kecanduan nakalnya nih?" kata Melati.


"Buahahahaha, ketahuan lagi nih, buahahahaha" Moses tertawa terpingkal pingkal tiada henti dan Melati pun jadi ikutan tertawa.


__ADS_2