
Akhirnya langkahnya Chiko dan Melati berhenti di mejanya Moses. Moses langsung berdiri dan menatap kesal ke arah Chiko. Melati kemudian berlari kecil dan berdiri di sampingnya Moses.
Chiko tersenyum dan berkata "tuan Moses Elruno yang terhormat, kita berjumpa lagi"
Moses mengerutkan dahi dan bertanya "anda siapa? kapan kita pernah bertemu?"
Chiko menarik kursi yang berada di depan kursinya Moses dan mulai duduk di atasnya. Moses dan Melati pun mengikuti Chiko.
"Anda memang sangat buruk dalam hal mengingat seseorang ya tuan Moses Elruno yang terhormat" Chiko mengulas senyum kecil di wajah khas Jepang miliknya. Ganteng, kaku, dengan tulang tulang pipi yang menonjol tajam.
"Katakan saja siapa anda? dan apakah Anda mengenal istri saya?" Moses menoleh ke Melati.
"Jangan anda biasakan, meninggalkan istri secantik itu sendirian, tuan! dan jangan buat dia menangis lagi" Chiko mengulas senyum di wajah gantengnya dan menatap tajam ke Melati.
"Berani benar anda berkata cantik ke istri saya! dan turunkan mata anda dari wajah istri saya!" Moses mulai menggeram kesal.
"Anda posesif juga ternyata" Chiko menyeringai dan menatap Moses tanpa rasa gentar.
"Siapa anda? kenapa anda duduk di meja ini?"
Moses kembali bertanya.
Chiko kemudian berdiri dan membungkukkan badannya sembari berucap " saya, Chiharu biasa dipanggil Chiko. Saya putra dari CEO C&K grup" kemudian Chiko menegakkan badannya dan kembali duduk.
"Katakan kapan kita pernah bertemu? saya betul betul tidak mengingat anda"
"Selain tadi di pantai, apa anda betul betul tidak mengingat saya?" Chiko menyesap air putih yang sudah tersaji, dari gelasnya.
Moses menggelengkan kepalanya "maaf, saya tidak akan mengingat seseorang yang tidak saya anggap penting dan saya akan cepat lupakan orang yang sudah tidak penting lagi"
"Sebentar lagi Anda akan tahu. Kita tunggu kedatangan papa dan mama saya dan anda akan tahu bagaimana kita bertemu untuk pertama kalinya" Chiko kembali tersenyum dan melirik Melati yang tengah asyik menyuapi biscuit ke Chery.
"Jaga mata anda! jangan terus terusan melirik dan memandangi istri saya!" Moses berkata lirih dan mulai mengeraskan bibirnya.
Melati acuh tak acuh dan masih asyik menyuapi Chery dan sesekali bercanda dengan putri cantiknya itu.
Chiko memandang Moses dan mengulas senyum dan berucap lirih "maaf kalau mata saya secara spontan terus menatap kecantikan karya agung dari Tuhan, yang terpampang nyata di wajah istri anda"
"Kamu........." Moses mulai mengepalkan tinjunya dan hendak berdiri tetapi langsung ditahan sama Ray.
Ray kemudian berbisik "tuan, hati hati dengan orang di hadapan tuan ini. Kata Itachi, dia memiliki pengaruh yang sangat besar di Jepang"
Moses hanya bisa menggeram kesal dan masih mengepalkan tinjunya.
Beberapa menit kemudian muncul Itachi partner bisnisnya Moses. "Maaf saya terlambat, tuan"
"Hmm" Moses menoleh ke arah Itachi.
Itachi langsung membungkukkan badan ke Moses dan membungkukkan badan ke Chiko dan berucap "hajimemashite" (senang berjumpa dengan anda)
Chiko tersenyum kemudian berdiri dan membungkukkan badan ke Itachi.
__ADS_1
Kemudian kedua cowok asli Jepang itu duduk di atas kursi mereka masing masing.
Beberapa menit berikutnya mama dan papanya Chiko melangkah memasuki restoran super mahal dan mewah itu dan melangkah menuju ke mejanya Moses.
Semua yang berada di meja tersebut secara spontan berdiri semua membungkukkan badan mereka menyambut kedatangannya papa dan mamanya Chiko kecuali Moses dan Melati.
Moses dan Melati tertegun menatap sosok wanita yang tengah menggandeng mesra seorang pria berusia lima puluhan lebih. Cantik, elegan, anggun, dan seksi. Wangi parfumnya yang mahal dan khas beraroma bunga, menguar di dalam restoran super mewah itu.
Chiasa dan Kaage kemudian membungkukkan badan mereka dan duduk di mejanya Moses. Moses dan Melati mencoba duduk kembali di kursi mereka dengan kikuk.
Moses menoleh ke Melati dan menggenggam tangan Melati. Moses mencoba mencari kekuatan dari tangan istri cantiknya itu karena, saat ini tiba tiba dia merasa lemah tak berdaya.
"Maaf menunggu lama, nama saya Kaage. Itulah kenapa saya menamai perusahaan baru saya C&K singkatan dari nama istri tercinta saya Chiasa dan nama saya sendiri Kaage" ucap Kaage.
Shit! ternyata perusahaan C&K adalah singkatan dari nama mereka berdua, Chiasa dan Kaage. Kalau aku mengetahuinya dari awal maka aku tidak akan melangkah sejauh ini bekerja sama dengan mereka. Moses mengumpat kesal di dalam hatinya.
"Maafkan saya tuan, kurang teliti dalam mencari tahu singkatan dari C&K" Ray berbisik di telinganya Moses.
Moses menoleh ke Ray dan melotot kesal.
Kaage kemudian berucap "Yōkoso minasan" (selamat datang semuanya)
"Kenalkan ini istri tercinta saya, wanita paling cantik di dunia ini bagi saya, hahahaha. Chiasa namanya" kata Kaage. Kaage memang lebih menyukai nama Chiasa dibanding Keiko.
"Ini istri saya, yang sangat saya cintai dan dia wanita yang paling cantik diantara yang paling cantik di dunia ini" Moses berucap sembari mengecup pipinya Melati.
"Anata wa tadashī to iimasu" (benar kata anda) gumam Chiko lirih.
"Hahahaha, saya suka gaya anda tuan Moses Elruno"
Dia lugu sekali tanpa make-up sama sekali tapi terlihat sangat cantik, kulitnya putih bersih, masih muda, imut, dan polos. Point tambahan untuknya adalah, dia sudah memiliki anaknya Moses Elruno. Shit! aku cemburu ketika melihat Moses menyorotkan cinta ketika memandang istri imutnya itu. Chiasa bergumam di dalam hatinya.
Cantik, seksi, penuh pesona, tidaklah heran kalau dia adalah seorang Geisha yang terkenal dan sangat dikagumi. Dan tidaklah heran kalau suamiku dulunya tergila gila padanya. Apa sekarang pun masih ya? ucap Melati di dalam hatinya.
Kedua wanita cantik itu saling bersitatap dan saling mengagumi dalam diam.
"Sebelum memulai perbincangan bisnis kita, saya perlu untuk terlebih dahulu menyerahkan uang setengah miliar kepada anda, tuan Moses Elruno" Kaafe kemudian menyuruh salah satu dari anak buahnya untuk menyerahkan sebuah koper yang sudah dia siapkan kepada Moses.
Moses menerima koper itu dan mengerutkan dahinya kemudian bertanya "untuk apa ini?"
"Di masa lalu, anda telah melakukan hal yang seharusnya saya lakukan. Tetapi saya kalah cepat dengan anda. Anda menebus Chiasa dari Okiya (rumah khusus untuk Geisha) sebesar setengah miliar bukan? saya kembalikan uang anda karena memang seharusnya itu adalah kewajiban saya sebagai suaminya Chiasa, saya tidak ingin ada hutang budi diantara anda dan istri saya"
Moses merasa teriris hatinya. Entah kenapa secara tiba tiba, dia merasa terhina harga dirinya. Moses hendak melemparkan koper itu di wajahnya Kaage.
Ray yang sangat memahami karakter tuan besarnya itu, langsung berbisik "terima saja, tuan. Anda harus menjaga sikap jangan gegabah! ini di Jepang dan Kaage adalah orang yang sangat berpengaruh di Jepang karena sebelum membuka usaha, dia adalah kepala gangster di sini"
Itachi menulis pesan text ke ponselnya Moses. Moses melirik ponselnya sebentar untuk membaca pesan text dari Itachi :
Terima saja, tuan. Jangan menyinggung Kaage, dia bukan orang sembarangan di Jepang. Jika anda menyinggungnya maka anda dan keluarga anda bisa masuk ke dalam bahaya.
Moses kemudian melempar senyum ke arah Kaage dan berucap "saya terima kopernya. Arigatōgozaimashita" (terima kasih)
__ADS_1
Kaage tersenyum dan mulai mengiris steak yang sudah tersaji di depannya dan menyuapkannya ke istri tercintanya. Chiasa menerima suapan itu dengan canggung dan melirik ke arah Moses.
Moses melirik Chiasa dan untuk beberapa detik pandangan mereka beradu, kemudian Moses melakukan hal yang sama, menyuapkan irisan steak ke Melati. "makan yang banyak, kamu tambah cantik dan seksi kalau gemuk"
Melati merona malu ketika suaminya mengucapkan kata itu dengan sangat lantang sehingga semua yang berada di meja mereka bisa mendengarnya.
Chiko paham betul kalau Moses tidak begitu menguasai bahasa Jepang maka dia berucap ke papanya dengan bahasa Jepang dengan setengah berbisik "Watashi wa sore o kibanda, pa" (aku menginginkannya, pa)
Itachi bisa mendengarnya dan mencoba untuk meraba raba, mencerna dan berpikir keras, apa maksud dari ucapan dari putra dari tuan Kaage.
Chiasa tersenyum penuh arti mendengarkan ucapan dari putra tirinya itu.
Kaage yang sangat memahami dan menyayangi juga memanjakan putra tunggalnya itu tersenyum penuh arti dan berucap "Ochitsuite" (tenang saja)"
"Putri anda sangat cantik dan tidak rewel. Sangat pintar, sepertinya mulai mengikuti jejak papanya nih, pandai berbisnis dan mendapatkan kecantikan dari mamanya. Sayangnya saya belum mendapatkan seorang anak dari istri cantik saya ini" kata Kaage sembari mengusap rambutnya Chiasa.
Chiasa tersenyum canggung dan mengumpat kesal di dalam hatinya. Karena, suami yang tidak pernah dia cintai itu dengan sangat lancang, mengucapkan kata itu di depannya Moses.
"Putri saya menjadi cantik dan sangat pintar itu semua adalah hasil dari kasih sayang dan didikan istri saya. Istri saya ini seorang wanita yang sangat luar biasa, lembut, pintar, dan penuh kasih" Moses mengecup keningnya Melati.
"Sayang, aku malu" Melati merona dan menundukkan wajahnya.
Chery mulai mengantuk dan merebahkan kepalanya di atas dada mamanya. Chery berucap lirih "ma ma ma"
Melati mengusap pelan punggungnya Chery dan mencium pucuk kepalanya Chery. "tidurlah sayang" Moses kembali mencium pipinya Melati dan keningnya Chery.
Chiko mulai mengepalkan tinjunya di bawah meja. Dia merasa tidak rela melihat wanita pujaan hatinya berkali kali mendapat ciuman dari Moses Elruno.
Itachi memberikan kode kepada Chiasa. Kemudian cowok itu berdiri dan pamit keluar sebentar untuk merokok.
Beberapa menit kemudian Chiasa berdiri dan pamit ke toilet.
Itachi sudah menunggu Chiasa di luar restoran itu dan mulai menyeringai menatap Chiasa.
"Aku tidak tahu kalau kamu juga telah berhasil merebut hatinya tuan Moses Elruno, cih! Berapa lama kamu menjalin cinta dengan tuan Moses Elruno? dasar wanita murahan"
Chiasa tersenyum dan berucap "begitukah sikap seorang pria yang dulu begitu menggilaiku?"
"Aku memang begitu bodoh waktu itu, bisa dengan mudahnya terpikat sama kamu" Itachi mulai menghisap dalam dalam rokoknya.
"Semua pria itu memang dengan mudahnya menjadi bodoh kalau sudah mendapatkan kerlingan dari seorang wanita" ucap Chiasa sambil melemparkan senyuman seksinya.
"Aku kecewa waktu mendapatkan bahwa aku sebagai pacar pertama kamu tidak mendapatkan kesucianmu, itulah kenapa aku meninggalkanmu saat itu juga tanpa kata dan tanpa jejak, begitu menjijikkannya kamu, cih!
Plak
Tamparan keras dari Chiasa mendarat mulus di pipinya Itachi.
Itachi menoleh ke Chiasa dan kembali menyeringai "seharusnya yang perlu mendapatkan tamparan tuh kamu, supaya kamu sadar dan bertobat untuk tidak lagi mempermainkan hati seorang pria"
Chiasa melotot tajam ke arah Itachi kemudian berbalik badan untuk kembali masuk ke dalam restoran meninggalkan Itachi.
__ADS_1
Itachi hanya bisa menghela napas panjang dan menghisap dalam dalam rokoknya.
"Jangan pernah bertindak nekat untuk merusak rumah tangganya tuan Moses Elruno, aku tidak akan tinggal diam, Chiasa!" gumam Itachi geram sembari membuang puntung rokoknya yang telah padam ke dalam bak sampah kemudian melangkah masuk kembali ke dalam restoran tersebut.