My Cute Nanny

My Cute Nanny
The Elruno


__ADS_3

"Weladalah! kok jadi semuanya ke sini nih?" tanya Moses dengan menautkan alisnya saat melihat kedatangannya Celyn, dan Chery sekeluarga.


Bryna dan Barnes segera berlari dan melompat ke dalam gendongannya Moses. Moses tertawa lebar lalu mencium satu per satu kedua pipi cucu kesayangannya itu.


Melati pun ikutan mencium cucunya dan Moses sempat berbisik, "Rumi, kamu kalau nyium cucu kamu, terlihat imut banget, bikin aku pengen minta jatah nih, sekarang"


Melati menepuk dada bidangnya Moses sambil melotot dan kedua cucunya segera merosot turun dari gendongan opa tampan mereka.


Raja memeluk bahunya Chery dan berkata, "maaf Pa, Ma, kita ke sini tanpa kasih kabar karena, ini nih kedua putri mama dan papa meminta segera ke sini setelah mendapat kabar dari Elmo kalau Loly akan pulang ke sini"


"Huffttt, gagal deh impiannya papa untuk mendapatkan asuhan sepenuhnya dari mama kalian" Moses berkata sambil mengikuti arah perginya Melati yang menggandeng kedua cucunya menuju ke pantai yang letaknya tidak jauh dari rumahnya Moses, "lihat tuh! Baru beberapa menit saja, mama kalian udah dimonopoli oleh cucu-cucunya, hiks, hiks" Moses mewek di depannya Chery dan Raja.


Celyn tertawa mengejek ke papanya lalu menepuk pundak papanya, "dasar manja!" lalu Celyn melangkah santai meninggalkan kedua kakak dan papanya.


Moses mengikuti arah perginya Celyn dengan cemberut. Raja dan Chery tertawa geli melihat tingkah konyol papanya.


"Pa, kita pamit ke kamar kami dulu, ya?" sahut Raja kemudian.


"Ingat! mama kalian walaupun masih imut tapi dia hanya my cute nanny di sini, jangan menguasai mama kamu lagi, ingat itu!"


Chery mencium pipi papanya, "iya papa tampanku. Mama hanyalah pengasuh imutnya papa, hanyalah milik papa"


Chery kemudian menggandeng tangan suaminya untuk masuk ke dalam kamar mereka.


"Lho, lho, lho, kok malah pada pergi ninggalin papa sendirian sih? waahhh kacau nih, niat pengen menepi berduaan aja sama istri tercintaku eh kok jadi gini, hadeeehhh, nasibmu Mo, Mo!" Moses kemudian menyusul Melati sambil menggaruk-nggaruk kepalanya.


Raja mengunci pintu kamarnya dan hal itu membuat Chery segera berputar badan dan tersenyum penuh arti ke Raja.


Raja melangkah pelan dengan senyum nakalnya untuk mendekati Chery kemudian, dia menarik Chery masuk ke dalam dekapannya.


"Kak, jangan nakal! mama, papa, si kembar, dan Celyn sedang menunggu kita di luar"


Raja menyusupkan wajah tampannya ke lehernya Chery lalu berkata, "aku sangat merindukanmu, aku janji, aku akan melepas kerinduanku dengan cepat" lalu Raja mencium, mengusapkan bibir, lalu menggigit pelan leher cantiknya Chery.


"Aaahhh!" Chery mendesah pasrah dan Raja langsung membopong Chery kemudian merebahkan Chery di atas ranjang. Raja tersenyum menatap wajah cantik istri tercintanya lalu, dia menggesekkan janggutnya ke keningnya Chery, pipi, dan saat dia sampai di bibir ranumnya Chery, Raja segera melahap bibir itu dengan penuh kejutan-kejutan baru yang menggetarkan seluruh jiwa dan raganya Chery.


Raja memang sangat lihai di atas ranjang. Dia petualang sejati dan suka memberikan sensasi dan kejutan baru bagi Chery. Petualangannya Raja atas dirinya dirasakan Chery begitu mendebarkan, mempesonakan, dan membuatnya mabuk kepayang. Yang diminta Raja sebagai bayarannya adalah, Chery bisa membuatnya merasa nyaman dan

__ADS_1


senang.


Keduanya kemudian menggelegarkan kepuasaan mereka di udara selaras dengan panasnya udara di sekitar mereka dan Raja berkata, "uugghhh! sayang sekali lagi, ya, aahhh....aaahhhh.....uuggghh!"


Dan mereka berdua kembali mencapai puncaknya secara bersamaan dan berbarengan dengan bunyi ketukan di pintu kamar mereka. Chery segera bangun dan berlari ke kamar mandi dan Raja tertawa geli menatap tingkah konyolnya Chery sambil memakai kembali kaos dan celana kolornya dengan cepat lalu berlari kecil untuk membuka pintu kamarnya.


"Ma?" Raja memandang ke Melati lalu menggendong si kembar.


"Mama mau mengurus papa kamu dulu, nih si kembar aku kembalikan dulu, kalau nggak, papa kamu akan uring-uringan, emang aneh tuh papa kamu, masak sama cucunya sendiri aja dia cemburu, hufffttt"


Raja terkekeh geli, "itu karena, papa sangat mencintai mama"


"Yeeaahh, seperti itu, hehehehe" Melati mencium kedua tangan si kembar lalu berkata, "Oma ke kamar opa dulu, ya?"


"Okay Oma" sahut si kembar dengan kompaknya.


Raja kemudian menurunkan si kembar ke lantai lalu menggandeng mereka masuk ke kamar mandi untuk memandikan mereka berdua. Raja berpapasan di pintu kamar mandi dan berbisik ke Chery, "tidurlah, aku yang mandikan si kembar lalu mengajak mereka bermain"


Chery menepuk pipi suaminya dengan senyum penuh cinta.


Elmo berdebat dengan Maha, "Pa! mana bisa begitu?"


"Maaf, Pa! saya refleks melakukannya karena, papa ingin mencari Lili dan menyerahkan semua permasalahan yang di sini ke saya begitu aja. Ya, saya mana tahu urusan pribadinya papa dengan dokter Goh dan ..........."


Maha mengibaskan tangannya dengan cepat sebagai kode agar Elmo menghentikan ucapannya. Maha lalu berkata, "kalau wajah kamu nggak mirip dengan Melati udah aku sikat habis kau" gumam Maha namun, Elmo bisa mendengar gumaman itu dan bertanya, "ada apa dengan mama saya?"


Maha segera merona dan memalingkan wajahnya. Maha tidak ingin Elmo tahu kalau dia mengagumi Melati bahkan jatuh cinta pada Melati, mamanya Elmo.


"Pa? ada apa dengan mama?"


Maha masih memunggungi Elmo lalu berkata, "nggak ada apa-apa. Sekarang apa yang harus kita lakukan?"


"Saya pamit pulang dulu ya, Pa?" ucap Elmo dengan santainya.


Maha berputar badan dengan cepat lalu berkata ke Elmo dengan sorot mata tajam, "oooo, no, big no! mulai malam ini, kamu harus tidur di sini sampai masalah ini kelar"


"Hah!? ta....tapi, Pa......."

__ADS_1


"Aku belum sepenuhnya percaya sama kamu. Aku biarkan kamu memanggilku papa terus walaupun aku sebenarnya merasa sangat risih itu hanya karena, aku menghargai bantuan kamu atas putriku" ucap Maha sambil mulai menyalakan cerutunya.


Elmo menghela napas panjang, lalu berkata, "baiklah, Pa"


"Kamar kamu di lantai dua, yang paling pojok"


Elmo menganggukkan kepala lalu bangkit, hendak menuju ke kamarnya namun, Maha segera mencegahnya, "tunggu dulu! telpon Lili sekarang juga!"


Elmo kembali duduk dan berkata, "maaf Pa, saya nggak bisa menelepon Lili. Lili yang akan menelepon saya kalau dia sudah sampai di tempat tujuannya yang sekarang"


"Kalau begitu, kita tunggu di sini sampai Lili menelepon kamu"


"Hah? ini sudah larut malam, Pa. Saya harus kerja besok dan harus berangkat pagi dan ......."


Maha mencondongkan badannya ke Elmo dengan sorot mata tajam lalu berkata, "kau berani melawan papa mertua kamu? apa kau tidak takut kualat?"


Elmo menghela napas panjang kemudian berkata, "baiklah, Pa"


Setengah jam kemudian keduanya ketiduran di atas sofa dan tanpa Maha sadari, dia memeluk Elmo di dalam tidurnya. Mereka duduk bersebelahan di menit sebelumnya kemudian, jatuh tertidur secara bersamaan di sofa itu dengan kepala saling menempel laku, secara perlahan merebahkan. diri mereka dan Maha memeluk Elmo karena, telepon dari Lili tidak kunjung menyapa mereka.


Di dalam obrolan the Elruno di meja makan bersama dengan Ray asisten pribadinya Moses yang masih setia kepada the Elruno, Moses nyeletuk kalau dia bertekad untuk membantu Elmo. Moses akan berangkat ke Tiongkok setelah Lili sampai di rumahnya. Celyn pun menginginkan untuk ikut namun, dicegah oleh Melati, "Lyn, kamu harus jaga mama di sini kalau papa kamu ke Tiongkok"


"Iya mama benar, dik" sahut Chery.


"Kan ada kak Raja" protes Celyn.


"Kak Raja nggak bisa stay lama di sini. Kak Raja harus bolak-balik Jepang-Indonesia karena, kerjaan kakak di Indonesia nggak bisa kakak tinggalkan begitu aja" sahut Raja.


"Ada om Alfa dan om Ray" Celyn masih bersikukuh ingin ikut papanya ke Tiongkok.


"Om Alfa kamu sibuk bekerja dan mengurus keluarganya lalu om Ray......." Melati menoleh ke Ray.


"Om Ray udah punya osteoporosis, asam urat dan asam-asam yang lainnya, udah nggak diijinkan sama istri om untuk duel" sahut Ray.


Moses, Melati, Raja, dan Chery terkekeh geli mendengar celotehannya Ray dengan santai berbaur dengan tampang datar tanpa ekspresi khas-nya Ray.


"Oke deh! Kalau gitu Dengan sangat terpaksa, Celyn stay di sini jagain semuanya"

__ADS_1


"Good!" sahut semuanya secara kompak.


__ADS_2