
Beberapa jam kemudian Moses melangkah masuk ke kamarnya. Dia mendapati Melati tengah berbaring sembari menatap langit langit kamar mereka.
Moses kemudian naik ke tempat tidur dan memeluk Melati "kok nggak bobok? kamu mikirin apa?"
"Aku teringat masa masa pas aku ngidam dulu. Sayang, maaf ya, aku sudah merepotkan kamu, hahahaha, aku ingat saat aku meminta kamu mencarikan lotek, dan kamu nggak tahu apa itu lotek, ekspresi wajah kami sangat lucu waktu itu, sayang" Melati terkekeh geli di dalam pelukan suaminya.
Flashback on
Tengah malam Melati membangunkan Moses "sayang, bangun dong!"
Moses membuka matanya dengan berat hati "hmm, ada apa?"
"Aku lapar"
Moses langsung membuka lebar matanya. Melati kala itu tengah hamil empat bulan dan susah sekali makannya, sedikit sedikit mual dan muntah. Untung semua vitamin dari dokter kandungan dan susu untuk ibu hamil masih bisa masuk ke dalam perutnya Melati. Makanya Moses langsung bersemangat dan merasa bahagia saat mendengar kata lapar keluar dari mulut manis istri tercintanya.
Jam raksasa sahabatnya Moses berdenting sebanyak dua belas kali.
"Oke, kamu mau apa? aku ambilkan, tadi chef Susi, memasak nasi goreng sesuai permintaan kamu, apa mau nasi goreng lagi?" tanya Moses.
"Aku pengen banget maem lotek"
"Hah? tokek?"
"Lotek!" Melati mulai kesal dan meninggikan suaranya.
"Makanan apa itu? bentuknya kayak apa?" Moses mulai menggaruk nggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal.
"Nggak tahu, pokoknya kamu cari tahu sendiri! aku mau itu, sekarang!" Melati mulai mengerucutkan bibirnya dan hampir tumpah tangisnya.
"Iya oke, stop jangan jatuhkan air mata kamu itu! aku akan carikan" Moses mulai melangkah keluar dari kamarnya.
Moses turun ke lantai bawah dan mulai memanggil chef Susi yang merupakan chef pribadi di rumahnya itu "kamu tahu apa itu lotek?"
"Hah? pothek? tuan?" Chef Susi yang masih mengantuk menjadi salah dengar.
"Pakai letter L, suuuusiiiii, lotek" kata Moses mulai kesal.
"Ooooo lotek" kata Susi.
"Hmm, iya bener lotek. Bikinkan loteknya sekarang juga untuk nyonya!" Moses kemudian duduk di meja makan dengan santainya tanpa mempedulikan wajah bingungnya Susi.
"Ta...ta...tapi, maaf tuan, saya tidak tahu lotek itu apa?" jawab chef Susi.
"Kamu cari tahu dong! kamu seorang chef aja nggak tahu, apalagi aku coba, cih!" Moses mulai meninggikan nada suaranya.
"Baik, tuan" chef Susi mulai membuka ponselnya dan mulai browsing. Mencari tahu apa itu lotek, dan apa saja bahan bahan dan bumbu untuk memasaknya.
"Ooooo, simple ini. Saya bisa memasaknya, tunggu sebentar ya, tuan!"
"Hmm"
Chef Susi langsung membuatkan lotek untuk nyonya rumah yang sangat berharga bagi tuan besar mereka.
Beberapa menit kemudian lotek bikinannya chef Susi pun jadi.
__ADS_1
Moses memicingkan matanya "kamu yakin ini lotek? bukannya pecel?" kata Moses.
"Yakin tuan, saya dapat dari internet ya, inilah lotek ala Jogja" jawab chef Susi.
"Oke, aku naik dulu. Kamu tetap di sini. Kalau salah kamu harus masak lagi sampai benar!" jawab Moses.
Sesampainya di kamar, Moses menyodorkan sepiring lotek ke Melati "ini loteknya"
Melati langsung berbinar bahagia dan menyendok lothek tersebut "yaaaahhh, kurang pedas sayang, aku nggak suka dan nggak mau makan kalau kurang pedas"
"Huffft, oke aku turun lagi, sebentar ya" Moses turun ke bawah lagi untuk menemui chef pribadinya.
"Kurang pedas, perbaiki nih loteknya!" kata Moses.
"Baik, tuan" jawab chef Susi.
Setelah selesai, Moses membawa naik kembali lotek itu.
Sesampainya di kamar, Melati menyendok lagi lotek tersebut dan berucap "yaaaah, keasinan ini, bikin eneg, aku mual nih, mau muntah"
"Stop, jangan muntah sayang! bayangkan yang indah indah ya, jangan muntah ya! aku akan turun lagi untuk perbaiki nih lotek, oke!?" tapi jangan muntah!" Moses berucap sembari turun dari ranjang dan langsung berbalik badan keluar dari kamarnya dan menuju ke lantai bawah lagi.
"Kamu itu gimana sih? kamu tambahi garam ya loteknya? aku kan cuma bilang kurang pedas jadi tambahin cabe dong bukannya garam!" Moses mulai emosi.
"Maaf tuan, saya tidak menambahi garam kok, sumpah deh, saya nggak bohong, tuan"
"Oke! kalau gitu aku bawa naik lagi loteknya, emm, biar ada bedanya, kamu tambahi kerupuk deh!"
"Baik, tuan" jawab chef Susi yang langsung menaburkan kerupuk di atas lotek tersebut.
Melati tersenyum lalu menyendoknya "naaahh, ini baru pas rasanya" Melati langsung melahap lotek itu dengan penuh semangat.
Moses hanya bisa meringis dan menggeleng nggelengkan kepalanya.
Padahal sama aja tuh lotek dengan yang tadi dia bilang keasinan, hihihihi, memang aneh ya orang hamil tuh, hihihi. Kata Moses menahan geli di dalam hatinya.
Flashback off
"Kamu beneran nggak merubah loteknya waktu itu?" kata Melati sambil menaruh kedua tangannya di atas dada bidang suaminya.
"Hmm, hahahahha, maaf ya" kata Moses.
"Hahahahahahaha, aku yang seharusnya meminta maaf sama kamu kalau semasa ngidam, aku banyak bikin kamu kebingungan dan kelimpungan" Melati mengusap pelan dada suaminya.
"Aku nggak keberatan kok, aku malah pengen kamu hamil lagi, karena setelah melahirkan, kamu jadi nampak lebih berisi sekarang ini, seksi!" kata Moses kemudian mencium kening istrinya.
"Bilang aja gendut, aku nggak apa apa kok" kata Melati mulai protes dan mengerucutkan bibirnya.
"Hahahaha, nggak gendut sayang, beneran kok, kali ini aku jujur, kamu lebih seksi, aku suka" Moses tersenyum penuh cinta memandang wajah cantik istrinya.
"Setelah melahirkan aku naik sepuluh kilo, dulu berat badanku cuma empat puluh lima kilo, sekarang lima puluh lima kilo, gendut ini" Melati mengerucutkan kembali bibirnya.
"Pas dengan tinggi badan kamu, sekarang kamu ideal di mata aku, nggak kerempeng lagi, aku tambah suka, heeee" Moses mengecup bibirnya Melati yang masih mengerucut.
Melati tersenyum senang kemudian mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas di dalam pelukan suami tercintana.
"Hahahaha, bilang aja kalau boboknya pengen dipeluk" Moses memandang Melati yang sudah tertidur pulas di dalam dekapannya.
__ADS_1
Dokter Erlangga dan mamanya Melati mengajak Chery dan Elmo ke sebuah taman bermain. Setelah itu makan di suatu restoran favoritnya Dokter Erlangga.
Ijah menggendong Chery dengan selendang karena kalau dilepas ke lantai, Chery tidak berhenti berjalan ke sana kemari dan langsung menjelajahi tempat tersebut. Capek juga Ijah lama lama mengikuti langkahnya Chery, yang seolah tidak mengenal kata capek.
Ijah memberikan susu ke Chery dan beberapa menit kemudian Chery tertidur pulas dalam dekapannya Ijah. Elmo pun bobok di dalam strollernya.
"Hen, aku boleh memanggil kamu sayang?" Dokter Erlangga berucap sembari melajukan mobilnya.
Mamanya Melati menganggukkan kepalanya dengan rona penuh cinta di wajahnya.
Ijah yang duduk di jok belakang, berpura pura tidak mendengarkan apapun yang diucapkan sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta itu.
Usia tidak memudarkan pesona dari seorang Erlangga. Rayuan dan kata kata mesranya mampu membuat hati seorang Heni, jumpalitan tidak karuan karena rasa bahagia yang membuncah, menerima cinta yang begitu tulus dan indah dari seorang Erlangga, kekasih hatinya.
Bagasi mobilnya Dokter Erlangga penuh dengan mainan, baju, sepatu, untuk Chery dan Elmo. Dokter Erlangga memang sangat menyayangi Elmo dan Chery dan selalu memanjakan cucu cucunya itu. Apapun yang bagus untuk tumbuh kembangnya Chery dan Elmo pastilah dia beli, tanpa berpikir panjang dan tanpa mempedulikan harganya.
Kali ini dia membelikan kolam renang mini yang terbuat dari karet. Juga membeli alat untuk memompa kolam renang mini yang terbuat dari karet itu. Juga membeli buku gambar dan pensil warna yang aman untuk balita, karena anak seusia Chery suka banget mencoret coret. Sedangkan untuk Elmo, Dokter Erlangga membelikan teether, dan mainan bayi keluaran terbaru.
"Terima kasih banyak ya mas, untuk hari ini"
"Sama sama. Aku bahagia kalau kamu bahagia" Dokter Erlangga meraih tangannya Heni dan menciumnya.
Ijah langsung memejamkan matanya. Merasa canggung juga lama lama melihat kemesraan yang ditunjukan Dokter Erlangga dan mamanya Melati.
Sesampainya di rumah. Moses langsung menyambut kedatangan mereka.
"Om langsung pulang ya, mau mampir dulu ke apartemennya Ray. Aku pamit ya sayang?" Erlangga berucap sembari menatap mamanya Melati.
Mamanya Melati tersenyum malu dan menganggukkan kepalanya.
Moses hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala melihat sikap romantis papa asuhnya itu.
Moses menggendong Chery sembari mendorong strollernya Elmo.
"Melati mana?" tanya mama mertuanya.
"Dia masih tidur, ma"
"Ooo, mama langsung ke kamar aja ya kalau gitu?"
"Iya ma" Moses masuk ke dalam lift menuju ke kamarnya, diikut oleh Ijah yang nampak kerepotan membawakan semua barang belanjaannya Dokter Erlangga tadi.
"Banyak banget belanjaannya, hmm, om Erlangga memang suka berlebihan kalau belanja untuk cucu cucunya"
"Di bawah masih ada tuan, kolam renang mini berserta alat pompanya dan beberapa baju dan sepatu untuk nona muda dan tuan muda, tuan" kata Ijah.
"Hadeeehhh. Cuci dulu baju bajunya nanti!"
"Baik tuan"
Ting
Pintu lift terbuka dan mereka melangkah masuk ke dalam kamar. Moses merebahkan Chery di atas ranjang mini yang letaknya tidak jauh dari ranjang besar milik papanya. Kemudian Moses merengkuh Elmo dan merebahkan Elmo ke dalam box.
Ijah permisi keluar setelah menaruh barang barang belanjaan yang tadi dia bawa di atas meja sofa.
Moses kemudian merebahkan diri kembali di samping istrinya.
__ADS_1