
"Kamu ngapain ke depan?" Pak Sammy melotot ke Rini yang hendak membuka pintu jok depan si yellow bee. Rini akhirnya nurut mundur selangkah dan membuka pintu jok belakang.
Papanya Rini ikutan masuk ke jok belakang dan duduk di samping putri tunggal kesayangannya.
Alfa menengok ke belakang dan menghela napas panjang saat melihat Rini dan papanya duduk di jok belakang semuanya.
Sopir taksi online nih gue, hufffttt. Sabar ya yellow bee, Lo disamain dengan mobil taksi online, heeee. Alfa berkata geli di dalam hatinya.
"Ada masalah?" tanya papanya Rini ketika melihat Alfa menengok memandangnya dengan heran.
"It's okay sir and I'm okay, heeee. Where do we go now?" Alfa berucap sembari mengulas senyum paling tampannya.
"Pulang" papanya Rini menjawab singkat kemudian merebahkan kepalanya di sandaran jok mobilnya Alfa dan memejamkan mata.
Rini menatap kekasihnya dan berucap tanpa bersuara "sabar, ya! Aku mencintaimu"
Alfa menjawab tanpa bersuara pula "aku mencintaimu" Kemudian cowok tampan itu menatap ke arah depan kembali dan mulai melajukan yellow bee.
Beberapa menit dilalui penuh dengan keheningan.
Alfa yang tidak terbiasa berada di dalam keheningan mulai menyalakan tape mobilnya.
"Matikan!" kata papanya Rini. "Aku tidak suka kebisingan, capek nih aku" papanya Rini berucap dengan mata yang masih terpejam rapat.
Alfa menghela napas panjang dan mematikan tape mobilnya.
"Pa, terlalu hening nih. Rini nyanyi kalau gitu ya?" ucap Rini mencoba untuk berada di tengah. Rini paham kalau Alfa nggak begitu suka keheningan kalau berpraktek aja, Alfa menyetel lagu klasik dengan lirih, di ruangannya. Semasa Alfa sekolah dan kuliah, kalau belajar pun Alfa lakukan sambil mendengarkan musik. Sedangkan papanya Rini tidak menyukai suara sekecil apapun kalau lelah tengah menderanya.
Alfa tersenyum penuh cinta ketika mendengar ucapannya Rini, sembari terus melajukan yellow bee.
Sayang, Sweety-ku, aku memang nggak salah memilihmu, kamu begitu dewasa, sabar, lembut dan bijak. Aku sangat mencintaimu. Batin Alfa.
Papanya Rini menganggukkan kepalanya. Pak Sammy Wijaya sangat menyukai suara merdu anak manisnya itu. "lagunya yang enak"
"Lagu apa?" tanya Rini.
"Emm, lagunya Michael buble aja yang berjudul Home" pinta papanya Rini dan beliau masih memejamkan kedua matanya.
Rini akhirnya menyanyikan lagu tersebut. dengan sangat merdu dan lirih.
Alfa merasakan kehangatan di semua sudut sanubarinya ketika dia mendengarkan suara merdu nan lembut dari kekasihnya.
Papanya Rini terlelap di dalam mimpi ketika mendengarkan suara indahnya Rini. Dan mengorok dengan tanpa sadar.
Alfa terkekeh lirih. Rini menepuk pelan pundaknya Alfa dan memajukan badannya untuk berbisik "papa memang mengorok, heeee"
Alfa memegang tangannya Rini yang masih berada di atas pundaknya dan menciumnya "nyanyilah lagi, Sweety! biar aku nggak ketularan mengantuk, kalau terlalu hening aku bisa ketiduran nih"
"Oke" Rini menarik tangannya pelan dari genggamannya Alfa "kalau kamu pegang terus tanganku, kamu nggak konseen nanti nyetirnya"
__ADS_1
Alfa tertawa lirih dan berucap "aku mencintaimu" dengan suara agak lantang karena, entah kenapa tiba tiba rasa cintanya untuk Rini begitu membuncah saat ini.
Papanya Rini yang membalas ucapannya Alfa di dalam tidurnya "aku juga mencintaimu, istriku"
Rini dan Alfa langsung tertawa geli tetapi tidak berani tertawa terbahak bahak takut kalau pak Sammy terbangun.
"Sweety, papa kamu ternyata lucu ya" ucap Alfa lirih.
"Iya, papa itu sebenarnya baik dan lucu kok" Rini kemudian bernyanyi sembari terkekeh geli.
Moses dan Melati masih di dalam private jet. Menempuh perjalanan panjang sekitar tujuh jam lebih untuk menuju ke Jepang.
Chery tertidur pulas di dalam dekapan mamanya. Delia yang duduk tidak jauh dari bangkunya Moses dan sendirian mulai kelimpungan mendengar polusi udara yang ditimbulkan oleh Moses dan Melati.
Ray memilih duduk sendiri di bangku terdepan karena, tidak ingin diganggu Delia. Ray masih mengerjakan beberapa berkas untuk persiapan kontrak bisnis tuan besarnya nanti. Kalau duduk di sampingnya Delia maka akan kacau semuanya.
Delia mendengar bunyi plak dan suara jangan dari nyonya mudanya, kemudian tawa renyah tuan mudanya, secara berulang ulang.
Ooo, ya ampun apa yang aku pikirkan saat ini, waduhhh biyung........Aku masih polos nih, hiks hiks hiks. Batin Delia.
Akhirnya Delia memutuskan untuk memasang headset dan mendengarkan lagu.
Fiuuuhh, aman sekarang. Batin Delia sembari manggut manggut menikmati lagu yang tengah dia dengarkan.
"Sayang, Chery nggak akan terganggu, tenang" bisik Moses sembari melanjutkan ciumannya di bibir cantik istri tercintanya.
Kata Jangan, sudah tidak mempan lagi untuk Moses ketika cowok tampan itu melihat wajah Melati yang mulai pasrah dan menikmati permainan yang dia ciptakan.
Tiba tiba pesan text masuk ke dalam ponselnya Moses. Moses mengumpat kesal sembari membaca pesan text yang dia terima.
Dari Ray, Tuan maaf mengganggu, tapi ada yang ingin saya tanyakan, tuan. Isi pesan texnya Ray.
Moses mengusap kasar wajahnya lalu menyelimuti tubuh Melati dan Chery. "Tidurlah, aku akan menemui Ray, dia butuh bantuan" Moses bangkit berdiri dan mengecup singkat keningnya Melati dan Chery.
Moses melangkah mendekati Ray dan langsung duduk di sampingnya Ray "ada apa?"
"Maaf tuan, saya bingung dengan kontrak ini. Perusahaan C&K yang ada di Jepang yang akan kita temui nanti, menginginkan pembagian laba 70% untuk mereka dan 30% untuk tuan, kenapa pembagiannya tidak fifty fifty?" Ray mengerutkan keningnya.
"Itulah kenapa aku ingin menemui mereka. Aku ingin berbicara secara langsung dengan mereka. Diskusi secara face to face lebih enak daripada lewat ponsel" kata Moses.
"Ooooo, heeee, maaf tuan, saya kurang jeli melihatnya, ternyata tuan belum menandatangani berkas ini. Maaf tuan, saya panik dan tidak ingin kalau tuan diperlakukan dengan tidak adil dan merugi jadinya saya kurang teliti mengamati berkas ini" ucap Ray.
Moses menghela napas panjang, kemudian bos besar itu menengok ke belakang dia melihat Melati sudah tertidur pulas dan memeluk Chery "oke, Ray lain kali jangan kamu ulangi! Kamu sudah bikin aku merugi saat ini, tahu nggak?" Moses merasa.sedikit kesal karena Ray sudah mengganggu waktu dia bermesraan dengan Melati.
"Merugi kenapa tuan?" tanya Ray nampak panik.
"Gara gara pesan text dari kamu, aku merugi, tidak jadi memeluk Melati dalam kepuasan" Moses berkata dengan polosnya.
Ray yang masih belum begitu paham dengan maksud dari perkataannya Moses hanya bisa berkata "maaf"
__ADS_1
Memeluk dalam kepuasan? emm, apa itu maksudnya? Ray bertanya tanya di dalam hatinya. Saya pusing kalau mendengar kata kiasan keluar dari mulut anda ,tuan.
Tidak begitu lam mereka pun sampai di Bandara Internasional yang berada di Jepang.
Ray, Delia, Moses, dan Melati yang menggendong Chery langsung disambut kedatangannya oleh Itachi yang merupakan teman dekatnya Moses sekaligus partner bisnisnya Moses Elruno
Itachi langsung menyodorkan cerutu super mahal kesukaannya Moses.
Moses menolaknya dan berkata "sorry, i quit smoking" (maaf aku sudah berhenti merokok).
Itachi nampak heran dan bertanya sembari melangkah mengiringi langkahnya Moses dan rombongannya, menuju ke parkiran mobil "since when?" (sejak kapan?)
Moses merangkul Melati kemudian berkata "since I have them" (sejak aku memiliki mereka).
"It's great that you can quit smoking, though you're a heavy smoker" (Luar biasa, anda bisa berhenti merokok padahal anda adalah seorang perokok berat) Kata Itachi.
Moses tersenyum, mencium pelipisnya Melati dan berucap "because I love them so much, this is my beloved wife and my beautiful daughter, I have a son too, but I left him at home" (karena aku sangat mencintai mereka, ini istri tercintaku, dan putri cantikku, aku juga punya seorang putra tetapi aku meninggalkannya di rumah)
"Ooo I see, Good evening mam" Itachi mengerem langkahnya dan membungkukkan badan di depannya Melati.
No wonder Mr. Moses really loves his wife, this woman is very beautiful even without makeup. (Pantas kalau tuan Moses sangat mencintai istrinya. Wanita ini sangat cantik walaupun tanpa riasan wajah). Batin Itachi.
"Good evening. My name is Melati, nice to meet you, Sir" Melati membungkukkan badan ke arah Itachi.
Itachi menegakkan kembali badannya diikuti oleh Melati. Kemudian Itachi berkata "nice to meet you too mam, my name is Itachi"
Melati kini yang merasa heran. Benaknya Melati mulai bertanya, sejak kapan suaminya mengetahui kalau dia alergi asap rokok dan cewek cantik istri tercintanya Moses itu juga merasa kaget sekaligus kagum saat mengetahui kalau Moses ternyata, dulunya adalah seorang perokok berat dan sudah berhasil seratus persen lepas dari segala macam bentuk rokok termasuk cerutu.
Melati kemudian berkata lirih sembari menoleh ke arah Moses "sejak kapan kamu tahu kalau aku alergi asap rokok?"
Moses menoleh ke arah istrinya dan tersenyum "itu rahasia"
Melati langsung mencubit pinggangnya Moses dan Moses langsung tertawa senang kemudian nekat mencium bibirnya Melati sembari menutup kedua mata indah miliknya Chery.
Semua yang berada di sekitarnya Moses dan Melati hanya bisa menghela napas panjang dan mengalihkan pandangannya mereka.
Tadi pendengaranku yang ternodai sekarang penglihatan ku yang ternodai. Batin Rini sembari menoleh melihat Ray.
"Apa?" tanya Ray datar saat melihat Delia tengah menatapnya.
Delia hanya bisa meringis dan menggelengkan kepalanya.
Alfa telah sampai di depan rumahnya Rini. Bersiap untuk menghadapi ujian hidup terberatnya.
"Chayoooo" ucap Rini ke arah Alfa sembari mengepalkan tinju manisnya, di hadapan Alfa.
Alfa hanya bisa tersenyum diikuti dengan wajah meweknya.
Papanya Rini telah masuk terlebih dahulu ke dalam rumah dengan langkah lebar karena, beliau sangat merindukan istri tercintanya.
__ADS_1