
Keesokan paginya.........
Melati keluar dari kamar mandi dan langsung melingkarkan kedua lengannya di pinggang suami tercintanya. Melati lalu membenamkan wajahnya di atas punggung suaminya dan berucap "kenapa aku selalu menyukai wangi tubuh kamu? padahal sabun mandi yang kita pakai tuh sama, tapi kenapa wanginya jadi beda kalau di tubuh kamu, sayang"
Moses memegang dasinya dan berkata "Yaaaahhh, nggak jadi terpasang deh dasinya" Moses melepas kembali dasi yang sudah dia kalungkan di lehernya lalu melempar dasi itu dengan asal. Moses kemudian memutar badannya dan langsung mendekap tubuh seksi istri imutnya itu.
"Sayang aku peluk gini aja ya biar kamu bisa semakin dalam menghirup aroma tubuhku" kata Moses.
"Kenapa dasinya tidak jadi kamu pasang?" Melati mendongakkan wajahnya dan menatap Moses.
Moses tersenyum penuh arti dan langsung mencium bibirnya Melati dengan lembut, penuh perasaan, perlahan semakin mendalam dan terasa begitu memabukkan.
Melati berusaha untuk berkata di tengah tengah serangan sensual dari suaminya "sayang, kamu terlambat nanti"
Moses tidak menjawab, dia lebih memilih untuk terus bekerja dengan bibirnya menyusuri setiap lekuk indah, setiap pahatan cantik, yang terukir nyata di wajah istri imutnya itu. "Kenapa kamu itu sepertinya tidak pernah menua ya sayangku, my cute nanny, my cute wife, my cute lover" ucap Moses di sela sela ciuman dan kecupan yang dia daratkan di semua titik wajahnya Melati.
Melati berucap "aaah, sayang, aaahhh, kamu juga sama, di umur kamu yang sudah empat puluh tujuh ini, aaahhh, sayang, kamu juga semakin memesona"
Moses langsung membopong Melati dan menaruh melati di atas ranjang kesayangannya mereka. "tapi kamu semakin berat, sayang, hahahahaha"
Melati memukul pelan pundaknya Moses yang kini sudah mengungkungnya. "katanya suka kalau aku gendut, katanya seksi" Melati mulai protes dan mengerucutkan bibirnya"
Moses semakin lepas tertawanya dan mulai mencium bibirnya Melati yang masih mengerucut lalu melepasnya sebentar untuk berkata "iya kamu seksi, nggak gendut kok malah aku semakin suka kalau kamu montok seperti ini, aku cuma bilang berat aja kok, hahahahahaha"
"Huh! dasar genit!"
"Lho justru perlu itu, genit sama istri itu diperlukan di setiap detik napas kita, hahahahaha" Moses kembali tertawa terbahak bahak.
Lelaki yang masih terlihat keren dan gagah di usianya yang keempat puluh tujuh tahun itu mulai membenamkan wajahnya di area favoritnya. Dia menyeringai senang ketika Melati mulai mendesah dan melenguh di setiap serangan penuh cinta yang dia daratkan.
Mereka pun melakukan olah raga pagi mereka yang panas, liar dan penuh gairah cinta itu sebanyak dua kali. Setelah memakai kembali bajunya, Moses menyelimuti Melati dan tersemyum penuh cinta melihat senyum puas terlukis indah di wajah istri imutnya itu.
Moses lalu mengecup keningnya Melati "tidurlah! ini hari Minggu kan, anak anak juga sibuk dengan kegiatan mereka masing masing. Aku ada meeting sebentar dengan klien setelah itu aku pulang" Moses.
Melati menganggukkan kepalanya dan tersenyum "ati ati ya"
"Iya, tidurlah!" kata Moses sembari memasang dasinya dan melangkah pergi keluar dari kamarnya.
Melati meraih dressnya dan memakainya kembali lalu dia kembali merebahkan diri sambil terus melukiskan senyum di wajahnya, entah kenapa semakin ke sini, dia justru semakin agresif dan begitu senang menggoda suaminya.
Keluarganya Alfa telah pindah ke Jepang. Jadi mereka sudah jarang bertemu. Mereka hanya bisa VC, kalau Melati kangen sama Celestia dan Rini. Alfa mendapatkan tawaran kerja yang begitu menggiurkan dan menjanjikan di Jepang, untuk itulah dia kemudian memilih untuk menetap di Jepang.
Alfa dan Rini hanya memiliki satu putri dan belum dikasih momongan lagi.
Awan akhirnya memboyong papanya ke Jerman setelah papanya dibebaskan dari penjara. Awan pun akhirnya menikah dengan cewek asli Jerman dan telah memiliki seorang putra.
__ADS_1
Arkan dan Angel pindah ke Belanda. Arkan dan Angel memiliki satu orang putra dan setiap hari Angel selalu melakukan VC sama Melati, kakak tercintanya.
Mamanya Angel akhirnya meninggal dunia di dalam penjara karena rasa kesepian yang begitu dalam akibat dari keegoisan dia sendiri, akhirnya mamanya Angel menjadi depresi dan bunuh diri. Hal itu membuat Angel begitu terpukul dan karena hal itulah maka Arkan memutuskan untuk memboyong Angel ke Belanda, agar Angel bisa memperoleh suasana yang baru dan tidak terpukul lagi atas peristiwa bunuh diri mamanya.
Chery tengah mengerucutkan bibirnya di dalam kamarnya karena hari ini, dia tidak menerima panggilan VC dari kak Rajanya. Ketika Chery mencoba untuk menelepon ponselnya Raja, ponsel itu tidak aktif.
"Mungkin kak Raja kecapekkan bekerja dan ketiduran" ucap Chery untuk menghibur dirinya sendiri.
Elmo pergi bersama papanya, dia merasa sangat tertarik dengan dunia bisnis papanya. makanya dia memutuskan untuk ikut menemui klien papanya.. Dia ingin belajar dan terus belajar soal bisnis secara langsung dengan papanya. Sedangkan Celyn tengah sibuk berlatih taekwondo, dia akan mengikuti kejuaraan taekwondo untuk mewakili sekolahnya makanya dia terus berlatih setiap harinya.
Tepat jam delapan malam, Raja telah sampai di bandara dia memesan taksi online lalu langsung meluncur ke rumahnya Chery dan bukan ke rumahnya terlebih dahulu. Mamanya Raja langsung meneleponnya "Halo, kamu di mana? kok belum sampai juga? papa dan semuanya khawatir nih"
"Aaahh, maaf ma, Raja lupa kasih kabar ke mama, heee. Ini Raja ke rumah Chery dulu mau mengembalikan kunci apartemen ke om Moses dan kasih oleh oleh, setelah itu baru pulang"
"Hmm, dasar kamu ini bikin semuanya khawatir aja. Oke ati ati, salam buat tante Melati dan semuanya ya" kata mamanya Raja.
"Siap ma" Raja lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, sampailah dia di depan rumahnya Chery. Raja melangkah turun dan menyuruh taksi online-nya untuk menunggu.
Raja melangkah masuk sembari meenenteng lima buah paper bag yang berisi oleh oleh.
Moses yang menemui Raja dan langsung memeluk raja dengan erat "woooiii, beneran Raja kan ini? kapan sampai?"
Moses melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu kekarnya Raja "waahhh, kamu keren sekali, jaman mudanya om dulu, kalah keren sama kamu, hahahahaha, ayok masuk!"
"Terima kasih om" kata Raja.
Moses langsung mengajak Raja ke ruang makan "kamu pasti belum makan kan, kebetulan kita sedang makan malam, makan malam bareng kita dulu, ya, sekalian melepas kangen, sepuluh tahun lho kita nggak bertemu" kata Moses sembari terus merangkul pundaknya Raja.
Raja tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Raja berdiri sembari melepaskan senyum ke semuanya. Celyn, Elmo, Chery langsung melompat dari kursi mereka dan langsung memeluk Raja secara bersamaan.
Raja sampai terdorong ke belakang karena serbuannya Celyn, Elmo dan Chery. Mereka berempat kemudian tertawa riang secara bersamaan, begitu bahagia akhirnya mereka bisa bertemu kembali dalam keadaan yang sehat.
Elmo, Celyn dan Chery memang sudah menganggap Raja sebagai kakak mereka sendiri, dan mereka semua sudah sangat merindukan Raja.
"Kak Raja, duduk di sampingku sini!" Elmo langsung menarik tangannya Raja untuk duduk di sampingnya. Chery mengambilkan piring yang sudah berisi nasi dan menaruh piring itu di depannya Raja.
Raja menoleh ke Chery sambil tersenyum dan mengucapkan kata "terima kasih, Chery"
"Iya, kak, makan yang banyak! kakak pasti merindukan makanan Indonesia, kan?" kata Chery sembari kembali melangkah duduk di sampingnya Melati dan langsung berhadapan dengan Raja.
Ya ampun Chery, dilihat begitu dekat seperti ini kenapa kamu bisa secantik ini. Kamu juga anggun dan begitu memesona. Batin Raja sembari terus menatap Chery.
__ADS_1
"Hmm, kebiasaannya belum berubah tuh, masih suka menatap kak Chery tanpa berkedip" kata Celyn.
Raja langsung menoleh ke Celyn "yeeee, siapa bilang?"
"Celyn lihat kok tadi, weeekkk" Celyn tertawa lepas. Celyn masih suka menggoda Raja seperti dulu.
"Om, tante ini oleh oleh untuk om dan tante" kata Raja.
Moses meraih paper bag yang disodorkan oleh Raja "terima kasih banyak, ya. Kok repot repot sih"
"Nggak repot kok, om"
"Terima kasih banyak ya, Raja" kata Melati.
"Sama sama tante. Tante ternyata nggak berubah ya, masih sama seperti dulu, duduk berdampingan dengan Chery, seperti kakak dan adik" ucap Raja dengan polosnya.
"Hahahaha, terima kasih Raja untuk pujiannya" Melati melempar senyum ke Raja.
"Iya om juga merasa kalau tante Melati kamu ini nggak bisa menua, awet imutnya, beruntungnya om, ya, hahahaha"
Raja tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arah Moses.
"Dan ini oleh oleh untuk Elmo, Celyn, dan Chery" kata Raja.
Masing masing meraih paper bag yang disodorkan oleh Raja.
"Terima kasih ya, kak" kata Celyn, Elmo dan Chery secara bersamaan.
Mereka makan malam dengan bercengkerama dan bersendau gurau melepas kangen mereka sama Raja.
"Dan ini om, Raja kembalikan kunci apartemennya om. Terima kasih banyak, om sudah ijinkan Raja tinggal di apartemennya om selama di Amerika"
Moses menerima kunci apartemen yang diserahkan Raja "iya, santai aja. Apartemen itu apartemen keberuntungan. Dulu sewaktu om menempuh pendidikan di Amerika, om juga tinggal di kamar ini" Moses berkata sembari menatap kunci yang berada di tangannya. "Nilai om selalu bagus dan om lulus dengan lebih cepat, nular juga kan ke kamu keberuntungan itu"
"Iya om, terima kasih banyak untuk kamar keberuntungannya" kata Raja.
Mereka melanjutkan obrolan mereka sebentar di ruang tamu lalu Raja pamit pulang.
Chery mengantarkan Raja sampai di depan taksi online.
"Ati ati ya kak" kata Chery.
Raja mengusap lembut rambutnya Chery "iya, cantik. Masuk gih! dingin nih angin malam"
"Iya, kak. Ati ati ya" Chery melambaikan tangannya ketika Raja mulai masuk ke dalam taksi online.
__ADS_1