
Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa mendekati Chery dan Moses. Batin Claudia.
Kalau di sekolahannya Chery, sembarangan orang nggak boleh masuk, jadi aku nggak mungkin bisa masuk ke dalam untuk menemui Cheey. Dan pintu gerbang dibuka setelah proses belajar dan mengajar telah usai, Chery langsung berlari menghampiri Melati. Shit! Claudia mengumpat di dalam hatinya sembari terus melihat keceriaannya keluarganya Moses Elruno.
"Seharusnya aku yang berada di sana, bukannya kamu, dasar Melati wanita murahan" Claudia bergumam penuh emosi. Kemudian cewek cantik mantan model Internasional itu pun meninggalkan restorannya Dimas dan kembali masuk ke dalam mobilnya
Claudia bertekad akan datang ke rumahnya Moses malam ini. Dia sudah begitu kangen dengan Momo alias Chery. Juga merindukan segala yang ada di dirinya Moses Elruno.
Claudia menyeringai puas dengan rencananya dan meluncurkan mobilnya meninggalkan pekarangan restorannya Dimas.
Moses mengantarkan Melati, Celestia, dan anak anaknya ke mobilnya Melati. Moses mencium semuanya lalu berkata sembari mengusap mesra kepalanya Melati "ati ati ya"
Melati tersenyum dan berkata "kamu juga ati ati"
Mereka pun berpisah. Melati menuju ke rumahnya dan Moses kembali ke kantornya.
Moses masuk ke dalam ruang kerjanya dan langsung kaget ketika Ray tiba tiba memeluknya dan menangis.
Moses mematung dan menggeram kesal "Ray, lepas! jasku kotor nanti kena ingus kamu!"
Ray melepaskan pelukannya dan berkata "maaf, tuan"
Moses mendengus singkat dan bertanya "ada apa? tumben kamu nangis di depanku, eh, iya lho, kamu belum pernah nangis di depanku selama ini"
Ray menghela napas panjang dan berucap "saya menemui mantannya Delia, awalnya saya cuma pengen bicara baik baik ke dia, dan minta dia jangan ganggu Delia lagi!"
"Terus?" tanya Moses sembari mengajak Ray untuk duduk di sofa.
"Tapi dia malah berkata kalau dia masih sangat mencintai Delia dan akan merebut Delia dari saya"
Moses ikutan merasa kesal "antar aku menemui cowok itu Ray, biar aku hajar dia untuk kamu, dasar brengsek tuh cowok!"
"Nggak usah, tuan. Saya sudah menghajarnya. Kami akhirnya duel dan dia kalah" kata Ray.
"Bagus! tidak sia sia aku mengajari kamu bela diri selama ini, bagus muridku! I am proud of you!" Moses tersenyum bangga.
"Iya tuan" Ray tersenyum lemas.
"Terus, apa yang membuatmu menangis?"
"Delia tahu kalau saya menemui cowok itu, Delia tadi ke sini dan berkata, dia nggak senang kalau saya menyelesaikan semua masalah dengan tinju, dia juga berkata smeua masalah tidak harus diselesaikan dengan kekerasan dan pernikahan itu butuh kepercayaan, kalau tidak dipercayai sama suami itu rasanya sangat sakit, lalu Delia bilang kalau dia akan pulang ke kampungnya dulu, untuk menenangkan diri. Delia kecewa sama sikap saya, tuan"
"Pasti cowok itu yang kasih tahu ke Delia. Antar aku menemui cowok itu, kamu belum buat dia masuk IGD, kan? aku yang akan buat dia masuk IGD" Moses menggeram kesal.
Melati tiba tiba muncul di ruang kerjanya Moses dan berkata "oooo, ternyata kamu yang mendidik kak Ray, untuk menyelesaikan semua permasalahan dengan tinju?" Melati kemudian duduk di samping suaminya.
"Sayang, kamu kok ke sini? anak anak sama siapa?" tanya Moses.
"Mama sama papa ada di rumah. Mbak Delia juga ada di rumah" ucap Melati
"Hah? benarkah Mel? Delia tidak jadi pulang ke kampung?" tanya Ray langsung cerah ceria wajahnya.
"Mbak Delia ke rumah dan curhat soal masalahnya kalian, kak. Saran Melati, besok lagi kalau ada pesan text masuk dan mbak Delia tidak menganggapinya ya sudah cuekin aja, yang penting tuh mbak Delianya. Jangan temui si pengirim pesan text karena, pasti akan timbul masalah baru"
Ray diam aja.
"Mbak Delia sengaja tidak menghapus pesan text dari cowok itu karena, mbak Delia berpikir tidak ada yang perlu disembunyikan dari kak Ray, pernikahan butuh keterbukaan dan kepercayaan, selain cinta" kata Melati.
"Kamu benar Mel, aku menyesal telah menemui cowok itu dan meragukan Delia"
"Aku juga sudah berhasil menenangkan hatinya mbak Delia. Sekarang temui mbak Delia, kak. Baikan ya sama mbak Delia, kasihan anak kalian, kalau kalian kelamaan bertengkar dan diem dieman kayak gini"
Ray menatap Moses dan berkata "saya boleh ijin sebentar, tuan?"
__ADS_1
"Hmm" jawab Moses.
Ray mengucapkan terima kasih kepada Moses dan Melati dan pergi meninggalkan ruang kerjanya Moses.
Melati bersedekap dan menatap Moses.
"Ada apa?" tanya Moses heran.
"Kamu tuh ya, ada orang sedang bingung nggak ditenangin malah dikomporin"
"Lho, aku bener kan. Kalau itu kamu, yang digituin kamu, aku langsung buat cowok itu masuk ICU, bukannya IGD lagi"
Melati menggelengkan kepalanya dan menghela napas panjang "itu berarti kamu nggak percaya sama aku"
"Aku percaya sama kamu. Aku nggak pernah meragukan kesetiaan dan cinta kamu ke aku. Tapi aku nggak suka kalau ada cowok yang mengganggu kamu"
Melati kemudian berdiri dan pindah duduk di atas pangkuannya Moses. Moses langsung meraih remote pintu dan klik, mengunci pintu ruang kerjanya.
Melati menggelungkan kedua lengannya di leher suaminya dan berkata "sayang, aku cuma nggak suka kalau kamu..........."
Moses langsung membungkam bibirnya Melati dengan ciumannya.
Melati menarik diri dari ciumannya Moses dan berkata "Sayang, aku cuma nggak suka kalau kamu menyelesaikan sesuatu itu dengan kekerasan, aku nggak mau kamu kena masalah kalau kamu selalu merampungkan segala sesuatu dengan tinju"
"Hmm" Moses kembali mencium Melati.
Melati kembali menarik diri dan berkata "hmm, apa hmm?"
"Iya, aku janji nggak akan asal ngeluarin tinjuku" Moses kemudian menyeringai "kita belum pernah melakukannya di kantor kan, sayang?"
Melati tersenyum dan mencium bibir suaminya.
Moses langsung terpancing dan bertindak lebih jauh, mulutnya mulai menjelajahi wajah, leher dan tubuh istri tercintanya, tangannya menempel lekat di spot favoritnya. Akhirnya mereka melakukan olah raga cinta di dalam ruang kerjanya Moses Elruno, untuk pertama kalinya.
"Sayang, kamu berikan aku sensasi baru lagi nih" Melati merona malu.
Moses menarik rubuh Melati masuk ke dalam dekapannya "terima kasih kamu telah mencintaiku, sayang dan hanya ada kamu di hatiku" Moses kemudian mencium keningnya Melati.
Melati terkekeh geli dan berucap "Aku pulang dulu ya? kasihan mama sama papa kelamaan aku titipin anak anak"
"Hmm, tapi nanti malam kasih aku ronde keduanya, ya?!" Moses mengedipkan matanya lalu melepaskan dekapannya.
Melati tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Ati ati di jalan" kata Moses.
Melati menganggukkan kepalanya dan melangkah pergi keluar dari ruang kerja suami tercintanya setelah Moses membuka kunci pintunya.
Ray akhirmya berhasil membuat Delia pulang kembali ke rumah mereka. Dan mereka sudah berbaikan berkat Melati.
Raja mulai naik ke motor laki kesayangannya. Tiba tiba Aurelia datang mendekatinya dan berkata "aku boleh nebeng kamu? supir aku tidak menjemput hari ini karena, repot"
Raja menaikkan satu alisnya dan berkata "aku ada perlu nggak bisa antar kamu. Kenapa kamu nggak naik ojek online aja? aneh"
"Raja, masak kamu tega meninggalkan aku. Aku nggak pernah naik ojek online, aku takut diculik" kata Aurelia sambil memasang wajah memelas.
Raja mendengus kesal "oke, naik!"
Aurelia langsung tersenyum lebar dan naik ke atas motor lakinya Raja dan langsung memeluk pinggangnya Raja.
"Nggak usah peluk kayak gini bisa nggak?" Raja mendengus kesal.
"Nggak bisa, aku belum pernah naik motor, aku takut jatuh" kata Aurelia.
__ADS_1
"Terserah kamu lah" Raja kemudian melajukan motor lakinya untuk mulai berkelana di kerasnya jalan raya.
"Kok belok ke sini? kamu mau ngapain sih, mau beli apa?" tanya Aurelia ketika Raja memarkirkan motornya di sebuah toko buku.
Raja melangkah meninggalkan Aurelia tanpa menjawab pertanyannya Aurelia.
Aurelia langsung berlari menyusul Raja.
"Kamu mau beli apa?"
"Tentu saja beli buku, masak di toko buku mau beli batagor" jawab Raja kesal sembari melangkah ke rak buku tentang puisi dan cerita anak anak. Raja tahu kalau Chery suka banget membaca makanya dia pengen belikan Chery buku bacaan untuk anak anak dan juga buku puisi.
"Heee, iya kali aja mau beli alat tulis, atau......"
"Bisa diam nggak?" Raja melotot ke Aurelia.
Aurelia langsung mengunci rapat mulutnya dan tidak berkata kata lagi.
Raja memilih sepuluh buku cerita anak anak dan tiga buku puisi lalu membawanya ke kasir.
"Untuk adik kamu ya? setahu aku, kamu nggak punya adik, kamu anak tunggal kan?" tanya Aurelia.
Raja diam aja dan tidak menoleh ke Aurelia.
"Oooo, aku tahu! buku buku itu, pasti untuk Gideon atau kalo nggak untuk Danendra, iya kan?"
Raja tetap diam dan melakukan pembayaran. Setelah selesai, dia menenteng paper bag yang berisi buku buku pilihannya dan melangkah pergi dari toko buku tersebut mendahului Aurelia. Aurelia kembali berlari menyusul Raja ke parkiran motornya.
Raja menyentelkan papaer bagnya di motornya. Setelah Aurelia naik dia kembali melajukan motor lakinya.
Raja akhirnya sampai di depan rumahnya Aurelia yang cukup megah.
Aurelia tersenyum lebar dan berucap "terima kasih ya Raja"
Raja tidak menjawab Aurelia dan langsung melajukan motornya, meninggalkan Aurelia yang terus tersenyum saking bahagianya bisa memeluk pinggangnya Raja dan diantarkan pulang sama Raja.
Raja sampai di rumahnya. Rumah besar megah tapi sepi karena, mama dan papanya sibuk bekerja. Tiba tiba Gideon Putra Simpsons datang karena, rumah mereka memang berhadapan terpisah jalan raya yang lumayan ramai dan lumayan besar.
"Kak Raja, ini mama buatkan kue brownies kesukaannya kakak" kata Gideon.
Raja telah berganti baju dan berkata "mama Lila di rumah ya? nggak ngantor?"
"Nggak. Soalnya adiknya Gideon imunisasi tadi jadi mama nggak ngantor" jawab Gideon.
"Kamu bisa nyebrang sendiri kemari? jalanan ramai banget lho kalau siang begini"
"Diseberangkan mang Udin tadi" jawab Gideon.
"Oooooo" Raja mulai membuka tasnya sembari memakan kue brownies buatan mamanya Gideon.
"Kok kamu masih di sini?" tanya Raja.
"Oooo iya, minta diseberangkan ya? ayok kakak seberangkan" kata Raja.
Gideon menggelengkan kepalanya.
"Aku mau belajar di sini, belajar bareng kak Raja, boleh?"
Raja melirik tas yang sedari tadi berada ada di punggungnya Gideon lalu berkata "boleh, tapi jangan berisik!"
"Siap!" kata Gideon.
Claudia mulai mempersiapkan pertemuannya dengan Chery nanti di rumahnya Chery. Dia sudah membeli kue, permen, es krim, semua rasa strawberry.
__ADS_1
"Semoga Chery suka" gumamnya sambil tersenyum lebar.