
Keesokan harinya............
Melati terbangun dari tidur panjangnya semalam. Melati menatap selimut yang ada di atas badannya. Melati bingung karena, seingat dia, kemarin malam dia tidak memakai selimut.
Melati mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar. Moses Elruno sudah tidak berada di dalam kamarnya. Melati lalu melipat selimutnya sembari bangun untuk duduk.
Cewek cantik pujaannya Moses Elruno itu kemudian menoleh ke Chery. Memegang keningnya Chery dan aman, Chery sudah tidak panas lagi.
Melati kemudian merengkuh tubuhnya Chery pelan pelan ke dalam gendongannya dan dia rebahkan di dalam box, supaya aman kalau ditinggal untuk bikin susu dan mandi.
Pengasuh cantiknya Chery itu kemudian melangkah ke meja tempat dia biasa membuat susu untuk Chery. Dia hendak mencuci semua botol botolnya Chery.
Melati langsung mengerutkan keningnya. Seingat dia kemarin, semua botol botolnya Chery terpakai dan belum dicuci, terus baskom dan gelas juga belum dicuci. Kenapa sekarang semuanya sudah bersih dan tertata rapi. Semua botol botol susunya Chery juga sudah tertata rapi di dalam alat sterilisasi uap.
"Tuan Moses ternyata manis juga ya sebagai seorang papa, mau mencuci botol susu putrinya" gumam Melati sembari melukis senyum di atas wajah cantiknya.
Melati lalu mandi karena, Chery masih tertidur pulas.
Sementara itu Moses tengah duduk di ruang keluarga. Mengumpulkan semua pelayan pelayannya. Semua pelayan pelayannya Moses berdiri dengan rapi dan menundukkan kepalanya di depannya Moses Elruno.
"Kalian sudah melihat rekaman CCTV dari kamarnya Melati barusan, kan?" tanya Moses kepada semua pelayannya termasuk Sri.
"Sudah tuan" jawab mereka secara serempak dan masih menundukkan kepala.
"Bagus! jadi jangan pernah menggunjingkan Melati karena, kemarin malam aku .emang tidur di kamarnya sampai pagi. Tetapi kalian tahu sendiri kan dari rekaman CCTV tadi, kalau tidak terjadi apa apa di antara aku dan Melati" kata Moses dengan sangat serius.
"Iya tuan" jawab mereka semua kembali kompak.
"Bagus! Jangan ada yang berani bergunjing tentang Melati. Jika ada yang melakukannya maka aku akan memberikan hukuman dan langsung memecatnya" kata Moses dengan sangat tegas.
"Baik tuan" jawab semua pelayannya Moses dengan nada bergetar, mereka mulai merasa ketakutan.
"Pergilah kalian semua!" kata Moses.
Semua pelayannya langsung berjalan mundur, berbalik badan dan meninggalkan tuan mereka. Kecuali Sri, dia masih menunggu perintah selanjutnya dari tuannya.
"Sri, siapkan sarapan sekarang! setelah aku melatih Melati bela diri, aku akan langsung mengajaknya sarapan!" perintah Moses.
Sri menganggukan kepalanya dan berjalan mundur lalu berbalik badan untuk langsung melangkah menuju ke ruang makan pribadi tuannya, menyiapkan sarapan.
"Ray, kamu jaga Chery! Lalu suruh Melati ke ruang gym" kata Moses sembari bangkit berdiri dan melangkah menuju ke ruang gym.
Ray, melangkah menuju ke kamarnya Melati.
Moses masuk ke dalam ruang gym pribadinya. Dia mulai memasang matras. Konglomerat muda nan tampan itu juga memasang ban pengaman berwarna hitam yang terbuat dari karet lunak, di kedua tangannya.
Melati sudah masuk ke dalam ruang gym dan berdiri di depan tuannya.
__ADS_1
"Kamu ganti baju dulu di sana! pakai baju seperti aku!" perintah Moses.
Selang beberapa menit Melati sudah berganti baju dan telah siap untuk berlatih Judo dengan Moses Elruno. Mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Kemudian Moses berkata "Kamu ulangi dulu semua gerakan yang kemarin aku ajarkan! dari awal sampai akhir!" perintah Moses.
Melati langsung mengulangi semua gerakan yang telah diajarkan oleh Moses kemarin dengan sangat sempurna.
"Bagus! sekarang kamu tendang tangan aku dengan sekuat tenaga dan tarik napas lalu lepaskan dengan teriakan ketika kamu meluncurkan tendangan!" perintah Moses.
Melati melakukan perintahnya Moses. Menendang tangan kiri Moses dengan kaki kirinya dan tangan kanan Moses dengan kaki kanannya.
Setelah melakukannya sebanyak tiga kali. Moses memerintahkan Melati untuk rebahan di atas matras. Moses kemudian mengambil sikap duduk terlebih dahulu.
Melati masih berdiri di depan tuannya dan nampak ragu ragu.
"Tidurlah di depanku, aman kok, aku nggak akan macam macam!" kata moses sembari mendongak menatap Melati.
Melati akhirnya duduk di depannya Moses dan mulai merebahkan badannya.
"Tekuk lutut kamu!" perintah Moses.
Melati langsung menekuk lututnya.
"Aku akan memegangi lutut kamu dan taruh tangan kamu menyilang di bahu, hindari mendorong leher ke atas, paham?!" kata Moses.
Melati menganggukkan kepalanya dan mengikuti semua arahannya Moses.
Melati langsung melakukan perintahnya Moses dan.............
Blush
Wajah Melati langsung terasa panas ketika dia menekuk tubuhnya ke arah lutut, secara otomatis wajah dia dan wajah tuannya menjadi sangat dekat, hanya berjarak satu centi saja.
Moses dapat melihat wajah Melati yang mulai merona setiap cewek cantik itu menekuk tubuhnya ke arah lutut dan wajahnya Melati menjadi sangat dekat dengan wajahnya, hal itu pun mulai mengusiknya. Shit! Moses mengumpat kesal di dalam hatinya.
Moses yang masih terus menekan lututnya Melati, menarik dan melepaskan napas panjang untuk meredakan gejolak aneh yang mulai muncul di dalam dirinya.
"Terus Mel, sampai sepuluh hitungan, ini baru lima, fokus jangan mikir yang enggak enggak!" ucap Moses tegas.
Padahal Moses sendiri juga tengah berjuang untuk menghilangkan segala pikiran yang enggak enggak, yang mulai singgah di dalam benaknya.
Setiap kali wajah Melati mendekat ke wajah tampannya, Moses langsung membeku beberapa detik. Betapa cantik, imut dan alaminya kamu Mel. Sayangnya aku tidak pantas untuk memilikimu.
Betapa beratnya menjadi seorang Moses Elruno. Arrrgghhh. Batinnya Moses mulai memberontak kesal.
"Ada apa tuan?" tanya Melati saat menatap wajah tuannya yang mulai nampak aneh.
__ADS_1
"Nggak apa apa, teruskan saja! kurang tiga kali lagi, selesai!" kata Moses sembari menatap Melati.
Betapa ingin aku mencium bibir pink nan indah itu. Ya, Tuhan.....hiks......hiks......hiks. Apa daya, itu bukan milik aku.....hiks.....hiks. Moses menahan kesedihan di dalam hatinya.
Sementara itu Awan mulai masuk ke dalam ruang kerja papanya. Papanya telah berangkat ke kantor bareng sama mamanya.
Awan mulai membuka komputer yang ada di atas meja kerja papanya. Awan duduk dan mulai menatap layar komputer yang sudah dia hidupkan.
Awan mencoba mencari file yang mencurigakan.
Klik
Awan mengklik satu file dan langsung terperangah kaget.
Isi file tersebut fotonya Melati waktu masih berumur tiga tahun. Ada juga foto anak laki laki berumur sekitar sepuluh tahun, gendut nan tampan.
"Kenapa papa menyimpan foto Melati waktu kecil dan siapa cowok gendut lucu ini?" gumam Awan sembari mengerutkan keningnya.
Awan kemudian mencoba membuka email papanya.
Awan hampir saja terjatuh dari tempat dia duduk saat membaca salah satu email yang berisi suatu perintah mengerikan.
Cari dan bunuh dia! Jangan sampai gagal!
Awan membaca isi email itu dan langsung bergidik ngeri.
"Siapa yang harus papa cari dan siapa yang harus papa bunuh?" Awan berkata lirih kepada dirinya sendiri.
Email itu masuk tiga hari yang lalu.
Awan lalu mengcopy semua email dan file yang dia temukan di dalam komputer papanya dan dirasa mencurigakan ke dalam flashdisknya.
Lalu Awan mencabut flashdisknya dan menutup kembali layar komputer papanya setelah dia melakukan shut down.
Cowok ganteng keturunannya Dipo Herlambang itu kemudian melangkah keluar dari ruang kerja papanya dan menutup kembali pintunya.
Pintu tersebut secara otomatis kembali terkunci rapat karena, terpasang alat smart lock.
Passwordnya tadi diutak atik oleh Awan. Ternyata empat digit angka, akses untuk masuk ke dalam ruang kerja papanya adalah tanggal pernikahan papa mamanya.
"Anak mahasiswa elektronika kok dilawan" gumam Awan saat berhasil membuka pintu ruang kerja papanya, tadi.
__ADS_1
Awan kemudian berangkat ke kampus.
Well, aku akan terus menyelidiki papa mulai detik ini. Demi aku sendiri dan mama. Aku nggak ingin mama dibodohi terus sama papa. Mengenai Melati, aku juga akan mencari tahu ada hubungan apa Melati dengan papa aku, kenapa papa menyimpan foto kecilnya Melati. Satu lagi, aku akan cari tahu soal Cleo. Tekad Awan di dalam hatinya sembari masuk ke dalam mobil kesayangannya.