My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku tidak akan ijinkan kamu mengambilnya


__ADS_3

Angel langsung masuk ke dalam rumah karena malu dan shock. Dia berlari masuk sambil menangis tiada henti.


Melati menidurkan Elmo di atas ranjang di sampingnya Chery kemudian menaruh guling di kedua sisi anak anaknya.


Tiba tiba.......Ceklek.


Angel membuka pintu kamarnya Melati dalam keadaan basah, pucat, gemetar karena tangis dan kedinginan.


"Ya ampun Angel, kamu kenapa? Mak, tolong jaga anak anak!"


"Baik nyonya" sahut Ijah.


Melati kemudian berdiri dan melangkah mendekati Angel.


Angel menatap Melati "maaf aku salah masuk kamar" dan dengan segera berbalik badan hendak pergi dari kamar tersebut.


Melati langsung menahan lengannya Angel. "Kamu dingin sekali, mandilah air hangat dulu masuklah kamar mandi! aku akan ambilkan baju ganti, sepertinya tadi aku melihat koperku"


Angel diam saja, tidak merespon ucapannya Melati lalu melangkah menuju ke kamar mandi.


"Itu kopernya nyonya, tadi tuan mengirim pesan text ke saya, untuk membawakan beberapa baju gantinya tuan dan nyonya, kalau kalau tuan dan nyonya pengen menginap di sini" kata Ijah.


"Aaah, iya, terima kasih ya Mak" jawab Melati.


Melati membuka kopernya dan langsung mengernyit "kok ada lingerie, hmm, dasar papanya Chery dan Elmo tuh ya, di otaknya hanya ada lingerie aja, hadeeehh" gumam Melati kemudian terkekeh geli.


"Itu tadi yang nyuruh memasukkan ke dalam koper tuh, tuan, nyonya. Tuan bilang baju tidur warna hitam jangan lupa dimasukkan ke dalam koper, saya tadi kebingungan terus mamanya nyonya yang langsung tanggap dan langsung menaruh baju tidur itu ke dalam koper" kata Ijah.


"Hah? mama? aduh duh, malu tingkat dewa nih aku, sama mama, huh! dasar Moses Elruno" Melati berucap sembari menggeleng nggelengkan kepalanya.


Mak Ijah pun tersenyum lebar melihat Melati menggeleng nggelengkan kepalanya.


Awas saja ya, akan aku kerjai nanti, sebagai balasannya karena sudah bikin aku malu. batin Melati.


Melati mencari kaos dan celana pendek kalau ada, dan ternyata ada. Melati kemudian membawa celana pendek, kaos dan handuk ke kamar mandi.


"Angel, buka pintunya sebentar, ini kakak bawakan handuk dan baju gantinya" kata Melati.


Angel membuka sedikit pintu kamar mandi dan langsung meraih baju ganti dan handuk dari tangannya Melati.


Melati kemudian meminta tolong Ijah untuk membawakan beberapa makanan dan teh hangat ke kamar. Ijah pun melangkah pergi keluar kamar dengan segera.


Ceklek


Angel melangkah keluar dari kamar mandi dan berucap "terima kasih" dengan sangat lirih dan menundukkan kepalanya.


"Duduk sini! di sampingnya kakak. Biar kakak sisir rambut kamu" kata Melati.


Angel melangkah pelan mendekati Melati dan duduk di sampingnya Melati.


Melati mengusap rambutnya Angel dengan handuk yang baru dan masih kering. Setelah rambutnya Angel benar benar kering, mamanya Elmo dan Chery itu, langsung menyisir pelan rambut Angel, lembut dan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Angel diam saja tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


"Kamu pasti lapar dan haus kan, kakak lihat tadi kamu belum makan dan minum sama sekali. Kakak sudah suruh Mak Ijah mengambilkan makanan dan minuman hangat untuk kamu. Kakak lihat kamu suka membaca komik. Komik apa yang kamu suka?" tanya Melati sembari menyisir rambutnya Angel.


"Komik detektif" jawab Angel singkat dan lirih kemudian menyebutkan salah satu judul dari komik favoritnya.


"Kakak juga suka komik itu. Kakak juga suka membaca. Komik itu, emm, komik itu kalau tidak salah, bercerita tentang seorang detektif yang mempunyai cewek indigo, kan? tapi sayang, kakak baru baca sampai jilid dua belas, selanjutnya kakak repot dan tidak bisa membacanya lagi. Sekarang ceritanya sampai mana?" tanya Melati.


Ajaib, Melati berhasil membuat Angel memutar badannya dan menghadap Melati. Dengan senyum cerianya, Angel mulai menceritakan komik favoritnya itu kepada Melati. Angel langsung melupakan semua kesedihannya, semua rasa jengkelnya, dan berita mengejutkan yang barusan dia dengar, kalau dia memiliki kakak laki laki selain Alfa Elruno. Angel terus bercerita dengan asyiknya ke Melati. Melati merespon ceritanya Angel dengan penuh perhatian dan penuh antusias.


Rini meninggalkan Alfa dan membantu Ijah membawakan makanan dan minuman ke kamarnya Melati.


Awan dan Arkan saling bersitatap.


"Pak Arkan" Awan menyapa Arkan, karena dia tahu kalau Arkan salah satu dosen yang mengajar di kampusnya.


"Kamu?" tanya Arkan heran saat mendengar Awan memanggil namanya karena Arkan merasa belum pernah bertemu dan mengenal Awan.


"Saya mahasiswa di kampus yang sama di mana bapak mengajar saat ini. Saya jurusan Elektro, satu angkatan dengan Melati dan Rini" jawab Alfa.


"Ahhh, iya Rini dan Melati adalah murid saya. Maaf sepertinya saya perlu ganti baju nih" Arkan kemudian tersenyum dan meninggalkan Awan.


Moses melihat Arkan yang basah kuyup dan tengah melangkah mendekatinya.


"Pak Arkan? anda kenapa? kok bisa basah bajunya?"


"Maaf, saya butuh mandi dan ganti baju dulu nih, heeee, nanti saya ceritakan semuanya" jawab Arkan.


"Terima kasih" Arkan pun masuk ke dalam kamar itu dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Fa, adik kamu mana?" tanya James Elruno.


"Entahlah, pa. dia tadi ada di pinggir danau membaca komiknya. Tapi sekarang kok nggak ada?" Alfa mulai panik saat melihat di sekitar danau tidak nampak sosoknya Angel.


"Angel berlari masuk ke dalam rumah, tadi" sahut Awan yang secara tiba tiba sudah berdiri di sampingnya Alfa.


"Lho, kamu? kok bisa ada di sini?" Alfa langsung menautkan alisnya.


"Dia siapa, Fa?" tanya papanya Alfa.


"Aaah, dia, emm, teman kuliahnya Rini dan Melati, pa dan dia...........putranya Dipo Herlambang" jawab Alfa.


James Elruno langsung mengeraskan bibirnya saat mendengar kalau cowok ganteng yang berdiri di hadapannya saat ini adalah anaknya Dipo Herlambang.


"Selamat siang, om, nama saya Awan Herlambang" Awan tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arah James Elruno. Tetapi James hanya diam dan tidak membalas sapaannya Awan.


"Apa maksud kedatanganmu ke sini? aku yakin kalau Moses nggak mengundang kamu" kata Alfa penuh selidik.


"Aku mencari Angel" jawab Awan dengan suara berat penuh lelah, kekecewaan dan kesedihan.


"Apa tujuan kamu mencari putriku?" James mulai kesal.

__ADS_1


"Saya sudah mengetahui kebenarannya. Bahwa Angel adalah adik saya. Saya disuruh papa saya untuk mencari adik saya, dan menjaganya" jawab Awan.


"Aaah, shit! kamu sudah mengatakannya ke Angel? kalau kamu kakaknya?" tanya Alfa mulai mengepalkan tinju.


"Iya dan Angel shock lalu terjatuh ke dalam danau, untung pak Arkan segera menolongnya, dan Angel bisa selamat"


Bug


Alfa langsung memukul Awan. Awan terhuyung beberapa langkah ke belakang


James langsung memegang pundaknya Alfa. Berusaha untuk menenangkan Alfa.


"Dimana pikiran kamu, hah?! dasar bodoh! Angel itu masih labil, dia masih remaja, belum saatnya untuk mengetahui semuanya itu, Angel baru saja mendapati kalau mamanya dipenjara, dan dia masih mencoba berdamai dengan situasi itu, kini kamu tambahi lagi beban ke dia, dasar brengsek!!" Alfa berteriak penuh emosi ke arah Awan.


Awan mengusap sudut bibirnya yang berdarah lalu berkata dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya "maafkan aku, aku shock menerima semua kenyataan yang ada, aku tidak bisa berpikir panjang, aku hanya ingin mengajak Angel dan melindunginya, dia adikku" Awan kemudian duduk bersimpuh dan menangis dengan sangat hebatnya.


"Dia juga adikku, kamu sadar hah! dasar brengsek! kamu kira kamu bisa melindunginya? dengan apa? kamu aja belum lulus kuliah, belum kerja dan belum mapan. Shit!" Alfa berucap penuh frustasi.


Alfa hendak memukul Awan lagi tetapi ditahan sama papanya "Fa, tahan emosi kamu!"


Alfa mendengus kesal dan kemudian berucap


"Kamu kira kamu bisa mengambil Angel dari aku, aku nggak akan biarkan kamu membawa Angel pergi, nggak akan! kamu dengar itu, nggak akan pernah!" Alfa terus meneriaki Awan.


Awan masih bersimpuh dan menangis. Awan butuh dimaki, dia butuh dimarahi saat ini oleh keluarga Elruno. Paling nggak dengan begitu, bisa mengurangi rasa bersalahnya atas semua kesalahan dan kejahatan yang telah papanya lakukan ke keluarga Elruno.


"Awan?" Moses mendekati Alfa dan omnya.


Awan mendongakkan kepalanya menatap Moses "maafkan saya, tuan"


Moses merasa nggak tega melihat Awan yang nampak begitu rapuh dan lemah.


"Bangunlah! makan dan minumlah dulu, lalu pulanglah! tenangkan hatimu dulu, lain waktu kita akan diskusikan masalah ini secara kekeluargaan!" Moses berkata sembari menarik pelan kedua bahunya Awan supaya Awan bangkit berdiri.


Awan kemudian berdiri dan kembali berucap "maafkan saya, tuan"


"Hmm" ucap Moses.


Alfa masih nampak kesal dan menatap tajam ke arah Awan.


Awan kemudian menganggukkan kepalanya ke arah Moses Elruno, James Elruno kemudian ke Alfa Elruno, lalu melangkah gontai meninggalkan trio Elruno.


Alfa kemudian menelepon Rini kekasihnya "Sweety, kamu tetap di kamarnya Melati ya, Angel hilang, aku akan mencarinya dulu, kamu tunggu sampai aku menjemputmu ya, jangan ke mana mana"


"Angel di sini, dia tidur satu ranjang nih dengan Chery dan Elmo" jawab Rini.


Alfa langsung memutuskan sambungan ponselnya dengan Rini kemudian menatap Moses dan papanya "Angel tidur di kamarnya Melati"


"Aaahh, syukurlah" ucap Moses dan James secara bersamaan.


Trio Elruno kemudian melangkah masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya Melati.

__ADS_1


__ADS_2